spot_imgspot_img
Minggu 11 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8197

Kim Kurniawan Memberikan Kekuatan untuk Para Korban Aksi Teror Bom Surabaya

0
(dok FOKUSJabar.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Aksi teror Bom yang terjadi di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi mendapat perhatian dari pesepak bola Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan.

Gelandang Maung Bandung ini memberikan dukungan kekuatan kepada para korban dengan mentuit/menulis hastag atau tanda pagar #PrayForSurabaya di akun Twitternya @KimKurniawan.

Kim mengunggah gambar bendera Indonesia dengan tanda pagar Kami Tidak Takut dan di gambar itu terdapat tulisan Indonesia Bersatu Melawan Segala Aksi Terorisme!.

“#PrayForSurabaya,” tulis kim dalam twitternya.

Teror bom di Surabaya terjadi di tiga lokasi gereja. Yakni, Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno.

Tiga bom tersebut meledak berselang 30 menit secara susul-menyusul. Polisi menyebutkan, korban tewas sebanyak 10 orang dan 41 orang luka-luka.

(Ibenk/Bam’s)

Lagi, Persib Bandung Disanksi

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Jelang bulan Suci Ramadhan 1439 H, Persib Bandung mendapatkan sanksi denda Rp120 juta dari Operator Kompetisi Liga 1 2018, PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Dilansir dalam laman resmi Persib, merujuk pada dua surat Konfrimasi Denda Pelanggaran Disiplin Go-Jek Liga 1 2018, bernomor (005/PD-LIGA1/REGULASI/2018) dan (008/PD-LIGA1/REGULASI/2018), Persib dikenakan denda karena dianggap melakukan beberapa pelanggaran regulasi yang telah ditetapkan PT LIB.

Pelanggaran terjadi pada pertandingan perdana Liga 1, saat Persib menjamu PS TIRA, 26 Maret 2018 dan laga tandang kontra Sriwijaya FC di Stadion Gelora Jakabaring, Palembnag, 1 April 2018. Dari dua laga tersebut, sebanyak enam kali pelanggaran regulasi dilakukan Persib.

Salah satu contoh pelanggarannya yakni, Panpel Persib tidak menyediakan ambulans saat sesi official training PS TIRA dan telat keluar ruangan ganti menjelang babak kedua, sehingga terjadi delayed kick off.

Persib tidak diperkenankan melakukan banding atas pelanggaran tersebut.

(Arif/Bam’s)

Raih Juara Umum 2S Junior Squash West Java Open 2018, Jabar Gondol Piala KONI Jabar

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Jawa Barat memastikan diri meraih gelar juara umum kejuaraan squash ‘2S Junior Squash West Java Open 2018’ yang berakhir pada Minggu (13/5/2018) di lapangan squash, Siliwangi Squash Center (SSC), Jalan Lombok Kota Bandung.

Pada kejuaraan yang digelar sejak Jumat (10/5/2018) lalu, Jabar berhasil meraih empat medali emas, enam medali perak, dan dua medali perunggu.

Jabar yang diperkuat atlet asal pengcab Persatuan Squash Indonesia (PSI) kota/kabupaten dan klub squash, berhasil mengalahkan kontingen Jawa Tengah yang harus puas di posisi runner up dan Kalimantan Timur yang menempati peringkat tiga.

Jateng sendiri meraih dua medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perunggu. Sedangkan Kaltim sebagai juara umum gelaran sebelumnya, hanya meraih dua medali emas dan enam medali perunggu.

Dari lima kelompok usia (KU) yang dipertandingkan, Jabar berhasil meraih medali emas dari KU 11 tahun putri melalui atlet Lodaya Squash Club (LSC) atas nama Saffa Raisha Putri E setelah mengalahkan rekannya Nasywa Sarifa M di babak final. Lalu di KU 13 tahun, Jabar berhasil mengawinkan medali emas.

Di kelompok putri melalui atlet LSC, Raifa Putri Yattaqi usai mengalahkan atlet Rawamangun Squash Club (RSC) Jakarta, Raesyifa Aulia Dewi di babak final. Dan di kelompok putra melalui atlet Siliwangi Squash Club (SSC), Fariz Fauzan usai mengalahkan atlet Jabar lainnya asal Kabupaten Bandung, Kevin Muhammad Rizki di babak final.

Medali emas terakhir bagi Jabar, disumbangkan dari KU 17 tahun putra. Atlet Jabar asal SSC, Ahmad Syarifatulhuda memastikan medali emas KU 17 tahun putra setelah mengalahkan rekan satu klubnya, Prian Satria Wibawa di babak final.

“Alhamdulillah, kejuaraan 2S Junior Squash West Java Open 2018 ini berjalan dengan baik dan sukses meski dari sisi jumlah peserta mengalami penyusutan dibanding gelaran pertama pada tahun lalu. Ini karena beberapa provinsi dan negara tetangga yang sebelumnya akan hadir, membatalkan keikutsertaan mereka di saat terakhir karena sesuatu hal,” ujar Ketua Pelaksana Kejuaraan sekaligus Ketua SSC Jabar, Daud Achmad saat ditemui usai kejuaraan, Minggu (13/5/2018).

Meski dari sisi peserta mengalami penurunan, Daud mengaku jika dari sisi kualitas kejuaraan tidak mengalami penurunan. Bahkan kejuaraan tahun ini dijadikan pihak PB PSI sebagai ajang seleksi pembentukan tim Indonesia untuk kejuaraan squash di Asean School Games 2018 yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Untuk Asean School Games 2018 sendiri, lanjutnya, pihak PB PSI memutuskan untuk memboyong atlet di KU 15 tahun, KU 17 tahun, dan KU 19 tahun. Untuk KU 15 tahun akan dibawa satu atlet putra dan satu atlet putri, lalu di KU 17 tahun diambil tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Sedangkan untuk KU 19 tahun, dua atlet putra dan dua atlet putri akan menjadi bagian dari tim Indonesia untuk gelaran Asean School Games 2018 di Malaysia.

“Jabar sendiri menempatkan sebanyak lima atlet untuk tim Squash Indonesia di Asean School Games tersebut. Yakni Zalzabila dan Ilmam Mustaqim di KU 19 tahun, dan Azmi Dian Mustika, Ahmad Syarifatulhuda, serta Prian Satria Wibawa di KU 17 tahun,” terangnya.

Meski tampil sebagai juara umum, Daud menyoroti kekuatan Jabar di KU 19 tahun yang didominasi oleh atlet ibukota, DKI Jakarta. Selain itu, pihaknya pun menyoroti minimnya peserta di KU 11 tahun pada kejuaraan 2S Junior Squash West Java Open edisi tahun 2018 ini.

‘Untuk peserta di KU 11 tahun memang lebih sedikit dibanding KU yang lain, dan ini menjadi sebuah warning bagi semua insan olahraga squash untuk terus mencari bibit-bibit atlet squash. Sedangkan khusus untuk KU 19 tahun, ini harus menjadi evaluasi bagi Jabar karena masih kalah bersaing terutama untuk persiapan PON. Ini karena masih minimnya kejuaraan di Jabar sehingga atlet kita secara mental dan emosi masih belum begitu baik meski dri sisi teknik maupun fisik mampu mengimbangi. Untuk itu, kita akan berupaya menggelar lebih banyak kompetisi sehingga atlet kita semakin terasah secara mental, emosi, fisik maupun teknik,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Kader PKB: Bisa Disalip Paslon Lain, Rindu Jangan Abaikan Partai Pendukung

0
Oleh Soleh (fokusjabar - Seda)
TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Hasil survei beberapa lembaga menempatkan pasangan Cagub-Cawagub Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) di puncak. Disusul Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi, Asyik dan Hasanah.

Salah seorang tim sukses Rindu dari PKB Oleh Soleh mengatakan bahwa Rindu masuk dalam bahaya (lampu merah). Sebab kata dia, posisinya masih bisa disalip calon lain.

“Mseki hasil survei menempatkan Rindu di puncak. Namun hanya beda tipis dari pasangan Deddy-Dedi. Bagi kami ini lampu merah, apalagi di beberapa survei angka margin errornya tinggi, yakni di angka 3 persen, dan 20 persen belum menentukan pilihan,” kata Oleh, Minggu (13/5/2018).

Sehingga, kata dia, posisi Rindu bisa saja berhenti dan tersalip calon lain.

Anggota DPRD Jabar itu pun mengungkapkan, hingga saat ini partai pengusung terus berkerja mengamankan suara Rindu.

“Tapi kami tetap ingatkan agar Rindu intensif saya mengingatkan pasangan Rindu untuk secepatnya intensif melakukan konsolidasi internal. Gunakam mesin partai pendukung. Jangan abaikan partai pendung, karena bisa saja Rindu tersalio calon lain,” tegas Oleh.

(Seda/LIN)

Gelar Festival Hockey Jabar Kahiji, FHSI Jabar Mulai Cari Bibit Atlet Potensial

0
(FOKUSJabar/Ageng)

CIMAHI, FOKUSJabar.id : Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Hoki Seluruh Indonesia (FHSI) Jawa Barat mulai merealisasikan program kerja yang telah disusun dan ditetapkan. Salah satunya dengan melaksanaan kompetisi bertajuk ‘Festival Hockey Jabar Kahiji’ yang digelr di lapangan Pusdik Armed, Jalan Raya Baros, Cimahi, Minggu (13/5/2018).

Ketua Umum Pengprov FHSI Jabar, Brigjend TNI Dwi Jati Utomo menuturkan, Festival Hockey Jabar Kahiji diikuti sebanyak 299 atlet yang berasal dari 13 kota/kabupaten di Jabar. Pada kompetisi yang pertama kali digelar kepengurusan FHI Jabar 2018-2022 ini, mempertandingkan tiga kelompok usia. Yakni kelompok usia (KU) 13 tahun, KU 16 tahun, dan KU 19 tahun.

“Kompetisi yang digelar sebagai perwujudan dari salah satu visi kita yakni menciptakan Jabar sebagai sentra pembinaan hoki di Indonesia. Jadi Festival Hockey Jabar Kahiji ini merupakan ajang pembibitan serta pembinaan atlet hoki sekaligus ajang evaluasi pembinaan yang dilakukan kota dan kabupaten,” ujar Dwi saat ditemui di sela-sela kejuaraan hoki ‘Festival Hockey Jabar Kahiji’ di lapang Pusdik Armed, Jalan Raya Baros, Cimahi, Minggu (13/5/2018).

Sebanyak 299 atlet hoki yang ikut serta, lanjutnya, terbagi dalam 23 tim di tiga kelompok usia yang dipertandingkan. Untuk kelompok putri sebanyak enam tim, kelompok putra sebanyak 12 tim, dan kelompok campuran di KU 13 tahun sebanyak lima tim.

“Dari 16 pengcab FHSI kota dan kabupaten di Jabar, hanya tiga daerah yang tidak mengirim wakilnya yakni Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bandung Barat. Bagi kami, kehadiran 13 pengcab FHSI kota dan kabupaten di Jabar ini sudah sangat baik karena dari sisi sosialisasi kejuaraan pun kami rasa tidak terlalu maksimal; dan disiapkan hanya dalam dua pekan usai pelantikan,” terangnya.

Ke depan, pihaknya akan menggelar kompetisi bagi atlet sejak dari usia dini. Festival sendiri, rencananya akan digelar secara rutin dalam tiga atau empat bulan satu kali sehingga proses pembibitan dan pembinaan atlet hoki di kota dan kabupaten berjalan semakin baik.

“Selain itu, kita pun akan mulai mensosialisasikan olahraga hoki ini ke sekolah-sekolah, terutama sekolah dasar, karena banyak pelatih kita yang juga guru di sekolah-sekolah. Dengan demikian, olahraga hoki pun bisa jadi primadona dan diminati masyarakat. Dan melihat antusiasme atlet pada kegiatan kali ini, kami cukup yakin jika hoki bisa jadi olahraga idola,” tegasnya.

Dari kegiatan festival ini, Dwi Jati menuturkan jika pihaknya telah memberikan tugas kepada talent scouting (pemandu bakat) untuk mencari bibit atlet hoki potensial. Dengan demikian, pihaknya bisa memiliki data base atlet hoki di Jabar mulai dari kelompok usia terbawah.

“Festival ini akan kita gelar secara bergilir di daerah-daerah sehingga kita punya sentra pembinaan olahraga hoki di setiap wilayah di Jabar yang kita bagi di zona timur, tengah dan barat. Semoga dari kegiatan ini kita bisa mendapatkan atlet-atlet hoki potensial untuk persiapan kita menuju gelaran PON, yang terdekat yakni PON XX di Papua pada tahun 2020 mendatang,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Elektabilitas Herdiat-Yana Ungguli Iing-Oih di Pilbup Ciamis

0
(FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)
CIAMIS,FOKUSJabar.id: Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Ciamis 2018.

Analis dari LSI Fadli Fahri Fauzan menyebut, pihaknya menggelar survei selama lima hari sejak tanggal 3 Mei hingga  7 Mei dengan mendatangi langsung 400 responden mulai tahapan desa, RW, KK dan responden.

“Kami datangi satu per satu responden dengan membagikan quesioner,” kata dia.

Dari hansil survei, didapat tingkat elektabilitas setiap pasangan calon. Pasangan Herdiat-Yana mampu mengungguli petahana dengan “LSI mendatangi 440 Orang Langsung satu per 52,3 persen, disusul Iing-Oih satu dengan menggunakan Quisioner”ungkapnya 35,7 persen dan 12, 0 persen belum menentukan pilihan.

“Terpaut 16,6 persen antara Herdiat-Yana dan Iing Oih. Cukup tinggi dan Iing-Oih harus mengejar jauh ketertinggalan,” kata dia.

BACA JUGA:

Fraksi Golkar: Garut Utara Siap DOB

Masyarakat memilih Herdiat-Yana karena dinilai mampu menyelesaikan masalah di Kabupaten Ciamis.

Adapun alasan masyarakat memilih Iing-Oih, karena masyarakat hanya mengenal nama tersebut.

Kemudian untuk peta kekuatan pemilih militan yang kemungkinan suaranya tidak berubah untuk Pasangan Herdiat-Yana sebanyak 44,8 persen dan untuk Iing-Oih 31,6 persen.

“Pemilih militan tidak akan berubah, kecuali terjadi tsunami politik,” jelas dia.

(Riza M Irfansyah/LIN)

KAMMI Jabar Kecam Keras Insiden Bom di Surabaya

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bom bunuh diri yang meledak di tiga gereja Surabaya Minggu (13/5/2018) pagi, memakan korban jiwa.

Insiden itu tentu membuat resah maayarakat Indonesia.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jawa Barat dengan keras mengecam perbuatan tersebut.

“Mewakili pengurus KAMMI Jabar turut berduka kepada para korban dan keluarga atas peristiwa ini. Kami sangat mengexam perbuatan itu,” kata Ketum KAMMI Jabar Nufan Rizqullah di Bandung.

BACA JUGA

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

KAMMI Jabar pun meminta BIN dan BNPT segera menelusuri siapa aktor intelektual dalam aksi-aksi teror tersebut. Tidak hanya itu, pihaknya pun meminta kepolisian dan pemerintah untuk bisa melindungi kemanan masyarakat.

Hal itu penting agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami berharap BIN dan BNPT segera menemukan otak dari peristiwa ini. Kita tidak ingin masyarakat, khususnya di Jawa Barat juga menjadi resah,” jelas Naufan

Selain itu, KAMMI Jawa Barat pum meminta masyarakat khususnya masyarakat Jawa Barat tetap tenang dan senantiasa menjaga keharmonisan serta menjunjung tinggi toleransi antar sesama umat beragama.

(LIN)