spot_imgspot_img
Kamis 23 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8025

Wisata Kuliner Ciamis Ada di Grup Facebook KUKIS

0

CIAMIS, FOKUSjabar.co.id: Penggemar kuliner Ciamis sekarang tak susah-usah lagi nyari jajanan. Tinggal buka facebook lalu cari Grup Wisata Kuliner Ciamis KUKIS. Di sana ada ratusan postingan yang menjajakan aneka jajanan. Dari mulai aneka sirop, bakso,cuhcur dan onde, seblak, martabak dan makanan khas Ciamis dan masih banyak lainnya.

Bisa jadi KUKIS sudah jadi semacam pusat kuliner online di Kota Ciamis anggota grupnya sudah mencapai sekitar 29 ribu. Tampaknya grup KUKIS adalah grup Facebook yang paling aktif dan ramai di Ciamis. Memang banyak grup facebook di Ciamis tapi tak seramai grup KUKIS.

Googling saja wisata kuliner ciamis, ada ratusan postingan, like, coment dan share setiap harinya yang mengunggah foto makanan dan minuman.

Anggota grup pun bisa langsung bertransaksi, yang berminat selanjutnya dilanjut komunikasi di nomor kontak telepon atau Whatsapp masing-masing. Menariknya yang transaksi di grup KUKIS ada dari berbagai kalangan, dari mulai anak muda, PNS dan pejabat juga suka jajan di grup ini.

Melihat ramainya transaksi online di Grup Kukis diperkirakan perputaran uang setiap harinya mencapai jutaan rupiah. Bahkan Aulia Azzahra owner Karoehoen Food yang menjual cuhcur, onde, pisang molen dan
comro mengaku omzetnya naik tiga kali lipat.

Grup Kukis ini dibuat oleh orang-orang yang suka jajan. Adalah Ghanis Yudha Praja, Dhita Shielvia Supriatna dan Teguh Nugraha. (Mereka adalah admin KUKIS) yang membuat grup Kukis pada tanggal 12 Desember 2016.

Awalnya mereka iseng membuat grup tersebut. Mereka menulis ulasan tentang kuliner atau jajanan di Ciamis. Tapi keisengan itu akhirnya membawa manfaat bagi ratusan UKM atau pegiat kuliner di Ciamis.

Ratusan pelaku kuliner mengaku sangat terbantu dengan adanya grup itu. Mereka pun langsung mempromosikan produknya di Grup ini dan omzet pun meningkat. Sedangkan bagi penikmat kuliner tak bingung-bingung lagi untuk mencari makanan atau minuman enak dan anggota grup pun saling berbagi cerita soal makanan apa yang enak dan layak dicicipi.

Anggota grup mengulas berbagai jajanan yang diunggah di grup dengan foto yang menarik. Tapi ada juga yang mengunggah foto jajanannya alakadarnya. Coba searching saja makanan atau minuman apa yang diinginkan pokoknya lengkap. Selanjutnya tinggal order melalui nomor kontak anggota grup tersebut dan beberapa saat kemudian langsung datang di tempat. Dan tinggal bayar berikut ongkos kirimnya.

Tapi tak semua UKM kuliner yang mampu bertahan. Hanya yang berkualitas dan pelayanannya memuaskan yang bisa merebut hati pelanggan. Bisa saja foto indah yang diunggah di grup tidak sesuai kenyataanya. Maksudnya promonya dahsyat,setelah dicicipi rasanya biasa-biasa saja. Makanya ada beberapa brand makanan dan minuman yang selalu laris manis dan mendapat like, coment dan share di grup ini.

Contohya, cuhcur dan onde Karoehoen buatan Aulia Zahra, Dapoer Juragan, Lumpia Basah Mang Godeg, Dapur Mie, Warung Mutiara, Bakso AP dan lain-lain.

Ohya, para pegiat kuliner Ciamis atau anggota KUKIS tak hanya ramai di dunia maya. Tapi mereka juga rutin bertemu di darat. Tujuannya bukan sekedar tatap muka alias kopi darat, tapi untuk menjalin silaturahmi dan mendiskusikan mengenai kegiatan masing-masing.

Seperti yang dirasakan tokoh muda Ciamis Anjar Asmara SH, mantan bakal calon Bupati Ciamis ini mengaku kerap beberapa kali order makanan dan minuman yang dijajakan dan hasilnya memuaskan. Menurut Anjar keberadaan KUKIS sangat positif di era zaman now ini.

” Bagus sekali ini sangat potensial untuk pelaku UKM, di era digital ini UKM harus melek teknologi. Haris memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan bisninsya,” kata AA sapaan akrabnya.

Menurut AA, di beberapa kota seperti Bandung, Tasikmalaya dan kota besar lainnya. Transaksi kuliner sistem anjar jemput kian berkembang pesat. Di Bandung misalnya ada produk keripik yang meledak dipasarkan melalui medsos. Dan kini produknya tersebut mendunia. Makanya cara jualan di grup KUKUS ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Sebab internet marketing itu sangat cocok untuk memasarkan produk di zaman sekarang ini.

Salah satu pelaku UKM yang mendapat manfaat besar dari grup KUKIS adalah Aulia Azzahra, owner Karoehoen Food. Awalnya dia mengaku iseng mengunggah cuhcur buatannya. Saat itu juga responyya cukup positif dan mendapat like dan komentar puluhan akun. Ada juga yang memfolow-upnya dengan melakukan order.

Sampai saat ini (6 bulan) produksi Karoehoen masih bertahan dan terus berkembang. Bahkan beberapa pelanggan menawarkan kerjasam membuat gerai dan membuka cabang di kota Tasikmalaya dan
Bandung.

(DAR)

 

Warga Binaan Berontak, Kalapas Cirebon Ogah Cari Provokator

0
ilustrasi (web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Aksi unjukrasa penolakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Kesambi Cirebon Nyaris berujung ricuh. Meski dapat dikendalikan, fasilitas Closed Circuit Television (CCTV) rusak.

Seperti diketahui, warga binaan Lapas menolak kegiatan petugas internal merazia kepemilikan telepon seluler (Ponsel), Narkotika dan senjata tajam.

“Nggak, mereka cuma menggoyang – goyangkan pintu, itu kan biasa. Memang ada tiga CCTV dirusak, tapi itu kita sudah tangani,” ungkap Kalapas Klas 1 Kesambi Cirebon, Hani, Kamis (22/3/2018).

Untuk sementara, kata Hani, pihaknya tidak akan mengusut siapa aktor maupun provokator yang menggerakan warga binaan Lapas ricuh. Sebab, kata dia, saat berdialog dengan delapan perwakilan audiensi, mereka menerima penjelasan pihak Lapas.

“Mereka sudah masuk ke kamar masing – masing. Kita memang tidak dulu mengarah ke situ, cooling down dulu, apalagi pas diajak dialog, mereka kooperatif, mereka juga mau mendengarkan penjelasan dari kami,” jelas dia.

Adapun tindaklanjut mencari provokator atas kejadian tersebut, pihaknya enggan melakukannya terlebih dahulu, sebab dinilai sangat rawan. Yang diutamakan saat ini, kondusifitas warga binaan tidak berontak dengan program razia dan Lapas terkendali.

“Kita juga hati – hati sekali untuk menentukan atau mencari provokatornya, situasi juga sedang cooling down dulu, nanti kita tindaklanjuti,” kata dia.

(Adie/LIN)

Banjir Bandang Bandung, Walhi Jabar : Pembangunan di KBU tak Terkendali

0
(FOKUSJabar/Budi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Banjir bandang yang melanda sebagian kawasan Bandung Timur pada Selasa, (21/3/2018) kemarin ditanggapi serius oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar.

Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Dadan Ramdhan menilai banjir bandang yang terjadi diakibatkan oleh masifnya pembangunan yang terjadi di Kawasan Bandung Utara (KBU). Tidak ada lagi daerah resapan yang bisa menahan volume air.

” Lahan banyak digunakan untuk sarana komersil, seperti hotel, apartmen dan vila-vila. Itu memberikan kontribusi atas terjadinya banjir bandang dan juga bencana lingkungan, ” kata Dadan melalui sambungan telpon.

Menurut Dadan, Walhi Jabar telah memberikan masukan dan memprediksi akan terjadinya banjir bandang sejak jauh-jauh hari. Pasalnya, pembangunan di KBU sudah tidak terkendali.

” Kita sudah mengingatjan sejak 10 tahun yang lalu bahwa kerusakan KBU sebagai faktor penyebab kerusakan lahan wilayah resapan air yang ada di kawasan tersebut,” ujarnya.

Dadan menambahkan, KBU terbagi ke dalam tiga wilayah, yaitu Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Seharusnya, lanjut ia ketiga wilayah tersebut harus lebih ketat lagi dalam mengawasi pembangunan di KBU.

“Harus ada audit lingkungan, bangunan juga perizinan sebagai langkah antisipasi semakin tak terkendalinya kerusakan di KBU, ” pungkasnya.

(budi/bam’s)

Tolak Dirazia Hp, Warga Binaan Lapas Cirebon Unjukrasa

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Kesambi Cirebon Jawa Barat nyaris ricuh akibat operasi razia kepemilikan Handphone (Hp), Narkotika dan senjata tajam.

Kalapas Klas 1 Kesambi Cirebon, Hani menjelaskan, mereka menolak dirazia dengan unjuk rasa hingga merusak tiga perangkat CCTV. Razia internal petugas Lapas ini dilakukan pada pukul 10:00 sampai dengan 11:00 WIB, aksi penolakan kemudian terjadi sesaat setelah razia usai.

“Razia kan program jajaran Lapas se Indonesia. Karena memang ada indikasi kepemilikan Handphone kami razia secara intens. Tadi pagi itu mungkin secara intens, tidak ada motif lain, ada resistensi dari warga binaan,” ujar Hani.

Menurut Hani, warga binaan ini menolak dirazia petugas karena kepemilikan Hp mereka tidak ingin dirampas petugas. “Yang intinya ingin memiliki Hp, padahal itu kan dilarang di Lapas. Jadi mereka melakukan unjuk rasa,” katanya.

Hani menambahkan, unjukrasa tersebut direspon positif petugas dengan memanggil delapan perwakilan warga binaan. Dalam unjukrasa tersebut, Hani memastikan tidak ada korban.

“Mereka ingin berdialog, kita ambil delapan warga binaan. Kita ajak dialog, setelah dialog, dapat titik temu bahwa Hp adalah barang terlarang di Lapas dan mereka menyadari,” terangnya.

(Adie/Bam’s)

Horison Palma Pangandaran “Ngajak” Liburan Nyaman Bagi Wisatawan

0
(FOKUSJabar/Boip)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Kawasan Pantai Pangandaran kini rapih dan bersih karena sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) telah direlokasi.

Terciptanya kenyamanan wisata pantai Pangandaran, dimanfaatkan sejumlah kalangan untuk bersantai dan menikmati laut lepas. Bahkan, ada juga yang digunakan untuk sekedar briefing.

Misal yang dilakukan manajemen Hotel Horison Palma Pangandaran. Mereka kerap menggelar briefing di tepi pantai tanpa ada gangguan dari PKL.

“Tentu ini menjadi sebuah bagian yang sangat menyenangkan, tepi pantai Pangandaran kini lebih nyaman, aman tertib dan bersih. Sehingga kami selalu memanfaatkan ini dengan melakukan komunikasi strategi market di luar ruangan,” ungkap Sales Executive Hotel Horison Palma, Pangandaran, Dindin pada FOKUSJabar.id.

Dia mengemukakan, adanya perubahan tata kelola pantai yang dilakukan pemerintah, tentu berdampak baik terhadap kunjungan wisata Pangandaran. Dulu, wisatawan kerap mengeluh dengan tidak nyamanya pandangan mata ke laut lepas karena tehalang oleh PKL, kini pengunjung mengaku menikmati lagi alam lepas Pangandaran.

“Maka kami ngajak pada wistawan, yuk berwisata ke Pangandaran. Kini pantainya bersih dan sangat bersahabat dengan pesona wisata Pangandaran,” pungkasnya.

(Boip/Bam’s)

Hujan Disertai Angin Kencang Bakal Terjadi Hingga Bulan Depan

0
(FOKUSJabar/seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id :Kepala Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya  mengimbau masyarakat agar waspada terhadap kondisi cuaca yang ekstrim. Belakangan ini kalau  hujan deras sering disertai angin kencang.

”Info dari Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Pusat setiap hari hujan deras akan disertai angin kencang, fenomena cuaca ekstrem ini diprediksi berlangsung sampai Mei mendatang,” kata Kepala BPBD Yudi Kustiadi Kota Tasik kepada wartawan, Rabu (21/03).

Yudi  mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan bersiaga dalam menghadapi kondisi ekstrem in. Apalagi yang tinggal di dekat pohon rindang. Nanti akan kita tebang, karena kita prediksi banyak pohon-pohon di wilayah Kota Tasikmalaya usianya sudah tua, ini riskan bisa tumbang maka perlu ditebang.

Yudi juga menjelaskan, hari ini saja Rabu (21/03) terjadi tujuh kejadian bencana di wilayah Kota Tasikmalaya akibat angin puting beliung kita telah mempersiapkan personil yang siap siaga untuk menanggulangi cuaca ekstrem sekarang dan kita pun terus berkoordinasi dengan pihak BPBD Provinsi Jawa Barat.

(Seda/DAR)

Meski Jadwal Mundur Dua Jam, Ribuan Warga Pelabuhanratu Tetap Sabar Tunggu AHY

0
Ribuan warga Pelabuhanratu tetap setia tunggu AHY

SUKABUMI, FOKUSJabar.id : Jadwal “ Tour de Jawa Barat “ Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu 2019 Partai Demokrat (PD), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Kabupaten Sukabumi mundur dua jam.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sukabumi, Reni Endaeni.

Menurut dia, meski jadwal mundur, namun ribuan warga Palabuhanratu tetap antusias menunggu kedatangan anak Sulung mantan Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Mereka sedikitpun tak beranjak dari tempat duduknya di Dapoer Basisir, Gadobangkong, Jalan Kidang Kencana Palabuhanratu, Rabu (21/3/2018).

“ Ribuan warga tetap setia menunggu kedatangan Mas Agus,” tutup Reni.

(Bam’s)