spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7959

Hadapi Pileg dan Pilpres 2019, Bawaslu Lebih Pede

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Menjelang Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) lebih percaya diri bertugas.

Demikian disampaikan Komisioner Bawaslu RI Fritz Edward Siregar dalam kegiatan Malam Penganugerahan Bawaslu Jawa Barat Award 2018 yang digelar Bawaslu Jabar di Amphiteater Trans Studio Mall (TSM), Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Senin (28/8/2018) malam.

“Kami merasa lebih percaya diri menghadapi Pileg dan Pilpres 2019,” kata Fritz.

Pengalaman telah membuktikan bahwa seluruh jajaran Bawaslu baik tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota sukses mengawasi proses dan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 dengan mengacu pada standar operasional yang telah ditentukan.

“Bawaslu Jabar Award ini untuk mengapresiasi teman-teman yang telah bekerja keras mengawasi jalannya pilkada,” kata Fritz.

Tidak hanya itu, kegiatan tersebut pun digelar untuk mendongkrak performa Bawaslu Jabar dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2019.

Fritz mengakui bahwa pengawasan pesta demokrasi bukanlah tugas yang mudah. Bahkan, tugas itu berisiko besar.

Tak jarang jajaran Bawaslu harus menghadapi massa yang emosi hingga berujung pada aksi pelemparan kantor Bawaslu maupun pembakaran mobil operasional.

“Selama proses Pilkada Serentak 2018 saja, sebanyak 15 anggota Bawaslu meninggal dunia. Ada yang kecelakaan, sakit, hingga kelelahan. Itu adalah bagian dalam menjalankan tugas dan peran kami,” paparnya.

Berkaca pada pengalaman itu, Fritz yakin, seluruh jajaran Bawaslu, khususnya jajaran Bawaslu Jabar akan lebih percaya diri menghadapi perhelatan Pileg dan Pilpres 2019 karena kinerja, termasuk kreadibilitasnya sudah teruji.

(LIN)

Bio Farma Ajak Produsen Vaksin Negara OKI Kolaborasi Riset

0

BANDUNG, FOKUSJabar. co. id: Mewakili Kementrian Kesehatan, industri vaksin institute Pasteur du Maroc, delegasi Tunisia dan Maroko mengunjungi Bio Farma, Bandung, Selasa (28/8/2018). Kedatangan mereka untuk mempelajari pembuatan vaksin mulai dari hulu ke hilir.

Untuk diketahui, sejak Desember 2017, Indonesia sudah ditetapkan menjadi Pusat Penelitian Vaksin di Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk bidang Vaksin dan Bio
Teknologi.

Status itu pun mulai menarik perhatian negara anggota OKI, di antaranya Tunisia dan Maroko. Kedua negera itu berkunjung ke Bio Farma untuk mencari pengalaman dan pengetahuan pembuatan vaksin.

Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan megatakan, dari 57 negara anggota OKI, hanya sekitar tujuh negara yang sudah memiliki pabrik vaksin.

Tujuh negara itu, seperti Indonesia, Saudi Arabia, Maroko, Tunisia, Mesir, Senegal, dan Iran. Namun yang sudah diakui Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk vaksin dasar hanya Indonesia.

“Indonesia ini satu dari tujuh negara yang produk vaksin dasarnya sudah diakui WHO, hal itu pula lah yang membuat Tunisia dan Maroko tertarik belajar manajemen dan produkai vaksin di Bio Farma,” kata Rahman.

Saat ini, kata Rahman, supply vaksin ke Saudi Arabia sudah berjalan. Kerjasama ini untuk memenuhi kebutuhan vakson di negara arab dan negara-negara teluk.

Adapun produk vaksin yang akan dibantu Bio Farma, yakni produk imunisasi dasar seperti Polio, campak, tetanus, difteri, pertusis dan yang terbaru, yakni pentavalen, (DTP, Hb, Hib).

“Sehingga nantinya mereka bisa memproduksi dan memenuhi kebutuhan vaksin secara mandiri,” kata dia.

Selain sharing mengenai produksi vaksin, Bio Farma pun akan mengajak negara anggota OKI melakukan penelitian secara bersama-sama untuk menemukan vaksin baru, guna pencegahan penyakit baru, atau inovasi lainnya.

“Negara anggota OKI punya banyak peneliti yang bisa kita gabungkan untuk menemukan vaksin penyakit baru ke depan. Tantangan kita adalah menemukan vaksin dengan material yang tidak diragukam kehalalannya, ” terang dia.

(LIN)

Dedi Nilai Luis Milla Masih Layak Tangani Timnas

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar berharap pelatih Timnas Indonesia U-23 Luis Milla dipertahankan. Karena memberikan kontribusi positif bagi Timnas.

Walaupun menurutnya, Timnas Indonesia di bawah asuhan Luis Milla gagal menembus babak delapan besar cabang olah raga sepak bola Asian Games 2018.

“Itu luis Milla yang saya lihat, progres bagus ke depannya, termasuk bawahnya. Ya harus di pertahankan,” kata Dedi di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (28/08/2018).

Dado menambahkan, penampilan skuad Garuda sudah bagus di Asian Games 2018. Hanya saja keberuntungan tidak berpihak kepada timnas, sehingga di babak 16 besar harus tersingkir melalui drama adu penalti dari Uni Emirat Arab, setelah skor imbang 2-2 bertahan hingga babak tambahan.

“Performa lihat kemarin sudah bagus, apalagi sekarang saya amati selalu menguasai pertandingan cuma kurang beruntung kita kalah, segi pertandingan kita bisa menguasai, apalagi kalau lawan kawasan Arab biasanya bertahan sekarang bisa menguasai,” jelasnya.

(Arif/DAR)

Lomba Kartun Nabi Muhammad di Belanda, PM Pakistan Protes ke PBB

0
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan (Istimewa/shamma.tv)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyatakan akan melayangkan protes terkait diadakannya lomba kartun Nabi Muhammad di Belanda dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Hal itu dikatakan PM Khan setelah parlemen Pakistan mengesahkan resolusi yang mengecam kompetisi menggambar karikatur Nabi Muhammad di Belanda, pada Senin (27/8/2018) kemarin. Resolusi itu diajukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pakistan Shibli Faraz dan disahkan secara bulat oleh para senator.

Seperti diketahui, politisi anti-Islam Belanda, Geert Wilders mengumumkan kompetisi menggambar karikatur Nabi Muhammad pada Juni lalu. Partai Wilders menyatakan kompetisi tersebut mendapat persetujuan dari Badan Anti-Terorisme Belanda.

Terkait hal itu, PM Khan menyatakan kecaman keras terhadap lomba tersebut. Dirinya pun mengajak anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bersikap atas isu tersebut di panggung internasional.

“Kami akan mengangkat isu ini ke PBB. Tapi pertama-tama, ini adalah kegagalan dunia muslim,” kata PM Khan seperti dilansir situs berita Pakistan, The News.

Khan menilai lomba tersebut telah melukai warga muslim di seluruh dunia. “Protes kita hanya akan berdampak sedikit karena hanya segelintir warga Eropa paham bahwa konten seperti itu melukai hati umat muslim,” kata PM Khan.

“Saya paham cara berpikir Eropa. Mereka tidak memahami cinta umat muslim pada Sang Nabi,” tandasnya.

(Vetra)

Reklamasi Teluk Benoa Akhirnya Dibatalkan, Rakyat Bali Menang!

0
Aksi demonstrasi dari Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) (Istimewa/seni.co.id)

BALI, FOKUSJabar.id : PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) akhirnya membatalkan pelaksanaan proyek reklamasi Teluk Benoa. Proyek reklamasi itu dinilai tidak layak karena aspek sosio kultural yaitu adanya penolakan dari masyarakat. Selain itu, izin lokasi reklamasi yang dipegang perusahaan tersebut pun dianggap telah kadaluarsa sejak Minggu, 26 Agustus kemarin.

Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI), gerakan yang lantang menolak reklamasi di Pulau Dewata itu lantas bersyukur. Perjuangan dan harapan rakyat Bali selama lima tahun lamanya menolak reklamasi Teluk Benoa akhirnya terwujud.

“Amdalnya tidak lulus kelayakan, pada saat yang sama izin lokasinya tidak berlaku, maka otomatis proyek berhenti atau gagal. Teluk Benoa terselamatkan dari reklamasi seluas 700 hektar oleh PT TWBI,” kata Koordinator ForBALI, Gendo kutip CNNIndonesia, Selasa (28/8/2018).

Gendo berharap kemenangan ini dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk terus mengkritisi pembangunan yang dinilai tidak adil. Selain menjadi pembelajaran bagi pengusaha yang ingin berinvestasi agar memperhatikan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

“Kemenangan yang diperoleh rakyat Bali ini tidak boleh memadamkan semangat untuk tetap mengkritisi pemerintah karena masih ada perjuangan selanjutnya untuk mengembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi,” kata Gendo.


Pelestarian Mangrove di Kawasan Teluk Benoa

Sementara itu, pasangan calon gubernur Bali terpilih, Wayan Koster memastikan rencana reklamasi di kawasan Teluk Benoa, Kabupaten Badung, akan dibatalkan untuk menyelamatkan mangrove.

“Begitu saya dilantik, maka surat akan saya kirimkan kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan kewenangan rencana reklamasi Teluk Benoa ini,” kata Koster di Denpasar, Jumat (24/8/2018) lalu kutip Antara.

Calon gubernur dan wakil gubernur Bali terpilih, I Wayan Koster (kiri). (Istimewa/medcom.id)

Koster menyatakan kawasan Teluk Benoa akan dikonservasi kembali sebagai kawasan pelestarian hutan mangrove. Dia pun menyatakan akan menindak tegas semua pihak yang terbukti melakukan pelanggaran di wilayah hutan mangrove.

Koster juga akan meminta pemerintah pusat hingga pemerintah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, serta pihak ketiga dan pihak lain yang memiliki kewenangan langsung maupun tidak langsung agar menghentikan atau tidak melanjutkan proses reklamasi dalam bentuk apapun.

“Termasuk studi kelayakan, analisa dampak lingkungan, dan kegiatan lain sepanjang berkaitan dengan rencana reklamasi Teluk Benoa,” pungkas Koster.

(Vetra)

Hari Ini, Rupiah Dibuka Menguat 12 Poin

0
Ilustrasi rupiah (Istimewa/viva..co.id)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp14.608 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot hari ini, Selasa (28/8). Posisi ini menguat 12 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan kemarin, Senin (27/8) di Rp14.620 per dolar AS.

Bersama rupiah, sejumlah mata uang Asia berada di zona hijau. Dolar Singapura menguat 0,03 persen, baht Thailand 0,06 persen, peso Filipina 0,08 persen, ringgit Malaysia 0,12 persen, euro Eropa 0,14 persen, won Korea Selatan 0,39 persen. Hanya yen Jepang yang melemah 0,05 persen dari dolar AS.

Melansir CNNIndonesia, analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan rupiah masih akan bertahan di zona hijau karena pelemahan dolar AS diperkirakan berlanjut.

Pelemahan dolar AS, katanya, masih terjadi karena pengaruh tercapainya kesepakatan dagang antara AS dengan Meksiko.

“Ini mengurangi kekhawatiran akan terjadinya perang dagang antara AS dengan mitra dagangnya, sehingga membuat laju dolar AS menurun,” katanya, Selasa (28/8/2018). (Vetra)

Tim Kaji Ungkap Penyebab Rentetan Gempa Lombok

0
Kerusakan bangunan akibat gempa Lombok (istimewa/setkab.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah telah membentuk tim kaji untuk meneliti sejumlah faktor penyebab gempa di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kajian ini melibatkan ilmuan dari sejumlah institusi terkait seperti Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

BACA JUGA:

Pusluhtan RI Perkuat Ketahanan Pangan di Kabupaten Garut

Hasil analisa sementara, Badan Geologi menyampaikan pemicu gempa bumi di Lombok di hubungkan dengan aktivitas Zona Patahan Belakang Busur Flores (Flores Back Arc Thrust).

“Para ahli sudah sepakat gempa bumi di Lombok di sebabkan adanya Zona Patahan Belakang Sesar Naik Belakang Busur Flores,” ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kasbani, Senin (27/8/2018).

Ia menegaskan, gempa di Lombok tidak mempengaruhi aktivitas Gunung Rinjani dan Gunung Agung.

“Sementara ini tidak berpengaruh. Yang patut di waspadai hanya potensi longsor yang terjadi di puncak Gunung,” tegasnya di kutip laman resmi Kementerian ESDM.

Kasbani menjelaskan, sebaran gempa bumi awal (foreshock), gempa bumi utama (mainshock) dan gempa bumi susulan (aftershock) di Lombok pada 29 Juli dan 5 Agustus 2018 berada pada segmen bidang patahan yang sama.

Sedangkan gempa bumi pada 19 Agustus, di perkirakan dalam segmen patahan yang berbeda.

Kepala Pusat Survei Geologi (PSG) Badan Geologi, Eko Budi Lelono mengungkapkan, berdasarkan hipotesa Pusat Survei Geologi (PSG) Badan Geologi, rangkaian gempa dalam waktu yang berdekatan ini bisa di tinjau dari aspek asperiti.

Asperiti sendiri merupakan area pada bidang patahan/sesar yang “terkunci”.

“Asperiti memiliki gaya friksi yang tinggi dan energi utama penghasil gempa adalah dari pelepasan area ini. Asperiti ini yang menjadi penyebab series gempa karena ada kelenturan. Ini masih hipotesa kami,” tukasnya.


Alasan Dibentuknya Tim Kaji

Terkait langkah pemerintah membentuk tim kaji, Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar mengutarakan pemerintah mengemban tugas untuk memberikan penjelasan atas kronologi dan penyebab gempa bumi.

“Pemerintah memiliki kewajiban menjelaskan kepada masyarakat terkait bencana gempa bumi di Lombok. Makanya, kita harus menggagas kerja sama guna menghadapi hal serupa di tempat lain juga,” ujar Rudy di kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (27/8/2018).

BACA JUGA:

Kadin Garut Rekrut Aktivis Antikorupsi, Pastikan Iklim Usaha Bersih dan Transparan

Hasil kajian ilmiah ini, nantinya akan di gunakan untuk menyampaikan informasi yang benar dan satu suara. Alhasil masyarakat tidak mengalami kebingungan.

“Kami memiliki tanggung jawab menyampaikan data yang akurat kepada masyarakat. Dengan begitu tidak terjadi simpang siur pemberitaan gempa,” pungkasnya.

(Vetra)