spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7961

KPU: Deklarasi #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode Sah Saja Dilakukan, Asal…

0
Ilustrasi Massa 2019 Ganti Presiden (Istimewa/liputan6.com)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sepakat bahwa kegiatan deklarasi #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode atau sejenisnya merupakan bentuk kebebasan berpendapat.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan kegiatan deklarasi semacam itu sah-sah saja dilakukan.  “Tidak mungkin kebebasan ekspresi, kebebasan menyampaikan pendapat dibatasi sedemikian rupa. Direpresi. Kan tidak mungkin. Zaman berubah, zaman sudah seperti ini,” kata Wahyu di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Namun, Wahyu menggarisbawahi pentingnya masyarakat untuk mematuhi peraturan. Ia mengimbau kepada masyarakat yang ingin menggelar deklarasi semacam itu mesti mendapat izin terlebih dahulu dari kepolisian.

“Juga harus secara dewasa dan harus mematuhi ketentuan yang berlaku,” tegas Wahyu.


Bukan Termasuk Kampanye

Hal senada juga diungkap, anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar. Dia mengatakan Bawaslu sepakat bahwa deklarasi #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode atau sejenisnya adalah bentuk kebebasan berpendapat dan bukan termasuk kegiatan kampanye.

Dia menjelaskan bahwa kampanye adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh pasangan calon capres-cawapres atau tim kampanye yang disahkan KPU.  Sementara sejauh ini, lanjutnya, kedua unsur tersebut masih belum ada karena Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih berstatus bakal pasangan capres-cawapres dan belum ditetapkan sebagai pasangan capres-cawapres oleh KPU sebelum tanggal 20 September mendatang.

“Sehingga belum menjadi ranah bawaslu karena capres itu sendiri belum ada,” imbuh Fritz.

[Baca juga: Luhut: Larangan Deklarasi #2019GantiPresiden Bukan Tindakan Represif]

Oleh karenanya, atas asumsinya itu Fritz menganggap deklarasi #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode tidak termasuk kegiatan kampanye.

Kendati kegiatan deklarasi sah dilakukan, Fritz tetap mengimbau agar masyarakat hendaknya tunduk pada peraturan yang berlaku sebelum menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Tetapi hendaklah tetap patuh kepadaperaturan yang berlaku. Apabila ada intimidasi, persekusi, silakan kepada kepolisian apa yang harus dilakukan,” pungkasnya. (Vetra)

Luhut: Larangan Deklarasi #2019GantiPresiden Bukan Tindakan Represif

0
Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Panjaitan (Istimewa)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan larangan kepolisian terhadap deklarasi gerakan #2019GantiPresiden di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/8) kemarin, dilakukan bertujuan untuk menghindari bentrokan massa. Menurutnya keliru jika pelarangan itu sebagai tindakan represif.

“Siapa yang represif? Siapa yang bilang? Sekarang kan apa saja bisa,” ujar Luhut di kantor wakil presiden, Jakarta, Senin (27/8/2018).

Luhut menilai adanya unsur provokatif dalam gerakan #2019GantiPresiden, sehingga larangan deklarasi di Surabaya itu oleh kepolisian sudah sangat tepat dilakukan, demi menghindari bentrok massa dari kedua yang pro dan kontra.

“Saya pikir ngapain (gerakan #2019GantiPresiden di Surabaya) provokasi gitu,” ujar Luhut.

“Tapi enggak apa-apa juga (dilarang) dari pada bentrok,” tambahnya.

Luhut menilai gerakan-gerakan bernada provokatif memang harus dilarang. Karenanya, ketimbang meributkan soal gerakan #2019GantiPresiden, Luhut meminta semua pihak menikmati Asian Games 2018, dimana para atlet Indonesia terus berjuang meraih prestasi.

“Coba nikmati tuh Asian Games, semua penuh medali sekarang. Nikmati success story yang ada, kenapa sih zaman gini masih ribut-ribut,” jelasnya.

Luhut sendiri membantah pemerintah yang anti kritik. Ia mengklaim selama ini pemerintah selalu bersikap terbuka dengan berbagai macam kritik, kendati tak sedikit kritikan itu disuarakan sejumlah pihak secara asal tanpa dasar.

“Selama ini dikritik segala macam enggak benar juga kita telan saja kok. Kurang apa coba kritiknya?” tandas Luhut. (Vetra)

Euphoria Pencinta Musik Indie Bandung di ‘Senja Syahdu2’

0
Barasuara. (FOKUSJabar/Vina)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: pecinta musik indie di Bandung kembali dimanjakan oleh gelaran konser musik ‘Senja Syahdu 2’ yang bertempat di clicksquare bandung. Minggu (25/8/2018).

Band inde ternama seperti Mocca, Pusakata dan Barasuara menjadi penghibur dalam event yang diselanggarakan Ardan radio tersebut. ribuan penonton pun hadir di acara yang di gelar di rooftop sebuah mall tersebut.

 

Mocca. (FOKUSJabar/Vina)

 

Mocca yang menjadi band pembuka pada sore hari itu sukses memberi keceriaan dengan membawakan lagu andalan mereka seperti Me and my boyfriend, I remember hingga My only one.

 

Pusakata (FOKUSJabar/Vina)

 

Berikutnya, Pusakata memanjakan para penonton lewat alunan musik dan lirik yang romantis. mereka membawakan lagu seperti Lara, Berdua saja, Perempuan yang sedang dalam pelukan hingga Akad.

Barasuara (FOKUAJabar/Vina)

 

Menjadi band pamungkas, Barasuara menggetarkan panggung Senja Syahdu 2, lewat penampilan mereka yang atraktif. Pada penampilannya kali ini bara suara membawakan lagu seperti Nyala suara, Samara, Masa Mesias, Bahas bahasa hingga Api lentera. Mereka pun membawakan lagu terbaru mereka Seribu racun dan Pikiran dan perjalanan.

(Agung)

Pesilat Garut Raih Emas di Asian Games 2018, Ketua Paguyuban Ki Garut Bangga

0
Ahmad Bajuri Gerbang Aspirasi DOB fokusjabar.id
Ahmad Bajuri

GARUT, FOKUSJabar.id : Tiga atlet Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat asal Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat yang turun di kelas beregu putra sukses meraih medali emas di Asian Games 2018, Senin (27/8/2018).

Ke-tiga atlet tersebut, Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani dan Anggi Faisal Mubarok meraih nilai tertinggi 465 poin. Pertandingannya itu sendiri digelar di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta.

Ketua Paguyuban Ki Garut, Ki Bajuri mengaku bangga atas prestasi atlet Pencak Silat putra asal Kabupaten Garut. Bagaimana tidak, prestasi mereka tentunya mengharumkan bangsa Indonesia, khususnya Kota Intan.

“ Tentunya ikut bangga dan mengapresiasi prestasi para pesilat Garut yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Garut, Jawa Barat di tingkat Negara-negara Asia,” kata Ki Bajuri.

Atas prestasinya, sudah sepantasnya Pemerintah Daerah (Pemda) Garut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.

Seperti diketahui, Indonesia yang tampil di nomor urut dua, berhasil menumbangkan rival terberatnya Vietnam dan Thailand.

(Andian/Bam’s)

Closing Ceremony Asian Games 2018 Hadirkan Konsep Berbeda

0
Antusias penonton saat menyaksikan kemegahan opening ceremony Asian Games 2018. (Istimewa/idntimes.com)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Tidak terasa pesta olahraga negara-negara Asia, Asian Games Tahun 2018, tinggal hitungan hari akan berakhir. Tepatnya, pada Minggu 2 September 2018 yang akan dilangsungkan Upacara Penutupan atau Closing Ceremony, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Creative Director INASGOC Wishnutama mengatakan, Closing Ceremony Asian Games ini konsepnya sangat berbeda dengan opening yang sifatnya kolosal, setnya masif dan lain sebagainya. Ia mengemukakan, bila dalam Closing Ceremony kemasan acara sifatnya lebih ke celebration.

“Celebration terhadap penyelenggaraan ini, khususnya kepada para atlet. Intinya, berterima kasih kepada para atlet yang telah turut serta dalam pertandingan-pertandingan yang ada di Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang ini,” kata Wishnutama, di Media Press Center, GBK, Jakarta, Senin (27/8/2018).

Wishnutama menjelaskan, closing ini menampilkan kebersamaan sebagai bangsa Asia. Oleh karena itu, ada komponen bangsa Asia lain, yaitu Korea, India dan China. Terutama China, sambung Wishnutama, karena ini juga handover kepada penyelenggara berikutnya di China, tepatnya Hangzhou.


Fokus Konser Musik

Sementara itu, pengarah musik Asian Games 2018, Ronald Steven mengatakan upacara penutupan akan berfokus seperti konser musik.

Acara tersebut akan dihadiri oleh musisi dari dalam dan luar negeri. Penampilan tarian-tarian tradisional yang masif seperti di upacara pembukaan juga tidak akan hadir dalam upacara penutupan mendatang.

“Selain musisi lokal, kami pun sudah mengundang musisi-musisi India, Jepang, Korea, dan China,” tutur Ronald.


Tiket Dibuka Besok, Selasa 28 Agustus 

Deputi II Bidang Administrasi INASGOC, Francis Wanadi menuturkan bahwa penjualan tiket Closing Ceremony Asian Games 2018 akan dimulai besok.

“Tiket dijual harga Rp500.000 – Rp2.000.000,00 untuk 55.000 – 58.000 penonton,” kata Francis.

Panitia penyelenggara Asian Games 2018 sendiri akan mengalokasikan penyediaan bangku hingga 90 persen untuk umum.

(Vetra)

Kisruh Proyek Rumah Deret, Komnas HAM Desak Pemkot Segera Gelar Mediasi

0
Spanduk penolakan proyek rumah deret oleh Warga di RW 11, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. (Istimewa/kompas.com)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Komnas HAM meminta kepada pemerintah kota Bandung dan warga RW 11, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, untuk segera melakukan mediasi terkait kisruh proyek rumah deret. Koordinator Subkom Pemajuan HAM dari Komnas HAM RI, Beka Ulung Hapsara berharap proses mediasi ini dilakukan secepatnya.

“Kalau bisa secepatnya Minggu ini,” ujar Beka, Senin (27/8/2018).

Rencana Pemerintah Kota Bandung yang akan membongkar paksa rumah warga di Tamansari pada hari ini, Senin (27/8/2018) urung dilakukan. Pasalnya di waktu yang sama, perwakilan dari Komnas HAM mendatangi lokasi tersebut dan berkomunikasi dengan pihak Pemkot, dan meminta mereka untuk menunda rencana penggusuran itu.

Baca juga: Pemkot Bandung Tunda Pembongkaran Rumah Warga di Tamansari

Menurut Beka, proses mediasi tersebut perlu segera dilakukan agar kisruh mengenai proyek rumah deret menemukan titik temu. Selain itu, dia pun meminta pihak Pemkot untuk tidak melakukan kegiatan provokatif selama proses mediasi.

“Kami ingin Pemkot menghormati apa yang menjadi rekomendasi Komnas HAM. Pemkot tidak melakukan aktifitas yang berpotensi dengan upaya kontra produktif mediasi. Seperti adanya Satpol PP, bahkan tadi juga ketika ketemu warga ada yang cerita diancam, PDAM Diputus. Semua pihak harus menahan diri lah,” tuturnya.

Beka mengakui Pemkot bersedia melakukan mediasi namun dengan sejumlah syarat. Salah satu satunya ialah enggan ditengahi oleh Komnas HAM.

“Kami setuju dengan hal itu karena memang keduanya bersinggungan. Kami minta juga masyarakat mediasi langsung. Kalau bisa secepatnya Minggu ini. Kami ingin warga Tamansari mendapatkan kepastian,” pungkasnya. (Vetra)

Kim Berharap Kondisi Fisiknya Sama Seperti Pemain Lain

0
persib fokusjabar.id
Gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan. (foto web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan mengaku kondisi cederanya sudah pulih dan bisa mengikuti program latihan bersama tim di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Senin (27/8/2018),
Sebelumnya Kim sudah kembali merasakan atmosfer pertandingan pada babak 128 besar Piala Indonesia 2018 kontra PSKC Cimahi, 15 Agustus 2018. Saat ini, dia lebih fokus untuk mengembalikan kondisi fisiknya.
“Kondisi sudah bagus seperti kemarin yang aku bilang, kejar kondisi fisik. Permainan kan juga beda dengan hanya lari gitu, jadi ya mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan saya bisa kejar kondisi fisik temen-temen lain,” kata Kim di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Senin (27/8/2018),
Kim menuturkan, sudah ingin bermain secara reguler di kompetisi Liga 1. Persib sendiri selanjutnya akan melakoni Arema FC pada pertandingan kandang Liga 1 2018, 13 September 2018.
“Gak ada target khusus yang penting dalam latihan tidak ada rasa sakit apa-apa. Kondisi fisik dan lain-lain sudah kembali normal dan saya sebenarnya enjoy kembali ke lapangan hijau,” tegasnya.
(Arif/Bam’s)