spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8096

Ratusan Alat Peraga Paslon Gubernur Diamankan

0
Ratusan Alat Peraga Paslon Gubernur Jabar Dibongkar (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Ratusan alat peraga sosialisasi berupa spanduk, baliho, umbul-umbul dan billboard para pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat ditertibkan  Panwaslu Kota Tasikmalaya.

Ratusan alat sosialisasi yang melanggar PKPU tersebut satu persatu dicabut dan dibongkar oleh tim gabungan yang terdiri dari Panwaslu Kota Tasikmalaya, Dinas Pol PP, PUPR, Dinas Perhubungan bersama KPU serta Kepolisian Tasikmalaya Kota. Setelah dibongkar, selanjutnya diamankan di Panwascam dan di Sekretariat Panwaslu Kota Tasikmalaya, Jalan Cendramerta 137 BRP Kelurahan Panglayungan Kec.Cipedes Kota Tasikmalaya.

Ketua Panwaslu Kota Tasikmalaya Rino Sundawa Putera mengatakan, pembongkaran ratusan alat peraga sosialisasi para calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang terpasang di berbagai sudut kota disinyalir tidak sesuai ketentuan yang diatur dalam PKPU RI.

”Sesuai aturan PKPU dan intruksi Bawaslu Provinsi, alat-alat peraga sosialisasi para calon Pilgub Jabar yang terpasang sebelum masa kampanye dimulai, wajib ditertibkan karena melanggar PKPU Nomor 4 Tahun 2017,” ujar Rino saat pembongkaran alat sosialisasi di Jalan Yudanegara, Kamis (15/02/2018).

”Sebenarnya jadwal kampanye sudah dimulai tanggal 15 pebruari hari ini, tapi alat peraga tersebut sudah terpasang jauh-jauh hari sehingga tidak sesuai konten kampanye. Misalnya, tidak ada nomor pasangan calon, konten masih tertulis bakal calon dan sebagainya,” tutur Rino.

Rino pun merinci, dalam penertiban dan pembongkaran hari ini sedikitnya ada 640 alat peraga sosialisasi yang berhasil diamankan dari berbagai lokasi di Kota Tasikmalaya dan disimpan di sekretariat Panwaslu.

(Seda/DH)

Bow Senang Bisa Dipercaya Timnas U-23

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Febri Haiyadi alias Bow masuk daftar pemain timnas Indonesia U-23 yang dirilis PSSI. Febri kembali dipanggil timnas yang akan menggelar pemusatan latihan di Jakarta 18 hingga 26 Februari 2018, sebagai persiapan sebelum Asian Games 2018 cabang olah raga sepak bola.

Pada daftar yang dirilis, pelatih Timnas, Luis Milla memasukan Febri Hariyadi. Tentunya  Bow mengaku bersyukur, pasalnya menjadi bagian dari skuad Garuda tidak mudah dan tidak semua pemain bisa berkostum Timnas.

“Ya pertama tama saya ucap syukur bisa kemabali lagi, bisa dipanggil lagi, saya bisa berikan lebih lagi untuk Timnas,” kata Febri, Kamis (15/02/2018).

Sebagai pemain, pemain yang menggunakan nomor punggung 13 ini siap menampilkan permainan terbaiknya bagi Timnas. “Ya karena ini panggilan negara jadi apa boleh buat harus meninggalkan tim. Yang jelas saya di sana juga bukan liburan, bukan main-main, bawa negara dan berikan yang terbaik,” pungkasnya.

(Arif/DAR)

Pemain Asing dari Eropa dan Amerika Latin Disukai Gomez

0
ilustrasi (web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez memiliki kriteria untuk mendatangkan pemain asing yang akan direkrutnya, salah satunya yakni asal negara dari legiun asing tersebut.
Pelatih yang mengantarkan Johor Darul Ta’zim meraih gelar juara Piala AFC 2015 ini menuturkan, mayoritas pemain import yang biasa didatangkan olehnya berasal dari negara Eropa dan Amerika Latin.
“Buat saya sendiri, pemain itu haruslah berasal dari Argentina, Brasil, lihat juga ranking di lima besar. Tidak apa-apa kalau Sudan juga lebih,” kata Gomez.
“Tapi jika ditanya, saya akan lebih senang bekerja dengan pemain dari Argentina, Brasil, Paraguay, Uruguay, Chile, Italy, Spanyol. Saya hanya main dengan pemain yang saya kenal,” tambahnya.
Selain mencari pemain berkualitas untuk direkrut, pelatih asal Argentina ini juga melihat attitude dari pemain incarannya. Karena, menurutnya jika pemain tersebut memiliki sikap yang disiplin, akan berdampak positif juga bagi tim.
“Saya hanya main dengan pemain yang saya kenal. Karena saya tahu kondisi dan kakarternya, tidak hanya melihat dari video tapi harus kenal dengan pemain itu. Penting juga apakah dia orang yang baik atau tidak,” jelasnya.
(Arif/DH)

Gomez Tak Masalah dengan Regulasi Pemain Asing

0
ilustrasi (web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kompetisi Liga 1 2018 akan bergulir pada Maret mendatang. Menjelang bergulirnya kompetisi tertinggi sepak bola nasional ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) menerapkan regulasi baru terkait pemain asing yang bisa bermain.
Regulasi yang diterapkan untuk musim 2018 ini salah satunya yakni tidak semua pemain asing dari Afrika bisa berlaga di Liga 1, hanya lima negara yang pemainnya bisa bermain yakni Tunisia, Mesir, Kongo, Aljazair, dan Sudan.
Pemain dari kelima negara tersebut tidak otomatis bisa berlaga di kompetisi Liga 1 2018, karena sebelumnya mereka harus bermain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola di negaranya.
Sedangkan bagi pemain asing dari negara Afrika lainnya masih berpeluang bermain di Liga 1, namun sebelumnya mereka harus bermain dulu di kompetisi sepak bola di negara Eropa.
Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez tidak mempermasalahkan adanya regulasi tersebut, karena operator kompetisi pasti memiliki tujuan positif dengan regulasi anyar ini.
Selain itu, pemain Persib yang sudah dimiliki saat ini yakni Bojan Malisic, Ezehiel N’douassel, Oh In-Kyun dan Michael Essien seusai dengan regulasi yang diterapkan oleh operator kompetisi.
“Kita sudah punya untuk pemain asing. Kita mengikuti saja apa yang Liga berlakukan, itu memang urusan mereka,” kata pelatih asal Argentina ini.
(Arif/DH)

Kondisi Kim Mulai Membaik 

0
ilustrasi (web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan kembali terlihat menjalankan program latihan  di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (15/2/2018).
Pemain bernomor punggung 23 ini berlatih terpisah dan ditemai fisioterapis tim Maung Bandung, Benidektus Adi Prianto. Persib berlatih lebih dulu di Lapangan Progresif, Kota Bandung.
Menurut Kim sesi latihan tersebut merupakan yang pertama dengan menggunakan bola, sebelumnya dia hanya menjalankan program pemulihan pasca mengalami patah tulang fibula.
“Ini latihan pertama menggunakan bola,” ucap Kim saat ditemui diPersib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (15/2/2018).
Adik ipar Irfan Bachdim ini menuturkan, cedera yang dialaminya sudah berangsur membaik. Dia berharap bisa kembali berlatih dengan tim Persib, apalagi kompetisi Liga 1 2018 akan segera bergulir.
“Mudah-mudahan bisa segera berlatih dengan tim. Doakan saja,” ucap Kim.
(Arif/DH)

Terima Delegasi Laos, DPRD Jabar Bicarakan Prosedur Pembuatan Perda

0
Anggota DPRD Jabar R Yunandar Eka Prawira (Foto: IST)
Anggota DPRD Jabar R Yunandar Eka Prawira (Foto: IST)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: DPRD Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan Delegasi Study National Assembly Laos di bidang Justice Committee, pada Kamis (15/2/2018). Delegasi yang terdiri dari enam orang ini dipimpin Mr. Kham Pheng Vilaphane.

Ke enam delegasi itu diterima Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP Perda) R Yunandar Eka Perwira dan Sekretaris Dewan Daud Achmad serta Pejabat Struktural di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk bertukar informasi terkait pengawasan lembaga legislatif terhadap kinerja pemerintah yang dilaksanakan di kedua negara.

“Mereka di sana baru membentuk DPRD tingkat provinsi dan mereka ingin belaja, seperti apa proses-proses yang ada di DPRD di Indonesia dengan harapan bisa diterapkan di sana,” kata Yunandar di ruang Bamus DPRD jabar, Kamis (15/2/2018).

Kunjungan tersebut pun menjadi bahan pertimbangan bagi mereka di sana untuk membuat sistem bagaimana DPRD bisa menjadi bagian dari pemerintahan di Laos. Selain membahas tentang pengawasan terhadap pemerintahan, pihaknya menjelaskan beberapa hal yang menyangkut tugas dan fungsi kedewanan. Salah satunya terkait prosedur pembentukan peraturan daerah dan prosedur penerimaan apirasi dari masyarakat.

“Ada beberapa hal yang mereka tanyakan ke kami, di antaranya prosedur pembuatan peraturan daerah dan prosedur penerimaan aspirasi serta keluhan dari masyarakat,” jelas dia.

Yunandar menyebut bahwa ada kemiripan antara Indonesia dan Laos, terutama dalam sektor pariwisata, dan itu bisa menjadi awal yang baik untuk menjalin kerja sama. Indonesia punya banyak tempat pariwisata dan mereka (di Laos) sedang mengembangkan sektor pariwisata.

Untuk kerja sama seperti Sister Province, Jawa Barat saat ini telah banyak memiliki pengalaman,seperti Sister Province yang telah dilaksanakan dengan Australia Selatan, kemudian Cina, Jepang, Belgia, dan beberapa negara di Benua Afrika.

Dalam pertemuan tersebut, Mr. Kham Pheng Vilaphane menyampaikan apresiasi dan kesan positif atas sambutan yang hangat dari DPRD Provinsi Jawa Barat dan berharap lewat kerja sama itu akan semakin mengeratkan hubungan antar Indonesia dan Laos.

(LIN)

DPRD Jabar Bersama Dirjen Perhubungan Darat Ganti Tanjakan Emen Jadi Tanjakan Aman

0
Rombongan Komisi IV DPRD Jabar saat Mengunjungi Lokasi Kecelakaan di Tanjakan Emen (foto IST)
Rombongan Komisi IV DPRD Jabar saat Mengunjungi Lokasi Kecelakaan di Tanjakan Emen (foto IST)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Komisi IV DPRD Provinsi Jabar meninjau langsung lokasi kecelakaan bus maut di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang. Dipimpin Ketua Komisi IV Ali Hasan, rombongan DPRD menuju lokasi tersebut, Rabu (15/2/2018).

Untuk diketahui, bus maut yang terguling di Tanjakan Emen, Sabtu (10/2/2018) lalu itu menelan korban jiwa hingga 27 orang. Kunjungan Komisi IV itu bersamaan dengan ispeksi yang dilakukan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiadi.

Di lokasi, anggota DPRD Jabar, Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Wilayah III Agus Budiono, Kepala Balai Perhubungan Cirebon Diding serta masyarakat Kampung Aster melakukan doa bersama, tahlil dan membaca Yasin.

Wakil Ketua Komisi IV Daddy Rohanady mengatakan, tanjakan tersebut memang rawan kecelakaan. Selain karena tikungannya tajam, ruas jalan tersebut pun kemiringannya cukup curam. Menurut dia, tanjakan tersebut harus dilengkapi beberapa sarana pengamanan, seperti rambu peringatan atau semacam rambu save-front.

“Ke depan di ruas jalan itu akan dibangun areal penyelamatan darurat. Bahkan saat ini tengah disusun perencanaan untuk jalur alternatif,” kata Daddy Rohanady.

Semua itu, kata dia, dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan, khususnya di lokasi sama, dan umumnya di sepanjang ruas jalang yang cukup panjang itu.

“Kami bersama Pak Dirjen Perhubungan Darat pun sepakat mengganti nama Tanjakan Emen itu menjadi Tanjakan Aman,” tutur dia.

Untuk diketahui, nama Emen (yang digunakan nama jalan) adalah nama panggilan seorang Purnawirawan TNI bernama Taslim. Pada tahun 1965 dia (Taslim) mengalami kecelakaan di tanjakan tersebut hingga meninggal dunia. Keluarga Taslim keberatan nama Emen (Taslim) selalu dikaitkan dengan kecelakaan yang terjadi. Mereka menilai seolah-olah Emen memberi andil pada kecelakaan tersebut.

(LIN)