spot_imgspot_img
Rabu 22 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Soroti Kasus Kekerasan Anak di Bogor, KPAID dan TP PKK Dorong Orang Tua Jadi Benteng Utama

BOGOR,FOKUSjabar.id: Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bogor bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor meluncurkan program Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual (KILAS). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat benteng keluarga dalam mencegah tindak kekerasan seksual terhadap anak.

Ketua Bidang I TP PKK Kota Bogor, Novianti Jenal Mutaqin, menilai program ini memegang peranan krusial karena keluarga merupakan benteng pertama perlindungan anak.

Baca Juga: Serap Ribuan Pendaftar, Pemkot Cirebon Buka 5 Bidang Pelatihan Kerja Paling Dicari Pasar

“Orang tua merupakan pengawas bagi anak. Perkembangan teknologi yang ada perlu diimbangi dengan kewaspadaan orang tua serta memantau kegiatan anak-anak, baik di keluarga maupun lingkungan agar menjadi keluarga yang nyaman bagi anak untuk bercerita dan berkeluh kesah,” kata Novianti di Auditorium Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Rabu (22/7/2026).

Novianti menjelaskan bahwa Gerakan KILAS menindaklanjuti program unggulan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI).

“Momentum ini mengingatkan kita bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak,” katanya.

Laporan Kasus Meningkat, Keluarga dan Sekolah Jadi Sorotan

Sementara itu, Ketua KPAID Kota Bogor Dede Siti Amanah mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 KPAID Kota Bogor mencatat 93 pengaduan kasus. Angka tersebut melonjak signifikan jika kita bandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

Dede menilai kenaikan grafik aduan ini menunjukkan masyarakat mulai berani menyuarakan berbagai persoalan di sekitarnya.

“Laporan yang masuk perlu mendapat apresiasi. Karena masyarakat mulai tercerahkan, sehingga tumbuh keberanian untuk melapor dan berani speak up atas segala hal yang terjadi. Namun demikian di sisi lain menjadi kegagalan semua pihak dalam hal perlindungan anak-anak di Kota Bogor,” ujar Dede.

Mirisnya, Dede menyebut lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan justru menempati posisi teratas sebagai penyumbang aduan terbanyak terkait pelanggaran hak anak.

“Keduanya semestinya kita yakini sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak tumbuh dan berkembang. Namun mirisnya keduanya menjadi penyumbang terbesar dari pelanggaran-pelanggaran pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kota Bogor,” tegas Dede.

Mencetak Kader PKK Sebagai Pelopor Perlindungan Anak

Lewat program KILAS, KPAID Kota Bogor mendorong kader TP PKK untuk tampil sebagai pelopor perlindungan anak di wilayah masing-masing lewat edukasi publik yang intensif.

Menghadapi era digital, Dede mengingatkan para orang tua untuk terus meningkatkan pengawasan karena anak-anak belum mampu menyaring ancaman secara mandiri.

“Walau pengawasan terlihat pasif tapi ini menjadi kunci utama,” katanya.

Ketua Pelaksana KILAS, Agustini, menambahkan bahwa program kolaborasi ini membekali orang tua dengan pengetahuan komprehensif mengenai bahaya dan dampak kekerasan seksual.

Melalui pembinaan KILAS, pemerintah kota mendorong terciptanya keluarga yang berkualitas, harmonis, serta memiliki ketahanan diri yang kuat.

“Sosialisasi dan pembinaan KILAS bagi orang tua harapannya mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Serta strategi membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak,” tutup Agustini.

(Pemkot Bogor/IrfansyahRiza)

spot_img

Berita Terbaru