spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7914

Babad Cirebon, Daya Tarik Wisata Religi di Kota Wali

0
(HUMAS JABAR)

CIREBON, FOKUSJabar.id : Keraton Kanoman Cirebon gelar pembacaan Babad Cirebon atau sejarah berdirinya Cirebon. Tradisi tersebut agenda Tahun Baru Islam yang menjadi daya tarik wisata religi di Kota Wali.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum hadiri tradisi yang biasanya digelar setiap malam 1 Muharram. Hal tersebut untuk mengingatkan masyarakat tentang sejarah lahirnya Cirebon.

” Ini untuk mengingatkan kita akan sejarah lahirnya Cirebon yang merupakan tempat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa, hingga dikenal sebagai Kota Wali,” kata Uu di Bangsal Witana Keraton Kanoman, Lemah Wungkuk, Kota Cirebon, Rabu (12/9/2018) malam.

Uu menambahkan, tradisi Babad Cirebon bisa menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan budaya Cirebon. Terutama di era persaingan global seperti sekarang, budaya harus menjadi daya tarik wisatawan mancanegara agar berkunjung ke Cirebon.

Uu berharap, melalui pembacaan Babad Cirebon ini, masyarakat bisa menjaga aset yang kita miliki dan terus melestarikan budaya Cirebon agar tidak punah. Terlebih, pada zaman milenial ini masyarakat sudah terpengaruh budaya luar serba canggih, sehingga melupakan akar sejarah masa lalunya.

” Besar harapan saya, dengan rutin acara ini bisa memupuk generasi muda agar tidak lupa akan sejarah Cirebon sebagai Kota Budaya dan Kota Keraton,” ungkap Uu.

Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik mengatakan, pembacaan Babad Cirebon merupakan rangkaian acara Hari Jadi ke-649 Kota Cirebon. Dedi berharap, bisa memberikan motivasi dan dorongan moral bagi masyarakat Kota Cirebon.

” Babad sejarah tersebut telah memberikan motivasi serta dorongan moral spiritual bagi masyarakat Kota Cirebon,” kata Dedi.

Hari Jadi Kota Cirebon ditetapkan berdasarkan tahun Hijriah, yaitu pada 1 Muharam. Ini menjadi pertanda sikap konsisten Cirebon yang berdasarkan latar belakang sejarah budayanya, sebagai pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Pangeran Pati Raja Muhammad Kodiran, mewakili keluarga Keraton Kanoman mengatakan bahwa Bangsal Witana merupakan tempat awal mula berdirinya Cirebon.

“Karena Witana inilah awal mula asal usul Cirebon,” kata Pangeran.

Selain itu, Pangeran juga menjelaskan alasan konsep acara pembacaan Babad Cirebon secara lesehan untuk mengingatkan kita bahwa pejabat berasal dari rakyat yang mesti duduk bersama.

“Acara ini juga sengaja kami konsep dengan cara lesahan. Agar kita bisa mengingat dan sadar bahwa pejabat berasal dari rakyat, maka rakyat dan pejabat sudah sepantasnya duduk bersama. Duduk bersama rendah berdiri sama tinggi dan saling menghargai,” katanya.

(Bam’s)

Reaktivasi Empat Jalur KA di Jabar “Hidup Kembali,” Salah Satunya Garut-Cikajang

0
Foto Humas Pemprov Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.id: PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah memfokuskan kembali rencana reaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat.

Ada empat jalur yang akan dihidupkan kembali, yakni rute Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) menilai, reaktivasi jalur kereta tersebut menguntungkan bagi masyarakat, karena ada kemudahan transportasi. Tidak hanya itu, daerah-daerah yang dilalui kereta pun perekonomiannya bisa tumbuh karena ada pergerakan orang dan barang dengan aksesibilitas yang semakin mudah.

Selain itu, Gubernur pun ingin dibangun stasiun-stasiun baru dititik lokasi wisata, perumahan ataupun di titik- titik keramaian untuk memecah kepadatan.

“Saya ingin mengembalikan budaya naik kereta. Saya ingin Jawa Barat seperti Eropa, masyarakat kemana- mana bisa naik kereta karena nyaman dan terintegerasi,” kata dia.

Emil berharap proyek reaktivasi ini busa selesai dan bisa langsung terintegrasi dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, rencana reaktivasi membutuhkan dukungan dari Pemprov Jabar. Terlebih kaitannya dengan penertiban warga yang tinggal di sekitaran rel yang akan diaktifkan kembali.

“Dari empat jalur tadi, kami akan evaluasi, lokasi mana yang paling mungkin dilakukan secepatnya, serta jalur mana yang akomodatif membantu masyarakat,” jelas Edi.

(Bam’s)

Komisi A Desak Bupati Garut Terbitkan SK Penugasan Guru Honorer

0
bupati garut fokusjabar.id
Dadang Sudrajat (Foto. Bambang F)

GARUT, FOKUSJabar.id : Puluhan perwakilan guru honorer, Rabu (12/9/2018) kemarin melakukan audensi dengan  Komisi A DPRD Garut terkait penerbitan SK penugasan dari Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai tindak lanjut Permendikbud No8 tahun 2017 dan Permendikbud No1 tahun 2018.

Menurut Sekretaris Komisi A DPRD Garut, Dadang Sudrajat, keresahan para guru honorer tersebut tentunya harus segera disikapi secara serius oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan.

“ Wajar mereka merasa resah karena semakin tidak menentunya penerbitan SK penugasan dari Pemda sebagai tindak lanjut Permendikbud No8 tahun 2017 dan Permendikbud No1 tahun 2018,” kata Dadang yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Garut, Kamis (13/9/2018).

Pihaknya mengaku prihatin. Bagaimana tidak, hingga saat ini Pemda Garut belum menerbitkan SK tersebut. Terlebih, steatmen Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) yang tidak memahami akan permasalahan guru honorer.

Mereka tersinggung dengan steatmen yang menyatakan bahwa guru honorer bukan guru. Bahkan, memberi nilai kepada siswa pun tidak sah. Pernyataan tersebut kata Dadang, tidak layak dilontarkan seorang pejabat di lingkungan Disdik.

“ Kami berharap para guru honorer terus berjuang menuntut hak-haknya. Menurut saya, perjuangan mereka sebaiknya segera direspon karena sudah mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa disaat kita mengalami kekurangan ribuan guru,” harap Dadang.

Komisi A tambah dia, telah meminta pimpinan DPRD Garut melayangkan surat kepada Bupati agar segera menerbitkan SK penugasan kepada para guru honorer. Dimana secara regulasi, mereka sudah memiliki dasar hukum yang bisa dijadikan acuan untuk terbitnya SK penugasan.

(Andian/Bam’s)

Persiapan Even ToF 2018 Capai 80 Persen

0
Rakor Persiapan Even ToF Tahun 2018 di ruang Walikota Tasikmalaya (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Gelaran Tasikmalaya October Festival (ToF) yang akan dimulai Jumat-Senin (14-17/10/2018), Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya tengah terus melakukan persiapan.

” Memang, waktu pembukaannya masih menyisakan satu bulan lagi, namun kami terus melakukan persiapan agar pelaksanaannya berjalan sukses dan lancar,” kata Ketua Panitia ToF 2018, Kuswa Wardana yang juga Asisten I Pemkot Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan Pemkot Tasikmalaya guna meningkatkan dan memajukan perekonomian masyarakat sehingga perlu ada koordinasi dengan semua stakeholder yang terkait untuk menyiapkan serta menyukseskannya.

Dia menambahkan, ToF 2018 mengangkat potensi-potensi industri kreatif dan kerajinan.  Termasuk kuliner asli Kota Tasikmalaya.

” Nanti juga akan ada acara helaran, karnaval, pameran, hiburan termasuk akan digelar pertemuan Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Komisariat III yang akan dihadiri puluhan Wali Kota di wilayah komisariat III,” tuturnya.

Sejauh ini, koordinasi terus kita tingkatkan. Harapannya, pelaksanaannya sesuai target.

” Secara keseluruhan, persiapan gelaran ToF sudah mencapai 80 persen. Kini, hanya tinggal menunggu hari pembukaannya saja,” ujarnya.

Kuswa pun menuturkan, even ToF 2018 dikemas sedemikian rupa agar pelaksanaannya bisa lebih meriah dan semarak.

” Kita akan jadikan gelaran ToF ini menjadi even yang ditunggu masyarakat dan menjadi tujuan kunjungan wisatawan baik lokal dan nusantara. Kita harapkan juga dapat berlangsung sukses, aman, tertib dan lancar,” pungkasnya.

(Seda/Bam’s)

Konate : Saya Tidak Bisa Lupakan Persib

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gelandang Arema FC, Makan Konate mengaku senang bisa kembali menginjakkan kaki di Bandung untuk persiapan menghadapi Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (13/9/2018).

Konate sendiri sudah tidak asing bagi warga Bandung. Khususnya Bobotoh, karena merupakan mantan pemain Persib dan mengantarkan tim kebanggaan Persib meraih gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2014 dan turnamen Piala Presiden 2015.

Meski begitu, pemain asal Mali ini datang sebagai lawan dan siap menampilkan permainan terbaiknya, agar Singo Edan bisa membawa pulang poin penuh.

“Saya senang sekali balik ke Bandung, kemarin kita teman tapi sekarang kita jadi lawan. Tapi tidak apa-apa saya profesional,” kata Konate di 1933 Dapur & Kopi, Jalan Sulanjana, Kota Bandung.

Konate mengakui, beberapa musim berkostum Persib membuatnya memiliki banyak kenangan manis, salah satunya membawa Persib juara. Meski begitu, pada pertandingan nanti dia kenangan tersebut akan sejenak dilupakan olehnya.

“Saya selalu ingat, saya dulu ada banyak memori dari Persib, saya tidak bisa lupa Persib,” ungkapnya.

(Arif/Bam’s)

Dua Pegawai Disdukcapil Garut Diamankan Tim Saber Pungli Jabar

0
ilustrasi (web)

GARUT, FOKUSJabar.id : Tim Saber Pungli provinsi Jawa Barat mengamankan satu calo serta dua pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut. Para pelaku langsung digiring ke markas Polres Garut, Rabu (12/9/2018).

Kepala kepolisian Resort Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan Pelaku tengah menjalani pemeriksaan terkait pungutan liar dalam pelayanan administrasi kependudukan.

“Iya pegawai Disdukcapil, sekarang sedang didalami,” kata Satria seperti dikutip Tribun.

Namun, Kapolres belum dapat menjelaskan secara rinci pelanggaran yang dilakukan pelaku.

” Ini OTT masih masih hangat, rombongan baru sampai, jadi hasilnya seperti apa kita lihat nanti, ” tambahnya.

Tim Saber Pungli memeriksa ketiga pelaku secara terpisah, dua orang pegawai diperiksa di ruangan tertutup, sedangkan satu orang yang bersetatus calo diperiksa secara terbuka.

(Agung)

Pelatih Arema FC Anggap Persib Diuntungkan

0
(FOKUSJabar/Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Arema FC, Milan Petrovic mengatakan Persib Bandung memiliki keuntungan padang pertandingan kandang Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (13/9/2018).

Pada pertandingan pekan ke-21 ini, komposisi tim Persib tidak mengalami perubahan yang signifikan. Sehingga, komposisi starting eleven mereka tidak akan jauh berbeda dengan putaran pertama lalu saat menahan imbang tim berjuluk Singo Edan dengan skor 2-2.

Sedangkan Arema FC menurutnya mendapatkan suntikan beberapa pemain anyar, sehingga pada laga nanti hanya dua pemain yang akan kembali tampil sebagai starter seperti pada putaran pertama.

“Mungkin kita mulai pertandingan pertama dengan Persib setelah pernah ketemu di Malang. Tim kami punya beberapa perbedaan, saya ingat hanya ada dua orang yang akan jadi starter dari Arema yang sama (kaya pertandingan di malang) dan di Persib ada tujuh starter,” kata Milan di 1933 Dapur & Kopi, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (12/9/2018).

Persib juga menurutnya akan mendapatkan dukungan dari Bobotoh. Sehingga, hal itu akan membuat motivasi bermain tim Maung Bandung semakin bertambah.

“Ini keuntungan bagi pelatih Mario Gomez dan tim. Karena mereka tim yang bagus, mereka main di kandang dan punya pemain yang excellent,” ucapnya.

(Arif/DAR)