spot_imgspot_img
Rabu 22 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ratusan Guru di Tasikmalaya Dibekali Edukasi Kanker Serviks dan Diabetes, Ini Pesan Dokter

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan guru dan tenaga pendidik dari tingkat SD hingga SMA/MTS Sederajat se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti Seminar Kesehatan Reproduksi Wanita dan Penyakit Metabolik Diabetes Melitus.

Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Tasikmalaya menggaet Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Tasikmalaya untuk merancang agenda edukasi kesehatan ini di Restoran Sambel Bejo, Jalan Letjen Mashudi, Cibeureum, Kota Tasikmalaya pada Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Hari Anak Nasional di Tasikmalaya Berlangsung Meriah, KPAID Tegaskan Perlindungan Anak Tak Boleh Berhenti

Ratusan peserta yang mayoritas kaum hawa tersebut memadati lokasi acara. Panitia menghadirkan narasumber spesialis penyakit dalam Hematologi-Onkologi Medik, dr. Arie Taufik, yang langsung mendapat sambutan hangat dari para guru.

Ketua Umum IIDI Cabang Tasikmalaya, Prima Nanda Farid Wajdi, menyebutkan bahwa program kerja organisasi ini bertujuan memupuk kesadaran serta pemahaman para tenaga pendidik mengenai kesehatan reproduksi dan deteksi dini penyakit.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen IIDI untuk meningkatkan literasi Kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Dan kali ini sasaranya adalah para tenaga guru di lingkungan pendidikan,” ungkap Prima Nanda kepada awak media, Rabu (22/7/2026).

Guru Punya Peran Strategis Bentuk Karakter dan Kesehatan Anak

Prima Nanda menilai guru memegang posisi strategis sebagai garda terdepan pembentuk karakter anak di sekolah. Oleh sebab itu, para pengajar membutuhkan pemahaman kesehatan mendalam selain penguasaan materi akademik.

“Fokus dalam seminar ini yakni Kesehatan Reproduksi dan Metabolik, tentang kangker serviks dan payudara, dan diabetes melitus, yang ternyata banyak para kaum hawa,” ujarnya.

Ia menambahkan, ancaman kanker serviks dan diabetes memang tidak menular, namun bisa berakibat fatal jika warga mengabaikannya.

“Melalui seminar kesehatan, kami berharap kesadaran masyarakat, khususnya para tenaga guru dan pendidik semakin meningkat dalam menjaga kesehatan diri. Kesehatan harus kita jaga sejak dini agar kualitas hidup lebih baik di masa mendatang,” kata Prima Nanda.

Sementara itu, Ketua IDI Kota Tasikmalaya dr. Farid Wajdi menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi pengurus IIDI Cabang Tasikmalaya dalam meningkatkan derajat kesehatan publik.

“Peserta yang mengikuti seminar ini adalah para guru-guru, ini sangat tepat pasalnya, mereka ini tenaga pendidik yang tidak hanya membentuk adab, etika dan kualitas akademik anak-anak, tetapi juga membentuk karakter dan kesehatan mereka,” ungkap dr. Farid Wajdi.

Ia menerangkan bahwa pergaulan bebas dan infeksi menular memicu masalah kesehatan reproduksi. Sementara pola makan tidak teratur mendorong lonjakan penyakit metabolik.

“Kesehatan reproduksi ini perlu pemahaman yang komprehensif mengenai penyebabnya dan pencegahannya mulai pergaulan bebas, infeksi menular, dan kesehatan metabolik yang terpengaruh pola makan yang tidak teratur yang memicu peningkatan kasus penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, obesitas, dan penyakit jantung,” paparnya.

Edukasi Deteksi Dini Kanker dan Penyakit Metabolik

Narasumber acara, dr. Arie Taufik, memaparkan bahaya laten kanker serviks dan kanker payudara yang mengintai organ vital perempuan.

“Jumlah perempuan yang menderita kanker ini, cukup tinggi dan korbannya pun terus meningkat dari tahun ke tahun karenaya, perlu pencegahan dan deteksi dini,” ungkap dr. Arie Taufik.

dr. Arie menyoroti paparan asap rokok, pengawet makanan, penggunaan minyak goreng berulang, hingga gaya hidup tidak sehat sebagai pemicu kanker.

“Deteksi dini sangat penting. Kalau menemukannya lebih awal, penanganannya akan lebih mudah dan tingkat kesembuhannya pun tinggi. Guru bisa menjadi penyambung informasi kesehatan ini ke siswa dan juga ke keluarga di rumah,” tegas dr. Arie.

Para peserta juga mempelajari gejala awal penyakit serta langkah pencegahannya lewat pemeriksaan rutin. Salah seorang peserta, Tania Marwan, merasa bersyukur bisa mendapatkan wawasan kesehatan berharga ini.

“Saya seneng bisa ikut dalam seminar ini. Banyak hal yang tadinya tidak kami tahu tentang penyakit yang rawan pada perempuan. Sekarang jadi tahu penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya,” ungkap Tania.

IIDI Tasikmalaya berkomitmen melanjutkan program edukasi ini secara berkala ke berbagai kalangan masyarakat,. Mulai dari pekerja, pelajar, hingga orang tua murid.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru