KALIMANTAN, FOKUSJabar.id: Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menjadi perhatian setelah terjadi di kawasan Bukit Soeharto, Kalimantan Timur yang berada dekat dengan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 7 September 2026, luas kawasan yang terbakar di lokasi tersebut mencapai 458 hektare.
BACA JUGA:
Fespin ke-13, Payung Geulis Kota Tasikmalaya Tampil Mempesona di Taman Balekambang Solo
Informasi mengenai luasan kebakaran di sampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Menurutnya, Kebakaran tersebut masih di tangani oleh tim di lapangan dengan dukungan personel darat dan pemadaman dari udara.
Suharyanto menjelaskan, lokasi kebakaran menjadi salah satu perhatian karena berada di kawasan sekitar IKN.
“Di kawasan IKN, Bukit Soeharto ada 458 hektare (terbakar). Ini sedang proses penanganan. Kami di bantu dengan satgas darat,” ungkapnya.
Upaya pengendalian kebakaran kemudian di lakukan dengan menggabungkan operasi darat dan udara.
Selain mengandalkan satgas darat, BNPB memberikan dukungan berupa helikopter water bombing untuk membantu menjangkau titik-titik yang sulit di tangani dari permukaan.
“Ini sedang proses penanganan, kami pun bantu dengan Satgas Darat dan Heli WB (water bombing),” katanya.
Perhatian pemerintah terhadap kebakaran tersebut juga di sampaikan langsung oleh Presiden Prabowo.
Prabowo meminta agar kebakaran yang berada di sekitar IKN tidak di biarkan berkembang hingga mendekati kawasan inti.
“Yang harus di perhatikan juga kebakaran yang dekat IKN. Harus di perhatikan,” perintah Prabowo.
Presiden kemudian meminta agar sumber daya yang tersedia dapat di perkuat jika di perlukan.
Penambahan aset penanganan di tujukan untuk mengantisipasi kemungkinan api bergerak menuju zona inti IKN.
“Mungkin kita harus kerahkan aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti,” imbuhnya.
BACA JUGA:
BGN Setop Sementara Program MBG di Wilayah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Di tingkat lapangan, kawasan Bukit Soeharto juga menjadi perhatian Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Salah satu lokasi yang di tinjau adalah Bukit Tengkorak di Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Area tersebut termasuk bagian dari kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Peninjauan di lakukan untuk melihat langsung kondisi area yang terdampak kebakaran.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna A. Safitri menyebut, kebakaran terjadi di sejumlah titik dengan posisi api yang berpindah-pindah.
Tim OIKN juga masih melakukan pengukuran untuk mengetahui luasan area terdampak di lokasi yang mereka tinjau.
“Kebakaran terjadi di sejumlah titik dengan lokasi yang berpindah-pindah selama hampir sepekan. Kami sedang mengukur luasan area terdampak karhutla,” katanya.
Peninjauan OIKN yang di lakukan pada Sabtu, 5 September 2026 juga menemukan adanya bekas penebangan pohon berukuran besar di sejumlah area yang terdampak.
Temuan tersebut berada di kawasan Tahura Bukit Soeharto. Namun, keberadaan bekas penebangan tersebut belum dapat di jadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh kebakaran seluas 458 hektare di sebabkan oleh aktivitas penebangan atau pembukaan lahan.
“Kami melihat sendiri saat melakukan peninjauan. Ada bekas tebangan. Ada pohon-pohon besar yang di tebang kemudian area ini di laporkan sebagai area terbakar,” ujar Dia.
Temuan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari informasi yang perlu di telusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Selain temuan bekas penebangan, OIKN menyampaikan adanya proses hukum terkait dugaan pembakaran di kawasan tersebut.
Satu orang telah di laporkan kepada aparat penegak hukum dan kasusnya masih berada dalam tahap penyidikan.
“Satu orang terduga pelaku pembakaran telah di laporkan kepada aparat penegak hukum dan saat ini perkaranya berada dalam proses penyidikan,” kata Myrna.
Penanganan karhutla di Bukit Soeharto masih berlangsung. BNPB terus memberikan dukungan melalui satgas darat dan operasi water bombing.
Sedangkan pemerintah pusat meminta penguatan penanganan agar kebakaran tidak meluas menuju zona inti IKN.
Pada saat yang sama, OIKN masih melakukan pengukuran dan peninjauan terhadap kawasan yang terdampak untuk mendapatkan gambaran kondisi lapangan secara lebih menyeluruh.
(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)



