spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7924

Rumah Ujang Ludes Terbakar, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

0
Rumah Ujang ludes terbakar (Foto Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Rumah milik Ujang Kamaludin (50) warga Kampung Babakan Loa, RT02/05, Desa/Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut ludes di lalap si jago merah, Minggu  (9/9/2018) pagi.

Menurut Kepala Desa (Kades) Cibatu, Dadang Sulaeman, proses pemadaman api tiga unit Pemadam Kebakaran (Damkar) di terjunkan yang di bantu oleh warga sekitar. Meski begitu, rumah Ujang tetap rata dengan tanah dan merembet ke rumah milik Nyanyang.

BACA JUGA:

CV Graha Kiara Sari Bantah Wanprestasi Investasi MBG di Sukarame Garut

” Rumah Ujang ludes terbakar dan merembet ke rumah Nyanyang. Beruntung petugas Damkar dan masyarakat sigap dan berhasil memadamkan kobaran api,” sebut Dadang kepada FOKUSJabar.id, Minggu (9/9/2018).

Dadang menduga, sumber api berasal dari tungku. Dimana sebelumnya, korban (Ujang) memasak/mengolah dedak (pakan ayam).

” Mungkin perasaanya korban, api sudah padam dan dia tinggalkan. Selang 30 menit kemudian, api menjalar dengan cepat ke dinding dapur yang mudah terbakar,” terang Dadang.

Dadang mengimbau kepada masyarakat agar waspada. Mengingat saat ini musim kemarau.

BACA JUGA:

MinyaKita di Pasar Manis Ciamis Menghilang?

” Warga harus waspada dan kami turut bela sungkawa,” pungkasnya.

Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir Rp 200 juta.

(Andian/Bam’s)

Persyaratan Pencalonan Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022 Dinilai Tak Masuk Akal

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persyaratan pencalonan Ketua Umum KONI Jabar periode 2018-2022 mendapat sorotan dari mantan Wakil Benhara Umum KONI Jabar 2014-2018, Abubakar. Salah satunya poin dukungan bagi calon Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022 yang harus mengantongi 30 suara anggota KONI Jabar dari total 90 anggota atau sepertiga suara sah.

“Dengan penetapan 30 dukungan suara untuk bisa mencalonkan sebagai Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022, itu tidak masuk akal. Kalau sudah punya 30 suara, ya sudah menang dan gak usah ada pemilihan,” ujar Abubakar saat ditemui di salah satu cafe di Jalan Progo Kota Bandung, Minggu (9/9/2018).

Abubakar menambahkan, KONI Jabar itu merupakan milik masyarakat Jabar dan bukan milik kelompok atau perorangan. Dengan ketentuan dukungan surat suara tersebut, dirinya menilai jika hak tersebut tidak fair dan menjadi cara untuk menjegal lawan atau pihak lain yang memiliki keinginan untuk memajukan olahraga di Jabar.

“Sebenarnya untuk dukungan suara itu tidak diatur secara eksplisit di AD/ART KONI Jabar, tapi itu kebutuhan organisasi. Itu cara organisasi melancarkan incumbent atau petahana. Karena kalau untuk dukungan 30 suara anggota, ya pasti dikuasai incumbent lah,” terangnya.

Meski berdalih merupakan hasil dari keputusan RAT, Abubakar menduga jika aturan tersebut sudah disiapkan. Pihaknya berharap, aturan yang dibuat tidak melibatkan kepentingan pribadi atau lembaga.

“Kalau sifatnya untuk penjaringan dan penyaringan, ya terbuka untuk umum saja. Saya rasa dukungan 30 suara itu memperlihatkan sebuah rasa keadilan bagi semua,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya berharap Gubernur Jabar, Ridwan Kamil untuk menghentikan cara-cara yang tidak sehat yang akan diterapkan saat pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jabar yang akan segera digelar dalam waktu dekat. Bahkan untuk ketentuan persyaratan pencalonan maupun pembentukan tim bisa dilakukan saat pelaksanaan Musorprov.

“Aturan itu tidak demokratis dan mengekang kebebasan‎ orang-orang yang ingin ikut berkecimpung dalam olahraga. Yang bisa itu ya hanya petahana,” tegasnya.

Hingga saat ini, pendaftaran pencalonan Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022 masih dibuka hingga Selasa (11/9/2018) pukul 16.00 WIB. Sejak pertama kali dibuka pada Kamis (6/9/2018), baru dua cabang olahraga yang mengambil formulir pendaftaran yakni dari IODI dan FAJI.

(ageng/dar)

Ikadin Segera Gelar Rakernas 2018 di Yogyakarta 

0
Ketua Ikadin DPC Tasikmalaya (Foto Nank Yudi)
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) segera gelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Selasa-Rabu (18-19/9/2018), bertempat di Hotel Harper Mangkubumi, Yogyakarta.
Rakernas tersebut rencananya bakal dihadiri seluruh unsur pengurus harian  DPD serta DPC Ikadin seluruh Indonesia.
Selain itu, para ahli dan pakar hukum seperti Mantan Hakim, Agung Artidjo Alkostar, Mantan Ketua KPK, Busro Mukodas dan Direktur Advokasi Pusat Kajian Anti Korupsi UGM, Oce Madril.
Hal itu disampaikan Ketua DPC Ikadin Tasikmalaya, Maiman Nanang Rukmana saat ditemui di Work Place Ikadin, Jalan Raplesia III, No32 D, Pondok Kharisma Residence, Kota Tasikmalaya, Minggu (9/9/2018).
” Ikadin adalah Advokat Pejuang dan Pejuang Advokat, maka dalam Rakernas 2018 di Yogyakarta dengan tema legal update yaitu peran Advokat dalam pemberantasan judicial corruption,” ungkap Maiman.
Maiman melanjutkan, Rakernas selain memperkuat program ke depan juga mempererat silaturahmi dan sarana untuk membangun solidaritas organisasi Advokat pejuang, pejuang Advokat.
“Kami DPC Ikadin Tasikmalaya menyambut baik Rakernas Ikadin 2018 yang akan dilaksanakan di Kota Yogyakarta,” pungkasnya.
(Nanang Yudi/Bam’s)

Gubernur Jawa Barat: Pemimpin Harus Bisa Jaga Lisan

0
Foto Humas
MAJALENGKA, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) menekankan bahwa seorang pemimpin harus bisa menjaga lisannya. Lisan bisa menjadi senjata paling mematikan di dunia. Termasuk dengan lisan bisa membawa kebaikan untuk banyak orang.
” Jadi pemimpin, nomor satu adalah menjaga lisan. Senjata paling tajam di dunia adalah lisan, lisan akan membuat raheut kepada sesuatu luar biasa. Karena lisan jutaan orang akan meninggal karena seruan berperang misalnya,” kata Emil.
Emil juga menyampaikan kiat-kiatnya menjadi seorang pemimpin atau pejabat. Emil mengatakan bahwa jabatan jangan menjadi sebuah tujuan.
“Kalau jabatan tujuan, biasanya tidak ada perubahan yang bisa dilakukan, karena salah niat,” ungkapnya.
Menjadi seorang pemimpin atau pejabat harus diniatkan sebagai ibadah dan untuk bisa melakukan perubahan. Dan menjadi seorang pemimpin, kata Emil, harus memiliki sikap sabar.
(Bam’s)

Ridwan Kamil: Subuh Berjamaah, Momentum Kebangkitan Umat

0
Gubernur Jawa Barat
MAJALENGKA, FOKUSJabar.id : Kunjungan Kerja (Kunker) pertamanya ke daerah, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) langsung ngabret ke Majalengka. Di sana dia melaksanakan Shalat Shubuh berjamaah di Masjid Agung Al Imam.
Menurut dia, Shalat Shubuh menjadi momentum kebangkitan umat. Hal tersebut sesuai dengan visi dan misi Jawa Barat, ” Jabar Juara Lahir Batin.” Juara artinya, warga Jawa Barat termasuk warga Majalengka harus menjadi warga kompetitif. Sementara lahir bathin, artinya tidak hanya membangun infrastruktur saja tapi juga mental dan spiritualitasnya.
” Saya titip sebisa mungkin ini (Shubuh berjamaah) dijadikan kebangkitan baru. Jangan hanya mengejar dunianya saja, tapi akhiratnya tidak dapat. Kalau kita ngejar akhirat dunia pasti ikut,” kata Emil di Masjid Agung Al Imam, Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Minggu (9/9/2018).
“Penting membangun keseimbangan antara lahir dan bathin,” ujarnya.
Shalat Shubuh adalah ibadah paling sulit karena dilakukan di awal waktu. Target kegiatan Shubuh berjamaah ini adalah para pemuda yang hobi begadang.
“Daripada begadang tidak karuan, mendingan saya ajak Tahajud, terus kita Shalat Shubuh berjamaah,” ujar Emil.
Selain itu, Emil menekankan bahwa sebagai pemimpin dirinya harus mengajak warganya kepada kebaikan dan ketaatan kepada Allah, Rasul dan para pemimpin.
“Ustadz Abdul Somad menyampaikan begini, dakwah terhebat itu adalah dengan kekuasaan. Pakailah kekuasaan itu untuk dakwah,” kata Emil.
Kegiatan Shalat Shubuh berjamaah menjadi salah satu program spiritual Emil dan Uu. Selain program Maghrib Mengaji dan Zakat Online.
” Kita juga lagi menyiapkan program bayar zakat via online atau via HP. Kita ada dakwah digital dan menyiapkan pelatihan Bahasa Inggris buat para ulama,” kata Emil.
(Bam’s)

Gubernur Jabar Berduka Atas Kecelakaan Maut di Cikidang Sukabumi

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) turut berbela sungkawa atas peristiwa kecelakaan bus maut yang merenggut nyawa 21 penumpang di Cikidang Kabupaten Sukabumi, Sabtu (8/9/2018) siang kemarin.

” Saya turut berduka cita atas kecelakaan itu. Mudah-mudahan diberi ketabahan dan kesabaran. Ini sangat menyedihkan,” kata Emil.

Emil telah meminta aparat setempat untuk memastikan evakuasi korban berjalan baik. Dari laporan sementara, kecelakaan bus yang terperosok ke jurang itu ada indikasi karena rem blong dan kelalaian supir.

Untuk itu, Emil memerintahkan Dinas Perhubungan agar segera menyurati berupa sanksi tegas kepada perusahaan-perusahaan otobus.

” Saya perintahkan Dishub agar menyurati perusahaan-perusahaan otobus untuk memeriksa kesehatan supir dan kalaikan kendaraan, karena ini ada indikasi rem blong,” ujarnya.

Selain itu, ada pula yang menyebut kecelakaan bus yang membawa rombongan karyawan perusahaan diler motor tersebut disebabkan oleh faktor geografis. Kontur jalan yang miring, menikung dan menanjak di daerah tersebut dikatakan mirip dengan jalan di tanjakan Emen Kabupaten Subang. Namun, Emil belum bisa menyimpulkan kecelakaan tunggal itu disebabkan oleh faktor geografis.

“Saya belum paham, apakah ini seperti di tanjakan Emen yang memang secara geografisnya sangat ekstrim, saya belum dapat laporan,” tuturnya.

Namun begitu, pihaknya akan segera menggelar rapat dengan Dishub Jabar dan pihak terkait lainnya untuk memastikan penyebab kecelakaan yang membawa penumpang 29 orang dan 2 orang supir serta kernet ini.

“Mengenai ini (faktor geografis) akan saya rapatkan dengan Dishub untuk memastikan ini apakah memang karena faktor tikungan tajam, kemiringan atau apapun. Kalau ternyata itu masalahnya kita akan ambil tindakan enjinering untuk memperbaiki,” terangnya.

Saat ini korban meninggal dan luka-luka tengah ditangani intensif di RSUD Palabuhanratu.

“Rencana akan meninjau, kita lihat dulu,” pungkas Emil.

(Bam’s)

Gubernur Jabar Sebut Panyaweuyan Majalengka, Kebun Terindah di Dunia

0
Panyaweuyan Majalengka
MAJALENGKA, FOKUSJabar.id : Kabupaten Majalengka memiliki banyak potensi wisata unik dan menarik. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun terpesona oleh pemandangan panyaweuyan atau terasering yang disebutnya sebagai kebun terindah di dunia.
Kekaguman terhadap keindahan terasering tersebut sempat dia tumpahkan di akun sosial media (sosmed) miliknya. Fotonya pun wara wiri di akun sosmed milik Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.
“Saya terpesona oleh sebuah foto di panyaweuyan yang menurut saya itu terasering kebun terindah di dunia. Cuman kurang promosi, nanti saya sebagai Gubernur Jawa Barat akan promosikan,” tukas Kang Emil saat hadir dalam acara Peringatan Hari Pramuka ke-57 dan Malam Anugerah Pramuka Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 di Gedung Generasi Muda (GGM), Jalan KH. Abdul Halim Kabupaten Majalengka, Sabtu (8/9/2018) malam.
Kang Emil mengaku sangat bahagia berada di Majalengka. Menurutnya, Majalengka mempunyai banyak potensi pariwisata yang membuatnya jatuh cinta pada Kota Angin ini.
“Saya sangat berbahagia, saya berada di tempat istimewa. Selama Pilkada saya menemukan hal-hal luar biasa dan saya nyatakan saya jatuh cinta dengan Majalengka,” kata Emil.
Emil bertekad, di bawah kepemimpinannya, Pemda Provinsi Jawa Barat akan mengembangkan potensi wisata Majalengka lengkap dengan infrastruktur pendukungnya. Kang Emil akan mengucurkan anggaran Rp15 Miliar untuk penataan Alun-Alun Majalengka, Rp20 Miliar untuk membangun creative center, Rp15 Miliar untuk membangun pusat budaya, dan Rp40 Miliar untuk penataan akses jalan menuju tempat-tempat pariwisata.
Kang Emil menekankan bahwa cara membangun Jawa Barat adalah melalui inovasi. Dia tidak ingin lima tahun kepemimpinannya di Jawa Barat sia-sia dan sibuk hanya dengan urusan politik.
“Cara membangun di Jawa Barat ini harus berbeda, berorientasi pada perubahan, kebaruan, pada hal-hal inovatif. Kita harus melompat bukan jalan tempat,” katanya.
(Bam’s)