spot_imgspot_img
Selasa 7 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7574

Bertemu Dai, Hasan Ajak Sebarkan Pesan Damai

0
bijb

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Peran tokoh agama Islam dan juru dakwah (Dai) sangatlah penting kirprahnya dalam menanamkan aqidah dan ahlak setiap Muslim.

Dai harus berada di garda terdepan dalam menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Karena itulah Dai memiliki peran strategis menebarkan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Keberadaan Dai pun sangat membantu dalam menciptakan suasana kondusif dan menyelesaikan persoalan konflik yan terjadi di tengah masyarakat, melalui pendekatan agama.

Saat bersilaturahmi dengan Dai Kamtibmas Majalengka, di RM Saung Welit, Desa Cisambeng, Kabupaten Majalengka, Senin (16/4) lalu, calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin (Hasan) turut mendorong Dai terus menyebarkan pesan damai kepada masyarakat melalui dakwah sesuai ajaran agama.

Dia pun berpesan agar Dai bermitra dan bersinergi dengan aparatur keamanan. Terlebih, kata dia, berperan pentiny menekan angka kriminalitas atau perbuatan yang melanggar aturan melalui dakwahnya.

“Dan mari kita sebarkan pesan damai kepada masyarakat,” kata Hasan melalui rilisnya, Selasa (17/4/2018).

Hasan pun menyampaikan kesiapannya memperjuangkan aspirasi para Dai, seperti insentif dan peningkatan status menjadi honorer saat dirinya terpilih menjadi Gubernur Jabar lima tahun ke depan.

Hasan berharap melalui fasilitas itu, para Dai Kamtibmas bisa terus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Jabar.

“Perannya sangat membantu dalam menjaga kondusifitas masyarakat Jawa Barat, aspirasinya juga selama masuk akal akan kita perjuangkan,” tegas Hasan.

Sementara itu, salah satu perwakilan Da’i Majalengka Amsor mengungkapkan bahwa Hasan adalah calon pemimpin yang bersedia mendengar langsung aspirasi masyarakat serta memperjuangkannya.

Dia yakin Hasanah mampu amanah dalam menjalankan tanggung jawab saat memimpin Jabar nanti.

“Kami sebagai Da’i menjatuhkan pilihan kepada Hasanah, karena kami yakin mereka berdua mampu amanah dan bisa membawa pembangunan Jawa Barat ke arah yang lebih baik. Dan bisa berdiri diatas semua golongan,” pungkas dia.

Dalam kesempatan itu, Hasan memaparkan 7 program unggulan Hasanah, yakni Bogagawe, Jabar Seubeuh, Jabar Cageur, Imah Rempeg, Sakolagratis, Turkamling dan Budaya, serta Molototcom.

Selain itu, Kang Hasan juga menyampaikan program Rp1 trilyun untuk peningkatan pembangunan dan pendidikan pondok pesantren di Jawa Barat.

(LIN)

Aher: Jadi Kepala Daerah Itu Harus Ikhlas

0
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) saat memaparkan penamaan jalan Prsbu Siliwangi dan Jalan Sunda di Surabaya (foto LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, Program Pembekalan bagi seluruh pasangan calon peserta Pilkada Serentak di Jabar sangat penting untuk melahirkan kepala daerah yang berintegritas.

“Integritas pasangan calon sangat penting untuk menunjukan profesionalisme, sehingga memudahkan masyarakat dalam memilih,” kata Aher di Gedung Sate, Selasa (17/4/2018).

Dia menilai, jumlah pasangan calon peserta Pilkada yang sangat banyak menunjukan bahwa banyak tokoh yang siap berkhidmat (melayani). Padahal, menjadi kepala daerah merupakan pekerjaan yang cukup melelahkan.

Menurut dia, pendapatannya sebagai Gubernur selama 5 tahun menjabat tidak sepadan dengan biaya kampanye yang telah dikeluarkan.

“Cape loh, karena itu kita harus ikhlas. Lebih banyak berkhidmat dibandingkan mencari materi,” kata Aher.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Pilkada merupakan kewajiban dari konstitusi.
Pihaknya terus berupaya agar ajang pesta demokrasi di Jabar berlangsung lancar, aman dan damai.

Dia menilai para penyelenggara di Jabar sudah punya pengalaman berharga melalui kesuksesan Pilgub Jabar 2013 dan Pilkada Serentak 2015.

“Kekhawatiran Jabar rawan konflik tingkat berat, tapi kenyataannya aman,” ucapnya.

(LIN)

Pengunduran Diri RK (PNS) dan Hasan (Anggota DPR RI) Belum Diserahkan

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat mengatakan calon gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil dan nomor urut 2, TB Hassanudin belum menyerahkan surat keputusan pemberhentian sebagai Wali Kota Bandung dan anggota DPR RI.

“Kang Emil dan Kang TB. Salah satu syarat ada yang belum dipenuhi, yakni soal pengunduran diri bagi calon yang berstatus PNS atau anggota DPR,” kata Yayat di Gedung Sate, Selasa (17/4/2018).

Pihaknya memberikan batas waktu kepada para kandidat itu hingga 27 Mei atau 30 hari sebelum masa pencoblosan untuk melengkapi berkas persyaratan.

Sejauh ini, kata dia, proses tahapan Pilkada Serentak 2018 berjalan dengan baik, khusus untuk keempat paslob Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar laik menjadi contoh pemimpin nasional dan dunia.

“Selai tampan, dan pinter, mereka pun mampu menciptakan suasana kondusif,” kata Yayat.

(LIN)

Penataan Geo Park Ciletuh Butuh Dana Besar

0
Geo Park Ciletuh
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, untuk pengembangan dan penataan kawasan wisata Geo Park Ciletuh Palabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Demikian dikatakan Aher kepada wartawan saat kunjungan langsung ke lokasi Geo Park Ciletuh Kabupaten Sukabumi.

“Minimal Rp1 triliun, itu harapan kita karena kawasan ini akan cepat berkembang jika suntikan dananya cukup besar,” katanya.

Aher menilai, investasi dana 1 triliun lewat anggaran negara tidaklah besar dibandingkan dengan manfaat yang akan didapatkan bisa lebih besar dari nilai investasi.

BACA JUGA: Aher Resmikan Puncak Aher di Geo Park Ciletuh

“Saya katakan sekali lagi bahwa value yang di hasilkan dari pariwisata itu menyeluruh untuk kita semua untuk masyarakat semuanya. Ketika semuanya berjalan lancar, ekonominya akan di rasakan oleh masyarakat semuanya,” ujarnya.

Menurut Aher, untuk dapat mewujudkannya harus terus didorong, salah satunya dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Bahkan, lanjut Aher Presiden Jokowi sudah bertanya langsung untuk pengembangan Kabupaten Sukabumi.

“Presiden bertanya, saya katakan geo park ciletuh. Mudah-mudahan ini menjadi pengembangan yang ideal ke depan dan menjadi kawasan percontohan bagi daerah yang lain,” pungkasnya.

(Budi/Bam’s)

Jembatan Tuban-Lamongan Ambruk, Tiga Truk Jatuh

0
Suasana jembatan kembar penghubung Tuban dan Lamongan, Jawa Timur yang ambrol, Selasa (17/4). (Dok. Humas Polda Jawa Timur)

SOLO, FOKUSJabar.id: Sedikitnya tiga truk terperosok jatuh ke dalam Sungai Bengawan Solo. Kejadian tersebut akibat Jembatan Widang yang menghubungkan Kecamatan Babat-Widang, Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Tuban, Jawa Timur ambrol.

Kepala BPBD Lamongan, Suprapto mengatakan pihaknya segera mengirimkan anggota ke sana untuk membantu evakuasi korban.

“Lima anggota sudah diluncurkan ke lokasi, dan saya juga masih perjalanan ke sana untuk melihat lokasinya,” kata Suprapto, seperti dilansir CNN, Selasa (17/4/2018).

Suprapto tidak berkomentar banyak kecuali evakuasi korban. Ia menyatakan ambrolnya Jembatan Widang berada dalam kewenangan Dinas Perhubungan.

Berdasarkan catatan, pada 2017 silam jembatan ini pun pernah mengalami pergeseran atau ambles sedalam 15 centimeter.

(Agung)

Merasa Dizalimi PPP, Lulung Buat Buku ‘Partaiku Meninggalkan Umat’

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Abraham Lunggana alias Haji Lulung membuat sebuah buku berjudul Partaiku Meninggalkan Umat, Aku Hijrah. Buku itu berisi kesan-kesan Haji lulung terkait Konflik berkepanjangan dalam tubuh Partai Persatuan .

Buku itu rencananya dirilis secara resmi September 2018 mendatang. Lulung mengklaim akan mencetak sebanyak 5 juta eksemplar dan dibagikan kepada para pendukungnya.

“Proses penulisannya sudah cukup lama. Tinggal di-launching September nanti,” kata Lulung, Selasa (17/4/2018).

Lulung menuturkan buku itu bercerita tentang pengalamannya melihat dualisme kepemimpinan antara Djan Faridz dan Romarhumuziy.

“Tentang konflik di PPP yang berkepanjangan sampai-sampai ulama mendoakan rekonsiliasi, tiba-tiba pilkada DKI, semakin keruh. Saya terzalimi. Saya dipecat sebagai Ketua DPW PPP DKI,” kata Lulung. seperti dilansir CNN.

Konflik Lulung dan PPP dipicu perbedaan sikap di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Lulung beranggapan DPP telah melanggar enam ketentuan prinsip partai. Di antara enam prinsip itu salah satunya adalah menjalankan amar maruf nahi munkar.

Dalam konteks Pilkada DKI, Lulung menyebut dukungan PPP terhadap Ahok-Djarot telah melanggar itu.

Lulung sampai saat ini masih berstatus kader biasa. Dia mengaku masih berharap partai memberikan kembali jabatan Ketua DPW PPP DKI kepada dirinya.

(Agung)

Polisi Masih Memburu Bos Pemilik Miras Oplosan Cicalengka

0
Miras oplosan. (ANTARA FOTO/ Reno Esnir).

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Polda Jabar tengah memburu pria berinisal SS yang merupakan bos pemilik pabrik sekaligus pengedar miras oplosan yang menewaskan puluhan orang di Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jabar, Ajun Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan berdasarkan hasil pelacakan terakhir pihaknya diketahui SS telah berada di luar Pulau Jawa.

“Terakhir yang jelas di luar Jawa,” kata Trunoyudo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (17/4/2018).

Trunoyudo, polisi telah menyebarkan foto wajah SS ke sejumlah markas kepolisian dari tingkat sektor hingga resor.

“Sudah disebar (foto Syamsudin) tingkat polres jajaran dan polda sudah,” kata Trunoyudo, seperti dilansir CNN.

Saat ini polisi sudah menetapkan dua orang jadi tersangka yakni JS dan HM. Polisi juga masih mengejar tujuh orang lainnya dan sudah menetapkannya masuk dalam daftar buron, termasuk SS.

(Agung)