spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8240

40 Kobong Santri Al-Fadilah Ciamis Terbakar

0
Santri
(FOUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Empat puluh kamar tidur (Kobong) Santri Pondok Pesantren Al-Fadilah di Dusun Lawong, Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis rata dengan tanah akibat terbakar, Kamis (26/4/2018).

Menurut Yayan, personel Tim SAR BPBD Kabupaten Ciamis, penyebab peristiwa kebakaran tidak ada yang mengetahui secara pasti karena saat terjadinya kebakaran para santri sedang belajar di kelasnya masing-masing.

“Saat kejadian kamar kosong karena para santri sedang belajar sehingga tidak ada yang mengetahui bagaimana awalnya kebakaran itu terjadi,” katanya.

BACA JUGA: Ini Syarat Santri Kembali ke Pesantren

Yayan mengatakan, kebakaran tersebut bisa diketahui setelah ada asap mengepul pekat dilantai dua yang terbuat dari bahan mudah terbakar kayu dan bilik bambu.

“Saat ada asap dan api sudah berkobar baru diketahui oleh seorang santri,” ucapnya.

Menurut saksi lanjut Yayan, dia melihat kepulan asap disalah satu kamar tingkat dua kamar santri tersebut.

“Karena bahan bangunan terbuat dari kayu dan bilik dalam sekejap api menghabiskan bangunan itu,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Soal Pemekaran di Jabar Selatan, Hasan Siap Jadi Tameng

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Isu pemekaran berbagai daerah di Jawa Barat Selatan sudah lama digaungkan. Pemekaran itu terjadi karena kesenjangan pembangunan di Jabar Selatan.

Namun, realisasi pemekaran tersebut, hingga saat ini, belum juga terwujud.

Melalui forum diskusi bersama Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin (Hasan) menerima aktivis pemekaran dari empat wilayah Jabar Selatan, seperti Cianjur Selatan, Garut Selatan, Sukabumi Selatan (Jampang), dan Tasikmalaya Selatan.

Ketua Forum Jabar Selatan Gunawan Undang menyampaikan bahwa pembangunan wilayah Jabar Selatan sudah tertuang dalam Perda Provinsi Jawa Barat, nomor 28 tahun 2010, tentang pengembangan wilayah Jawa Barat bagian selatan.

Menurut dia, Jawa Barat sudah layak dimekarkan menjadi 34 kabupaten/kota. Demikian diungkapkan Gunawan sesuai hasil observasi ilmiah dan melihat jumlah penduduk Jabar yang hampir 47 juta jiwa.

“Pembentukan daerah otonomi baru di Jawa Barat, bukan hanya soal isu politik, tetapi sudah jadi kebutuhan. Melalui Kang Hasan sebagai Gubernur Jabar nanti, semoga hal itu bisa diwujudkan,” kata dia.

Sejalan dengan hal itu, Presidium Garut Selatan Dedi Kurniawan menegaskan, ke empat wilayah Jabar Selatan tersebut sudah harus dimekarkan. Hal itu, kata dia, agar pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat lebih efektif.

Dengan begitu, masyarakat Jabar Selatan pun bisa merasakan pemerataan pembangunan. Dia membandingkan provinsi tetangga, yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah yang jumlah kabupaten/kota nya seimbang. Sementara di Jabar yang jumlah penduduknya hampir 47 juta hanya memiliki 27 kabupaten/kota.

“Kalau tidak ada ketegasan dari pemerintah terkait pemekaran di Jabar Selatan, Jawa Barat akan tertinggal jauh, terutama pembangunannya,” jelas Dedi.

Hadir dalam diskusi tersebut Presidium Cianjur Selatan Badi Prstama, Presidium Tasikmalaya Selatan Suryaman, dan Presidium Sukabumi Selatan (Jampang) Kyai Abdul Qodir.

Di Akhir acara keempat Presidium pun mendeklarasikan dukungannya untuk Hasanah pada perhelatan pilgub Jabar 2018. Keputusan itu diambil mengingat pasangan Hasanah berkomitmen untuk mewujudkan cita-cita warga Jabar Selatan. Bahkan Hasan menandatangni kesepakatan dengan para Presidium.

Menanggapi hal itu, Hasan setuju dengan adanya pemekaran di Jabar selatan. Hasan pun siap menjadi tameng masyarakat Jabar selatan untuk mewujudkan pemekaran.

Masyarakat Jabar Selatan, kata dia, harus merasakan pembangunan yang seimbang dengan daerah Jabar di bagian utara.

Selain itu, pusat pereokonomian di Jabar selatan pun harus segera direalisasikan, sehingga angka kemiskinan dan pengangguran bisa ditekan dan mengangkat harkat martabat ekonomi masyarakat Jabar Selatan.

“Secara teori saya sepakat, secara akademis juga ya, sudah sewajarnya ada daerah yang harus dimekarkan, khususnya daerah yang ada di Jabar Selatan. Jangan sampai berlarut larut,” jelas dia.

Selama ini, kata dia, para investor lebih banyak menanamkan modalnya di wilayah Jabar Utara. Sehingga pertumbuhan ekonomi di Jabar Selatan semakin tertinggal.

Hal tersebut, kata Hasan, turut menyumbang angka pengangguran dan kemiskinan terhadap daerah Jawa Barat.

Dengan adanya pemekaran, Hasan siap membuka akses ekonomi yang mudah dan melakukan pemerataan pembangunan di Jabar Selatan.

(LIN)

Program Asyikpreuneur Mulai Diimplementasikan dengan Bisnis Trip di Kota Bandung

0
Ahmad Syaikhu, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat. (FOKUSJabar/Budi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Program Asyikpreuneur yang digagas pasangan Sudrajat-Ahmad Syaiku (Asyik) mulai diimplementasikan dengan kegiatan bisnis trip ke beberapa tempat kuliner dan fashion yang ada di Kota Bandung.

Program Asyikpreuneur dilaunching pada 15 April 2018 di Kota Bekasi yang dihadiri oleh para koordinator dari setiap daerah.

“Tadi pagi kita sarapan di warung bubur mang oyo terus ke Kunafe, kemudian ke Upnormal dan ke tempat fashion dan diakhiri dengan ngopi bareng di kopi bright,” kata Syaikhu saat ditemui di warung Upnornal Jalan Dipatiukur, Kamis (26/4/2018).

Menurut Syaikhu kegiatan kunjungannya tersebut banyak hal yang ditemui dan bisa dijadikan pembelajaran untuk dikolaborasikan dengan program Asyikpreuneur.

“Disegmen ini ternyata banyak pelajaran yang berharga yang ini bisa dijadikan pembelajaran bagi anak-anak muda. Mereka yang sukses membangun usahanya ini, ternyata hasil kolaborasi. Inilah yang harus kita duplikasi pada ruang-ruang Asyik yang akan kita bangun,” katanya.

Syaikhu juga menuturkan, potensi anak muda di Jawa Barat begitu besar. Ditambah, para pemudanya terkenal dengan kreativitasnya yang begitu tinggi. Asyik ingin hadir untuk bisa mengakomodir apa yang menjadi keinginan dan kesulitan yang dihadapi oleh para pelaku usaha tersebut.

“Kita akan akomodir dengan 1000 ruang asyik se-Jawa barat artinya ini akan ada di setiap Kecamatan dan kita akan buka ruang-ruang untuk kolaborasi dan ternyata inilah yang akan menghentikan sumbatan-sumbatan dalam proses proses pemberdayaan ekonomi. Semoga berkolaborasi dengan yang lainnya, sehingga bisa menghasilkan karya-karya yang besar dan bermanfaat bagi warga Jawa barat” tuturnya.

Syaikhu pun mengaku akan memperbaiki sistem pembentukan dalam melahirkan wirausaha baru. Bukan hanya sekedar pelatihan, akan tetapi melakukan pendampingan secara menyeluruh, sampai wirausaha baru tersebut benar-benar dapat mandiri.

“Ini akan terintegrasi, kalau wirausaha baru hanya pelatihan saja. Kita akan perbaiki dengan ruang asyik. Nanti akan ada coworking space, yang bukan hanya sekedar pelatihan yang diberikan tapi kemudian ada pendampingan. Misalnya dalam membuat proposal usaha, kita akan buat festival. Siapa yang terbaik, ketika proposalna layak kita akan ketemukan dengan midle investor. kebetulan yang kumpul ini banyak pengusaha termasuk pemilik upnormal, dan siap bergabung dengan Asyikpreneur,” pungkasnya

(budi/bam’s)

Timnas Squash Berangkat ke Asian Games 2018 Tanpa Target Medali

0
Manajer Timnas Squash Indonesia, Andhika Prayasa Juanidi, (FOKUSJabar/ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tim Nasional Squash Indonesia tampil tanpa target raihan medali pada ajang Asian Games XVIII yang akan digelar pada Agustus 2018 mendatang. Timnas Squash Indonesia hanya menargetkan memperbaiki peringkat dan menembus 10 besar.

Manajer Timnas Squash Indonesia, Andhika Prayasa Juanidi menuturkan, persaingan squash di Asia masih dikuasai oleh beberapa negara. Seperti Pakistan, Iran, Hongkong dan Jepang.

“Untuk Asian Games 2018, kita tidak menargetkan medali. Hanya memperbaiki peringkat dibanding gelaran sebelumnya, semoga bisa masuk jajaran 10 besar Asia. Itu pun capaian yang luar biasa,” ujar Andhika saat ditemui di Siliwangi Squash Center, Jalan Manado Kota Bandung, Kamis (26/4/2018).

‎Andhika menambahkan, peluang Indonesia untuk bisa meraih medali, baik emas, perak, maupun perunggu, pada cabang olahraga Squash Asian Games 2018 sangatlah kecil. Pasalnya, negara yang menjadi ‘raksasa’ cabang olahraga Squash di dunia berada di Asia.

“Seperti Pakistan dan Iran. Bahkan atlet squash nomor‎ satu dunia saat ini berasal dari Pakistan. Belum lagi masih ada Hongkong dan Jepang,” terangnya.

Selain bersaing dengan Pakistan, Iran, Hongkong dan Jepang, Indonesia pun harus bersaing dengan negara tetangga di Asia Tenggara. Bahkan untuk bersaing dengan atlet-atlet Squash asal Asia Tenggara pun cukup berat.

Hal tersebut terlihat pada gelaran 4th SEA Cup ‎Championship 2018 yang digelar di Siliwangi Squash Center sejak Rabu (25/4/2018) kemarin. Jajaran tiga besar atlet unggulan pada kejuaraan squash se-Asia Tenggara tersebut masih ditempati Philipina dan Malaysia.

“Meski peluang kita meraih medali sangat kecil di Asian Games 2018, tapi kita akan berupaya maksimal. Salah satunya dengan memberikan banyak kesempatan bertanding bagi atlet. Kita pun rencananya akan melaksanakan training center dan mengikuti beberapa kejuaraan di New Zealand,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Brak! Supra Fit dan Mobil Box Bertabrakan, Dua Nyawa Melayang

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Andi Supiandi (37) warga Dusun Seda Kidul, Desa Padamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis pengendara Honda Supra Fit nopol D 6820 VO tewas di tempat setelah sepeda motor yang dikendarainya tabrakan dengan mobil Isuzu Box nopol B 9628 KXS yang dikemudikan Sohari (50) warga Purbalingga Jawa Tengah.

Kejadian tersebut terjadi Jalan Raya Cihaurbeuti-Ciamis, tepatnya Dusun Desa Kidul Desa/Kecamatan Cihaurbeuti, Kamis (26/4/2018).

Menurut Kapolsek Cihaurbeuti, AKP. Ipin Tasripin kejadian kecelakan berawal, saat itu mobil box datang dari arah Kota Tasikmalaya menuju Kota Ciamis. Di lokasi kejadian bertabrakan dengan sepeda motor yang datang dari arah Kota Ciamis menuju Kota Tasikmalaya.

” Kejadianya begitu cepat sehingga warga sekitar tidak mengetahui bagaimana peristiwa kecelakaan itu terjadi,” katanya.

Ipin mengatakan, akibat tabrakan tersebut pengemudi sepeda motor langsung terpental menimpa aspal jalan raya.

“Korban mengalami luka sangat parah hingga meninggal dunia,” ucapnya.

Selain pengemudi sepeda motor, seorang perempuan yang dibonceng korban juga meninggal dunia di tempat.

” Perempuan itu bernama Titin Sumiatin (34) warga Tasikmalaya,” ucapnya.

Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan kini sudah diamankan untuk proses selanjutnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Himpunan Nelayan Garut Dukung Hasanah Tanpa Pamrih

0

SANTOLO,FOKUSJabar.id:Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Garut mendukung Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) tanpa pamrih dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat 2018. Dukungan tersebut semakin menambah daftar panjang elemen masyarakat yang menginginkan pasangan nomor urut 2 ibisa memimpin Jabar ke depan.

“Kami belum pernah kedatangan calon ke wilayah kami. Bahagia Kang Hasan bisa ke sini. Calon yang lain tidak serius terhadap permasalahan nelayan,” kata Ketua HNSI Kabupaten Garut Lukmanul Hakim di TPA Santolo, Kamis (26/4/2018).

Lukman mengungkapkan, permasalahan di TPI Santolo sangat kompleks. Sepertihalnya masalah belum adanya asuransi untuk meli dungi para nelayan jika terjadi sesuatu saat melaut.

Kemudian koperasi tidak ada. Selama ini tangkapan nelayan Santolo selalu diserahkan kepada tengkulak, dan yang diperoleh pun tidak seberapa.

Permasalahan yang paling membuat kaget Hasan adalah bantuan kapal untuk melaut. Para nelayan harus terlebih dahulu menebus sekitar Rp 15 juta. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mereka sudah berat.

“Permasalahan nelayan sangat banyak. Kami butuh jenderal serius, tegas, disiplin untuk menuntaskan itu,” kata Lukman kepada pasangan Hasanah.

Terkait asuransi yang dulu pernah diberikan provinsi senilai Rp170 juta dan sekarang sudah tidak ada lagi, Hasan siap menghidupkan lagi program tersebut.

Selain itu, bila membutuhkan koperasi, Hasan siap mewujudkan harapan para nelayan itu. Dia mengaku akan berkomunikasi dengan Kementrian Koperasi yang kebetulan dipimpin oleh sesama kader PDIP.

Hasan pun bakal menunjuk bank bjb untuk membantu nelayan jika membutuhkan pinjaman dengan bunga sangat ringan.

“Saya akan bekerja jika dukungan nelayan 100 persen total. Kalu sudah jadi, undang lagi saya ke sini,” ucap Kang Hasan.

Usai berdialog, Hasan meninjau langsung kondisi Dermaga Cilauteureun. Menurutnya, wilayah TPI sangat potensial untuk berkembang jika diurus dengan serius dan memperhatikan kebutuhan nelayan.

Dia pun siap membuat regulasi untuk bantuan kapal nelayan. Sehingga nelayan di Santolo bisa melaut dengan peralatan yang memadai dengan kapal, mesin, jaring multi guna dan GPS.

(LIN)

Dijaga Ketat Pasukan Bersenjata Lengkap, Ketua KPU Banjar: Alhamdulillah

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id : Debat publik Pasangan Calon (Paslon) Wali-Wakil Wali Kota Banjar berlangsung sengit. Beradu konsep serta cara merayu para calon pemilih terasa ketika mereka memaparkan visi dan misi program yang akan dilaksanakan nanti bila terpilih menjadi kepala daerah di Kota Banjar.

Nampak pendukung kedua Paslon terus mengeluarkan yel-yel kemenangan untuk memberikan semangat bagi para jagoan mereka.

Situasi keamanan pun terjaga ketat, aparat gabungan bersenjata lengkap disiagakan mengamankan jalanya debat publik yang diselenggarakan di Gedung Graha Banjar Idaman, Rabu (25/4/2018) malam.

Kepala Kepolisian Resort (Polres) Banjar, AKBP Matrius bersyukur penyelenggaraan debat publik berlangsung aman dan terkendali. Menurut dia, sebuah apresiasi besar bagi para pendukung simpatisan serta masyarakat secara serius memperhatikan kondusifitas keamanan Kota Banjar.

“ Ada 385 personel aparat gabungan, TNI/Polri dan Sat Pol PP untuk mengamankan jalanya debat publik. Tentu pengamanan ini kami lapis dengan dibeberapa titik, diantaranya lapisan menjaga jalur, ring luar kawasan gedung, di dalam gedung serta yang melekat dengan masing-masing pasangan calon. Semua kita persenjatai lengkap,” ungkapnya.

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar, Dani Danial Muklis menuturkan debat publik ini merupakan bagian dari serangkaian pelaksanaan pilkada. Juga merupakan metode kampanye untuk memperkenalkan sosok figur calon pemimpin Banjar.

“ Tentu dengan menjelaskan konsep pembangunan yang tertuang dalam visi misi paslon. Ini diharapkan menjadi bagian edukasi kepada masyarakat untuk lebih cerdas dan memahami siapa yang akan mereka pilih pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Secara keseluruhan pelaksanaan debat ini berjalan lancar dan aman,” jelasnya.

(Boip/Bam’s)