spot_imgspot_img
Rabu 22 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8048

Aktivis Pemuda Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Oknum Guru Bejat di Ciamis

0
ilustrasi (web)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Kelakuan oknum guru SMP di Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis memicu keprihatinan terutama dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis. Gara-gara oknum itu guru jadi tercoreng. Maka desakan agar polisi mengusut tuntas masalah ini makin deras.

“Kami sangat prihatin ada seorang guru berbuat amoral kepada anak didiknya. Seharusnya guru jadi panutan, ini malah berbuat bejat. Makanya kami meminta polisi mengusutnya secara tuntas,” kata Ketua Forum Pemuda Ciamis (FPC) Eka Muntaha.

Aktivis Ciamis ini menduga pelaku pencabulan tak hanya sendirian. Bisa jadi ada guru lain yang berbuat serupa kepada korban. Apalagi terungkap guru perempuan berinisial Ni menyediakan rumahnya untuk perbuatan amoral.

“Diduga, pelaku cabul A yang juga guru agama korban tidak berbuat sendirian. Yakin ada indikasi dua oknum guru R lain yang menjerumuskan korban. Semua masalahnya harus diusut tuntas secara hukum,” kata Eka kepada FOKUSJabar.id, Rabu (14/3/2018).

Sebelumnya diberitakan, tiga oknum guru SMP di Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis diduga memperdaya seorang siswinya. Guru berinisial N dan Y memberikan siswinya berinisal R kepada A yang masih guru sekolah tersebut untuk dicabuli dengan dalih bayar utang.

Peristiwa memalukan itu lantaran N dan Y belum mampu membayar utang kepada A. Maka timbulah ide untuk mengasih R siswinya sendiri supaya hutangnya lunas kepada A. Anehnya korban R mau saja diperdaya dua gurunya itu.

Kepala Bidang Kepegawaian, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Dudi membenarkan peristiwa tersebut, Senin (12/3/2018), pihaknya sudah mengonfirmasi serta mengklarifikasi kepada korban dan pihak-pihak yang diduga sebagai pelaku.

Hasil dari beberapa keterangan yang didapatnya kedua oknum guru N dan Y terlilit utang ke A. Jumlah utang cukup besar namun N dan Y belum mampu untuk melunasinya. Diduga, untuk mengakali supaya utang piutang dengan A selesai, N dan Y mempunyai niat membawa korban R ke A untuk dicabuli.

“Ini terjadi karena utang piutangnya besar. Kami mendalami ke guru bersangkutan, ke korban dan orang-orang sekitarnya, termasuk kepala sekolah,” kata Dudi kepada wartawan di kantornya.

Sementara ibu korban, Etin (37) kepada wartawan mengaku diduga pencabulan anaknya terjadi dua kali, sesuai dengan pengakuan korban kepadanya. Kejadian pertama di Pangandaran pada 2017 lalu. Saat itu anaknya dijemput oleh oknum guru N di rumah. Kemudian menggunakan mobil A ke Pangandaran.

Etin mengatakan di Pangandaran itulah A melampiaskan nafsunya ke korban dengan cara memaksa dan mengiming imingi korban diajak berbelanja. Kejadian pencabulan kedua dilakukan di rumah N pada Januari 2018.

“Pada Februari 2018 lalu, mungkin A hendak melakukannya lagi namun tidak berhasil karena anak saya memaksa untuk pulang saat mobil yang dikemudikan A berhenti di sebuah warung kopi di daerah Cijeunjing,” ucap Etin.

(Ibenk/DAR)

Mali: Persib Punya Budaya yang Kuat

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemain belakang Persib Bandung Bojan Malisic mengucapkan selamat ulang tahun bagi klub yang dibelanya. Persib sendiri hari ini (14/3/2018) berulang tahun ke-85.

Menurut Mali sapaan akrabnya, Persib merupakan tim besar yang memiliki banyak prestasi dan sejarah, sehingga hal itu harus ditingkatkan pada musim 2018.

“Saya mau katakan untuk klub yang merayakan ulang tahun ke-85. Ini jadi perayaan yang besar. Saya bermain untuk dua klub di Serbia yang sudah berusia lebih dari 100 tahun tapi ini juga tim yang tua dengan budaya yang kuat,” ucapnya.

Pemain yang berposisi sebagai stoper ini menganggap Persib sudah menjadi salah satu icon Indonesia. Sehingga, dia berharap tim kebanggaan Bobotoh ini bisa lebih berprestasi lagi.

“Ini seperti simbol dari Indonesia jadi saya mau katakan selamat ulang tahun untuk Persib dan saya harap tahun ini lebih baik lagi,” harapnya.

(Arif/DAR)

Anak Petugas Pemadam Kebakaran Sudah Selayaknya Diurus Negara

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Penjabat Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin berharap ada mekanisme yang menjadikan anak-anak para petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) diurus oleh negara. Hal ini sebagai bentuk perhatian dan apresiasi pemerintah bagi para petugas Damkar yang sudah menjaga keamanan warga Kota Bandung dalam 24 jam.

“Perhatian bagi mereka itu tidak hanya sebatas materi berupa tunjangan kinerja, tapi juga kebutuhan lain. Seperti makanan bergizi dan perhatian kepada keluarga petugas. Untuk tunjangan kinerja maupun makanan bergizi, saya lihat dari Kota Bandung sudah memberikan,” ujar Solihin usai peringatan HUT ke-99 Pemadam Kebakaran tahun 2018 tingkat Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Rabu (14/3/2018).

Meski demikian, Solihin saya berharap ada peningkatan bentuk perhatian kepada keluarga pemadam yang menjadi korban saat penyelamatan pada peristiwa tahun lalu. Dirinya berharap ada mekanisme yang memungkinkan anak-anak para petugas Damkar ini diurus oleh negara.

“Kalau memungkinkan anaknya jadi anak negara karena ayahnya sudah bekerja untuk pemerintah. Mereka anumerta, sudah selayaknya anaknya menjadi tanggung jawab pemerintah. Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan,” tambahnya.

Peringatan HUT Pemadam Kebakaran ini, lanjutnya, harus dijadikan momentum agar generasi muda paham jika mereka memiliki pahlawan yang siap menjaga keamanan dan keselamatan warga kota. Para petugas pemadam kebakaran ini selalu berjibaku selama 24 jam menjaga keamanan warga Kota Bandung. Tak hanya urusan kebakaran, namun selalu siap sedia menolong warga yang mengalami kesulitan.

“Mereka itu bekerja keras untuk menangani berbagai keluhan warga. Mulai dari kebakaran, bencana alam tabrakan, ular masuk ke rumah, sarang tawon, kucing terjebak di pohon, terakhir monyet yang lepas dari kandangnya. Mereka bekerja 24 jam, jadi sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian khusus kepada mereka. Dan untuk anak-anak para petugas, mereka harus bangga kalau orang tuanya menjadi bagian dari pengamanan di Kota Bandung,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Solihin mewakili Pemkot Bandung pun mengucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang selalu bekerja sama membangun rasa aman di masyarakat. Yakni Kapolrestabes Bandung, Dandim 0618/BS, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Manajer PLN Area Bandung, Ketua Basarnas Bandung, Ketua PMI Kota Bandung, Kepala Unit Reaksi Cepat Dinas Kesehatan Kota Bandung, dan Kepala Satuan Relawan Kebakaran Kota Bandung.

(ageng/bam’s)

Oknum Guru Agama di Ciamis Diamankan Polisi

0
ilustrasi (web)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis mengamankan seorang warga Kelurahan Maleber Ciamis, Ab yang berprofesi sebagai guru agama.

Oknum guru agama tersebut diduga telah mencabuli salah seorang siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Sadanya Ciamis.

Menurut Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Hendra Vermanto, diamankanya oknum guru agama tersebut karena telah mencabuli anak dibawah umur dan dilaporkan oleh orangtuanya.

“Menindaklanjuti laporan itu, kami lakukan penyelidikan di lapangan,” katanya, Rabu (15/3/2018).

Setelah mengorek keterang dari sejumlah saksi dan korban, akhirnya pelaku mengarah kepada Ab.

“Bukti-bukti yang kami kumpulkan cukup untuk menjerat tersangka,” ucapnya.

Korban dicabuli tersangka di sebuah rumah saat korban dan temanya berkunjung ke rumah Ab di Perum B Regency 8, Dusun Cimamut, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.

” Saat itu korban baru keluar dari kamar mandi langsung oleh pelaku korban diseret ke kamar dan digaulinya,” jelas Hendra.

Meski korban berontak, namun tenaganya tidak sebanding. Akhirnya, kehormatan korban direnggut tersangka.

(Husen Maharaja/Bam’s)

P2WKSS Mampu Beri Kontribusi pada Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan

0
P2WKSS Mampu Beri Kontribusi pada Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakatnya, khususnya di bidang ekonomi bagi kaum perempuan. Upaya tersebut dilakukan melalui keterampilan, pelatihan dan bantuan modal usaha bagi kaum perempuan sehingga mampu meningkatkan produktivitas perempuan menuju kemandirian dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) terbukti memberikan kontribusi cukup besar bagi percepatan kualitas hidup perempuan melalui kegiatan penyuluhan, keterampilan, kegiatan sosial dan pembangunan fisik lain. Ini harus kita dukung terus, terlebih program ini melibatkan tim penggerak PKK di semua tingkatan yang tentunya menguatkan potensi berbagai pihak untuk menuntaskan kemiskinan,” ujar Penjabat Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin saat ditemui di kantor Kelurahan Cibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul, Rabu (14/3/2018).

Solihin berharap, pelaksanaan program P2WKSS pada tahun 2018 bisa lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, program P2WKSS pun bisa lebih tepat guna dan tepat sasaran sekaligus mampu menjadi motivator bagi perubahan pola pikir yang lebih baik di masyarakat.

“Tahun lalu, penghargaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat diberikan kepada kelurahan Kopo yang masuk peringkat ketiga. Itu menjadi salah satu hasil pemberdayaan perempuan. Kali ini, saya harap Kelurahan Cibaduyut bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Mewakili Kota Bandung di lomba P2WKSS Provinsi Jawa Barat tahun 2018, Kelurahan Cibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul pun diverifikasi. Sejumlah komponen yang menjadi penilaian didatangi oleh tim P2WKSS pada Rabu (14/3/2018).

Beberapa komponen yang ditinjau diantaranya dukungan sumberdaya manusia yang ada di wilayah tersebut. Setelah dilakukan verifikasi, kelurahan pun mulai membangun fisik maupun non fisik di lokasi binaan yaitu RW 03 dalam waktu 8 bulan. Dengan demikian, sekitar bulan Oktober, tim verifikasi akan kembali meninjau sekaligus menilai hasil yang telah dilaksanakan.

Kepala Seksi Pemberdayaan Hukum Politik dan Sosial Perempuan (DP3AKB) Jawa Barat sekaligus Perwakilan Tim P2WKSS, Sursilah Yani Yulianingsih mengatakan, mengacu pada rencana pembangunan baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan diperlukan koordinasi mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi. Hal tersebut menunjukkan jika pemerintah secara tegas memberikan perhatian khusus kepada perempuan serta ikut berperan aktif dalam pembangunan.

“Tujuan kegiatan P2WKSS ini, selain meningkatkan kualitas hidup perempuan, juga untuk mensinergikan kegiatan pengentasan kemiskinan secara terpadu, terarah dan terintegrasi. Dan ini dilakukan dengan meninjau lokasi-lokasi di kelurahan yang akan dibina untuk kemampuan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan kualitas hidup menyangkut kesehatan, pendidikan dan ekonomi,” ujar Yani.

Selain itu, pembangunan fisik maupun non fisik pun diperlukan. Seperti pembangunan rumah tinggal layak huni, pembangunan MCK, pembangunan jalan dan penerangan. “Hal tersebut penting, karena dengan wilayah yang nyaman maka masyarakat pun akan terus mendukung apa yang kita laksanakan. Semoga saja kegiatan P2WKSS dapat lebih intensif serta memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Gomez Terus Matangkan Persiapan tim Persib

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung menggelar latihan rutin di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, Rabu (14/3/2018) sebagai persiapan menghadapi kompetisi Liga 1 2018.

Pada kesempatan tersebut, perlatih asal Argentina ini memberikan materi mengenai penguasaan bola kepada anak asuhnya. Selain itu, pihaknya juga memberikan beberapa program lainnya kepada pasukannya.

“Setiap waktu kita selalu berlatih bagaiaman menguasai bola dengan baik, dan di sisi lain kita juga melatih bagaimana untuk melakukan pressing,” kata Gomez.

Selain itu, Gomez juga mengasah bola-bola mati, apalagi Persib memiiki banyak stok pemain yang berpostur tubuh jangkung. Sehingga bisa dimaksimalkan untuk mencetak gol.

“Ya tentu saja kita juga melatih situasi set piece, baik itu tendangan bebas atau juga tendangan sudut. Kita memliki banyak pemain berpostur tinggi, yang punya kemampuan baik jadi penting bagi kami juga untuk melatih hal itu. Pekan ini kami asah hal itu juga di pekan depan,” tegasnya.

(Arif)

Puluhan Warga Ingin Mengadopsi Bayi yang Ditemukan di Pinggir Jalan

0
(Dok FOKUSJabar.co.id)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Bayi perempuan mungil yang tergeletak di pinggir jalan Panjalu-Sukamantri ternyata diminati warga untuk mengadopsi bayi tersebut. Sejak ditemukan Selasa (13/3/2018) sampai hari ini sudah banyak yang ingin mengadopsinya.

“Banyak yang ingin mengadopsinya tapi masih kami rawat,” kata  Oja Bidan Puskesmas Kecamatan Panjalu. Rabu (14/3/2018)

Oja mengatakan, kendati banyak orang yang menginginkan untuk mengadopsi bayi tersebut namun pihaknya belum bisa memutuskanya karena harus berkordinasi dengan semua pihak agar tidak terjadi sesuatu dikemudian hari.

“Saat ini kondisi bayi cukup sehat dibuktikan dengan menyusunya sangat lahap serta suara tangisnya cukup keras,” ucapnya.

Sementara itu camat Kecamatan Panjalu Erwin mengatakan, bagi warga yang ingin mengadopsi bayi tersebut harus menempuh persyaratan yang telah ditentukan sesuai aturan yang berlaku.

“Silahkan saja siapapun untuk mengadopsinya asalkan menempuh aturan yang berlaku,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/DAR)