spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7970

Prabowo-Sandi akan Bentuk Satgas Emak-emak

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Djoko Santoso akan membentuk satuan tugas (satgas) Emak-emak dan Satgas Lintas Agama demi menyuarakan aspirasi masyarakat. Satgas tersebut dibentuk untuk memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Yang jelas itu, yang pertama Satgas Emak-emak,” kata Djoko saat ditemui di arena HUT ke-20 PAN di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Kamis malam.

Pentingnya Satgas emak-emak itu menurut Djoko untuk menopang aspirasi rakyat, khususnya kaum perempuan yang memang banyak mengeluhkan keadaan perekonomian akar rumput saat ini.

Djoko menerangkan, Suara perempuan khususnya kaum emak memang masih dianggap sepele, padahal peran perempuan sangat penting di kehidupan bernegara.

Meski bernama satgas emak-emak Djoko menjelaskan koordinasi tetap akan diberikan kepada kaum muda. Hal ini demi menjaga stabilitas dalam satgas tersebut.

“Wanita ini, kan, tiang negara, nanti soal koordinatornya diurus sama yang muda, lah,” kata Djoko, seperti dilansir CNN, Jumat (24/8/2018).

Terkait Satgas Lintas Agama Djoko menyebut tak akan terlalu menggelembung, satgas ini juga akan diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi di bidang agama.

(Agung/LIN)

Samakan Persepsi Penanganan Barbuk Satwa Liar Hidup, IAR Gelar Workshop

0
Salah seorang pemateri memaparkan penanganan barang bukti satwa liar hidup pada Workshop yang digelar IAR di Bandung Jumat (24/8/2018) (foto Ibenk)
Salah seorang pemateri memaparkan penanganan barang bukti satwa liar hidup pada Workshop yang digelar IAR di Bandung Jumat (24/8/2018) (foto Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Samakan persepsi dalam penanganan barang bukti satwa liar hidup, International Animal Rescue (IAR) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menggelar Workshop penanganan barang bukti satwa dilindungi hasil penegakkan hukum (Law Enforcement) di Hotel Cordella, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jumat (24/8/2018).

“Masih banyak perbedaan persepsi dalam penanganan satwa liar yang masih hidup di antara instansi pemerintah dan organisasi iyang bergerak dalam lingkungan hidup, begitupun penegak hukum, termasuk hakim dan jaksa. Menurut para ahli, kalau satwa liar yang jadi barang bukti itu bisa langsung dilepas ke alam liar,” kata Panitia Workshop dari IAR, Ode.

Dia menjelaskan bahwa masih banyak satwa liar yang menjadi barang bukti tersebut terbengkalai dan tidak terurus. Hal itu terjadi karena ada perbedaan persepsi atau bahkan karena lamanya proses birokrasi.

“Satwa liar itu punya sifat-sifat liar, dia tidak mau tergganggu manusia, bahkan jika lama-lama dikarantina dan diberi makan oleh manusia, nanti mereka terbiasa. Siapa yang akan memberi makan mereka jika di alam liar,” tegas dia.

Berbeda dengan bukti satwa liar yang sudah mati, barang buktinya bisa dimusnahkan agar tidak ‘diputarkan’ lagi di pasar gelap oleh oknum tak bertanggungjawab.

Hadir dalam workshop itu sejumlah pemateri, seperti dari IAR, BKSDA, Kejagung, Polda Jabar dan Ditjen Gakkum KLHK.

(Ibenk/LIN)

DJ Fishing Garut Ramu Oplosan Limited Edition #2019GantiPresiden

0
DJ Fishing Garut fokusjabar.id
Owner DJ Fishing Garut, Dede Jamaludin (Foto Bambang)

GARUT,FOKUSJabar.id: Saat ini seruan #2019GantiPresiden, #2019TetapJokowi (dua periode) dan #2019GantiMertua di Sosial Media (Medsos) masih menggema.

Tak hanya di ramaikan para kader Partai Politik (Parpol), tetapi di gelorakan juga oleh sejumlah Warga Internet (Netizen).

Momentum tersebut di manfaatkan Dede Jamaludin, owner DJ Fishing Garut. Dia membuat oplosan essen dari puluhan aroma berkualitas original untuk memanjakan para pemancing yang tergabung dalam Ikatan Angler Nusantara (Ikan).

Baca Juga: Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Tutup Usia

“ Ketiga label oplosan tersebut berkualitas original dan teruji. Teman-teman Angler Nusantara bisa di manjakan dengan opolosan yang hanya di buat hingga pelaksanaan Pemilu 2019 (limited edition),” kata Dede Jamaludin yang akrab di sapa Bos DJ saat di temui di toko miliknya, Jalan Sutan Syahrir No5 (depan Alun-alun Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut).

Menurut dia, ikan memiliki indera penciuman yang sangat tajam. Makanan aslinya terdapat di dalam buah-buahan yang jatuh ke air, renik-renik, ganggang, cacing dan ulat.

Sementara bagi ikan yang di besarkan di tambak, tentu saja terbiasa dengan aroma dari pakan pabrikan, seperti pelet.

Semua makanan alami lanjut Dj tentunya mengeluarkan aroma khas yang dapat tercium ikan. Setelah di pindahkan ke kolam pancing, ikan tidak bisa menemukan makanan aslinya. Untuk gantinya, artificial bait (essen).

DJ Fishing Garut menyediakan berbagai varian essen murni dan oplosan siap pakai untuk semua jenis ikan. Di antaranya, oplosan aspal, bun, sayur kacang dan oplosan paralon. Essen oplosan tersebut setelah melalui proses uji coba lapangan yang di dukung berdasarkan testimoni para pembeli yang menjadi juara setelah menggunakannya.

“Essen oplosan tersebut saya racik sendiri melalui uji coba di sejumlah kolam pemancingan. Hasilnya, alhamdulillah cukup memuaskan,” terang DJ kepada FOKUSJabar.id, Jumat (24/8/2018).

Sejak tahun 2003-2018, dia melayani pemesanan essen kepada seluruh pemancing yang ada di seluruh Indonesia. Baik eceran maupun grosir.

“ Bagi para pemancing bisa pesan melalui WhatsApp 089514691785. Kami juga menyediakan essen Nilam dan Usar berkualitas bagus,” pungkasnya.

(Bam’s)

Koalisi Jokowi Tantang Prabowo-Sandi Lomba Ngaji Ketimbang Lomba Renang

0
Calon presiden Jokowi-Mar'uf (kiri), Prabowo-Sandiaga (kanan) (Istimewa/tribunnews.com)

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Juru Bicara Koalisi Indonesia Kerja, Irma Suryani Chaniago melempar tantangan kepada Prabowo Subianto dan Sandiaga Uni untuk lomba mengaji dengan Jokowi-Mar’uf Amin.

Hal itu dikatakannya sebagai respon ajakan Sandiaga yang sebelumnya menantang Jokowi-Mar’uf untuk lomba renang.

“Kami tantang mereka lomba ngaji,” kata Irma kutip CNNIndonesia, Jumat 24 Agustus 2018.

Menurut Irma, lomba ngaji terasa lebih adil bagi para kontestan ketimbang lomba berenang karena usia para kontestan tak seimbang. Sebaliknya, lomba mengaji tak dibatasi usia dan setiap orang mampu melakukannya.

“Karena kalau lomba renang usia kan harus seimbang toh, tapi kalo ngaji kan tidak harus sama usianya,” ungkap politisi Nasdem tersebut.

Irma menilai kemampuan mengaji merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki kandidat untuk menggaet kelompok milenial ketimbang hanya mengandalkan kemampuan fisik.

Sebelumnya, Sandiaga mengaku ingin mengajak Presiden Jokowi melakukan perlombaan renang. Tak hanya Jokowi, Sandi juga ingin mengajak Prabowo Subianto dan Ma’ruf Amin.

Diakui Sandi, ide itu muncul setelah dirinya bertemu dengan Jokowi di arena pertandingan renang Asian Games. Di acara tersebut, Sandi sempat berbincang akrab dan bersalaman dengan Jokowi.

“Sama Pak Prabowo, Pak Jokowi, Pak Ma’ruf Amin, sama saya, kan seru ada hal-hal baru yang ditampilkan. Milenial juga pasti suka, dan kita punya akuatik yang bagus,” ungkap Sandi.

(Vetra)

Gomez Ingin Lawan Uji Coba Sepadan dengan Persib

0
ilustrasi (web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Seusai diliburkan selama dua pekan, Persib Bandung berencana menggelar laga uji coba.

Pelatih Persib Mario Gomez mengaku belum menentukan lawan yang akan dihadapi Persib pada laga uji coba nanti.

Dia berharap lawan uji coba nanti kualitasnya tidak jauh berbeda dengan timnya.

Uji coba dengan lawan yang sepadan dibutuhkan oleh skuad Maung Bandung untuk persiapan menghadapi Arema FC pada laga pekan ke-21 Go-Jek Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung 13 Septembet 2018 mendatang.

“Ya, kita harus tetap menjaga suasana bertanding seluruh pemain setelah libur ini. Kita tahu libur cukup panjang dan mereka sangat perlu merasakan atmosfer bertanding. Jadi, kita perlu lawan yang juga cukup kuat,” kata Gomez dikutip laman Persib.

Gomez pun belum menentukan jadwal pertandingan uji coba nanti. Terlebih dirinya akan memberikan program untuk memulihkan kebugaran pemain pasca-libur lebaran.

“Kita akan bicarakan semua dengan tim pelatih setelah semua berkumpul. Langkah pertama kami tentu akan memulihkan kondisi fisik semua pemain. Lalu, kita pilih waktu dan tempat yang tepat,” pungkas Gomez.

(Arif/LIN)

Makin Terperosok, Rupiah Dibuka Rp14.652 per Dolar AS

0
Ilustrasi rupiah melemah (Istimewa)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Nilai tukar rupiah dibuka melemah di posisi Rp14.652 per dolar Amerika Serikat (AS), pada perdagangan pasar spot hari ini, Jumat (24/8/2018). Posisi itu melemah tipis 14 poin atau 0,09 persen.

Melansir CNNIndonesia, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan rupiah masih akan berlanjut melemah pada hari ini dengan bergerak dikisaran Rp14.615-14.635 per dolar AS, karena besarnya tekanan dari Negeri Paman Sam.

Pertama, AS baru saja mengeluarkan tarif bea masuk impor terbaru untuk Cina. Kedua, AS akan mengeluarkan tarif impor baru untuk Uni Eropa. Ketiga, bank sentral AS, The Federal Reserve diperkirakan akan tetap mengerek bunga acuannya pada bulan depan.

“Sementara itu, dari dalam negeri belum adanya sentimen yang terbarukan, sehingga membuat rupiah kehilangan momentum untuk mempertahankan kenaikannya,” ucapnya.

Tak hanya Rupiah saja yang melemah, sejumlah mata uang negara di kawasan Asia juga tertahan di zona merah, seperti won Korea, Yen Jepang, ringgit Malaysia, dan peso Filipina yang sama melemah tipis.

Hanya baht Thailand yang justru berbalik arah, kini berada di zona hijau atau menguat 0,04 persen dari dolar AS.

Begitu pula dengan beberapa mata uang utama negara maju yang mayoritas masih melemah di hadapan dolar AS. Poundsterling Inggris minus 0,08 persen, dolar Kanada minus 0,07 persen, dan franc Swiss minus 0,02 persen. (Vetra)

Dinilai Rawan Isu Politik, Kenaikan Gaji ASN Perlu Ditinjau Ulang

0
gaji ke-13 fokusjabar.id
Gaji (Ilustrasi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gaji pokok ASN pada tahun anggaran 2019 akan ditingkatkan sebesar 5 persen. Keputusan ini pun menimbulkan komentar beragam dari sejumlah kalangan, termasuk pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) , Bhima Yudhistira.

Menurutnya, kenaikan gaji ASN ini rawan dipolitisasi, terlebih pada 2019 nanti akan berlangsung Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Jadi kenaikan dari ASN itu 0,5 persen, hanya pertanyaannya kenapa baru tahun 2019 baru ada penyesuaian kenapa bukan tahun tahun sebelumnya. Apakah ada hubungan tahun politik?,” kata Bhima, Kamis (23/8/2018).

Bhima menjelaskan sebetulnya kenaikan gaji ASN tahun depan tidak akan berpengaruh terhadap roda perekonomian Indonesia. Sebab, hal itu pun akan seiring dengan naiknya inflasi yang diprediksi mencapai 4,5 persen.

“Pengaruh tidak terlalu besar kalau naiknya 5 persen tapi itu dikorting dengan inflasi. Tahun depan itu kan diprediksi jadi 4,5 persen,” tambahnya.

Meski demikian, Bhima mendesak pemerintah untuk memacu para ASN ini bekerja maksimal. Sehingga masyarakat dapat memaklumi kenaikan gaji ASN ini.

“Apakah ini bentuk apresiasi? Padahal buktinya pelayanan masyarakat belum baik . Bahkan, MenPAN RB sendiri menyebutkan lebih 80 persen ASN hanya bisa jadi juru ketik. Harusnya kenaikan gaji seiring dengan kinerja ASN, jadi apakah layak atau tidak kenaikan ini,” pungkasnya.


Perlu Ditinjau Ulang

Sementara itu, Anggota Komisi 11 DPR RI dari Fraksi PAN, Ahmad Najib Qodratullah mengatakan keputusan pemerintah dengan menaikan gaji ASN perlu ditinjau ulang. Sebab hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan inflasi yang besar.

“Dengan kenaikan ini apakah nanti akan memicu kenaikan inflasi? Ini yang harus dipikirkan,” ujarnya.

Selain inflasi, Ahmad juga mengingatkan kenaikan gaji ASN ini jangan sampai dijadikan momen untuk mencari simpati Presiden Jokowi diakhir masa jabatannya. Oleh karena itu, ia mendesak agar pemerintah mencari langkah yang cermat dalam keputusan ini.

“Jangan karena ini masa akhir jabatan Jokowi jadi mencari simpati. Pemerintah harus cermat dan lebih efektif lagi dalam mengelola anggaran,” pungkasnya.

(Vetra)