PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran terus menggenjot langkah konkret untuk mengatasi krisis air bersih dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah akibat musim kemarau.
Salah satu langkah nyata mencakup program pompanisasi dengan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.
Baca Juga: BPBD Pangandaran dan BBWSC Bagi Wilayah Kekeringan
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTRPRKP Kabupaten Pangandaran, Indra, menyampaikan bahwa pemkab mengerahkan bantuan mesin pompa untuk menyuplai pasokan air ke wilayah terdampak.
“Langkah-langkah untuk menanggulangi dampak kekeringan, kami bekerja sama dengan BBWS Citanduy untuk mengadakan pompanisasi,” ujar Indra, Sabtu (8/8/2026).
Fokus Pompanisasi di Padaherang dan Mangunjaya
Saat ini, petugas memfokuskan kegiatan pompanisasi di Kecamatan Padaherang, khususnya Desa Ciganjeng, serta area Kecamatan Mangunjaya.
Khusus wilayah Mangunjaya, lintas instansi berbagi tugas sesuai dengan kewenangan masing-masing. Sebab, sebagian jaringan irigasi di lokasi tersebut berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Indra mengaku telah menjalin koordinasi intensif bersama bidang SDA Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Citanduy.
“Hasil koordinasi, SDA Provinsi sudah menurunkan satu unit pompa di daerah Mangunjaya,” katanya.
Meskipun armada bantuan telah tiba, Indra menilai pasokan unit pompa belum mencukupi kebutuhan seluruh warga. Pihaknya terus mengajukan penambahan unit ke Pemprov Jabar.
“Untuk kekurangannya kami sedang berusaha dan berupaya untuk berkoordinasi lagi dengan SDA Provinsi,” ucap Indra.
Ia menegaskan tiga pihak sekaligus turun tangan menangani krisis air di Padaherang dan Mangunjaya, yaitu Pemkab Pangandaran, Pemprov Jawa Barat, dan BBWS Citanduy.
“SDA dan BBWS Citanduy sedang menangani dampak kekeringan di Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Mangunjaya,” ujarnya.
Kondisi Irigasi Kabupaten Aman Terkendali
Di samping itu, Indra memastikan jaringan irigasi yang berada di bawah kewenangan Pemkab Pangandaran dalam kondisi aman dan terkendali.
Sebagian besar lahan pertanian di wilayah Pangandaran sudah memasuki musim panen raya, sehingga kebutuhan suplai air untuk sawah relatif menurun.
“Untuk wilayah Kabupaten Pangandaran memang hampir semua sedang panen. Jadi irigasi kewenangan kabupaten itu tidak bermasalah,” katanya.
Indra menegaskan bahwa titik krisis air saat ini berfokus pada aliran sumber daya air yang menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta BBWS Citanduy.
“Yang menjadi permasalahan dan sedang ditangani itu SDA Provinsi dan BBWSC,” ucapnya.
(Sajidin)



