spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8229

Deddy Mizwar: Padepokan Seni di Jabar Harus Berdampak Ekonomi

0

CIANJUR,FOKUSJabar.id: Padepokan seni yang ada di Jawa Barat ke depan harus didorong memiliki dampak ekonomi secara mandiri untuk pengelola dan pelaku seninya.

Calon Gubernur Jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar (Demiz) mengatakan bahwa dengan memiliki dampak ekonomi, maka padepokan akan terus hidup dan berkembang dengan sendirinya.

“Pintu masuknya adalah pariwisata. Harus dikembangkan padepokan itu sebagai salah satu destinasi wisata, apalagi kalau bisa menjadi wadah pendidikan bagi generasi muda,” kata Deddy di Padepokan Pencak Silat Tradisional Maenpo Cikalong Cianjur, Senin (30/4/2018).

Khusus tentang Maenpo, Demiz menilai bahwa seni ketangkasan itu memiliki keunikan yang kuat dari seni Pencak Silat yang lain. Uniknya, dalam bela diri ini, mencelakakan lawan justru sangat dihindari.

Dalam hal ini, kata demiz, peran pemerintah sangat penting dalam menjaga kelestarian Maenpo dan seni lainnya di Jabar. Pemerintah harus hadir, setidaknya memberikan bantuan pembangunan padepokan yang representatif untuk tahap awal.

“Selain nanti tentunya bisa saja memberi pelatihan manajemen kepariwisataan,” jelas dia.

Hal itu sejalan dengan harapan pemimpin padepokan Maenpo Cikalong Cianjur Aziz Ashari. Dirinya sangat mengharapkan kehadiran pemerintah untuk melestarikan Maenpo.

“Saya iri dengan perkembangan seni bela diri dari luar negeri yang saat ini berkembang di Indonesia. Mengapa mereka bisa berkembang seperti itu? Karena selain memang bela dirinya hebat, juga ada peran pemerintah mereka di sana. Itulah yang Saya harapkan ke Pak Demiz jika beliau terpilih nanti dan Saya doakan beliau terpilih agar benar-benar peduli terhadap seni tradisi,” harapnya.

Aziz tidak ingin jika seni bela diri dari luar negeri bisa berkembang pesat di Indonesia, sementara seni asli negeri ini hanya tinggal cerita.
Maenpo adalah seni tradisi pencak silat yang lahir dari daerah Cikalong Cianjur.

(LIN).

Dukung Deddy-Dedi, Mantan Pengurus Hanura Pindah ke Demokrat

0
Kader Hanura pindah ke Demikrat
Kader Hanura pindah ke Demikrat

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Puluhan mantan pengurus Partai Hanura berbondong-bondong mendatangi posko pemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Jalan Karang Sari, Kota Bandung, Senin (30/4/2018).

Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan kepada pasangan Deddy-Dedi di Pilgub Jabar 2018, sekaligus berganti seragam dari Hanura menjadi Demokrat.

“Pilihan kami pindah ke partai Demokrat bukan merupakan pilihan emosional, tapi pilihan rasional yang terukur,” kata mantan Ketua DPC Kota Bandung Tedi Kurniawan.

Dia pun memastikan, selain 40 orang matan pengurus Hanura, Tedi menyebut bahwa akan banyak kader Hanura lainnya yang segera mengikuti langkahnya.

“Ini baru 40 ya, kalau kader kita bisa bawa ribuan, karena kami yang mengurus mereka (Kader Hanura),” tegas dia.

Kepindahan mereka ke Demokrat, salah satunya karena mereka telah banyak menelan kekecewaan di Partai Hanura. Sehingga dia menilai tidak ada lagi harapan di partai tersebut, dan memutuskan buka seragam dan berpindah ke Demokrat.

Pertimbangan lainnya, karena Demokrat memiliki rekam jejak yang baik, bahkan Demokrat telah terbukti sebagai partai pemenang di dua Pilpres, yakni periode 2004-2009 dan 2009-2014.

“Ini pilihan realistis, Demokrat telah mampu menjadi partai pemenang dan membangun infrastruktur serta sumber daya manusia,” kata dia.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Irfan Suryanegara menyambut baik keputusan kader Hanura untuk masuk partainya. Menurut dia, bergabungnya mereka menambah energi.

Dia berharap kehadiran mereka (kader Hanura) akan mampu menambah kekuatan Demokrat dalam memenangkan Deddy-Dedi di Pilgub Jabar 2018.

“Ini jelas akan menambah kekuatan kita,” katanya.

Kejadian serupa menurutnya bukan terhadi sekali ini saja, sebelumnya, sejumlah kader organisasi dan partai lain pun pernah pindah secara serempak ke partai Demokrat.

(LIN)

Dedi Mulyadi: UMKM di Jabar Harus Punya Branding untuk Menarik Konsumen

0
ilustrasi (Web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Dedi Mulyadi siap mendorong upaya branding produk UMKM di Jawa Barat. Menurut dia, branding sangat dibutuhkan untuk menarik minat konsumen agar membeli produk yang ditawarkan.

Demikian diungkapkan Dedi saat berkunjung ke Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Senin (30/4/2018).

Di desa tersebut, Dedi Mulyadi menerima keluhan seorang perajin souvenir berbahan sarengseng (daun bambu) bernama Yusuf.

Pria paruh baya ini berhasil membuat sarengser menjadi bernilai ekonomi setelah diolah ke dalam berbagai bentuk kerajinan, seperti gelang, pulpen, gantungan kunci dan kerajinan lainnya.

“Kita pasarkan ke daerah wisata di Jawa Barat. Harga dari kita ke penjual itu Rp25 ribu – Rp30 ribu per lusin. Mereka biasanya menjual kepada konsumen dengan harga Rp5 ribu per buah,” kata Yusuf.

Menurut dia, industri UMKM termasuk sektor menjanjika untuk meningkatkan taraf hidup pekerjanya. Bahkan, jika dihitung, jumlah upah perajin di daerahnya lebih besar dari UMK seorang buruh.

“Tinggal dihitung, satu orang bekerja di pabrik dalam sehari dibayar Rp80 ribu, sebagai perajin dibayar Rp60 ribu. Bedanya, kalau di pabrik kita tidak bisa sembarang masukan orang baru, kalau di sini, satu keluarga bisa kerja. Hanya saja, kita agak repot di pemasaran,” kata dia.

Dedi Mulyadi memandang, omset pemasaran produk UMKM dapat lebih massif jika didukung dengan pola branding yang kuat. Karena itu, keluhan Yusuf tentang sulitnya pemasaran dapat terselesaikan.

“Selain branding berkarakter wilayah, infrastruktur pariwisata juga harus baik. Jalannya tidak macet, tata kotanya bersih. Wisatawan akan datang, itu kan menjadi pasar. Mereka harus tertarik kepada produk kita, oleh karena itu, kita harus membrandingnya dengan baik,” kata Dedi.

(Adie/LIN)

NasDem Jadikan Bacaleg Artis sebagai Duta Jokowi untuk Pilpres 2019

0
foto : (adi/FokusJabar)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Jawa Barat Saan Mustopa menyatakan, keikutsertaan selebriti di Pemilihan Legislatif (Pileg) akan berdampak signifikan untuk pemenangan Jokowi di Pilpres 2019.

Demikian ditegaskan Saat di sela Workshop Pemenangan Pileg 2019 bersama Bacaleg DPR RI, hingga DPRD Provinsi, di Kota Bandung, Senin (30/4/2018).

Adapun sejumlah selebriti yang ikut di Pileg 2019 melalui Partai NasDem di antaranya, presenter Farhan, pemain sinetron Syahrul Gunawan, Lucky Hakim, Krisna Mukti dan penyanyi era 90 Conny Dio. Selain artis, Eks Kapten Persib Bandung era 79 Adeng Hudaya serta Ketua Umum Viking Persib Heru Joko pun terdaftar maju di Pileg 2019.

“Dengan kehadiran tokoh – tokoh baru, politisi – politisi baru, target itu Insya Alloh bisa kita dapatkan. Jadi mereka tetap punya program secara pribadi, tapi partai juga tidak akan melepas karena beberapa dari mereka baru ke politik,” kata Saan.

Menurut dia, suksesi pemenangan Jokowi untuk Pilpres 2019 dengan melibatkan para selebritis akan menaikan tren elektabilitas. Pihaknya yakin, di atas 10 persen Jokowi bisa menang di Jabar, bahkan dengan siapapun lawannya.

Saan menambahkan, para bacaleg ini selain sosialisasi untuk kepentingan pribadi di masing-masing dapil, mereka pun diwajibkan mengampanyekan Jokowi sebagai Capres 2019.

“Mereka akan menjadi duta duta Pak Jokowi untuk di Jawa Barat,” jelas dia.

(Adie/LIN)

Potensi Banyak, Herdiat Optimis Ciamis Bisa Mandiri Secara Ekonomi

0
(FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Calon Bupati Ciamis nomor urut 1 Herdiat Sunarya optimis Kabupaten Ciamis mandiri secara ekonomi kalau pola pikir para petani, perajin hingga peternak di Kabupaten Ciamis diubah. Selama ini Ciamis masih tertinggal dibanding kabupaten tetangga. Buktinya angka kemiskinan di Ciamis mencapai 1800 KK, dengan jumlah pengangguran mencapai 66 ribu jiwa.

“Padahal Ciamis ini punya potensi alam berlimpah yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi angka kemiskinan dan angka pengangguran,” kata Herdiat di Gedung Gelanggang Galuh Taruna Kabupaten Ciamis, Senin (30/4/2018).

Dia mencontohkan produksi kopi Ciamis yang mencapai 700 t0n per tahun. Jika dikemas sedemikian rupa,

” Ciamis memproduksi hampir 700 ton kopi pertahun, namun pola pikir petani hanya hanya sebatas perodiksi, Padahal bisa dikemas sesemikian rupa, membangun produk khas Ciamis dari kopi, vukan hanya sekedar panen lalu dijual ke pihak liar, dikemas oleh pihak lain,” ujar Herdiat saat mengukuhkan Relawan Tim Pemenangan Pasangan Calun Bupati Wakil Bipati Ciamis no 1 Herdiat Yana

Selain itu lanjut Herdiat, Ciamis adalah penghasil ribuan meter kubik kayu jati dan albasiah, namun hampir semua diolah diluar daerah, Ciamis tidak punya pabrik pengelolaan kayu satupun.

” Apabila semua potensi itu dikemas oleh kita dengan management yang baik dan proporsional, insyaaloh akan menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran serta memangkas angka kemiskinan,” tegasnya.

Herdiat memaparkan, Ciamis produsen ayam terbesar di Jawa Barat, namun kembali tidak dikemas dengan management berbasis peningkatan mutu kualitas peningkatan perekonomian masyarakat lokal.

“Masyarakat Ciamis harus mau berubah, jangan diam saja disebut Kota Pensiun, harus beubah, Ciamis haris punya Hotel berbintang, kota harus membuat sendiri alur perekonomian sehingga bisa mandiri,” paparnya.

(Riza M Irfansyah/DAR)

Jabar Siap Gelar Lima Cabor Asian Games XVIII/2018

0
foto web
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Provinsi Jawa Barat menyatakan siap menjadi tuan rumah penyelenggara lima cabang olahraga Asian Games XVIII Agustus 2018 mendatang. lima cabang olahraga tersebu adalah sepakbola, paragliding, balap sepeda MTB, balap sepeda road race, dan dayung kanoe slalom.
“Semua cabang olahraga Asian Games XVIII yang dipertandingkan di Jabar sudah dilakukan pemantauan dan pada bulan Juni 2018 siap digunakan. Baik untuk latihan maupun pertandingan, termasuk sarana pendukung seperti toilet‎,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar  Yudha M Saputra  saat ditemui di ruang kerjanya, komplek olahraga SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Senin (30/4/2018).
Dia mengatakan,  seluruh venue bagi pertandingan lima cabang olahraga Asian Games XVIII tersebut sudah dilakukan pemantauan. Bagi oleh pihaknya maupun oleh pihak panitia pelaksana Asian Games XVIII Indonesia atau Indonesian Asian Games Organizing Commite (INASGOC).
Untuk cabang olahraga sepakbola, saat ini proses renovasi sudah selesai dilakukan. Meski demikian, sarana lapangan belum bisa digunakan karena masih membutuhkan penguatan pada rumput stadion yang baru diganti.
“Setidaknya setelah tiga kali pemotongan rumput yang baru, maka ‎bisa digunakan. Ini di semua lapangan baik di stadion Jalak Harupat, Patriot, Wibawa Mukti, maupun di Pakansari. Tapi pada bulan Juni, semua dipastikan bisa digunakan termasuk lapangan latihan di beberapa stadion di Jabar,” terangnya.
Begitu pun untuk kesiapan venue paragliding di Puncak Bogor, balap sepeda MTB dan road race ‎di Subang, hingga dayung slalom di Bendung Rentang, Majalengka. Saat ini progres renovasi sudah mencapai 90 persen dan tinggal proses finishing serta pembenahan sarana pendukung lain seperti toilet, ruang ganti, tribun penonton, serta jalan akses masuk.
“Untuk jalan akses menuju venue, rencana kita akan mulai diperbaiki pada bulan Juni atau Juli. Dan pihak Binamarga pun sedang menghitung kebutuhannya. Kalau untuk tribun, rencananya kita akan gunakan tribun knockdown” t‎ambahnya.
‎Selain itu, pada bulan Mei 2018, pihak INASGOC ‎pun akan melakukan pemantauan akhir terkait kesiapan semua venue cabang olahraga Asian Games XVIII di Jabar. Pihaknya pun akan melakukan rapat koordinasi dengan INASGOC, cabang olahraga, hingga kota dan kabupaten yang menjadi lokasi pertandingan lima cabang olahraga Asian Games XVIII.
“Rakor tersebut akan membahas lebih kepada teknis pelaksanaan pertandingan di Asian Games XVIII pada ‎Agustus 2018 mendatang. Terkait kesiapan petugas pertandingan, jajaran kepanitiaan, pengamanan, hingga unsur pendukung lain. Nanti akan dibahas tugas pokok dan fungsi masing-masing, sesuai dengan job desknya,” pungkasnya. (ageng/DAR)

Anggota Geng Motor di Garut Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

GARUT, FOKUSJabar.id: Salah seorang anggota geng motor tewas bersimbah darah setelah ditusuk seseorang. Demikian diungkapkan Kanit Bimas Polsek Sukawening Aiptu Suwanto, Senin (30/4/2018).

Insiden maut itu terjadi di Kampung Maripari, Desa Maripari, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Korban tewas bernama Jajang (Unyil).

“Kami bergerak cepat dan berhasil meringkus pelaku berinisial IB,” kata Suwanto.

Saat ini, pihaknya masih mendalami motif dari terjadinya peristiwa yang menewaskan korban. Termasuk mengumpulkan barang bukti dan memintai keterangan dari pelaku.

“Pelaku IB sudah diamankan,” jelas dia.

(Andian/LIN)