MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Majalengka merespons fluktuasi harga cabai yang sering bergejolak di pasaran. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian & Perikanan (DKP3), Pemkab Majalengka mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai.
DKP3 Majalengka mulai membagikan 6.000 pohon cabai melalui program Pencak Perdaya (Penanaman Cabai Pekarangan Berdaya). Pembagian bibit ini menjangkau tiga wilayah, yaitu Majalengka selatan, tengah, dan utara.
Baca Juga: 3 Warga Majalengka Rugi Rp11,2 Juta Modus BPJS Kesehatan
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DKP3 Majalengka, Rahmat Subagja, menjelaskan bahwa program ini mengikuti arahan langsung Bupati Majalengka. Pemerintah ingin melibatkan keluarga secara aktif dalam memperkuat ketahanan pangan mandiri.
“Cabai ini sebagai komoditas tanaman yang memiliki nilai fluktuasi yang cukup tinggi. Dinamika naik-turun harganya tinggi,” kata Rahmat, Rabu (23/9/2026).
Lokasi Pilot Project dan Skema Pembagian Bibit
Program yang meluncur pada tahun 2026 ini masih berstatus sebagai pilot project. Pelaksanaan perdana bertempat di Desa Kagok (Kecamatan Banjaran), Kelurahan Tarikolot (Kecamatan Majalengka), dan Desa Loji (Kecamatan Jatiwangi).
DKP3 menyalurkan 20 pohon cabai polybag kepada setiap rumah tangga sasaran. Jenis tanaman yang dibagikan meliputi cabai merah besar dan cabai rawit.
Pemerintah desa berkolaborasi dengan TP-PKK serta Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memilih penerima bantuan. Petugas memprioritaskan keluarga yang siap merawat tanaman hingga masa panen tiba.
“Program ini memeilih rumah tangga ataupun keluarga yang mana yang bersedia, karena tidak seluruh keluarga itu bersedia memelihara tanaman itu,” ujarnya.
Fasilitas Pupuk Organik dan Pendampingan Penyuluh
Warga penerima bantuan tidak hanya mendapatkan bibit tanaman secara gratis. DKP3 Majalengka juga menyediakan pupuk organik beserta pendampingan rutin dari penyuluh pertanian.
Penyuluh memberikan edukasi lengkap mengenai teknik perawatan, pola pemupukan, hingga langkah penanganan hama. Petugas akan memantau perkembangan tanaman secara berkala sejak masa berbunga hingga panen.
“Tidak cuma memberikan bibit kemudian sudah kumaha dirina wae. Tapi kita juga ingin mengevaluasi seberapa banyak yang bisa panen, yang bisa layak konsumsi, atau bahkan secara ekonomis bisa dijual,” kata Rahmat.
DKP3 menargetkan panen perdana berlangsung mulai Desember 2026 mendatang. Jika evaluasi program ini menunjukkan hasil positif, Pemkab Majalengka siap memperluas Pencak Perdaya ke desa-desa lainnya.
(Jilly Ortega)



