spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8005

Instrat: Jokowi Harus Gandeng Ulama untuk Mengimbangi Prabowo

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Direktur Eksekutif Indonesia Strategic Institute (Instrat) Jalu Priambodo memprediksi Jokowi akan mempertibangkan Cawapres dari kalangan ulama jika Prabowo menggandeng Abdul Somad atau Habib Salim. Hal itu, kata Jalu, akan dilakukan untuk mengimbangi pasangan Prabowo.

Ada lima nama yang bisa dipilih Jokowi yakni, Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB Muhammad Zainul Majdi, Cak Imin, Romahur Muziy (Romy), Mahfudz MD, atau Maruf Amin.

“Seandainya Prabowo menggandeng salah satu di antara Abdul Somad atau Habib Salim sebagai Cawapres, maka Jokowi akan mempertimbangkan Cawapres dari kalangan Islam untuk mengimbangi. Posisi TGB, Cak Imin, Romy, Mahfudz MD, KH Maruf Amin menguat,” kata dia melalui rilisnya, Rabu (8/8/2018).

Tetapi, lanjutnya, jika Prabowo berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sedangkan Jokowi mengambil Cawapres dari kalangan Islam, maka Prabowo akan kehilangan klaim sebagai perwakilan umat Islam. Politik identitas akan berkurang jauh sebagai faktor pendongkrak.

Namun, jika Prabowo mengambil AHY sebagai Cawapres, maka Jokowi tidak harus menggandeng Cawapres dari kalangan Islam untuk mengimbanginya. Terlebih posisi Susi, Moeldoko, Budi Gunawan, Puan, SMI menguat.

Lebih lanjut Jalu mengatakan bahwa dalam skenario dua pasangan calon tersebut, terlihat sisi tawar Islam hanya sebagai pelengkap atau hanya untuk membuat skor imbang. Dia menilai, posisi PKS, PAN, PKB, PPP, PBB pada dasarnya lemah dan tergantung satu sama lain. Beda jika ada keinginan membuat poros ketiga.

“Kehadiran tiga poros menjadi menarik, terlebih dengan adanya fenomena 2019 Ganti Presiden. Publik yang setuju 2019 GP mencapai 60 persen, namun elektotal Prabowo hanya mentok di 30 persen. Artinya masih ada sisa suara yang belum yakin dengan Prabowo sebagai kandidat. Paling tidak posisi ini bisa membuat pemilihan presiden berlangsung dua putaran,” bebernya.

(Ibenk/LIN)

BIJB Gunakan Penyertaan Modal Pemprov untuk Sisi Darat

0
Dirut PT BIJB Virda Dimas Ekaputra memperlihatkan BIJB Mobile Apps (foto LIN)
Dirut PT BIJB Virda Dimas Ekaputra memperlihatkan BIJB Mobile Apps (foto LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Direktur PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, penyertaan modal berupa tanah dari Pemprov Jabar ini digunakan untuk pembangunan sisi darat bandara.

Dalam ekosistem bandara, Virda menyatakan tidak melulu membahas operasional kebandarudaraan, tetapi ada area komersil yang bisa diakses non penumpang.

“Alhamdulillah BIJB mendapat setoran modal dari Pemprov Jabar dalam bentuk tanah untuk sisi darat yang bisa dikomersilkan untuk bangunan komersial, bangunan penunjang, seperti untuk Pertamina dan lainnya,” kata Virda.

Adapun rencana perpanjangan runway menjadi 3.500 meter, hal itu sudah sesuai mastetplam Bandara Kertajati.

Virda optimistis dengan infrastruktur itu, bandara bisa lebih optimal melayani penerbangan. Terlebih semua tipe pesawat bisa mendarat di bandara itu.

(LIN)

Runway BIJB Segera Diperpanjang jadi 3.500 Meter

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Panjang landasan (runway) Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka akan diperpanjang menjadi 3.500 meter. Saat ini Bandara itu baru memiliki runway 2.500 meter.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa dalam penyerahan modal berupa lahan seluas 2.948.294 meter persegi di Desa Kertajati, Desa Bantarjati, Desa Kertasari, Kecamatan Kertajati pada PT BIJB di Gedung Sate Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (8/8/2018).

“Keterlibatan Angkasa Pura (AP) II di Bandara Kertajati ini akan memperpanjang runway dari tadinya 2.500 meter, menjadi 3 ribu meter. Kemudian secara bertahap kita tambah menjadi 3.500 meter sesuai masterplan bandara. Jadi harapan kita langsung saja 3.500 meter supaya bisa lebih efektif dan efisien,” kata Iwa.

Perpanjangan runway menjadi 3 ribu meter akan segera dilakukan AP II dan akan rampung pada akhir tahun 2018.

Iwa mengatakan, sejak pembangunan sampai operasional Pemprov Jabar terus mendukung operasional Bandara Kertajati. Sebelumnya Pemprov Jabar sudah memberikan penyertaan modal senilai Rp796 milyar untuk mewujudkan hadirnya bandara ini.

Dengan bertambahnya penyertaan modal lahan seluas 294,8 hektare yang ditaksir mencapai Rp725 milyar ini, artinya Pemprov Jabar telah menyerahkan total aset tanah sekitar Rp1,5 trilyun.

Sebelum disepakatinya porsi saham dengan PT AP II, menurut Iwa, posisi Pemprov Jabar saat ini masih sebagai mayoritas pemilik saham dengan porsi 98,45 persen aset di Bandara Kertajati.

Saat ini, kata dia, Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan sedang berkoordinasi dengan Menko Kemaritimam Luhut Binsar Panjaitan terkait dengan finalisasi kesepakatan penyertaan modal dari AP II, yakni 25 persen dari keseluruhan aset Bandara Kertajati.

“Mudah-mudahan dengan ada AP II yang meminta 25 persen, secara administrasi dan fisik (landasan pacu) segera bisa diselesaikan,” kata dia.

Pemprov Jabar pun berencana menambah modal menjadi Rp5 trilyun kepada PT BIJB agar operasional bandara lebih maksimal.

Menyandang status bandara internasional, Bandara Kertajati harus didukung agar kehadirannya bisa benar-benar dirasakan masyarakat untuk melayani penerbangan. Pihaknya mengaku akan menjalani sejumlah tahapan, termasuk pembuatan peraturan daerahnya.

“Kita harus susun lagi untuk mengusulkan adanya Perda terkait dengan penambahan modal disetor, menjadi minimal Rp5 trilyun. Kita ada tahapan itu dulu,” jelas Iwa.

(LIN)

Sengketa Perdagangan, Ini Kata Mendag RI

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah memastikan sejumlah sengketa perdagangan internasional Indonesia yang diadukan ke organisasi perdagangan dunia (WTO) sudah terselesaikan. Salah satunya dengan meningkatkan perdagangan sesuai permintaan negara yang memperkarakan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri terus berupaya memperbaiki hubungan dagang dengan negara anggota WTO. Selain untuk memperlancar ekspor, hal itu pun dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri akan produk impor.

Sebagai contoh, untuk menjawab protes dari Brazil yang menentang kebijakan Indonesia akan produk daging sapi tertentu, pemerintah membuka keran impor dari berbagai negara. Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, saat itu pemerintah hanya mengimpor dari Australia.

Kini, Indonesia tidak hanya bergantung dari Australia karena pemerintah mengimpor sapi dari negara lain seperti Brazil, Spanyol, dan India.

“Jangan bergantung pada satu negara. Sehingga saat kita buka dari Spanyol, Brazil, apalagi India, harga turun,” kata dia di Bandung, Rabu (8/8/2018).

Perbaikan serupa pun dilakukan dengan Amerika Serikat. Indonesia mengoreksi kebijakan non-tarif barriers yang dianggap diskriminatif dalam perdagangan internasional. Dalam implementasinya, saat ini pihaknya tengah menyiapkan draft peraturan menteri.

“Sambi menunggu implementasi perubahan itu, untuk protect dirinya, mereka (Amerika Serikat) lapor dulu ke WTO. Saya tidak khawatir karena kita akan selesaikan itu,” ungkap Enggar.

Apalagi pemerintah pun tidak menghalang-halangi akses pasar dalam negeri untuk produk negara itu. Menurut dia, pihaknya sudah mengeluarkan surat persetujuan impor untuk produk-produk tertentu.

Namun, dia menegaskan aktivitas membeli barang dari luar negeri itu pun sesuai dengan kebutuhan dalam negeri. “(Contohnya) kedelai. Pabrik tahu, tempe, kalau pindah ke negara lain, marah, didemo,” katanya.

Hal serupa pun terjadi pada produk Indonesia yang diekspor ke Negeri Paman Sam itu.

“Dari 28 billion USD, hampir 50 persen kita surplus,” ucapnya.

Berbagai aktivitas perdagangan dengan luar negeri inipun merupakan konsekuensi dari keikutsertaan Indonesia sebagai anggota WTO.

“Nggak ada pilihan lain karena kita member dari WTO. Kalau kita tidak mau, maka kita tidak bisa ekspor. Jadi kita nggak boleh menang sendiri,” paparnya.

Kendati begitu, semua perdagangan internasionap yang dilakukan pun dibutuhkan Indonesia karena mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

” Jadi kita complementer. Free trade, fair trade,” jelas dia.

(LIN)

Maha Diffa Ingin Terkenal Tanpa Bayang-bayang Diky Chandra

0
Rani Permata
Rani Permata bersama Diky Chandra

BOGOR,FOKUSJabar.id : Diky Chandra, ayahanda artis muda berbakat, Diffa Maha Chandra (Maha Diffa) mengaku sedih dan bangga. Bagaimana tidak, anak keduanya itu ingin terkenal tanpa bayang-bayang dirinya dan ibundanya, Rani Permata.

Menurut Diky yang juga mantan Wakil Bupati Garut ini, dirinya kerap mengajak Maha Diffa shooting bareng. Namun, dia menolaknya dan lebih memilih mandiri tanpa campur tangan orangtua.

” Katanya, Aku gak mau ngerepotin mamah dan papah. Diffa ingin terkenal berkat kerja keras sendiri,” ucap Diky Chandra.

Baca Juga: OPPO Watch, Jam Tangan Pintar dengan OS Khusus

Saat recording dan shooting klip pun, sama sekali Maha Diffa tidak melibatkan dirinya.

” Saya bangga dengan kegigihan dia. Tapi saya juga berpesan, karunia suara indah yang diberikan Allah SWT, Diffa harus banyak berdoa dan beristigfar, jangan sombong serta tetap menimba ilmu,” pungkasnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, penyanyi pendatang baru ber-genre Pop Jazz, Maha Diffa luncurkan single perdananya berjudul “ Bintang Jatuh.” Lagu tersebut diciptakan  Candra Permana dan di bawah naungan Kamasa Project Music Label & Management.

Secara serentak, lagu tersebut diputar di 500 stasiun Radio yang tersebar di Indonesia, Rabu (8/8/2018).

Menurut anak ke-dua dari pasangan selebriti senior tanah air, Diky Chandra dan Rani Permata, lagu tersebut mengisahkan tentang seseorang yang tengah jatuh cinta dan mengharapkan jawaban atau kepastian.

” Lagu ini menjabarkan bagaimana seseorang yang tengah mengharapkan jawaban atau kepastian yang tidak mungkin. Artinya, seperti mengharapkan bintang jatuh yang entah kapan datangnya dan mungkin juga tidak akan ada sama sekali,” kata Maha Diffa saat ditemui di rumahnya, Perum Duta Mekar Asri, Blok Q1 No5, Cileungsi Bogor.

(Bam’s)

Jambret di Ciamis Berhasil Diringkus Berkat Google Maps

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Jajaran Reskrim Polres Ciamis berhasil menangkap terduga pelaku jambret, Rano Heryanto (28) warga Dusun/Desa Cieurih, Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.

Menurut Kapolres Ciamis, AKBP  Bismo Teguh Prakoso, ditangkapnya pelaku oleh jajaran Reskrim atas dasar laporan Dwinanto (42) orangtua Arafat (3) karena HP yang dipegangnya dijambret pelaku.

“Saat itu, korban sedang memainkan HP di depan warung orangtuanya,” katanya, Rabu (8/8/2018).

Anggotanya meminta nomor untuk untuk dimasukan ke aplikasi google maps. Setelah dilacak, HP tersebut berada di rumah orangtua pelaku di Dusun Selacai.

” Pelaku saat kami tangkap di rumah orangtuanya dan tidak bisa mengelak karena barang bukti berada di kamarnya,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Sekda: Pembebasan Lahan KA Jalur Ganda Bogor-Sukabumi Dipercepat

0
(HUMAS JABAR)

SUKABUMI, FOKUSJabar.id : Pembangunan jalur ganda Kereta Api (KA) Cicurug-Cigombong fase pertama sepanjang 7,5 km ditargetkan rampung tahun 2018. Namun, proses pembangunannya masih terhambat pembebasan lahan yang akan digunakan.

Berdasarkan keterangan Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan, warga terdampak pembebasan lahan sudah setuju untuk direlokasi. Dengan begitu, pembebasan lahannya harus segera diselesaikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa yang juga Ketua Tim Terpadu mengungkapkan, proses pembebasan lahan harus segera diselesaikan. Hal itu guna menghindari adanya provokasi yang akan mengganggu pembangunan.

Menurutnya, salah satu persyaratan untuk melakukan pembayaran pembebasan lahan adalah adanya Ketetapan Gubernur. Pihaknya menargetkan, penetapan tersebut akan selesai pekan ini dan pembayarannya dapat langsung diserahkan pada 514 keluarga terdampak.

” Atas laporan teman-teman (tim terpadu), Alhamdulillah, masyarakat sudah setuju,” kata Iwa di Stasiun Cicurug Kabupaten Sukabumi.

Iwa menjelaskan pentingnya pembangunan jalur ganda KA sebagai program strategis nasional. Proyek ini, katanya, bukan hanya merealisasikan arahan dari Presiden RI, melainkan juga menyediakan sarana transportasi orang dan barang di daerah Cicurug hingga Cigombong.

Kemudahan dan percepatan transportasi barang dan orang sambung dia, dapat berdampak signifikan pada peningkatan ekonomi masyarakat Cicurug dan Cigombong.

Sepakat dengan Iwa, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat, Heru Wisnu mengungkapkan bahwa proyek jalur ganda KA akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga pada proses pembangunannya diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait guna menjaga ketertiban.

” Ini adalah program strategis nasional yang dibutuhkan masyarakat luas, termasuk yang di sekitar sini. Mohon bantuan semuanya dalam penertiban, karena (pembangunan fase satu) ini harus selesai di tahun ini,” katanya.

Secara keseluruhan, jalur ganda KA Bogor-Sukabumi memiliki panjang 56 km dengan fokus fase satu di jalur Cicurug-Cigombong sepanjang 7,5 km. Nantinya, jalur ini akan menjadi salah satu solusi angkutan barang dan orang di Sukabumi dan Bogor.

Selain itu, kapasitas dan intensifitas perjalanan kereta akan bertambah yang sebelumnya 6 kali sehari menjadi 12 kali per hari. Jumlah orang yang diangkut sebelumnya hanya berkisar 3.516 orang, diperkirakan meningkat hingga 11.520 orang per hari. Dengan demikian, ada kenaikan secara signifikan hampir 400 persen.

Sedangkan untuk waktu tempuh dari Bogor ke Sukabumi maupun sebaliknya, yang sebelumnya berdurasi 2-3 jam akan terpangkas menjadi 1.20 menit. Bahkan, waktu tempuh untuk lintas Sukabumi hanya membutuhkan waktu 1 jam.

(Bam’s)