spot_img
Rabu 4 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7574

Perubahan Kontur Tanah, Jalan Penghubung Jalancagak-Wanayasa Ditutup

0
Perubahan Kontur Tanah, Jalan Penghubung Jalancagak-Wanayasa Ditutup (prfm)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Hujan lebat yang sering mengguyur wilayah Selatan Subang, mengakibatkan perubahan kontur tanah. Seperti halnya di daerah Cibinong Kecamatan Sagalaherang, Subang, ada gorong-gorong yang membesar di bawah jalan. Akibatnya, untuk sementara jalan penghubung Jalancagak ke Wanayasa Purwakarta ditutup untuk roda 4.

Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni melalui Wakapolres Kompol Eko Munarianto membenarkan adanya kejadian ini dan penutupan jalur tersebut. Penutupan jalan dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena sebelah jalan sudah ada perubahan.

BACA JUGA:

KPU Kota Tasikmalaya Umumkan 45 Anggota DPRD 2024-2029

“Petugas kita dari Dalmas, Lantas dan Polsek sudah sejak malam melakukan gatur, “katanya, Kamis (22/2/2018).

Selain itu, Polres Subang pun sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat perbaikan. Pengaturan jalur untuk sementara tertutup atau tidak bisa dilintasi kendaraan roda 4, kecuali sepeda motor secara bergantian.

“Mudah-mudahan dari pihak terkait segera melakukan perbaikan, sehingga jalan tersebut kembali normal, “kata Eko.

Pengguna kendaraan roda empat yang akan ke wilayah Sagalaherang bisa melalui Panaruban, Ciater. Demikian pula dari arah Purwakarta untuk sementara dialihkan ke jalur alternatif.

(Vetra)

Ini Kegiatan Presiden di Situ Cisanti

0
Kunjungi Situ Cisanti, Jokowi Akan Tanam 8 Ribu Pohon (Fj)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke hulu sungai Citarum di Situ Cicanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, hari ini, Kamis (22/2/2018).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat Anang Sudarna menyebutkan, persiapan untuk menyambut orang nomor 1 di Indonesia tersebut sudah sangat optimal. Selain itu, Presiden Joko Widodo pun direncanakan akan menanam pohon bersama masyarakat setempat. Selain itu, Presiden juga akan melepas sepasang elang.

“Burung ini hasil sitaan dari masyarakat yang dibina kembali, sehingga sepasang burung elang ini siap liar kembali di alam bebas. Namanya yang betina Nyi Santi, sementara yang jantan adalah Ki Tarum,” ungkapnya mengutip PRFM.

BACA JUGA:

KPU Kota Tasikmalaya Umumkan 45 Anggota DPRD 2024-2029

Presiden Joko Widodo pun akan berkunjung ke sebuah pameran. Namun menurut Anang, pameran ini berbeda dengan pameran pada umumnya yang memamerkan barang atau karya.

“Agak berbeda pameran ini dengan yang biasanya kita melakukan pameran, dimana pameran ini menunjukan kegiatan-kegiatan yang bisa nantinya menjadi alternatif mata pencaharian atau alternatif alih profesi dan alih komuditi petana yang selama ini menggantungkan hidupnya dari bertanam sayur mayur di kawasan hutan,” paparnya.

Disebutkan Anang, setidaknya akan ada 69 stand yang mengisi pameran tersebut, yang sepenuhnya berasal dari warga setempat.

(Vetra)

Kunjungi Situ Cisanti, Jokowi Akan Tanam 8 Ribu Pohon

0
Jokowi
Jokowi Tanam Pohon di Situ Cisanti (Web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Kamis (22/2/2018), berencana mengunjungi Situ Cisanti yang merupakan hulu sungai Citarum. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka normalisasi sungai Citarum yang diberi nama program Citarum Harum.

Menurut Densektor 1 Citarum Harum yang berlokasi di Situ Cisanti, Kolonel Yanto, Presiden Jokowi akan melakukan penanaman pohon. Setidaknya 8 ribu bibit pohon akan ditanam hari ini oleh Presiden Jokowi bersama warga setempat.

Baca Juga: Tips Berlayar di Labuan Bajo Dengan Kapal Pinisi

“8 ribu bibit pohon akan ditanam hari ini oleh 3 ribu masyarakat desa, terdiri dari siswa SMP, SMA, kelurahan/desa, dan juga TNI,” ungkap Yanto.

Adapun pohon yang akan ditaman terdiri dari pohon keras seperti rasamala puspa, manglid, mahoni, asoka, damar, dan suren.

“Kalau pohon produksi ada kopi, alpukat dan pala,” tuturnya.

Meski hari ini akan ada 8 ribu bibit pohon yang akan ditaman, Yanto mengaku jika pihaknya sudah menanam 10 ribu pohon. Sehingga, total tanaman yang ditanam mencapai 18 ribu pohon.

“Selain itu total ada 293 ribu bibit yang tergelar (sudah tertanam dan belum tertanam) dari target 125 juta pohon di hulu Citarum,” tukasnya.

(Vetra)

Masa Kampanye, Lembaga Penyiaran Harus Tetap Patuhi P3 SPS

0
Ilustrasi (web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pada kampanye Pilkada Serentak 2018 ini, semua pasangan calon tidak bisa seenaknya melakukan kampanye di media elektronik. Saat ini,semua pasangan calon harus tunduk terhadap jadwal yang ditentukan KPU dalam melakukan kampanye di media elektronik.

Bahkan, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat pada Rabu 14 Februari 2018 lalu, telah menerbitkan surat edaran yang langsung ditandatangani Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis. Surat edaran tersebut ditujukan bagi para penyelenggra televisi dan radio terkait teknis penyiaran selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

BACA JUGA:

KPU Kota Tasikmalaya Umumkan 45 Anggota DPRD 2024-2029

Komisioner KPID Jawa Barat Bidang Kelembagaan Edi Pramono menyebutkan, sebelum adanya aturan dari KPI Pusat dan KPU perihal kampanye, setiap lembaga penyiaran sudah harus tanduk terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) yang sudah ada. Menurutnya, ini menjadi pedoman bagi semua pelaku lembaga penyiaran baik radio maupun televisi yang harus ditaati baik di masa pilkada maupun bukan.

“Jadi pada dasarnya lembaga penyiaran itu sudah terikat dengan satu peraturan P3 SPS yang sudah dikeluarkan sejak lama, itu pasal 28 siapapun pemiliknya mereka harus menjaga jarak yang sama dengan partai-partai dan dilarang menyampaikan urusan pribadi, kelompok atau gologannya meskipun dia seorang pemilik,” ungkapnya melansir PRFM, Kamis (22/2/2018).

Di masa pilkada ini, Edi mengaku pihaknya melakukan pemantauan yang lebih ekstra kepada semua lembaga penyiaran. Hal ini dilakukan karena sudah ada perjanjian bersama antara KPI, KPU dan juga Bawaslu.

Jika ada pelanggaran yang dilakukan lembaga penyiaran dan pasangan calon selama masa Pilkada Serentak 2018 ini, Edi mengaku semua pihak yang mendapatkan sanksi dari masing-masing instansi terkait.

“Jika pelanggaran terjadi di lembaga penyiaran, maka lembaga penyiaran tersebut akan ditindak oleh KPI, sedangkan pasangan calon yang melakukan pelanggarannya akan ditindak oleh Bawaslu,” jelasnya.

(Vetra)

Satpol PP Tindak Tegas PKL Teras Cihampelas yang Nekat Berjualan di Bawah 

0
Satpol PP Tindak Tegas PKL Teras Cihampelas yang Nekat Berjualan di Bawah (web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Meski sudah disediakan tempat berjualan di Teras Cihampelas,  ternyata masih banyak  pedagang kaki lima (PKL) yang nekat berjualan di bawah. Demikian dikatakan Kabid Trantrib Satpol PP Kota Bandung, Taspen Effendi.

Menurut Taspen, alasan mereka turun dari Teras Cihampelas karena merasa jualannya kurang laku.

“Itu ada beberapa indikasi, ada yang di atas katanya karena tidak laku, pindah ke bawah,” kata Taspen.

Meksi demikian, Taspen mengaku tidak meberikan toleransi apapun. Pasalnya, setiap pelanggaran perda K3 harus ditindak oleh pihaknya.

BACA JUGA:

KPU Kota Tasikmalaya Umumkan 45 Anggota DPRD 2024-2029

Persoalan PKL memang masih menjadi persoalan pelik di Kota Bandung. Bahkan, Satpol PP Kota Bandung terus menerus melakukan penertiban PKL di beberapa lokasi di Kota Bandung.

“Kalau penertiban itu kita setiap saat melakukan penertiban, kebetulan kemarin itu kita melakukan penertiban di Jalan Purnawarman, Cilaki, Diponegoro, Cihampelas, dan berakhir di Tegalega,” ungkapnya melansir PRFM, Kamis (22/2/2018).

(Vetra)

Rehabilitasi Citarum, Jokowi Akan Pantau 3 Bulan Sekali

0
presiden Joko Widodo
presiden Joko Widodo

KAB BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menanam pohon di area hulu sungai Citarum tepatnya di lahan milik PTPN, Desa Tarumajaya, Kertasari, Kabupaten Bandung, Kamis (22/2/2018). Penanaman pohon itu menjadi tanda dimulainya rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) Citarum.

Bersama Pangdam III/Siliwangi, Kapolda Jabar dan 3 ribu masyarakat desa tersebut ikut ambil bagian dalam penanaman 18 ribu bibit pohon dari total 293 ribu bibit.

Dalam kesempatan itu Jokowi mengatakan bahwa rehabilitasi Sungai Citarum dari hulu, tengah, hingga hilir adalah pekerjaan besar dan panjang, serta membutuhkan waktu penyelesaian hingga 7 tahun, sehingga sumber air Citarum bisa dirasakan manfaatnya oleh 28 juta warga Jabar dan DKI Jakarta.

“Sudah kita hitung, dan memang ini pekerjaan besar,” kata Jokowi.

Untuk memastikan rehabilitasi berjalan lancar, Presiden akan memantau langsung pengerjaan secara rutin setiap tiga sampai enam bulan sekali.

“Akan saya lihat secara rutin untuk memastikan bahwa program ini betul-betul berjalan. Saya lihat sudah mulai di sini diberikan lahan oleh PTPN 980 hektar untuk persemaian, untuk ditanami dan untuk relokasi, kemudian Perhutani juga memberikan lahannya yang kita harapkan segera bisa kita hijaukan kembali,” terangnya.

Menurut dia, rehabilitasi bukan hanya dilakukan di hulu sungai saja, tetapi harus terintegrasi di tengah hingga hilirnya seperti penanganan polusi dan limbah industri. Rehablilitasi ini dilakukan gotong royong melibatkan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten-kota.

Semuanya akan dikerjakan secara terintegrasi oleh pemerintah pusat, semua Kementerian yang terlibat, Provinsi, kabupaten-kota dan yang paling penting wilayah Kodam III Siliwangi dan Polda Jabar semua dikerjakan secara gotong royong.

Usai melalukan penanaman, Presiden Jokowi beserta rombongan memantau kondisi situ Cisanti atau titik nol kilometer sungai Citarum. Dalam kesempatan itu Jokowi melakukan pelepasliaran dua ekor burung elang jawa secara simbolis. Dilanjutkan dengan berdialog bersama perwakilan warga yang tinggal di DAS Citarum di area bale sawala.

“Memang sudah lama sungai Citarum ini kurang kita urus tapi dengan mengucap Bismillah bulan Februari ini kita jadikan momentum untuk memulai kerja besar ini,” tekad Jokowi.

(LIN)

Polisi Ringkus 16 Pengedar dan Pengguna Narkoba

0

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota menciduk 16 pengedar dan pemakai Narkoba.

“Penangkapan ini dilakukan sejak Januari hingga Februari 2018. Kita berhasil ungkap 12 kasus,” kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Adi Nugraha di Mapolresta Tasikmalaya, Rabu (21/2/2018).

Para pelaku biasa beroperasi di wilayah kota, seperti kawasan Cihideung, termasuk Kawalu.

BACA JUGA:

KPU Kota Tasikmalaya Umumkan 45 Anggota DPRD 2024-2029

” Dari 16 pelaku, 6 di antaranya adalah pengedar, dan 10 lainnya pemakai,” kata Adi.

Selain meringkus para pelaku, polisi pun berhasil menyita sejumlah barang bukti, seperti ganja sebanyak 38,5 gram, 571 butir pil psikotropika, dan 5 gram sabu.

Saat ini mereka ditahan di Mapolresta Tasikmalaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Mereka diancam penjara 4 tahun sesuai UU nomor 35 tahun 2009.

(Seda/LIN)