spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Garut Percepat Pemasangan Infrastruktur Sementara Pasar Andir

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Jawa Barat (Jabar) mempercepat penanganan pascakebakaran Pasar Andir Desa Mulyasari Kecamatan Bayongbong.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulah menyampaikan perkembangan penanganan pascakebakaran.

BACA JUGA:

Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Studi ke Universitas Al-Azhar Cairo

“Alhamdulillah, usulan penanganan telah melibatkan lima instansi pengelola utama. Yakni, BPBD, Damkar, Disperindag, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Sosial,” ungkap Aah.

Aah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembersihan lokasi kebakaran.

Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, mengatakan, rapat tersebut berlangsung pada hari ketujuh masa tanggap darurat yang di tetapkan pada 10–23 Oktober 2026.

“Alhamdulillah, kami telah melaksanakan review sebanyak dua kali. Yakni berdasarkan surat Pak Kalak tertanggal 12 Oktober 2026 dan 15 Oktober 2026. Semuanya sudah selesai untuk usulan dari BPBD, DLH, Damkar, hingga Disperindag,” jelas Didit.

Ia menambahkan, pengadaan belanja modal selama masa tanggap darurat perlu segera di rencanakan sesuai mekanisme pengelolaan barang milik daerah.

“Untuk pengadaan belanja modal dalam masa tanggap darurat ini, di mohon untuk mempercepat pelaksanaan perencanaannya sesuai mekanisme tata kelola barang milik daerah yang di hasilkan dari belanja daerah,” tegasnya.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Irwan Sutiawan, menyampaikan bahwa kebakaran terjadi pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan terhadap 382 unit sarana perdagangan. Terdiri atas kios, los, dan pedagang kaki lima (PKL).

“Kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan sarana dan prasarana pasar serta terganggunya aktivitas perdagangan dan keberlangsungan usaha para pedagang yang terdampak,” kata Irwan.

BACA JUGA:

Mantan Birokrat Berlabuh, Partai Demokrat Garut Dapat Energi Baru

Penanganan di lakukan melalui pembersihan puing-puing dan material sisa kebakaran, pengamanan lokasi, serta pemasangan infrastruktur sementara.

“Pembersihan dan pengamanan lokasi selama 7 hari sudah beres. Selanjutkan, kami sudah melakukan terkait dengan perhitungan dan pemasangan infrastruktur baja ringan,” ungkapnya.

Berdasarkan pendataan, kerusakan sarana perdagangan di Pasar Andir meliputi:

  1. Kios Blok A: 113 unit rusak berat dan 16 unit rusak ringan, dengan total 129 unit.
  2. Kios Blok B: 48 unit rusak berat, dengan total 48 unit.
  3. Los Blok C: 180 unit rusak berat, dengan total 180 unit.
  4. Pedagang kaki lima (PKL): 25 unit rusak berat, dengan total 25 unit.

Secara keseluruhan, terdapat 382 unit sarana perdagangan terdampak dengan luas area mencapai 3.965 meter persegi.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru