spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7960

Deklarasi #2019GantiPresiden Bagian dari Edukasi Publik, Mardani: Beri Ruang!

0
Inisiator Gerakan 2019 Ganti Presiden, Mardani Ali Sera (Istimewa/detik.com)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengklaim bahwa gerakan deklarasi #2019GantiPresiden merupakan bagian dari bagian dari edukasi publik. Tujuannya tak lain agar masyarakat memiliki kepedulian terhadap penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Kami deklarasi pada 6 Mei 2018. Deklarasi bukan keinginan partai politik di pusat tapi di daerah,” ujar Mardani, Senin (27/8/2018).

Inisiator Gerakan 2019 Ganti Presiden ini menuturkan pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang mempunyai kapasitas dan integritas, disamping mengawal Pemilu yang jujur, adil, berkualitas dan dewasa.

“Kami ingin masyarakat memilih pemimpin dengan cerdas sehingga terpilih pemimpin yang terbaik,” ungkap Mardani.

Ia berharap gerakan deklarasi #2019GantiPresiden ini bisa diberi ruang, begitupun dengan gerakan 2 periode.

“Keduanya berjalan ya silakan. Tinggal berikan ruang, dan waktunya jangan bersamaan. Tujuannya kan mengedukasi jadi jangan diarahkan ke clash of the people (kericuhan),” terang Ketua DPP PKS ini.

Mardani mengaku kecewa dengan adanya penolakan izin acara #2019GantiPresiden di sejumlah daerah. Padahal ia menganggap gerakan tersebut bagian dari kebebasan berkumpul dan berserikat serta menyatakan pendapat.

“Gerakan berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi aktif warga terkait proses politik yang terjadi. Mau yang dua periode atau satu periode semua punya hak menyampaikan pendapat,” tegasnya. (Vetra)

Fahri: Penghadangan Neno Warisman Bentuk Kepanikan Petahana

0
Fahri Hamzah (Istimewa/Merdeka)
Fahri Hamzah. (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyayangkan langkah aparat yang menghadang Neno Warisman karena akan melakukan deklarasi gerakan 2019 Ganti Presiden di Pekanbaru, Riau pada Sabtu (25/8/2018) lalu.

Menurutnya, penghadangan tersebut merupakan bentuk kepanikan dari pihak petahana yang takut kehilangan dukungan.

“Ada struktur kekuasaan yang sedang berkuasa merasa terancam,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, Senin (27/8/2018).

Fahri menilai, insiden yang dialami Neno lebih parah ketimbang kasus yang sudah terjadi pada rezim diktator. Pasalnya, penghadangan dilakukan oleh orang-orang yang memiliki akses terhadap negara.

“Pola tindakan yang muncul nampak bahwa tempat yang digunakan untuk menghadang adalah fasilitas vital, yang tidak mungkin sembarangan orang bisa masuk. Biasanya orang-orang seperti ini adalah orang yang punya akses kepada negara,” ungkapnya.

Fahri pun meminta semua aparat untuk tidak memihak karena tidak memiliki kewenangan. Apalagi menampakan minatnya untuk menolak gerakan-gerakan yang sifatnya demokratis.

“Kejadian ini bisa merusak demokrasi kita, tentu tidak boleh dibiarkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Neno Warisman mendapat pengadangan dari ratusan orang dan aparat di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8/2018). Massa berteriak mengusir Neno Warisman. Beberapa orang juga terlihat memanjat pagar dan membakar ban di jalan.

Situasi semakin tidak kondusif setelah sejumlah Ormas ingin menjemput Neno, tapi aparat tetap tidak mengizinkan. Pasalnya, massa yang menolak kedatangan Neno sudah bersikap anarkis. Karena alasan keamanan, aparat meminta Neno untuk kembali pulang. Akhirnya, tokoh penggerak #2019GantiPresiden ini memutuskan kembali pulang ke Jakarta. (Vetra)

Polrestabes Bandung Ciduk 24 Begal dalam Sepekan Terakhir

0
Ilustrasi aksi begal (Istimewa)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Polrestabes Bandung berhasil menciduk 24 begal atau tersangka kategori C3 (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor) selama kurun waktu sepekan terakhir, sejak 17-24 Agustus 2018.

Selain para pelaku, polisi juga mengamankan 13 unit kendaraan roda dua, 7 unit handphone berbagai merek, 5 buah kunci astag, 2 buah tas, dan satu buah kalung mas.

“Umumnya mereka melakukan kejahatan karena faktor ekonomi, ditambah mereka pengangguran,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema, Selasa (28/8/2018).

Iraman mengungkapkan, semua tersangka rata-rata berusia 20-25 tahun. Sebagian baru lulus SMP dan SMA.

“Para pelaku ini diamankan dari beberapa polsek. Tempat penangkapannya berbeda-beda. Untuk curanmor, pelaku menggunakan kunci T. Sedangkan untuk curat, pelaku mengancam korban dengan senjata tajam, dan untuk curas pelaku melukai korbannya,” ungkap Irman.

Ia menambahkan, dari 24 pelaku, beberapa diantaranya merupakan residivis dengan kasus serupa. Lagi-lagi alasan ekonomi yang mendorong mereka melakukan kejahatan.

Irman mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Pasalnya, para pelaku masih muda dan dalam usia produktif. Terkait hal ini, pihaknya meminta Pemerintah Kota Bandung untuk dapat memberdayakan para pelaku kejahatan setelah keluar dari sel penjara.

“Kami akan coba berkoordinasi dengan pemkot untuk solusi masalah pekerjaan ini, baik untuk pencegahan maupun untuk para pelaku yang sudah keluar penjara” kata Irman. (Vetra)

Pemindahan Tugu Adipura, Pemkot Tasikmalaya Tunggu Perubahan Anggaran

0
Tugu Adipura Segera Berpindah Tempat Ke Padayungan (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya berencana memindahkan Tugu Adipura kebanggaan warga yang berada di kawasan Taman Kota Tasikmalaya. Tepatnya, depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

Menurut rencana, pemindahan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat setelah anggaran perubahaan yang diajukan disahkan DPRD.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tasikmalaya, Yono S. Karso mengatakan, hingga saat ini masih menunggu pengesahan APBD-Perubahan Kota Tasikmalaya tahun 2018.

” Jumlah anggaran yang diajukan untuk biaya pemindahan tugu diperkirakan sebesar Rp200 juta,” sebut Yono.

APBD-P biasanya disahkan sekitar bulan Oktober. Jika berjalan lancar, pemindahan tugu bisa rampung maksimal dipengujung tahun 2018.

” Rencananya tugu Adipura akan dipindahkan ke Simpang Lima Padayungan yang lokasinya masih di Jalur Hz. Mustofa.  Design-nya akan dibuat seperti semula,” terang dia.

Alasan pemindahan kata dia, karena kondisi kawasan Taman Kota Tasikmalaya sudah terlampau padat dengan aktivitas masyarakat dan lalu lalang kendaraan.

” Pertimbangannya, demi kenyamanan warga dan kelancaran lalu lintas kendaraan, tugu Adipura perlu direlokasi ke Simpang Lima Padayungan,” ungkapnya.

Lanjut Yono, Taman Kota Tasikmalaya, Masjid Agung ditambah air mancur, akan menambah kepadatan masyarakat di kawasan tersebut sehingga perlu perluasan area terbuka.

” Dengan pertimbangan dan kajian yang dilakukan Pemerintah, solusinya tugu Adipura sebaiknya dipindahkan,” paparnya.

Rencana pemindahan tugu Adipura mendapatkan reaksi dan penolakan dari beberapa elemen masyarakat karena dianggap menghilangkan sejarah penghargaan Kota Tasikmalaya dan estetika Kota.

(Seda/Bam’s)

In-Kyun Nilai Sepakbola Asia Tenggara Semakin Maju

0
ILUSTRASI (WEB)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Timnas Indonesia U-23 gagal melangkah ke babak delapan besar Cabang Olahraga (Cabor) Sepakbola Asian Games 2018 setelah ditaklukkan Uni Emirat Arab (UEA) di babak 16 besar melalui drama adu penalti.

Pada babak delapan besar hanya diwakili satu tim dari Asia Tenggara yakni Vietnam. Sedangkan, Indonesia dan Malaysia terhenti di babak 16 besar.

Menurut gelandang Persib, Oh In-Kyun, sepakbola Asia Tenggara sudah mengalami perkembangan yang cukup bagus. Hal itu terbukti dengan bisa bersingnya negara-negara Asia Tenggara.

“Sekarang Malaysia, Indonesia, Vietnam lagi bagus. Menurut saya contohnya Vietnam, sudah berkembang sama dengan Negara Asia lain seperti Arab, Jepang, Korea,” kata In-Kyun di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung.

Pemain berusia 33 tahun ini menambahkan, sebelumnya tim-tim Asia bisa dengan mudah mengalahkan tim Asia Tenggara. Namun, kali ini berbeda, karena tim Asia Tenggara sudah berkembang dan bisa mengalahkan tim Asia lainnya.

“Saya jujur dulu sedikit jauh level Asia tenggara dengan yang lain. Sekarang bisa dilihat dari permainan, tidak ada ah kita pasti menang melawan Malaysia, Jepang juga kalah melawan Vietnam (di grup D),” jelasnya.

(Arif/Bam’s)

Rebut Kemenangan, Demokrat Terapkan Strategi Zonasi dan Tandem

0
Pembekalan Caleg Partai Demokrat

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Jawa Barat, Irfan Suryanagara menyebut, strategi zonasi dan tandem bagi para Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi dan DPR RI diyakini akan menambah jumlah kursi sekaligus jadi pemenang di Pemilu 2019.

Pembekalan Caleg

Menurutnya, penerapan strategi zonasi efektif dan efisien untuk kembali merebut kemenangan di Pileg 2019. Selai itu, menjadi momentum kebangkitan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“ Strategi zonasi efektif dan efisien serta tandem akan diterapkan para Caleg di seluruh Indonesia. Termasuk sekitar 1.400 Caleg Partai Demokrat yang bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar. Saya yakin dengan dua strategi tersebut menjadi momentum kebangkitan Demokrat,” kata Irfan.

Irfan menjelaskan, strategi zonasi untuk menekan sekaligus menghindari gesekan diantara sesama Caleg Partai Demokrat. Dengan begitu, mereka akan fokus bertarung dengan para Caleg dari partai lain di Dapilnya masing-masing.

” Dari 1.400 Caleg, saya optimistis 70-80 persen sudah siap tempur. Strategi zonasi untuk menekan atau menghindari gesekan antar Caleg Demokrat. Setiap kader memiliki daerah tempur masing-masing. Dengan begitu, mereka akan fokus untuk meraih simpatik dari masyarakat,” ujar Irfan pada acara pembekalan Caleg di di Hotel Harris & Convention Festival Citylink, Jalan Peta, Kota Bandung, Senin (27/8/2018) malam.

Strategi pemenangan tersebut sambung Irfan, dibangun berdasarkan pengalaman para anggota legislatif yang mampu meraih kemenangan dua periode. Artinya, mereka hanya fokus mengumpulkan suara di sejumlah wilayah (zona) tertentu.

(Bam’s)

Persib Siapkan Uji Coba di Dalam dan Luar Kota

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez akan mempersiapkan dua pertandingan uji coba setelah sebelumnya meliburkan aktivitas latihan pasukannya.

Menurut Gomez, pertandingan uji coba tersebut merupakan persiapan sebelum melakoni laga kandang Liga 1 2018 pekan ke-21 menghadapi Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, 13 September 2018.

“Mungkin kita akan coba pada Sabtu atau Minggu depan,” kata Gomez di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Senin (27/8/2018).

Pelatih asal Argentina ini belum bisa menyebutkan calon lawan yang akan dihadapi pada pertandingan uji coba tersebut. Meski begitu, dua laga uji coba ini rencanannya akan digelar di dalam dan luar Kota Bandung.

“Kita coba dua uji coba, satu away satu di Gelora (GBLA). Kita tentu akan lakukan uji coba,” ungkapnya.

(Arif)