PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran menerima kunjungan edukatif (outing class) puluhan siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Widi Asih Parigi, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Polisi Sahabat Anak. Petugas mengenalkan tugas pokok kepolisian serta memberikan pengalaman belajar langsung bagi peserta didik disabilitas.
Baca Juga: Anak Perempuan 13 Tahun di Pangandaran Belum Pulang, Polisi Lakukan Pencarian
SLB Negeri Widi Asih berlokasi di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Sekolah ini memfasilitasi pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa.
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui Kanit Kamsel Satlantas Aiptu Acep Yudi Heriyanto menegaskan kegiatan ini wujud pelayanan humanis Polri.
“Melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak ini, kami ingin mengenalkan sosok polisi yang ramah, bersahabat, dan siap membantu masyarakat,” ujar Acep pada Kamis (15/10/2026).
Kenalkan Peran Perlindungan dan Pengayoman Masyarakat
Acep berharap agenda belajar luar kelas ini memberikan pengalaman ceria bagi para siswa. Anak-anak berinteraksi langsung secara akrab bersama jajaran personil kepolisian.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para siswa serta menjadi kesempatan untuk belajar dan berinteraksi langsung dengan anggota kepolisian,” katanya.
Acep menyebut kunjungan ini memperluas wawasan siswa mengenai fungsi Polri. Polisi bertugas memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan penuh kepada warga.
Petugas menerapkan pendekatan ramah dan inklusif agar seluruh anak merasa nyaman selama kegiatan berlangsung.
Komitmen Polres Pangandaran Dukung Pendidikan Inklusif
Polres Pangandaran terus membangun sinergi bersama dunia pendidikan melalui kegiatan edukatif. Kepolisian mengedepankan nilai kepedulian, kesetaraan, dan penghormatan kepada seluruh siswa.
Melalui program Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran terus memupuk kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Kepolisian berkomitmen menghadirkan kenangan positif bagi seluruh anak, termasuk para peserta didik penyandang disabilitas di Kabupaten Pangandaran.
(Sajidin)



