spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8245

Elektabilitas Dua DM dan Rindu Anjlok

0
Pilgub

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis hasil survei bahwa popularitas pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) lemah di wilayah Pantura.

IDM justru merilis bahwa popularitas pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) merangkak di posisi kwdua di bawah pasanga Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Dalam hasil survei IDM di Panturan menunjukan populeritas pasangan Deddy-Dedi sebesar 83,2 persen disusul oleh Asyik 80,5 persen, selanjutnya pasangan Rindu 78,4 persen dan posisi terkahir Hasanah 72,3 persen.

BACA JUGA:

Dukung Generasi Emas 2045, bank bjb Saluran Peralatan Sekolah

IDM pun menculkan hasil survei dengan pola yang membagi menjadi tiga kategori pemilih, yakni dari Pantura, Priangan dan Pamayon, pasangan Asyik unggul dari kandidat lainnya.

Tingkat elektabilitas Asyik di Pantura mencapai 31 persen. Capaian itu sulit dikejar oleh kandidat lain. Dengan demikian calon yang dianggap kuat seperti Rindu dan Deddy-Dedi lemah di kawasan tersebut.

Direktur Eksekutif IDM Bin Firman Tresnadi menjelaskan, ketika responden diberikan pertanyaan siapa yang akan dipilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 31, 2 responden memilih pasangan Sudrajat-Syaikhu, sementara pasangan Deddy-Dedi hanya meraih 26,3 persen, disusul Hasanah 20,7 persen, Rindu 11,3 persen dan warga yang tidak memilih 10,5 persen.

“Hal serupa juga terjadi dikawasan Priangan dengan pertanyaan yang sama, hasilnya Sudrajat -Syaikhu unggul meraih 35,6 persen, Rindu 25,3 persen, Hasanah 10,7 persen, Dua DM 16,3 persen dan tidak memilih 5,8 persen,” kata Firman melalui rilisnya, Rabu (25/4/2018).

Hasil mengejutkan pun muncul di kawasan Pamalayon (daerah penopang DKI Jakarta), elektabilitas Asyik mencapai 33,3 persen, disusul Deddy-Dedi 21,6 persen, Hasanah 19,4 persen, Rindu 17,6 persen dan tidak memilih 8,1 persen.

“Respentatif dari orang priangan-Cirebon menjadi faktor Asyik unggul. Basic Sudrajat sebagai orang Sumedang dan Syaikhu dari Cirebon menjadi faktor utama pilihan responden,” kata dia.

Faktor lainnya, kata Firman, adalah sosok Syaikhu (orang Cirebon). Pandangan masyarakat ini pun di bantu Ahmad Syaikhu yang cukup agamis yang indentik dengan syiar Islam.

Lebih lanjut Firman mengatakan, mesin partai PKS sudah terbukti dengan 10 tahun menjadi pemimpin.

“Partai ini benar-benar telah teruji dan cukup mengakar, terutama di teritori Pamalayon. Kemampuan PKS dalam memaksimalkan kerja-kerja kadernya sangat sulit ditandingi oleh partai-partai lain,” tuturnya.

Dalam Survei tersebut IDM mengambil responden sebanyak 2.178 dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Jawa Barat pada Pilkada Juni 2018 sebanyak 31.708.330 pemilih yang tersebar di 18 kabupaten dan sembilan kota di Jawa Barat, dengan waktu survei dari 2 sampai 15 April 2018.

(LIN)

Kurang Perhatian Pemda, Anak Reggae dan Atlet di Depok Curhat ke Kang Hasan

0
Calon Gubernur Jabar nomor urut 2 Hasan (Foto IST)
Calon Gubernur Jabar nomor urut 2 Hasan (Foto IST)

DEPOK,FOKUSJabar.id: Komunitas dan atlet di Kota Depok mengeluhkan kurangnya perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap pembinaan dan sarana penyaluran bakat yang mereka miliki. Mereka berharap, Calon Gubernur Jawa Barat Tubagus Hasanuddin (Hasan) bisa menuntaskan persoalan itu.

Salah seorang atlet Karate Depok Muhammad Fakha mengatakan bahwa sejak dirinya berkiprah di dunia karate, Pemda setempat kurang melirik pada bidang yang dia geluti. Padahal, kata dia, sejak 2011 silam,dirinya sudah membawa harum nama Kota Depok di tingkat Nasional.

“Pertama tahun 2012 bawa nama Depok juara Piala Gubernur, SMAN 1 Sukabumi. Saya naik kendaraan umum.Tapi saya hanya dikasih pengganti transportasi Rp100 ribu,” ungkap Fakha saat berdialog bersama Hasan dan berbagai Komunitas di Depok, Selasa (24/4/2018).

Selain itu, terungkap selama ini di Depok ada kurang lebih 20 ribu orang yang berkecimpung di genre musik reggae. Namun, akibat minimnya akses selama ini, belum pernah ada festival musik reggae di Kota Depok.

Menanggapi persoalan tersebut, Hasan teringat masa mudanya suka berolahraga dan ‘momotoran’, tetapi saat itu perhatian pemerintah setempat sangat sedikit.

Terkait musik reggae, Hasan yang berpasangan dengan Anton (Anton Charliyan) siap membuat festival musik yang dipopulerkan oleh Bob Marley tersebut.

“Ini sebuah eksprsesi generasi milenial. Jika mengizinkan jadi gubernur, saya bakal wadahi ini. Reggae perlu ruangan yang bisa diliat, bahkan oleh turis,” ungkap Hasan.

Dia mengaku senang bisa mengetahui permasalahan yang dihadapi generasi milenial Kota Depok. Menurut dia, generasi tersebut perlu tempat mengekspresikan diri.

Jika butuh akses permodalan, kata Hasan, siap memberikan pinjaman dengan bunga yang ringan. Dia menginginkan komunitas tersebut bisa mandiri tanpa harus mencari kerja.

“Saya siap menjembatani semua. Kalau saatnya jadi, Anda harus punya akses ke saya,” ucap Hasan.

Adapun akses yang dimaksud Hasan, yakni melalui program molotot.com. Program itu nantinya sebagai ruang masyarakat untuk menagih janji yang selama ini disampaikan pasangan Hasanah.

“Jadi perlu ada sinergitas, termasuk mengontrol,” ujar Hasan.

Dia menambahkan, atlet yang berprestasi harus mendapatkan beasiswa dan melanjutkan kuliah. Bahkan, bila memungkinkan mereka mendapatkan pekerjaan.

Jangan sampai habis manis sepah dibuang. Atlet lari, bela diri misalnya, bisa ditampung di Polri,” pungkas Hasan.

(LIN)

Legislator NasDem, Dukung Aa Anton jadi Anggota DPD

0
Legislator NasDem Yusep Mulyana (Foto Andian Fokus)

GARUT, FOKUSJabar.id :  Anggota DPRD Garut dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), Yusep Mulyana mendukung Aa Aan Anton HDS menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

” Ya, saya secara pribadi mendukung sepenuhnya Aa Anton menjadi anggota DPD RI perwakilan Jawa Barat,” kata Yusep kepada FOKUSJabar, Rabu (25/4/2018).

Menurut Yusep, Aa Anton memiliki track record yang sangat mempuni duduk di DPD RI.

” Aa Anton nantinya bisa membawa aspirasi masyarakat Garut khususnya,” tambah dia.

Selain itu, Aa Anton sudah banyak ‘makan asam garam’ di birokrasi Garut karena berlatar belakang ASN.

” Saya yakin Aa Anton bisa bawa aspirasi sekaligus membawa perubahan Jawa Barat kearah yang lebih baik,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

KPU Garut Silaturahmi dengan Insan Pers

0

GARUT, FOKUSJabar.id : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut menggelar acara silaturahmi dengan Insan Pers yang ada  di Kabupaten Garut.

Ketua KPU Garut, Hilwan mengatakan, pihaknya sengaja menggelar acara ini guna menjaga silaturahmi dengan insan pers juga menyampaikan beberapa point terbaru.

” Saya  ucapkan terima kasih kepada semua insan pera yang sudah menyempatkan waktu guna menghadiri undangan KPU,” kata Hilwan, Rabu (25/4/2018).

Ditambahkannya, proses Pilkada serentak akan terus berjalan dan tahapan-tahapan yang dilalui tanpa ada yang terlewat.

” Jika kami tidak dipercaya  maka akan di take over dan diambil alih oleh  KPU provinsi,” imbuhnya.

Disebutkannya, banyak pertanyaan dari berbagai kalangan tentang sosialisasi yang dilakukan. Diakuinya memang sosialisasi belum  optimal karena akan dilakukan sampai Juni 2018.

” Kami memohon ke media massa dengan kapasitas masing masing untuk ikut mensosialisasikan tahapan tahapan KPU,” pintanya.

Juga lanjut dia, KPUD Garut sendiri akan melakukan Debat publik dengan melibatkan Perguruan Tinggi (PT)

” PT tersebut akan merumuskan pertanyaan yang akan disampaikan ke calon,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

Pemprov Jabar Meraih Parasamya Purnakarya Nugraha, Sekda Ingin Masyarakat Ikut Bahagia

0
Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan tertinggi atas keberhasilan melakukan pembangunan kesejahteraan masyarakat yakni, Parasamya Purnakarya Nugraha.

Penghargaan tersebut akan diberikan Wakil Presiden Republik Indonesia kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) di Gedung Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Rabu (25/4/2018), bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) Otonomi Daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jabar Iwa Karniwa mengungkapkan bahwa mendapat penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha adalah sesuatu yang sangat membanggakan. Karena hanya Pemprov Jabar satu-satunya yang mendapatkan penghargaan itu.

“Saya ingin rasa bahagia ini juga dirasakan oleh masyarakat Jabar,” kata Iwa seusai menggelar konferensi pers di Ruang Rapat Manglayang Gedung Sate, Selasa (24/4/2018).

Maka dari itu, lanjutnya, agar masyarakat tahu akan informasi bahagia tersebut, pada 26 April 2018 mendatang akan digelar kirab atau pawai Pemprov Jabar di sekitar Kota Bandung.

“Dengan pawai ini informasi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Setelah pawai, kita lanjutkan acaranya dengan sujud syukur di Masjid Almuttaqin Gedung Sate,” kata Iwa.

(Ibenk/LIN)

Aher: Potensi Ikan di Jabar Tak Diragukan Lagi

0
(FOKUSJabar/Boip)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan bahwa Jabar memiliki laut sangat luas, baik sebelah utara (Laut Jawa) maupun sebelah selatan (Laut Samudera Hindia).

Artinya, kata Aher, Jabar memiliki potensi penghasilan ikan yang tidak diragukan lagi. Menilik potensi laut di Jabar yang luas dan panjang pantai 842,66 Kilometer serta luas laut lebih dari 18 ribu kilometer persegi, Jabar punya potensi besar di bidang perikanan. Produksi perikanan Jabar pada 2017 mencapai 1,4 juta ton lebih. Produksi perikanan budidaya 1,4 juta ton dan perikanan hasil tangkap 260 ribu ton.

“Yang perlu dicatat, ternyata budidaya ikan air tawar seperti ikan mas, lele, nila dan ikan patin, dari 1,4 juta ton ikan di Jabar, perbandingannya lebih banyak yakni 1,14 ton. Itu tentu menjadi perhatian kita kedepannya, karena secara kontribusi, perikanan tangkap di Indonesia khususnya Jabar selalu memberikan distribusi ikan sebesar 7 persen,” paparnya dihadapan Presiden RI, Joko Widodo, Selasa (24/04/2018).

(BOIP/LIN)

Tandang ke Jakarta, Gomez Khawatirkan Faktor Non Teknis

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez tidak khawatir mendapatkan teror dari supporter tuan rumah saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Meski tim Maung Bandung sempat mendapatkan ‘teror’ pada musim 2013, bahkan bus yang ditumpangi pemain diserang hingga kaca bus pecah.

“Bagi kami itu adalah masa lalu dan saya respect pertandingan ini. Di mata saya, Persija adalah tim bagus dan juga kuat, begitupun dengan Persib,” kata Gomez, Selasa (24/4/2018).

Gomez justru khawatir dengan faktor non teknis lainnya, seperti kepemimpinan wasit yang dikhawatirkan akan merugikan timnya.

“Kami respect kepada Persija dan tentu mereka juga respect kepada kami. Saya takut jika kita bermain 11 melawan 12, tapi jika 11 melawan 11 kami tidak masalah,” tegas pelatih berusia 61 tahun ini.

(Arif/LIN)