spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8306

Menjadi Pelaku Demokrasi, Disabilitas Diberi Bekal Ini

0

BANJAR, FOKUSJabar.id: Puluhan penyandang disabilitas diberikan pembekalan mengenai pelaksanaan Pilkada Serentak yang akan digelar pada 27 Juni 2018 mendatang.

Dengan memahami regulasi serta cara pelaksanaan Pilkada, mereka bisa menjadi pemilih partisipasi dalam menentukan hak demokrasinya.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Banjar, Irfan Saeful Rohman menjelaskan, penyandang disabilitas memiliki hak sama dalam menentukan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara yang dituangkan dalam berdemokrasi aktif. Dengan begitu, mereka tidak lagi menjadi kelompok yang termarjinalkan didalam status sosial kemasyarakatan.

“Mereka merupakan suadara kita yang memiliki hak yang sama dalam berbangsa dan bernegara. Maka mereka diharapkan menjadi pemilih partisipatif pada Pilkada Serentak, agar tidak menjadi kaum yang termarjinalkan,” ungkanya, Kamis (05/04/2018).

Salah satu cara mereka menjadi pemilih partisipatif, berperan aktif tidak lagi menjadi objek dalam pembangunan, melainkan harus menjadi subjek/pelaku demokrasi. Seperti menjadi bagian dari penyelenggaran Pemilu serta pelopor untuk melawan kecurangan dalam politik uang.

Irfan menambahkan, dengan diberikan pemaham tentang regulasi pilkada, diharapkan para kaum disabilitas bisa menjadi contoh dan membawa perubahan yang baik untuk masa depan bangsa. Karena kata dia, satu suara dalam pilkada nanti sangat menentukan nasib bangsa paling minimal lima tahun mendatang.

“Sebaik-baiknya seorang manusia ialah orang yang baik untuk orang lain. Maka, berangkat dari saudara kita para penyandang disabilitas, harus menjadi sebuah centralisasi berdemokrasi aktif dengan menjadi pemilih partisipatif pada pemilihan umum,” pungkasnya.

(BOIP/Bam’s)

Kabupaten Bekasi Siap Pertahankan Juara Umum Porda Jabar

0
Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin (ki) saat melantik kepengurusan KONI Kabupaten Bekasi dibawah pimpinan H Romli (ka). (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kabupaten Bekasi bertekad untuk mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII tahun 2018 yang akan digelar di Kabupaten Bogor. Kontingen Kabupaten Bekasi pun merupakan juara bertahan dari pelaksanaan Porda Jabar XII tahun 2014.

Pada pelaksanaan Porda Jabar XII tahun 2014, Kabupaten Bekasi yang bertindak sebagai tuan rumah berhasil meraih predikat juara umum dengan raihan 154 medali emas, 118 medali perak dan 115 medali perunggu. Kontingen Kabupaten Bekasi berhasil mengalahkan juara umum Porda Jabar XI/2010, Kota Bandung yang harus puas di peringkat dua dengan raihan 145 emas, 117 perak, dan 137 perunggu, serta Kabupaten Bogor dengan raihan 75 emas, 59 perak, dan 87 perunggu.

“Untuk gelaran Porda Jabar XIII tahun 2018 ini di Kabupaten Bogor, kita akan berupaya semaksimal untuk meraih prestasi maksimal. Kita bertekad untuk mempertahankan gelar dengan meraih juara umum di Porda Jabar XIII,” ujar Ketua KONI Kabupaten Bekasi, H Romli saat dihubungi melalui telepon selularnya, Kamis (5/4/2018).

Romli menuturkan, pihaknya terus melalukan evaluasi dari hasil babak kualifikasi yang dilakukan cabang olahraga. Dengan demikian, dirinya bisa memetakan kekuatan setiap daerah sekaligus memprediksi raihan medali yang akan diperoleh Kabupaten Bekasi di ajang Porda Jabar XIII di bulan Oktober 2018 mendatang.

“Untuk itu, untuk target raihan medali di Porda Jabar XIII nanti, kita belum bisa menetapkan atau menyebutkannya. Kalau dari sisi pesaing terberat, ya pasti tuan rumah Kabupaten Bogor karena mereka bisa mengirim full tim di semua cabang olahraga serta Kota Bandung. Tapi kita pun mewaspadai daerah lain, karena saat ini kekuatannya mulai merata,” terangnya.

Romli menuturkan, beberapa cabang olahraga akan menjadi andalan Kabupaten Bekasi untuk mendulang medali di ajang multieven olahraga empat tahunan terakbar di Jabar ini. Diantaranya dari cabang olahraga tinju, pencak silat, wushu, dan beberapa cabang olahraga lain.

“Memang di beberapa cabang olahraga unggulan itu ada beberapa atlet andalan kita tidak bisa bermain karena aturan pembatasan usia. Seperti di cabang olahraga tinju, ada dua atlet kita yang merupakan peraih medali emas PON XIX tidak bisa bermain. Begitupun di pencak silat. Tapi secara keseluruhan, Kabupaten Bekasi sudah siap mengikuti Porda Jabar XIII dan siap mempertahankan gelar juara umum,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Belum Tahu Kekuatan, Henhen Tetap Waspadai Mitra Kukar

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung akan menghadapi Mitra Kukar pada laga kandang kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (8/4/2018).

Menjelang pertandingan tersebut, pemain belakang Persib, Henhen Herdiana mengaku tidak mengetahui pasti kekuatan Mitra Kukar. Hanya saja, tim yang berlaga di Liga 1 pasti sudah memiliki persiapan yang cukup matang.

“Tidak mengetahui, tapi kan seperti yang lainnya. Mungkin mereka juga menyiapkanya lebih baik juga,” kata Henhen di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (5/4/2018).

Pemain yang mengantarkan tim sepak bola Jawa Barat merain mendali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016 ini menambahkan, Mitra Kukar tetap harus diwaspadai, karena mereka memiliki pemain yang berkualitas.

“Kita tidak lihat satu pemain melainkan yang dicadangan, karena semua pemain Mitra Kukar sama berbahaya, kita harus lebih hati hati dan fokus,” tegasnya.

(Arif/Bam’s)

Waspada! Disabilitas Terget Empuk Politik Uang

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Potensi pelanggaran pelaksanaan Pilkada pada kaum disabilitas sangat besar. Adanya praktik money politic (politik uang) atau lebih lazim sebagai serangan fajar diprediksi akan terjadi di Kota Banjar.

“Apabila ini terjadi, maka penerima dan pemberi uang dalam konteks politik telah melanggara hukum dan diacam hukuman pidana bagi yang melakukanya,” ungkap Ketua Panwaslu Kota Banjar, Irfan Saeful Rohman, Kamis (05/04/2018).

Irfan menerangkan, apabila politik uang ini terjadi pada saudara kita yang menyandang disabilitas maka sebuah pelanggaran yang sangat fatal. Karena keterbatasan fisik mereka dimanfaatkan sebagai objek dari demokrasi negatif.

“Maka dari itu, kami terus melakukan pemahaman bagaimana regulasi dan ketentuan pelaksanaan pilkada,” kata dia.

Dia berharap, 50 disabilitas yang diberikan pemahaman ini dapat menjadi agen atau pelopor penyampai informasi kepada 607 daftar pemilih sementara (DPS) lainya di Kota Banjar.

(boip/bam’s)

Ingin Tiga Poin, Henhen Siap Kerja Keras

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Bek sayap Persib Bandung, Henhen Herdiana akan menampilkan permainan terbaiknya pada pertandingan kandang menghadapi Mitra Kukar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (8/4/2018).

Menurut Henhen, pada pertandingan pekan ketiga ini, seluruh pemin harus kerja keras untuk mengamankan kemenangan perdana di kompetisi Liga 1 2018. Karena sebelumnya, Persib selalu gagal mengamankan poin penuh.

Padahal pada dua pertandingan kontra PS TIRA dan Sriwijaya FC, tim Maung Bandung sudah unggul di babak pertama. Namun, saat memasuki babak kedua, kemenangan Persib harus buyar, karena tim lawan bisa mencetak gol.

“Kita perjuangkan, tidak bisa digmbarkanlah, intinya kita perjuangkan, bisa dilihat nanti pas di lapangan. Tapi perjuangan itu harus diaplikasikan, bukan hanya omongan saja. Itu namanya perjuangan,” tegas Henhen di Stadion GBLA, Kota Bandung, Kamis (5/4/2018).

Sebagai pemain, Henhen merasa banyak kekurangan yang ada pada dirinya, sehingga sebelum menghadapi Mitra Kukar, pemain asal Cijerah, Kota Bandung ini terus berusaha memperbaiki kelemahannya.

“Perbaiki kesalahan, lebih semangat, komunikasi di latihan. Daya juang dan komunikasi,” ucap Henhen.

(Arif/Bam’s)

Hadiri Kongres SBSI, Hasan Siap Bela Buruh dengan BogaGawe

0

BEKASI,FOKUSJabar.id: Hadiri Kongres Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di Asrama Haji, Pondok Gede, Kamis (5/4/2018), Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin (Kang Hasan) menyebut bahwa buruh berperan besar dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Menurut dia, buruh menjadi salah satu kekuatan penting pertumbuhan sektor ekonomi bangsa, dan harus diperjuangkan hak serta kesejahteraannya oleh pemerintah.

“Jumlah buruh di Indonesia itu sangat besar, perannya sangat vital. Saat ini masih banyak nasib buruh yang memprihatinkan dan perlu perhatian serius dari pemerintah,” kata Hasan.

Selain taraf kehidupannya, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) para buruh pun harus ditingkatkan.

Dia berharap, kualitas buruh di Indonesia semakin baik dan bisa bersaing secara global.

Sebagai calon pemimpin Jawa Barat, Hasan juga menginginkan masyarakat Jawa Barat memiliki pekerjaan yang layak dengan kualitas SDM yang mumpuni melalui berbagai program yang akan digulirkannya.

“Hasanah punya program Bogagawe, bukan hanya menyediakan lapangan kerja, tapi juga bagaimana SDM rakyat Jabar mampu memenuhi kebutuhan pasar,” jelas dia.

Melalui program tersebut, dirinya akan membangun SMK dan program setingkat Diploma terutama bidang keterampilan dan wirausaha. Selain itu, juga akan ditingkatkan volume latihan di bidang wirausaha.

“Kalau berbicara soal kemakmuran buruh, saya siap bela hak para buruh, dan menjadikan kehidupan buruh yang lebih bermartabat,” tegas Hasan.

(LIN)

Sebagai Jantung Kota Bandung, Kecamatan Bandung Wetan Terus Tingkatkan Kepuasan Warga

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Untuk mengukur kepuasan terhadap pelayanan yang diterima masyarakat, Kecamatan Bandung Wetan melakukan inovasi dengan membuat sistem Indeks Kepuasan Masyarakat Terpadu (IKAT). Sistem IKAT ini, merupakan salah satu upaya Kecamatan Bandung Wetan agar masyarakatnya puas atas pelayanan pemerintah.

Camat Bandung Wetan, Hilda Hendrawan menuturkan, pemerintah akan selalu memfokuskan pelayanan pada warga. Dan sejalan dengan perubahan zaman, pola pelayanan pun terus diperbaharui sehingga bisa lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan warga.

“Untuk itu kita membuat sistem IKAT ini untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan pemerintah. Kita sendiri membuat sistem IKAT ini karena wilayah Bandung Wetan merupakan jantung Kota Bandung sehingga memiliki karakteristik yang heterogen,” ujar Hilda saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Kamis (5/4/2018).

Hilda menambahkan, IKAT sendiri dijalankan berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. PermenPANRB itu mengatur tentang penyusunan instrumen survei untuk mengukur kepuasan publik.

“Jadi di dalamnya terdapat indikator-indikator yang dikeluarkan langsung dari kementerian mengacu pada ISO yang sudah ada standar SOP. Kami hanya mendata dan mengukur, apakah pelayanan kami sudah memuaskan atau tidak,” terangnya.

Kecamatan Bandung Wetan sendiri berposisi di jantung Kota Bandung dan memiliki luas 552 hektare yang terdiri dari tiga kelurahan. Yakni kelurahan Tamansari, Citarum, dan Cihapit serta termasuk kedalam wilayah padat penduduk dengan populasi 37.972 jiwa per Februari 2018.

Selain itu, Kecamatan Bandung Wetan pun menjadi lokasi hampir semua ikonik Kota Bandung. Mulai dari Gedung Sate yang menjadi Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Lapangan Gasibu, Fly Over Pasupati, hingga Teras Cihampelas dan Taman Jomblo. Begitu pun dengan beberapa kawasan wisata belanja, berada di wilayah Kecamatan Bandung Wetan. Seperti kawasan factory outlet di Jalan Riau dan Jalan Ir. H. Juanda (Dago).

“Dengan lokasi wilayah kami berada di pusat kota, ini membuat Kecamatan Bandung Wetan banyak menghadapi tantangan. Setiap sudut kota selalu disorot karena menjadi titik-titik pariwisata yang banyak dikunjungi pelancong sehingga kami memiliki tugas ekstra dalam mengelola wilayah. Karena itu kita terus berupaya meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah melalui IKAT itu,” tegasnya.

(ageng/bam’s)