Oded-Yana Janji Ciptakan Wirausaha Baru

Garut Bukan Hanya Dodol tapi Binaraganya Juga Harus Maju
GARUT, FOKUSJabar.id : Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Angkat Besi, Binaraga, Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Kabupaten Garut bertekad memajukan olah raga Binaraga di Kabupaten Garut. Sebab Garut nantinya bukan hanya terkenal sebagai kota dodol tapi kota binaraga juga.
“Atlet Binaraga asal Garut akan berbicara banyak di Kancah nasional maupun internasional,” kata Ketua Umum PABBSI Garut, Yusep Mulyana, Minggu (3/6/2018).
Yusep menambahkan pihaknya akan terus membina atlet binaraga dengan pemusatan latihan yang rutin sekaligus memperhatikan pola makan yang mendorong terbentuknya badan atlet.
” Lewat latihan rutin dan pola makan yang teratur maka akan memcetak atlet binaraga yang berprestasi,” terangnya.
Selain itu lanjut dia, angkat besi dan angkat berat pun tidak luput dari perhatian. Karena tidak sedikit peminat olah raga tersebut, tinggal mengarahkan dan membinanya.
” Yang jelas PABBSI bertekad menjadikan olah raga Angkat Besi, Binaraga dan Angkat Berat menjadi idola sekaligus kebanggaan warga Garut dalam prestasi,” pungkasnya.
(Andian)
Launching OYA Preuneur, Oded Targetkan 60 Ribu Wirausaha Baru di Kota Bandung
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2018-2023, Oded M Danial-Yana Mulyana melaunching OYA Preuneur sebagai salah satu bagian dari realisasi program penciptaan wirausaha baru di Kota Bandung. Launching OYA Preuneur yang dilanjutkan dengan Pelatihan Internet Marketing digelar di Grand Pasundan Hotel, Jalan Peta Kota Bandung, Minggu (3/6/2018).
Calon Wali Kota Bandung, Oded M Danial menuturkan, melalui OYA Preuneur, diharapkan bisa lahir wirausaha baru di Kota Bandung. Hal ini sesuai dengan program pasangan Oded-Yana (OYA) yang ingin menciptakan wirausaha-wirausaha baru di setiap penjuru Kota Bandung.
“Berdasarkan data BPS, baru 4 persen wirausaha di Kota Bandung dari total penduduk sekitar 2,4 juta jiwa. Dan secara ideal, setidaknya harus ada 8 persen wirausaha dari total jumlah penduduk,” ujar Mang Oded saat ditemui usai me-Launching OYA Preuneur di Grand Pasundan Hotel, Jalan Peta Kota Bandung, Minggu (3/6/2018).
Untuk mencapai hal tersebut, Oded mengaku jika pihaknya tidak menetapkan target yang muluk-muluk untuk terciptanya jumlah wirausaha baru di Kota Bandung. Setidaknya, dari satu kecamatan bisa tercipta sebanyak 2000 wirausaha baru.
“Kalau dari satu kecamatan ada 2000 wirausaha yang tercipta, minimal akan ada 60 ribu wirausaha baru di Kota Bandung. Saya target gak muluk-muluk, mudah-mudahan 60 ribu wirausaha tersebut bisa tercipta dalam lima tahun kedepan,” tegasnya.
Usai pelaksanaan launching OYA Preuneur, digelar pelatihan dengan menghadirkan beberapa pemateri handal. Diantaranya pengusaha fesyen, Asep Mulyadi, trainer internet marketing, Bang Hamdi, dan pengusaha properti, Yudi Cahyadi.
(ageng/bam’s)
Dua Mobil dan Satu Motor Tabrakan Beruntun di Ciamis
CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kecelakaan beruntun yang melibatkan dua mobil dan dua sepeda motor terjadi di Jalan KH Ahmad Dahlan Ciamis tepatnya di kawasan Gayam dekat pintu kereta api, Minggu (3/6/2018).
Akibat peristiwa kecelakaan beruntun tersebut seorang pengendara sepeda motor Honda Vario berwarna hijau harus dilarikan ke RSUD Ciamis akibat luka disekujur tubuhnya mengalami lecet-lecet.
Menurut Haryati (46) salah seorang korban yang dibonceng anaknya menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna merah warga Desa Sindangsari Kecamatan Cikoneng peristiwa berawal, saat itu dirinya sedang benti paling depan karena palang pintu kereta api sedang tertutup.
“Tiba-tiba sepeda motor saya terdorong ke depan ditabrak mobil Cary,” katanya Haryati mengatakan, saat sepeda motornya tertabrak mobil Cary dirinya dan anaknya langsung terjatuh ke badan jalan aspal.
“Beruntung saat saya terjatuh melintasi rel kereta belum datang sehingga saya selamat,” ucapnya.
(Husen Maharaja/DAR)
Untuk Menangkan Deddy-Dedi, Demokrat Jabar Temu Kader
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat (Jabar) melaksanakan temu kader dan konsolidasi di Rumah Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, di Jalan Damar Sukajadi Kota Bandung, Minggu (3/6/2018).
Konsolidasi ini dipimpin Ketua DPD Jabar Irfan Suryanegara dalam rangka pemenangan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar yang akan diselenggarakan 27 Juni 2018 mendatang. Hadir seluruh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Jabar.
Dalam kesempatan tersebut, Irfan memberikan pembekalan kepada seluruh ketua DPC dan Kader Partai Demorat yang hadir. Di hadapan ratusan Kader Partai Demokrat Irfan meyakinkan bahwa Paslon yang diusung Partainya akan memenangkan perhelatan Pilkada Serentak 2018.
“Kita semua harus optimis, Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur yang kita usung ini akan memenangkan Pilkada 2018,” ujar Irfan.
Dia menegaskan, jika Deddy-Dedi menang dan memimpin Jabar maka menambah kursi di Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Provi si Jabar maupun kabupaten/kota akan bertamah. Selain itu pemenangan Pemilihan Presiden (Pilpres) juga akan semakin mudah.
“Saudara mampu memenangkan Deddy Mizwar dengan baik kita akan mampu berjaya di Jabar. Pileg dan Pilpres nanti akan semakin mudah bagi kita,” tegasnya.
(Ibenk/DAR)
Pemprov Jabar Siapkan THR untuk ASN
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, Pemprov Jabar siap mengucurkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke 13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sesuai surat edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 903/3386/SJ, THR untuk kepala daerah, pimpinan dan anggota DPRD, serta ASN agar dialokasikan dari APBD dan untuk dibayarkan pada minggu pertama bulan Juni 2018 sebesar penghasilan pada bulan Mei 2018. Dan untuk pemberian gaji ke 13 diupayakan untuk dibayarkan pada minggu pertama bulan Juli 2018 sebesar penghasilan bulan Juni 2018.
“Kami komit terhadap kesejahteraan ASN. Pemprov Jabar akan segera membayarkan THR dan gaji ke 13 untuk ASN,” kata Aher di Bandung, Minggu (3/6/2018).
Dalam surat edaran Mendagri tersebut diatur besaran THR dan komponennya. Adapun komponen THR dan gaji ke 13 untuk Gubernur, Wagub, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, Wakil Wali Kota, pimpinan dan anggota DPRD terdiri dari gaji pokok/uang representasi, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan.
Sedangkan komponen THR dan gaji ke 13 untuk ASN terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, dan tambahan penghasilan PNSD atau tunjangan kinerja atau sebutan lainnya.
Karena pembayaran THR dan gaji ke 13 ASN merupakan tanggjung jawab daerah, bila daerah belum menganggarkan atau tidak cukup tersedia anggaran untuk THR dan gaji ketiga belas, kata Aher, harus segera menyediakannya dengan cara pergeseran anggaran.
“Jadi sebetulnya THR dan gaji ke 13 itu dananya dari APBD. Bila dalam APBD belum tercantum atau dananya tidak cukup, maka dana itu diambil dengan melakukan pergeseran anggaran. Dananya diambil dari belanja tidak terduga, penjadwalan ulang kegiatan, atau menggunakan kas yang tersedia,” jelas dia.
BACA JUGA: Tunggu Keputusan Pemprov Jabar, Masjid Raya Bandung Belum Dibuka
Jika dalam APBD menggunakan nomenklatur anggaran gaji ke 13 dan gaji ke 14, maka harus segera dilakukan penyesuaian nomenklatur. Pergeseran ini tidak perlu menunggu Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018. Mekanismenya pun cukup dengan memberitahukan kepada pimpinan DPRD satu bulan setelah perubahan dilakukan.
Sebagaimana diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) soal pencairan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 bagi ASN dan pensiunan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pada tahun 2018 seluruh abdi negara mendapatkan THR sebesar satu kali gaji penuh atau take home pay.
Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2018 tentang THR dalam Tahun Anggaran 2018 kepada Pimpinan dan Pegawai Non PNS pada Lembaga Nonstruktural pada 23 Mei 2018 yang ditandatangani Presiden Jokowi. PP ini mengatur besaran THR untuk pimpinan lembaga nonstruktural (LNS) dan pegawai non-PNS di LNS.
(LIN)








