spot_imgspot_img
Kamis 15 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kekeringan Meluas ke 10 Kecamatan di Pangandaran, 30 Ribu Warga Terdampak

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kian meluas. Krisis air bersih kini menerjang seluruh 10 kecamatan yang ada di Pangandaran.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran masih mempertahankan status siaga bencana sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemkab belum menaikkan status menjadi tanggap darurat.

Baca Juga: Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Ajak Siswa SLB Belajar di Luar Kelas

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat distribusi air bersih mencapai 3.013.000 liter. Petugas mengerahkan 240 kali pengiriman armada tangki.

Bantuan air bersih tersebut menyokong kebutuhan dasar 30.146 jiwa dari 10.286 kepala keluarga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, membeberkan krisis air mulanya melanda 38 desa di sembilan kecamatan.

“Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kalipucang 8.086 jiwa, Pangandaran 5.916 jiwa, Padaherang 5.583 jiwa, Parigi 2.209 jiwa, Cigugur 2.169 jiwa, Cijulang 1.936 jiwa, Sidamulih 1.806 jiwa, Cimerak 1.763 jiwa, serta Mangunjaya 355 jiwa,” kata Dodo pada Kamis (15/10/2026).

Cakupan wilayah bertambah setelah warga Kecamatan Langkaplancar mengajukan permintaan pengiriman air bersih.

Mekanisme Penetapan Tanggap Darurat dan Sinergi Lintas Instansi

Dodo menjelaskan penetapan status tanggap darurat memerlukan kesepakatan bersama. Rapat koordinasi bersama Forkopimda wajib berlangsung sebelum Bupati mengesahkan keputusan.

BPBD berkolaborasi erat bersama lintas instansi untuk mendistribusikan air bersih:

  • Tagana: Menyalurkan 1.600.000 liter
  • BPBD Pangandaran: Menyediakan 1.080.000 liter
  • BBWS Citanduy: Mengirimkan 333.500 liter

BPBD Operasikan Empat Sumur Bor Pertanian

Debit air pada sumber mata air dan sungai terus menyusut. BPBD bekerja sama dengan Dinas Pertanian untuk menyiasati penurunan pasokan ini. Selanjutnya petugas mengoperasikan empat titik sumur bor pertanian di lokasi strategis.

“Sumur bor itu dimanfaatkan ganda, baik untuk irigasi lahan sawah maupun pemenuhan konsumsi harian warga,” ujar Dodo.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru