spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7958

Pebulutangkis Indonesia Sumbangkan Dua Medali Emas

0
Jonatan Christie (Jojo) foto web

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Tunggal dan ganda putra Indonesia Cabang Olahraga (Cabor) Bulu Tangkis berhasil menambah pembendaharaan medali emas Asian Games 2018.

Mesti tak di unggulkan, tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie (Jojo) menumbangkan andalan Taiwan, Chou Tien Chen (21-18, 20-22, 21-15). Satu emas lagi di sumbangkan pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon atas rekan senegaranya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

BACA JUGA:

Borneo FC Tempel Ketat Persib Bandung

Pertandingan antara Jojo vs Chou Tien Chen berlangsung ketat dan menegangkan. Di game pertama, Chou bermain dibawah tekanan. Jonatan tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia menyabet game pertama.

Memasuki game kedua, Jonatan sempat kalah start dan tertinggal jauh hingga 10-15. Saat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 20-20, Chou langsung mempercepat tempo permainan dan mengeluarkan serangan-serangannya. Alhasil, game ketiga terpaksa dimainkan.

” Puji Tuhan, berkat Tuhan dan para supporter saya bisa dapat emas Asian Games,” kata Jojo di Istora Gelora Bung Karno, Selasa (28/8/2018).

Kemenangan ini sambung Jojo, sangat berarti bagi dia. Pasalnya, dalam beberapa even dirinya terpuruk dan banyak komentar negative yang diterimanya.

Jojo melenggang ke babak final setelah di babak semifinal mengalahkan andalan Jepang, Kenta Nishimoto (21-15, 15-21, 21-19). Sementara Chou Tien Chen menghempaskan andalan Indonesia lainnya, Anthony Sinisuka Ginting.

(Bam’s)

Israel Kembangkan Rudal Terbaru, Jangkau Seluruh Timur Tengah

0
ilustrasi (web)

ISRAEL, FOKUSJabar.id: Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengatakan negaranya tengah mengembangkan teknologi peluru kendali yang mampu menjangkau seluruh target di kawasan Timur Tengah.

Lieberman menyatakan industri militer Israel (Israel Military Industries/IMI) bakal merampungkan teknologi rudal tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

“Kami sedang mengembangkan sistem rudal presisi yang memungkinkan Pasukan Pertahanan Israel menjangkau setiap titik di kawasan ini dalam beberapa tahun ke depan,” kata Lieberman, Selasa (28/8/2018).

“Proyek untuk membuat roket presisi dan sistem rudal sedang berlangsung,” ujar Lieberman melalui pernyataan, seperti dikutip CNN.

Sementera itu, Ketua IMI Yitzhak Aharonovitch mengatakan sistem persenjataan baru memiliki teknologi yang canggih sehingga dapat menembak secara akurat pada target.

“mencerminkan kecanggihan teknologi dengan fokus kemampuan menembak secara akurat untuk menyerang berbagai target di darat,” kata Yitzhak.

Ahli militer mengatakan militer Israel memiliki beberapa rudal balistik Jericho yang dapat membawa hulu ledak nuklir.

Pada 2004 lalu, IMI menyatakan telah mengembangkan rudal Delilah yang memiliki jarak jelajah hingga 250 kilometer. Delilah juga dilengkapi dengan sistem roket anti-rudal.

(Agung)

KPK Tangkap Hakim Tipikor di Medan

0
(foto web)

MEDAN, FOKUSJabar.id: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini, KPK menangkap hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Sumatera Utara, Selasa (28/8/2018).

“Ya benar ada kegiatan tim penindakan KPK di Medan dalam beberapa hari ini,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, seperti dilansir CNN.

Basaria mengatakan tim penindakan KPK telah menahan delapan orang, termasuk seorang hakim. Namun, belum identitas para pihak yang diamankan tersebut belum diketahui.

“Dari delapan orang tersebut, ada yang menjabat sebagai Hakim, Panitera dan pihak lain,” ujarnya.

Basaria menduga telah terjadi transaksi terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi di Medan, Sumatera Utara. Namun, pensiunan polisi bintang dua itu belum bisa merinci perkara apa yang terkait dengan OTT hakim ini.

“Diduga telah terjadi transaksi terkait penanganan perkara tipikor di Medan,” tuturnya.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut. Kedelapan orang yang ditangkap itu bakal dibawa ke Kantor KPK, Jakarta, sore ini.

(Agung)

Sandiaga Uno Berkunjung ke Kota Bandung

0
Sandiaga Uno. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bakal calon wakil Presiden (cawapres) Sandiaga Uno akan mengunjungi Kota Bandung, Selasa (28/8/2018).

Dari informasi yang didapat FOKUSJabar.id dari Ketua Gerindra Jawa Barat (Jabar) Mulyadi, Sandiaga Uno akan menggelar Dialog Ekonomi di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, pukul 13.30 WIB.

Sandiaga Uno dideklarasikan sebagai cawapres Prabowo Subianto yang akan bertarung dalam Pilpres 2019. Adapun partai pengusung Prabowo-Sandiaga adalah Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat.

Pasangan ini bakal bertarung dengan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan cawapres Ma’ruf Amin.

(Ibenk)

Capres-Cawapres Belum Ditetapkan, #2019GantiPresiden Bukan Kampanye

0
Komisioner KPU Wasikin saat diwawancarai (foto LIN)
Komisioner KPU Wasikin saat diwawancarai (foto LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat Wasikin Marzuki mengimbau masyarakat agar cerdas bersikap terhadap maraknya seruan tagar #2019GantiPresiden.

Bahkan, Wasikin berharap masyarakat Jawa Barat yang pro terhadap gerakan tersebut agar tidak memunculkan provokasi yang menyinggung kepada pihak – pihak yang menolak eksistensi tagar tersebut.

“Masyarakat harus tertib, masyarakat harus menyampaikannya dengan tidak menyinggung siapapun,” kata Wasikin di Bandung, Selasa (28/8/2018).

Wasikin menambahkan, Bawaslu menyerahkan sepenuhnya kewenangan menangani seruan tagar tersebut kepada aparat kepolisian. Terlebih kata dia, itu bukan kampanye, karena calon presiden dan wakil presidennya belum ditetapkan.
Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak jika ada aksi di Jabar terkait #2019GantiPresiden.

“Bawaslu memandang itu dinamika, bukan masalah diperbolehkan atau tidak diperbolehkan, kegiatan itu terjadi pada saat calon presiden dan wakil presiden belum ditetapkan, kalau sudah ditetapkan baru argo jalan,” jelas dia.

(LIN)

Disebut Jadi Jubir, Deddy Mizwar Mengaku Belum dihubungi TKN Jokowi-Ma’ruf

0
wagub Jabar Deddy Mizwar (foto: Web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Mantan Wagub Jabar, Deddy Mizwar mengaku belum dihubungi oleh Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto terkait tugasnya sebagai juru bicara. Kendati begitu, Deddy mengaku akan menunggu perkembangan hingga penetapan calon presiden.

“Insya Alloh. Kalau masalah sanggup atau tidak, masa nggak sanggup,” kata Deddy Mizwar, Selasa (28/8/2018).

Untuk diketahui, Deddy Mizwar adalah kader Partai Demokrat yang mengusung Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Kaitannya dengan hal itu, Deddy Mizwar enggan berkomentar lebih dalam.

“Tanya saja ke Sekjen Demokrat, jangan gw yang komentar, kan perlu dibahas petugas soal kewenangan,” kata dia dengan nada guyon.

Demiz pun menyatakan bahwa dirinya masih menunggu dan membahas hal itu dengan partainya bernaung. Meski begitu, dia pun tidak memberikan sanggahan kemungkinan menjadi Jubir Jokowi-Ma’ruf.

“Terakhir penetapan capres kan tanggal 21 September, nanti saja kalau sudah jelas,” jelas dia.

Untuk diketahui, TKN Jokowi-Ma’ruf menyatakan bahwa Deddy Mizwar menjadi salah satu Jubir. Hal itu diputuskan sebagai bagian dari penggalangan dan upaya meningkatkan efektivitas tim kampanye sesuai hasil koordinasi dengan Jokowi.

(LIN)

Sekda Jabar Minta Pemerintah Desa Anggarkan Alokasi Dana untuk Sosialisasi KB

0
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bantu program BKKBN mengatasi permasalahan penduduk di Jawa Barat (Jabar), khususnya untuk pengembangan tenaga penggerak desa, Pemprov Jabar alokasikan anggaran Rp27 milyar di tahun 2018-2019.

“Pemprov Jabar akan terus mendukung. Alokasi yang diajukan hampir dicoret, tapi kami terus kawal,” ungkap Sekda Jabar Iwa Karniwa di sela Seminar Hari Kependudukan Dunia yang digagas BKKBN Jabar di Hotel Tjokro, Jalan Cihampelas, Bandung, Selasa (28/8/2018).

Menurut dia, dorongan tersebut sangat penting, mengingat tantangan ke depan cukup besar. Bahkan saat ini jumlah penduduk di Jabar telah mencapai 48,3 juta. Untuk mengatasi permasalahan kependudukan itu, diperlukan peran serta semua pihak, khususnya pemerintah desa yang langsung berhadapan dengan masyarakat.

“Pemprov bantu bkkbn dalam rangka untuk kesenjangan SDM. Dengan adanya dukungan dana dari Pemprov, BKKBN bisa menyeleksi masyarakat ataupun tokoh-tokoh yang dijadikan penyuluh sekitar 2 ribu lebih. Itu bukti konkret dukungan Pemprov Jabar,” kata dia.

Saat ini, kata Iwa, tingkat kelahiran mencapai 2,2 persen atau mengalami peningkatan dari sebelumnya yang mencapai 2,4 persen. Dalam hal itu Pemprov pun akan terus menekan angka tersebut sehingga bisa ideal.

“Sekarang sudah 2,2 persen, tapi itu tidak cukup, maka kita juga akan mendorong agar sebanyak 5634 desa yang jadi basis perjuangan BKKBN itu turut membantu, sehingga masing-masing desa membantu program KB,” kata Iwa.

Lebih lanjut Iwa berharap, ke depan pemerintah desa bisa mengalokasikan anggaran desa untuk sosialisasi program BKKBN. Menurut dia, desa perlu jadi basis menyelesaikan permasalahan pendudukan. Termasuk pelaksanaan seminar pun diharapkan desa mengalokasikan anggaran untuk mendidik tokoh-tokoh penting yang ada di desa untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat desanya. Terutama untuk tiga hal, yakni mengendalikan jumlah penduduk, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta meningkatkan basis ekonomi.

“Jadi program KB bukan hanya KB saja, tapi tiga hal itu jika disinergikan dengan APBD yang ada di desa, makah langkah itu akan signifikan untuk menyelesaikan persoalan terkait kependudukan. Jika itu diimplementasikan dengan baik di lapangan, maka di 2018 dan 2019, indeks kelahiran akan mengalami penurunan. Nantinya akan terjadi penurunan lagi dari 2,4 jadi 2,2 persen. Ini luar biasa, makanya kita dorong,” jelas dia.

Menurutnya keterlibatan pemerintah desa dalam sosialisasi program BKKBN sangat penting, terlebih saat ini anggaran desa cukup besar, baik dari pemerintah kabupaten kota, provinsi maupun dari pemerintah pusat. Sehingga pemerintah desa pun bisa mengalokasikan anggaran.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, saat ini perhatian pemerintah desa terhadap program KB masih rendah. Bahkan dari 2377 desa yang telah dikumpulkan, hanya sekitar 15 persen yang telah menganggarkan alokasi untuk sosialisasi program KB.

“Kita harapkan semuanya bisa membantu,” kata Sukaryo.

Dalam kesempatan itu, teguh mengatakan bahwa pemahaman masyarakat terhadap tingginya angka kelahiran pun sangat rendah. Khususnya di wilayah Jabar Selatan, seperti Garut, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya dan lainnya. Hal itu karena usia kawin yang relatif muda.

“Rata rata usia 20, tapi ada juga yang usia 18 dan 16 tahun. Makanya para tokoh masyarakat perlu diberikan pemahaman. Para tokoh itulah yang diberikan pemahaman dari kita supaya usia perkawinan bisa diidealkan,” jelas dia.

(LIN)