spot_imgspot_img
Jumat 16 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8066

Ups! Diduga Selewengkan Uang Pengamanan Pilkada, Kapolres Sanggau Dipecat

0
ilustrasi (web)

KALIMANTAN BARAT, FOKUSJabar.id: Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sanggau, Kalimantan Barat Ajun Komisaris Besar Rachmat Kurniawan dimutasi dari jabatannya. Rachmat diduga menyalahgunakan anggaran pengamanan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar 2018 yang dialokasikan ke Polres Sanggau.

Perintah mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri nomor ST/1660/VII/KEP/2018 tertanggal 5 Juli 2018. Kini Rachmat ditempatkan di Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar.

Melansir CNN, Jumat (13/7/2018), Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Inspektur Jenderal Martuani Sormin mengatakan pihaknya bersama Bidang Propam Polda Kalbar tengah melakukan penyelidikan, terkait dugaan pelanggaran penyalahgunaan anggaran pengamanan Pilkada Kalbar tersebut.

“Kami melakukan pemeriksaan Paminal (Pengamanan Internal) untuk pembuktian pelanggarannya,” kata Martuani saat dikonfirmasi, Kamis (12/7/2018).

Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal membenarkan soal mutasi Rachmat.

Menurut Iqbal, mutasi dilakukan lantaran Rachmat diduga melakukan kesalahan dalam mengatur anggaran yang dialokasikan ke Polres Sanggau.

“Kapolres (Sanggau) diduga salah dalam manajemen dukungan anggaran selaku kuasa pengguna anggaran di Polres Sanggau,” kata di Mabes Polri.

Jabatan yang ditinggalkan Rachmat akan diisi oleh Ajun Komisaris Besar Imam Riyadi yang dimutasi dari jabatan Kapolres Kapuas Hulu, Kalbar

(Agung)

bjb Salurkan KUR bagi UMKM di HARKOPNAS

0
foto : DCS bjb

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Dalam memperingati Hari Koperasi Nasional PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) ikut terlibat dengan melakukan Dukungan dalam bentuk penyaluran KUR terhadap pelaku UMKM.

Kedudukan koperasi di Indonesia diakui telah banyak memberi sumbangsih bagi kemajuan ekonomi bangsa, terutama ekonomi kerakyatan. Walaupun terdapat ribuan koperasi yang mati suri, namun tidak sedikit koperasi yang kini menjadi badan usaha besar dan maju.

Banyak koperasi yang mampu menyejahterakan anggotanya. Beberapa koperasi bermitra dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam menjalankan bisnisnya. Sebagai apresiasi terhadap koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia, maka diperingati Hari Koperasi Nasional setiap tahunnya.

Tahun ini, peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 digelar di Tangerang. Bertempat di Nusantara Hall, Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Provinsi Banten, pada 12 Juli 2018 lalu. Kegiatan ini mengambil tema “Penguatan Koperasi Mendorong Ekonomi Nasional”. Acara diisi acara expo selama empat hari sejak 12 hingga 15 Juli 2018.

Hadir Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada pembukaan acara, beserta jajaran menteri terkait. Presiden berkesempatan meninjau dan melihat secara langsung produk dan kegiatan koperasi, UMKM, serta perbankan nasional yang ikut pada pameran tersebut. Selain menghadiri acara, Jokowi juga melakukan sosialisasi pajak penghasilan (PPh) bagi UMKM sebesar 0,5%.

Pada Harkopnas Expo 2018 tahun ini, bank bjb juga ikut menjadi peserta bazaar. Dalam kesempatan tersebut bank bjb bersama tiga bank BUMN penyalur kredit usaha rakyat (KUR) berkesempatan menyerahkan secara simbolis penyaluran KUR kepada pelaku UMKM. Simbolisasi penyerahan KUR dilakukan oleh Pemimpin Divisi Kredit UMKM bank bjb Arief Setyahadi. Penyerahan diterima langsung oleh Karyudin dan Robby Kharisma, masing-masing senilai Rp50 juta. Adapun usaha yang dijalankan adalah budidaya ikan lele.

Diketahui, tahun ini bank bjb dipercaya menyalurkan KUR sebesar Rp1,1 triliun. Masyarakat yang dapat menikmati fasilitas KUR dari bank bjb adalah pelaku usaha perorangan atau badan usaha pada skala mikro, kecil dan menengah. Meliputi seluruh sektor ekonomi produktif dengan jenis usaha produksi, perdagangan maupun jasa, dengan usaha telah berjalan minimal enam bulan. Keberpihakan bank bjb kepada UMKM tak lepas dari peran sektor ini dalam memajukan ekonomi bangsa. UMKM hingga kini masih menjadi sektor usaha produktif, penopang stabilitas ekonomi Indonesia.

Melihat sisi kuantitas, dari tahun ke tahun UMKM terus meningkat. Ini menjadi penanda bahwa jenis usaha UMKM masih menjadi primadona bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan. Di sisi lain berbagai tantangan besar terus dihadapi pelaku UMKM. Bukan hanya terkait permodalan, tetapi juga tantangan dalam hal mengelola usahanya.

Dalam perjalanannya, bank bjb tak sekedar menyalurkan sebagian besar platform kreditnya kepada UMKM, tetapi juga terlibat secara aktif memberi pembinaan. Melalui program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT), disamping itu bank bjb mengedukasi pelaku UMKM agar memiliki kemampuan manajerial dan keuangan yang baik. Dengan harapan pelaku UMKM bisa bersaing secara global.

(HW)

Nah Loh! Tendang Seorang Ibu di Mini Market, Oknum Polisi Babel Dipecat

0
Foto: web

BANGKA BELITUNG, FOKUSJabar.id: Ajun Komisaris Besar Yusuf dimutasi setelah melakukan aksi penendangan serta pemukulan terhadap dua orang ibu dan seorang anak. AKBP Yusuf dipecat dari jabatannya, Kepala Subdirektorat Kilas Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Bangka Belitung.

Melansir CNN, Aksi Yusuf tersebut terekam dalam sebuah video yang kini viral di media sosial. Dalam rekaman itu Yusuf terlihat beberapa kali menendang seorang ibu paruh baya yang duduk bersimpuh.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan pencopotan Yusuf dilakukan setelah aksi tersebut diketahui oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Kapolri marah dan mencopot AKBP Y hari ini juga. AKBP Y tidak mencerminkan polisi yang Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya),” kata Iqbal, Jumat (13/7/2018).

Yusuf kini telah dimutasi dari jabatannya ke perwira menengah di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Babel berdasarkan Surat Telegram Kapolda Babel Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018. Jabatannya akan diisi oleh AKBP Steyvanus Saparsono.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Abdul Mun’im mengatakan Aksi penganiayaan yang diduga dilakukan Yusuf terhadap dua orang ibu dan seorang anak tersebut diduga karena dilatarbelakangi oleh aksi pencurian.

(Agung)

Memasuki Musim Kemarau, Ini Pesan BPBD Kota Tasikmalaya

0
Yudi Kustiadi (fokusjabar - Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mewaspadai kebakaran maupun titik-titik api yang akan timbul seiring masuknya musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Yudi Kustiadi mengatakan, berdasarkan perhitungan BMKG khususnya di Jawa Barat, saat ini sudah memasuki perubahan musim dari penghujan ke kemarau. Untuk itu, masyarakat harus mewaspadai dampak dari musim kemarau.

BACA JUGA:

Pusluhtan RI Perkuat Ketahanan Pangan di Kabupaten Garut

” Seperti biasa jika memasuki musim kemarau perlu diwaspadai munculnya titik-titik api, kebakaran termasuk sulitnya air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, cuci dan kakus,” ungkap Yudi Kustiadi, Jumat (13/7/2018).

Pihaknya pun sudah mengantisipasinya dengan melakukan pemantauan kondisi ke lapangan. Semisal, mengecek titik-titik api dan lainnya. Hal tersebut sebagai bentuk kewaspadaan dini. Pasalnya, yang namanya bencana tidak bisa diprediksi.

Yudi menambahkan, musim kemarau rumput-rumput di sekitar kita mengering sehingga gampang terbakar.

” Tolong masyarakat jangan sembarangan membuang puntung rokok dan berhati-hati jika membakar sampah. Karena, kebakaran itu tidak hanya terjadi karena faktor alam saja tetapi oleh manusia itu sendiri,” terang Yudi.

Menurut dia, ada tiga wilayah di Kota Tasikmalaya yang masuk zona merah rawan munculnya titik-titik api.

” Kita sudah petakan tiga kecamatan yang rawan muncul titik api. Yakni, Kecamatan Tamansari, Kawalu dan Cibeureum. Karenanya, kami minta para relawan BPBD yang berada di tiga kecamatan lebih meningkatkan kewaspadaan dengan terus melakukan pemantauan titik-titik api di lapangan,” pintanya.

Lanjutnya, sejak memasuki kemarau sudah ada warga yang meminta dan melapor ke BPBD untuk disuplai air bersih.

” Memasuki musim kemarau, sudah ada daerah yang mengalami kekeringan. Kami siap jika masyarakat meminta untuk disuplai air bersih dan itu pun sudah kita laksanakan,” pungkasnya.

(Seda/Bam’s)

Gus Mus Sarankan Aher Perkenalkan Diri ke Masyarakat Indonesia

0

REMBANG, FOKUSJabar.id : Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) kharismatik dari Rembang Mustofa Bisri (Gus Mus) memuji kesuksesan Ahmad Heryawan (Aher) membangun Jawa Barat selama menjadi Gubernur Jabar.

Gus Mus pun menyarankan agar Aher memperkenalkan diri pada masyarakat agar mengenal sosok penyabet ratusan penghargaan nasional dan internasional itu.

“Aher sudah membuktikan sebagai Gubernur di Jawa Barat, dan warga Jabar sudah tahu sosok Aher dengan segudang prestasinya. Tinggal bagaimana Aher mengenalkan diri kepada masyarakat Indonesia,” kata Gus Mus seusai bertemu Aher di kediamannya, Jalan Mustofa Bisri nomor 1 Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (13/7/2018).

Menurut Gus Mus, orang yang akan memimpin Indonesia di masa datang harus mengenal dan paham kepentingan Bangsa Indonesia.

“Yang pertama ya harus bisa memimpin, harus mengenal Indonesia, serta mengerti kepentingan rakyat dan Bangsa Indonesia,” jelas dia.

Saat ini, kata dia, sudah banyak bermunculan kandidat Presiden dan Wakil Presiden (Capres/Cawapres). Gus Mus menilai, siapa pun warga negara Indonesia boleh mencalonkan diri dan biarkan rakyat yang akan menentukan.

” Seperti pak Aher dulu menjadi Gubernur Jabar karena dipilih rakyat. Orang akan melihat kalau orang itu (capres/cawapres) konsen terhadap rakyat Indonesia, bangsa Indoneaia. Jika sudah begiti, pasti rakyat akan setuju,” bebernya.

Sementara itu, Aher mengaku mendapatkan tips luar biasa untuk menata kehidupan lebih baik dan sehat dari pertemuannya.

“Ternyata beliau (Gus Mus) itu punya kebiasaan menyisakan waktunya sebulan (di bulan Ramadhan) untuk merawat diri dan mengenali dirinya secara mendalam. Nah di bulan Ramadhan itu Gus Mus tidak banyak jadwal, jadwalnya sesukanya,” kata Aher.

Tidak heran jika di usianya yang ke 73 Gus Mus selalu terlihat segar dan bugar. Tidak hanya itu, Gus Mus pun selalu melontarkan bahasa-bahasa yang membuat lawan bicaranya tercerahkan, bahkan bahagia.

” Saya berkesimpulan bahwa tidak mungkin kita sampai pada kebahagiaan jasmani, wajah dan kebahagiaan berkata-kata tanpa kebahagiaan rohani,” jelas Aher.

Aher berharap orang seperti Gus Mus diperbanyak oleh Alloh SWT. Sehingga lebih banyak lagi orang bisa dicontoh oleh dirinya dan semua masyarakat Indonesia.

(LIN)

Bocorkan Rencana Kerjasama dengan Cina, Kapolres Ketapang Dicopot

0
Foto: web

JAKARTA, FOKUSJABAR.co.id: Ajun Komisaris Besar Sunario dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (13/7).

Pencopotan Sunario dilakukan menyusul rencana kerjasama antara Polres Ketapang dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangzu Resor Suzhou.

Rencana tersebut diketahui setelah sebuah foto plakat bertulisan ‘Kantor Polisi Bersama’ hasil kerja sama Polres Ketapang dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangzu Resor Suzhou menjadi viral di media sosial.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal, mengatakan kewenangan untuk menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian negara lain hanya berada di Mabes Polri.

“Kapolres Ketapang akan dibebastugaskan dari jabatannya yang sekarang. Apa yang dilakukan Kapolres itu tidak sesuai mekanisme yang ada di Polri. Hari ini juga Kapolres dipindahkan sebagai Pamen (Perwira Menengah) di Polda Kalimantan Barat,” kata Iqbal, seperti dilansir CNN.

Pencopotan Sunario dilakukan berdasarkan Surat Telegram Kapolri nomor ST/1726/VII/KEP/2018 tertanggal 13 Juli 2018. Ia dimutasi menjadi Perwira Menengah di Polda Kalimantan Barat.

Jabatan Kapolres Ketapang pun diserahkan kepada Ajun Komisaris Yury Nurhidayat yang sebelumnya menjabat Kapolres Singkawang.

Iqbal menyatakan kerja sama antara Polres Ketapang dan kepolisian Shuzou belum terjalin hingga saat ini. Sunario mengaku pihaknya menolak ajakan kerja sama kepolisian Shuzou karena menunggu persetujuan Mabes Polri.

(Agung)

Anggota Pasukan Perdamaian Indonesia Meninggal di Sudan

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJABAR.co.id : Seorang anggota Pasukan Penjaga Perdamaian (Peacekeepers) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Indonesia di kabarkan tewas di sudan. Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi pun menyampaikan bela sungkawa.

Praka Nasri bin Bahri, meninggal dalam kecelakaan di El Geneina, Darfur, Sudan, Rabu (4/7/2018).

Nasri merupakan satu dari personel Indonesia yang tergabung dalam Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa Uni Afrika di Darfur (UNAMID). Berita duka pertama kali diutarakan Menlu RI Retno Marsudi melalui akun Twitternya.

“Duka cita saya yang mendalam atas meninggalnya Praka Nasri bin Bahri yang gugur dalam kecelakaan saat menjalankan tugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian (Peacekeepers) PBB asal Indonesia di UNAMID (Darfur),” tulis Menlu Retno lewat akun Twitter resminya, Jumat (13/7/2018).

Retno mengatakan jenazah Nasri sudah tiba di Tanah Air sejak Kamis malam. Setibanya di Indonesia, Retno memaparkan, pria asal Palembang itu akan dikembalikan kepada keluarga di kampung halaman.

Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Febrian Alphyanto Ruddyard, mengatakan Nasri meninggal saat mengendarai mobil kontingen Indonesia bersama dua rekannya.

“Nasri meninggal saat bertugas dalam kecelakaan mobil. Sementara dua rekannya selamat meski mengalami cedera dan luka,” kata Febrian, seperti dilansir CNN.

(Agung)