PDAM Ciamis Siap Pasang Jaringan Air Minum untuk Seribu MBR
CIAMIS,FOKUSJabar.id: Melalui program hibah air minum dari pemerintah pusat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galuh Kabupaten Ciamis menargetkan pemasangan jaringan distibusi sebanyak 1000 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun ini.
Direktur PDAM Tirta Galuh Ciamis Cece Hidayat mengatakan, hibah pemerintah pusat untuk 1000 MBR ini sebesar Rp3 milyar, atau per MBR senilai Rp3 juta. Pemasangan dilakukan di wilayah Ciamis kecuali Pangandaran dan Panumbangan.
“Usulan data calon pelanggan ke pemerintah pusat sampai dengan akhir Februari,” ujar Cece saat ditemui di kantornya Selasa (6/2/2018).
Cece menjelaskan, setelah diusulkan ke pusat calon pelanggan MBR akan diverifikasi. Tidak semua yang diusulkan bisa menerima manfaat program tersebut, karena harus betul-betul layak dan sesuai dengan ketentuan.
Pelanggan MBR hanya membayar Rp383.000 dan dua bulan gratis dari biaya pemasangan normal yang mencapai Rp1,1 juta.
“Program ini juga tidak semua PDAM di indonesia mendapatkannya, karena harus PDAM sehat, mampu dan komitmen pemerintah daerahnya dalam penyertaan modal,” jelasnya.
Cece menuturkan, selama ini masyarakat kurang memahami program hibah air minum tersebut. Dimana warga menanyakan uang itu, dan meminta untuk dibagikan kepada masyarakat. Padahal hibah itu untuk pemasangan jaringan distribusi, tujuannya agar masyarakat bisa mendapat air bersih. Sehingga pemahaman tersebut yang harus diketahui masyarakat.
(Riza M Irfansyah/DH)
Demiz Minta Warga Waspadai Modus Kekerasan Terhadap Ulama
Hal itu menyusul kasus kekerasan terhadap ulama di Jawa Barat baru-baru ini.
“Waspada, ini bisa jadi modus dan yang disasar adalah para ulama. Ini ada apa? ” kata Demiz saat mengunjungi Garut, Selasa (6/2/2018).
Demiz pun mengatakam bahwa kejadian ini tidak cukup hanya aparat penegak hukum yang mencegah. Masyarakat pun harus ikut menjaga setiap ulama yang kebanyakan berkegiatan di masjid dan pesantren.
“Jangan hanya aparat penegak hukum yang waspada, tapi masyarakat juga. Di mana ulama hidup di antara kita, baik di masjid atau pesantren, kita jaga di tengah kita,” katanya.
Dia mengaku khawatir dengan maraknya orang dengan gangguan jiwa yang melakukan kekerasan dan menjadi modus operandi untuk menganiaya ulama.
” Karenanya, keamanan terhadap para ulama harus ditingkatkan. Jangan sampai yang dikorbankan adalah orang yang tidak sehat jiwanya, padahal belum tentu gila juga,” kata dia.
Demiz kembali mengingatkan sejumlah modus lainnya yang terjadi beberapa tahun lalu dengan tujuan menganiaya ulama, mulai dari fitnah santet, fitnah kolor ijo, atau fitnah lainnya untuk memojokkan ulama. Jangan sampai kekerasan terhadap ulama ini terus berulang.
Kaitannya dengan wacana penempatan pejabat Polri untuk menjadi penjabat Gubernur Jabar, Demiz mengatakan bahwa tidak ada hubunganya.
Terlebih menurutnya Jabar tetap kondusid menghadapi Pilgub Jabar 2018.
“Polda Jabar serta Kodam III Siliwangi pun sudah cukup untuk mengamankan pesta demokrasi tersebut.
(LIN)
Lima Warga Masih Tertimbun Longsor
BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebanyak lima orang warga Kampung Maseng masih tertimbun material longsor di kawasan Puncak Bogor.
Ketua BPBD Jabar sekaligus Sekda Iwa Karniwa mengatakan, kelima orang ini merupakan warga yang rumahnya tertimbun longsoran pada Senin (5/2/2018) siang lalu.
“Ada tiga rumah tertimbun, saya harapkan kelima orang ini bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Iwa di Bappeda Jabar, Kota Bandung, Selasa (6/1/2018).
Dia mengatakan bahwa saat ini pihak BPBD Jabar, BPBD Bogor, Basarnas, Tagana dan TNI/Polri tengah melakukan upaya evakuasi dan pencarian di lima titik kawasan terjadinya longsor.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Bogor, mereka pun sudah ke lokasi saat ada kejadian,” jelas dia.
Proses evakuasi dilakukan sangat hati-hati mengingat curah hujan masih akan tinggi.
Kejadian kemarin pun menurutnya menyebabkan satu korban jiwa meninggal atas nama Lilis warga Kampung Naringgul.
“Di Kampung Maseng bencana terjadi akibat tebing setinggi 300 meter dengan lebar 100 meter longsor,” paparnya.
Longsor pun menimpa Kampung Caringin, dua rumah rusak berat, lalu Kampung Ranji longsor menimpa satu rumah hingga rusak berat.
Di Kampung Naringgul selain menyebabkan korban jiwa, juga menyebabkan dua orang luka ringan dan satu luka berat.
“Korban sudah dirawat di Rumah Sakit Cimacan,” kata dia.
Lebih lanjut Iwa memastikan bahwa proses tanggap darurat sudah berjalan. Pemprov pun sudah menyiapkan sejumlah bantuan yang dibutuhkan warga.
“Saya minta semua pihak waspada, begitupun ketika jalur puncak sidah bisa dilalui kendaraan nanti. Terlebih hujan masih terjadi. Kami dari Pemprov turut berduka cita atas musibah yang terjadi,” kata dia.
(LIN)
Lakukan Longmarch, Belasan Aktivis Santri Dukung Pasangan Hasanah
BANDUNG FOKUSJabar.id: Belasan Aktivis Santri yang tergabung dalam Komite Pergerakan Pemuda, Santri dan Mahasiswa Jawa Barat dari Sukapura Tasikmalaya melakukan longmarch.
Mereka bergerak dari Tugu KH Zaenal Musthofa Kota Tasikmalaya dan akan berakhir di Kota Bandung.
Koordinator Lapangan (Korlap) longmarch Dede Heri mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mensosialisasikan Pilgub Jawa Barat yang harus dimaknai sebagai momentum demokrasi agar menjadi pesta rakyat.
“Pilgub Jabar jangan hanya menjadi prosedur demokrasi pergantian kekuasaan, tetapi harus memiliki substansi demokrasi agar melahirkan pemimpin terbaik untuk masyarakat Jawa Barat,” kata Dede seusai longmarch di Posko Relawan, di Jalan Pelajar Pejuang Kota Bandung, Selasa (6/2/2018).
Dede menambahkan, aksi itu untuk menentukan sikap pada Pilgub Jabar 2018 dengan memilih pasangan TB Hasanuddin (Kang Hasan) dan Anton Charliyan (Kang Anton) atau Hasanah.
Menurut dia, kedua Purnawirawan Jendral itu adalah putra terbaik yang tepat untuk memimpin Jawa Barat serta melanjutkan cita-cita dan amanah perjuangan masyarakat Jawa Barat.
“Hasil kajian spiritual dan rasional kami menentukan Jabar sebaiknya dipimpin oleh sosok TNI dan POLRI seperti Pasangan Hasanah demi menjaga marwah, menjaga kedaulatan, dan harga diri Jawa Barat,” imbuhnya.
Dede pun menyerukan agar pesta demokrasi lima tahunan tersebut berlangsung dengan damai dan kondusif, sehingga tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan.
Dia pun menyerahkan bendera merah putih sebagai simbol amanah untuk menjaga NKRI.
“Untuk masyarakat Jabar, mari mengawal demokrasi dengan aman, damai tanpa adanya kekerasan, dan perbedaan pilihan jangan dijadikan permasalahan karena kita Saudara,” jelas dia.
Sementara itu, Kang Hasan yang menyambut kedatangan mereka di Kota Bandung sejak pukul 06.00 WIB pagi tadi menyampaikan, terimakasihnya atas dukungan yang diberikan oleh para aktivis Santri tersebut.
Hasan pun berjanji akan memegang teguh amanah masyarakat Jabar dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, aksi aktivis tersebut sebagai bentuk perjuangan masyarakat Jabar untuk memilih pemimpin terbaik untuk Jabar.
“Terimakasih kepada para aktivis Santri yang telah rela berjalan jauh untuk menyerukan demokrasi yang kondusif serta mendukung saya (Kang Hasan) dan Kang Anton untuk memimpin Jabar, saya akan emban amanah itu dengan seterhormat-terhormatnya,” kata dia.
Untuk diketahui, para aktivis ini menempuh jarak sekitar 120 KM. Mereka berangkat dari tugu pahlawan K.H Zaenal Musthafa Tasikmalaya sejak Minggu (4/2) siang lalu.
(LIN)









