spot_imgspot_img
Selasa 6 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8307

MGMP Seni Budaya SMA Garut Segera Gelar Seleksi FLS2N

0
(FOKUSJabar/Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) kerja bareng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMA Kabupaten Garut, Kamis (19/4/2018) mendatang akan menggelar seleksi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2018,  di Kampus Musadaddiyah Garut.

Kegiatan tersebut mengusung tema “ Seni Inspirasi Ketauladanan,” dengan sasaran siswa kelas X dan XI.

Menurut Ketua Pelaksana FLS2N 2018, Agus Darsono, penyelenggaraan seleksi untuk meningkatkan kualitas siswa dalam bidang seni sekaligus menggali potensi.

Selain itu, memilih perwakilan Kabupaten Garut untuk ajang seleksi tingkat Provinsi, selanjutnya mewakili ke tingkat nasional.

“ FLS2N untuk meningkatkan kualitas seni, menggali potensi sekaligus memilih perwakilan siswa untuk seleksi ke tingkat Provinsi Jawa Barat,” kata Agus, Rabu (4//4/2018).

Kategori yang dilombakan,  lanjut dia, Puisi putra-putri, Gitar Solo (putra-putri), Tari Kreasi berpasangan, Teater/Monolog (putra-putri), Solo Vocal (putra-putri), Cipta Puisi (putra-putri), Desain Poster (putra-putri), Seni Kriya (putra-putri) dan Film Pendek Kelompok.

Kriya  adalah kegiatan seni yang menitik-beratkan kepada keterampilan tangan dan fungsi untuk mengolah bahan baku yang sering ditemukan di lingkungan menjadi benda-benda yang tidak hanya bernilai pakai, tetapi juga bernilai estetis.

“ Kriya bisa berbentuk karya dari tanah, batu, kain, logam ataupun kayu. Kami berharap, kegiatan ini dapat memacu siswa untuk mengasah keterampilan dalam berkesenian,” pungkas Agus.

(Andian/Bam’s)

Jadi Komplotan Curanmor, Tiga Pria Tua Bangka Dibekuk Polisi

0

TASIKMALAYA, FOKUSjabar.co.id: Polres Tasikmalaya Kota membekuk tiga lelaki lanjut usia anggota komplotan pencuri sepeda bermotor. Tiga lelaki yang sudah mau masuk liang lahat itu adalah AZ (56) warga Kampung Mulyasari, Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamanasari, DS(60) warga Sukaraja dan DN warga Kampung Sinagsari, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

”Memang benar kami telah membekuk para tersangka dalam rentang waktu satu bulan terakhir ini. Para tersangka itu melakukan aksinya dari berbagi wilayah hukum polres Tasikmalaya mereka memang sudah target kita,” kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf dalam siaran persnya, Rabu (04/04/2018).

Modus tersangka dalam melakukan aksinya yakni engincar sepeda motor yang terparkir di dalam rumah. Saat pemiliknya terlelap atau lengah  para pelaku langsung membobol rumah dan membawa kabur sepeda motor.

Dari pengakuan para tersangka , motor hasil pencurian dijual ke seorang penadah di Tasikmalaya dengan harga Rp. antara Rp 1,5-Rp2  juta per unit.

(DAR)

Sesepuh Kampung Mahmud Doakan yang Terbaik

0
Kampung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Salah satu Sesepuh Kampung Mahmud Kyai Syafii mendoakan sekaligus memberikan dukungan kepada Cagub-Cawagub nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah).

Sesepuh Pesantren Mahmud, Cigondewah itu mengaku akan mendukung niat baik Hasan untuk membangun masyarakat dan Jawa Barat yang lebih maju.

Dia meyakini bahwa Hasan mampu membawa perubahan lebih baik dan menyejahterakan masyarakat Jabar.

“Abah doakan yang terbaik untuk Kang Hasan bersama Kang Anton memimpin Jabar,” kata dia di Pesantren Mahmud, Cigondewah, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu, (4/4/2018).

Terkait program Rp1 trilyun untuk pesantren yang digulirkan Hasanah, dirinya siap mendoakan agar program tersebut bisa tercapai dan mampu mengembangkan kegiatan positif di pondok pesantren seluruh Jawa Barat.

BACA JUGA: KAI Layani Pulang Kampung Untuk Perjalanan Dinas dan Bisnis

“Kalau soal program, Abah aminkan, semoga terkabul agar pesantren pun mendapat perhatian dari pemerintah,” kata dia.

Sementara itu, Hasan yang datang bersama Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengaku siap menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat Jawa Barat dan merealisasikan 7 program unggulan yang digulirkan, salah satunya program Rp1 trilyun untuk pesantren.

“Pondok pesantren itu salah satu wadah pembentuk moral bangsa dan program Rp1 trilyun untuk pesantren akan segera saya realisasikan setelah saya dilantik jadi Gubernur,” tegas dia.

Untuk diketahui, Hasanah mempunyai 7 program unggulan untuk membangun Jawa Barat lima tahun kedepan, yakni Bogagawe, Jabar Sebeuh, Jabar Cageur, Imah Rempeug, Sakola Gratis, Turkamling dan Budaya serta Molotot.com.

(LIN)

Gomez Segera Putuskan Nasib Pemain Seleksi

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez menuturkan, akan segera memberikan kepastian terkait dua pemain yang saat ini sedang mengikuti seleksi.

Menurut Gomez, waktu untuk memantau Ahmad Rajendra dan Paul Yohanes Yukey sangat mepet, karena batas akhir pendaftaran pemain tahap pertama akan ditutup 5 April 2018 besok.

” Besok saya beritahu kalian. Kita mungkin punya dua trial, mungkin saja ada yang saya ambil,” kata Gomez di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (4/4/2018).

Pelatih berusia 61 tahun ini membeberkan kriteria pemain yang dibutuhkan. Diantaranya, si-pemain harus berkualitas. Artinya, masalah usia tidak menjadi patokan.

” Tidak peduli muda atau tua, tapi yang mengerti soal taktik dan gelandang yang bisa ‘bicara’ kepada pemain lain.  Artinya, pemain yang bisa mengingatkan kapan untuk naik menyerang atau kapan untuk mundur,” ucapnya.

(Arif/Bam’s)

Pemain Asal Papua Ikut Seleksi di Persib

0
(FOKUSJabar/Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung masih mencari pemain tambahan di posisi gelandang, saat ini ada dua pemain seleksi yakni Ahmad Rajendra dan Paul Yohanes Yukey.

Paul Yohanes Yukey yang baru mengikuti seleksi pada Rabu (4/4/2018) di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, mengaku masih merasa canggung untuk menjalankan program.

“Serius tapi cuma sedikit capai. Gugup, ketemu senior senior yang sudah berpengalaman,” kata Paul di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (4/4/2018).

Mantan Yahukimo FC ini menambahkan, bermain untuk Persib merupakan kebanggaan bagi pemain. Sehingga, pemain berusia 27 tahun ini akan berusaha habis-habisan menampilkan permainan terbaiknya.

“Memang panggilan, untuk mencoba, kesempatan harus dicoba (walau belum pasti). Harus bersaing, kalau main harus bersaing, tidak takut tapi gugup,” jelasnya.

(Arif/Bam’s)

Kinerja Soler Disoal Bobotoh

0
(FOKUSJabar/Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Saat Persib Bandung menggelar latihan di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (4/4/2018), beberapa Bobotoh melakukan aksi dengan memasang Spanduk bertuliskan “Soler Out There Are Still A Lot Better.”

Aksi yang dilakukan sebagian Bobotoh tersebut merupakan bentuk protes atas kinerja Fernando Soler. Selain itu menurut Arkan salah seorang peserta aksi, status Soler di Persib juga dipertanyakan.

Karena sebelumnya nama Soler ditulis sebagai interpreter atau juru bahasa, dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) Persib menghadapi Sriwijaya FC, Minggu (1/4/2018).

“Kalau soler itu sebagai penerjemah. Mending pake penerjemah profesional saja. Seperti Luis Milla di timnas,” katanya.

“Kalau saya baca berita ucapan Soler suka gak ngerti. Saya takutnya Gomes ngomong A, diterjemahkan Soler juga A tapi keterima sama pemainnya jadi B karena Soler ngomongnya gak jelas,” jelasnya.

Soler sendiri bersetatus sebagai asisten pelatih, jika benar Soler bekerja sebagai asisten, maka kinerjanya dianggap gagal. Karena, banyak pemain yang tidak dikenal yang mengikuti seleksi di Persib.

“Katanya Soler juga sebagai yang mengenalkan sepakbola Indonesia ke Gomez. Tapi menurut saya gagal, Buktinya rekrutannya gak ada yang bener,” ungkapnya.

(Arif/Bam’s)

Dewa: Perpindahan Perdagangan dari Konvensional ke Online Sangat Besar

0
Dewa Eka Prayoga di UPI Bandung. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pebisnis sukses asal Kota Bandung, Dewa Eka Prayoga mengatakan, perpindahan perdagangan dari konvensional ke dalam jaringan (daring/online) sangat besar.

Bahkan, katanya, perpindahan perilaku seperti itu membuat banyak toko di Bandung bahkan di Jakarta tutup. Tapi, bukan karena tidak ada pembeli tetapi perilaku jual beli berpindah ke belanja online.

“Bukan tidak ada pembeli tapi pembelinya pindah ke online. Karena ada pergeseran perilaku dari konvensional ke online, ini jumlahnya sangat besar. Karena serba online,” kata Dewa di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Rabu (4/4/2018).

Menurutnya, pada tiga tahun yang lalu pengguna media sosial di Indonesia tidak mencapai 50 juta orang. Tapi sekarang jumlahnya meningkat dengan cepat bahkan lebih dari 100 juta orang.

“Makanya sekarang kan ada ojek online. Beli apa-apa kita tinggal nunggu di rumah sambil tiduran, barang yang kita mau datang dianterin ke rumah kita. Karena semua sudah lewat Handphone, pesan sesuatu ya, di Handphone aja,” ujar Dewa.

Maka dari itu, katanya, untuk menghadapi dunia yang serba digital para peggiat bisnis harus lebih kreatif dan mampu bermedia sosial.

Dewa sendiri membentuk suatu Komunitas Jago Jualan dengan anggota sudah melebihi 1.200 orang. Pada tanggal 13-15 April 2018 mendatang Komunitas Jago Jualan akan menggelar seminar bisnis di Gymnasium UPI Bandung.

Seminar tersebut, kata Dewa, akan dihadiri oleh 10 ribu peserta dan menghadirkan 15 pemateri yang berkompeten di bidang bisnis tanpa di pungut biaya.

(Ibenk/Bam’s)