TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kompleksitas permasalahan perkotaan di Priangan Timur membutuhkan kolaborasi erat antarwilayah. Wakil Wali Kota Tasikmalaya Raden Dicky Candra Negara menyerukan pentingnya sinergi antarkepala daerah di wilayah Priangan Timur.
Kota Tasikmalaya kerap menanggung akibat dari limpahan persoalan sosial wilayah tetangga. Masalah tersebut meliputi maraknya aksi geng motor, kelompok Boti, hingga tantangan pengendalian inflasi daerah.
Baca Juga: Pria di Tasikmalaya Jadi Tersangka Pencabulan, Modus Pinjamkan Ponsel Terbongkar
Dicky Candra menegaskan bahwa penanganan masalah krusial ini membutuhkan penyelesaian menyeluruh dari hulu ke hilir.
Penyebab Utama Maraknya Geng Motor dan Gangguan Keamanan
Masalah keamanan dan ketertiban masyarakat selama ini kerap mengganggu kenyamanan Kota Tasikmalaya. Namun, hasil penindakan petugas di lapangan menunjukkan fakta yang mengejutkan.
Sebagian besar pelaku pelanggaran ketertiban berasal dari kabupaten penyangga di sekitar Kota Tasikmalaya.
“Rupanya mereka adalah orang dari daerah tetangga. Sehingga kami mengajak kepala daerahnya untuk bisa bersinergi. Harus ada penyelesaian dulu di hulu, mulai dari keluarga, lingkungan, pendidikan, dan yang lainnya,” ungkap Dicky Candra, Rabu (23/9/2026).
Kota Tasikmalaya bertindak sebagai pusat aktivitas regional Priangan Timur. Kondisi ini membuat Kota Tasikmalaya sering menjadi titik kumpul para pelaku kejahatan jalanan dari daerah lain.
Dicky menekankan pentingnya pendekatan dari lingkungan keluarga, pendidikan, dan daerah asal pelaku untuk mencegah aksi kriminalitas.
Sinergi Pengendalian Inflasi dan Studi Banding ke Yogyakarta
Selain sektor keamanan, Ia menyoroti tantangan ekonomi dan pengendalian inflasi daerah. Setiap daerah tidak bisa mengendalikan inflasi secara mandiri karena rantai pasok pangan saling terikat erat.
Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya memboyong para pimpinan daerah Priangan Timur untuk melakukan kunjungan kerja ke BI Yogyakarta. Delegasi tersebut melibatkan Wakil Wali Kota Tasikmalaya beserta para Sekretaris Daerah dari Ciamis, Banjar, Pangandaran, dan Kabupaten Tasikmalaya.
Rombongan mempelajari strategi menjaga stabilitas harga pangan dan percepatan digitalisasi ekonomi UMKM.
“Sehingga, kemarin BI wilayah Tasikmalaya mengajak saya, Sekda Ciamis, Sekda Banjar, Sekda Pangandaran, dan Sekda Kabupaten Tasikmalaya berkunjung ke BI Yogyakarta. Terkait strategi pengendalian inflasi daerah, stabilitas harga, digitalisasi ekonomi, dan lainnya,” tuturnya.
Peran Strategis Bakorwil IV dalam Mempererat Hubungan Regional
Momentum studi banding ini menjadi titik awal untuk mempererat hubungan antarkepala daerah di Priangan Timur. Ia berharap Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV mengambil peran aktif sebagai motor penggerak koordinasi regional.
Peran aktif Bakorwil IV dapat menekan perbedaan kebijakan antardaerah di Priangan Timur. Langkah kolaborasi ini mencakup mitigasi kejahatan jalanan, penegakan ketertiban, hingga stabilitas harga pangan pasar.
(Abdul Latif)



