spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8239

Dukung Ahad-Akur, BAIS Gerilya ke Daerah

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

GARUT, FOKUSJabar.id : Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Anak Indonesia Satu (BAIS) terus bergerak hingga pelosok kampung menyuarakan Pasangan Calon (Paslon) no 4, Agus – Aditya.

Ketua DPP LSM BAIS, Asep Imam Susanto, mengatakan, pihaknya terus bergerak dari satu kampung hingga ke daerah lain guna mencari simpatik dari masyarakat terhadap paslon no 4 yang didukungnya.

” Alhamdulillah respon masyarakat sangat tinggi,” kata Asep Imam kepada FOKUSJabar.id, melalui pesawat telpon, Kamis (26/4/2018) malam.

Ditambahkan Asep, adapun rangkaian kegiatan mulai dari door to door ke rumah warga hingga kegiatan yang sifatnya sosial dan kesehatan.

Di Kecamatan Pasirwangi misalnya lanjut dia, diadakan operasi bibir sumbing gratis. Dimana semua biaya ditanggung oleh LSM BAIS dan Paslon Ahad Akur.

” Masyarakat hanya menyiapkan mental. Semua gratis mulai berangkat hingga kembali ke rumah,” imbuhnya.

Asep menyebutkan, yang paling berkesan adalah masyarakat Kecamatan Wanaraja dan Karangpawitan. Dimana tingkat antusias warganya sangat tinggi.

” Di Wanaraja dan Tarogong Kidul kami membantu anak yang tidak memiliki anus,” terangnya.

Asep Imam menyebutkan, ke depan Insya Allah yang menjadi sasaran adalah Kecamatan Cibatu dan sekitarnya. Dimana pihaknya akan terus mensukseskan Paslon No 4.

” Saya tidak akan berhenti bergerak guna mensukseskan Paslon Agus Aditya menjadi Bupati Garut,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

Polda Jabar Siap Amankan Laga Persija vs Persib Jika Digelar di Jabar

0
(FOKUSJabar/Arif)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pertandingan tandang Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta kemungkinan besar bakal di tunda. Pasalnya laga yang sebelumnya akan berlangsung 28 April 2018 berdekatan dengan hari Buruh Internasional atau May Day 1 Mei 2018.
Laga tersebut juga berpeluang pindah venue dari Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta ke tempat lain.
Menurut Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto menuturkan, pihaknya belum mendapat info kabar perubahan venue.
“Sampai sekarang masih di GBK. jadi belum ada pemberitahuan itu hanya saya taunya di undur menjadi tanggal 3 Mei,” katanya saat bertemu dengan perwakilan Bobotoh di rumah makan Paviliun Sunda, Kota Bandung, Kamis (26/4/2018).
Polda Jabar siap jika pertandingan tersebut digelar di wilayah Jawa Barat, meski begitu pihaknya menunggu kepastian dari operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB).
“Siap pasti kita siap, nanti Polda kalau memang di wilayah Jabar Polda akan koordinasi dengan Kodam untuk pengamanannya,” jelasnya.
(Arif)

Jadwal Mundur Pelatih Persib Bandung Sindir Persija

0
ilustrasi (web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pertandingan tandang Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta tidak akan berlangsung seusai jadwal, karena dengan alasan keamanan menjelang hari buruh internasional.

Pertandingan menghadapi Persija Jakarta ini rencanannya akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez menyidir tim berjuluk Macan Kemayoran terkait mundurnya jadwal pertandingan pekan keenam kompetisi Liga 1 2018.

BACA JUGA:

Marc Klok: Kita Berdoa Semoga Timnas Indonesia Lolos Olimpiade

Menurut pelatih asal Argentina ini, Plt ketua PSSI Joko Driyono merupakan pemilik saham mayoritas Persija. Sehingga bukan masalah besar untuk mengubah jadwal pertandingan.

Apalagi, kondisi Persija membutuhkan waktu recovery seusai melakoni pertandingan pamungkas babak penyisihan grup H Piala AFC 2018 di Singapura.

“Siapa ketua PSSI sekarang? Joko Driyono? Siapa presiden Persija?,” kata mantan pelatih Johor Darul Ta’zim ini saat ditemui di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (26/4/2018).

(Arif)

Walhi: Regulasi Citarum Harum Belum Maksimal

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdan menilai, regulasi penanganan Citarum Harum belum maksimal menyentuh semua lini untuk ikut berperan aktif.

Seperti diketahui, program Citarum Harum yang melibatkan seluruh instansi dan kementrian ini dijalankan sejak Februari 2018 dengan basar hukum Peraturan Presiden (Perpres) nomor 15/2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

“Kita masih melihat bahwa Perpres nomor 15 masih minim upaya edukasi, lebihnya pada pendekatan fisik, justru edukasi membangun kesadaran prilaku masih minim,” ujar Dadan, Kamis (26/4/2018).

Menurut Dadan, edukasi soal penanganan Citarum tidak hanya berlaku bagi masyarakat, bagi lembaga industri seharusnya diberlakukan. “Juga kepada pelaku industri masih minim. Kalau DAS Citarum mau beres, maka upaya penanganannya bukan hanya soal hutan,” terangnya.

Dadan menjelaskan, dalam penanganan DAS Citarum perlu ada moratorium untuk menindak pembangunan liar di Kawasan Bandung Utara (KBU) dan pertambangan ilegal di kawasan DAS Citarum.

“harus ada moraturium Bandung Utara karena itu masuk DAS hulu Citarum, juga menindak prakter pertambangan yang sedang berlangsung, apalagi yang ilegal, selanjutnya alihfungsi lahan, selama itu terus beroperasi, problem banjir tidak akan usai,” katanya.

(Adie)

Penanganan Sungai Citarum Perlahan Berikan Efek Jera Bagi Industri ‘Nakal’

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id – Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) III Siliwangi, Kolonel Arh Desy Ariyanto menyatakan, penindakan hukum aparat terhadap perusahaan yang membuang limbah ke DAS Citarum, terus menunjukan perbaikan.

Menurutnya, permasalahan limbah industri dalam penanganan sungai Citarum diakui masuk dalam kategori kompleks. Namun, menunjukan adanya kepastian hukum dalam penindakan oleh aparat penegak hukum.

“Kemajuan positifnya begini?, dulu kalau kita ngelaporin pabrik ada yang buang limbah pasti nunggu lama, itu pun belum tentu disentuh,” ujar Desy di Bandung, Kamis (26/4/2018).

Lanjut Desy, dengan regulasi yang menjadi dasar penanganan Citarum saat ini, semua intansi bergabung menindak bersama – sama. Program Citarum Harum yang melibatkan seluruh instansi dan kementrian ini dijalankan sejak Februari 2018 dengan basar hukum Peraturan Presiden (Perpres) nomor 15/2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

“Kalau sekarang, dengan Perpres 15 ini, ada Satgasgakkum, Dansektor patroli, buat laporan. Misalnya lihat ada pabrik buang limbah, Ditreskrimsus langsung turun, jadi cepet sistemnya sekarang,” katanya.

“bahkan setelah diambil samplenya, langsung dipolice line lokasi Ipalnya sebagai barang bukti, sudah banyak ditindak,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdan menambahkan, untuk memberikan efek jera terhadap industri nakal, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar dilibatkan dalam penanganan Citarum.

“Soal limbah pabrik bahwa para pengusaha sudah merugikan negara, merugikan masyarakat,lingkungan. Intinya da indikasi para pengusaha melakukan praktek korupsi,” terangnya.

(Adie)

Raih Penghargaan Purnakarya Nugraha: Selamat Pak Aher, Hidup Jabar Kahij

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Rombongan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan disambut hangat warga Kota Bandung. Aher  menerima penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha‎ dan tiba di Bandung dengan menggunakan keretapi. Dia pun diarak  hingga Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (26/4/2018).

Tiba sekitar pukul 10.00 WIB di stasiun Kereta Api Bandung, Aher bersama rombongan langsung disambut hampir semua kepala daerah‎, jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkot Bandung, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bandung. Aher yang didampingi istri, Netty Prasetiyani pun langsung naik mobil antik Eropa berwarna kuning sambil mengangkat Piala Parasamya Purnakarya Nugraha.

Aher pun diarak keliling Kota Bandung menggunakan mobil antik yang diiringi oleh enam bus Bandros (Bandung Tour on Bus). Rute konvoi pun mulai dari Stasiun Bandung, Jalan Kebon Kawung, Jalan Pasir Kaliki, Jalan Pajajaran, Jalan Cihampelas, Jalan Wastukancana, Jalan LLRE Martadinata (Riau), Jalan Ir H Juanda (Dago), Jalan Sulanjana, dan finish di Gedung Sate, Jalan Diponegoro.

Selama perjalanan, ucapan salam dan selamat terus diucapkan warga yang hadir ‎atas prestasi yang dirah Gubernur Jabar dua periode ini. “Selamat Pak Aher, Hidup Jabar Kahiji,” teriak salah seorang warga.

‎Usai diarak kendaraan antik dan bus Bandros, Aher pun disambut kebudayaan khas Subang, Sisingaan. Aher pun langsung melakukan sujud syukur yang diikuti para pejabat seiring dengan prestasi yang diraih.

“Ini merupakan prestasi bersama, kota dan kabupaten bekerja keras. Semua bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga bisa meraih hasil yang memuaskan ini,” tegas Aher.

Penghargaan ‎Anugerah Parasamya Purnakaya Nugraha merupakan tanda penghargaan yang diberikan kepada provinsi dan kabupaten/kota yang menunjukkan hasil karya tertinggi pelaksanaan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.

(ageng/DAR)

Boyong Parasamya Purnakarya Nugraha , Aher: Komitmen Kunci Keberhasilannya

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSjabar.com: Menempuh perjalanan Jakarta -Bandung sepanjang ±166 km, menaiki Kerata Api Argo Parahyangan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) pulang ke Bandung memboyong piala Parasamya Purnakarya Nugraha. Sebuah tanda kehormatan tertinggi, atas berhasilnya pelaksanaan pembangunan dari Presiden Republik Indonesia.

Gubernur Ahmad Heryawan mengungkap kunci keberhasilannya. Kata kuncinya, yakni komitmen.

“Satu adalah komitmen, Kepala Daerah ini nanti masuk ke program kerja, yang kemudian meramu program tersebut menjadi program pemerintahan, pembangunan, masyarakat. Maka seluruh Kepala Daerah, juga Bupati/ Walikota harus meneguhkan komitmennya guna mensejahterakan masyarakat,” kata Gubernur Aher.

Kata kunci selanjutnya adalah konsisten, yakni apa yang pernah dicapai, lalu dikemudian hari harus dipertahankan, atau diusahakan hasil yang lebih baik lagi. Dengan kata lain, suatu prestasi harus jadi tradisi.

Kemudian disamping itu, Aher menambahkan, bahwa diperlukan penyelarasan pembangunan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, serta Pemerintah Kabupaten/Kota. Hal tersebut, juga salah satu kunci, peningkatan kinerja dan prestasi suatu daerah.

“Salah satu upaya lainnya, yakni mensinkronkan program kerja dengan Pemerintah Pusat, termasuk juga penyelerasan program Pemda Kabupaten/ Kota dengan Provinsi,” ujar Aher.

Kunci berikutnya, yakni pengawasan. Karena, program hanyalah jadi program bila tidak diawasi. Tidak akan ada dorongan untuk terlaksana dengan sebaik-baiknya.

Tentunya, sambung Aher, pembangunan perlu diarahkan kepada program-program yang efektif, tepat sasaran, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), kemudian sesuai pula dengan janji kampanye Kepala Daerah.

“Juga efisien, itu adalah biayanya tepat, tidak berlebih, dan juga tidak kurang,” katanya.

Di samping itu, Aher mengakui memang ada sedikit penurunan prestasi kinerja Kota di Jawa Barat. karena pada tahun lalu, empat kota di Jawa Barat masuk 10 besar. Adapun yang bertahan di 10 besar pada perolehan kali ini adalah Kota Bandung. Aher bersyukur, ada Kabupaten Kuningan yang masuk kategori Kepala Daerah terbaik.

Adapun penilaian kinerja terbaik itu, didasarkan pada hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setiap tahunnya.

Penilaian yang sesungguhnya, bukanlah penilaian dari Kemendagri saja, penilaian kinerja pemerintahan ini merupakan nilai komprehensif yang mencakup 700 indikator dari semua kementerian/ lembaga Pemerintah Republik Indonesia. Baik secara administratif, pembangunan daerah, ataupun sosial kemasyarakatan.

“Ini prestasi bersama, seluruh komponen masyarakat, juga media. Kemudian bersama-sama bekerja, hadirlah prestasi,” kata Aher.

Aher juga mengungkap, bahwa dirinya selalu berupaya menerapkan kepemimpinan yang egaliter. Dimana seorang pemimpin yang egaliter, adalah seorang pemimpin yang mampu mendudukkan diri sebagai kawula, bukan sebagai elit.

“Egaliter melekatkan makna bahwa seorang pemimpin itu mampu memposisikan dirinya sebagai bagian dari rakyat kebanyakan,” kata Aher.

Kepemimpinan gaya egaliter, banyak diminati oleh bawahan karena sekat antara pemimpin dan yang dipimpin seakan-akan tidak ada.

“Kalau generasi hari ini masih menerima perbedaan atasan- bawahan, boleh jadi oleh generasi milenial, kita bisa dikritisi langsung, maka kita harus rangkul seakan tidak ada sekat antara pemimpin dan yang dipimpin. Karena Kita tidak ingin ada kepatuhan semu, yang ABS, asal bapak senang,” ungkapnya.

Setibanya di Bandung, Gubernur Aher disambut oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat, serta para ASN, juga pelajar. Serta, seluruh lapisan masyarakat Jawa Barat.

Aher, yang juga disambut istrinya Netty Heryawan di Stasiun Bandung, kemudian berpawai dengan kendaraan mobil antik, membawa Piala Parasamya Purnakarya Nugraha, keliling Kota Bandung mengitari Jl. Kebon Kawung- Jl. Pasir Kaliki- Jl. Padjadjaran- Jl. Cihampelas- Jl. Wastukencana- Jl. Riau- Jl. Dago- Jl. Sulanjana- Jl. Diponegoro, dan Finish di Halaman Gedung Sate Bandung.

Sesampainya di Gedung Sate, Gubernur Aher dan istri disambut, dan menaiki Sisingaan. Kemudian, rombongan bergerak ke Masjid Al- Muttaqin Gedung Sate, untuk melakukan Sujud Syukur bersama kepada Allah SWT.

“Semoga penghargaan ini jadi keberkahan untuk Jawa Barat,” harapnya.

(DAR/HMS)