spot_imgspot_img
Senin 30 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7633

Pelanggaran Pilkada Didominasi Kepala Desa, Apdesi Ciamis Tidak Terima

0
Apdesi Ciamis Gelar Audiensi Bersama Panwaslu Ciamis. (FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)

CIAMIS,FOKUSJabar.id : Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Ciamis mendatangi Kantor Panitia Pengawsan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Ciamis, Jumat, (23/3/2018).  Kedatangan mereka salah satunya mempertanyakan terkait keterangan yang disampaikan Panwaslu di beberapa pemberitaan yang mengatakan bahwa pelanggaran Pilkada didominasi oleh kepala desa.

Sekretaris Apdesi Gandar Herdiana mengatakan, kami ingin mempertanyakan apa tolak ukurnya bahwa pelanggaran Pilkada didominasi oleh kepala desa.

“Kenapa dan apa tolak ukurnya, ini harus jelas. Termasuk juga kami ingin mempertanyakan himbauan yang berbunyi bahwa kepala desa tidak boleh hadir dalam kegiatan masyarakat yang dihadiri calon, ini perlu kejelasan,” kata Gandar dalam audiensi antara Apdesi dan Panwaslu.

Kedatangan Apdesi yang diwakili oleh unsur pimpinan dan pengurus Apdesi itu kata Gandar mewakili 258 kepala desa, yang tidak terima dengan pernyataan bahwa kepala desa mendominasi pelanggaran, dan dilema ketika kepala desa sebagai pimpinan masyarakat tidak boleh hadir dalam kegiatan masyarakat hanya karena didatangi calon.

Himbauan tersebut kata Gandar menjadi polemik mengingat tugas kepala desa adalah membimbing masyarakat agar lebih maju. Pihaknya meminta aturan yang detail agar kepala desa bisa memahami rambu-rambu ketika hadir atau tidak hadir dalam kegaiatan maysarakat yang menghadirkan salah satu calon bupati.

” Kita ini selaku orang yang paling tahu tentang kondisi masyarakat, orang yang paling terdepan memberi informasi terkait pemilu. Kita minta kejelasan terkait aturan sehingga dalam melayani masyarakat kita tidak canggung,” paparnya.

Sementara itu Komisioner Panwaslu Ciamis Fahmi Fazar Mistofa menjelaskan, jika kedatangan paslon dalam rangka kampanye itu jelas tidak boleh. Di luar kampanye itu dibolehkan. Zona kampanye sudah jelas.

“Indikasinya itu contoh jika ada pengajian itu pasti di masjid dan itu bukan dalam kontes kampanye, tapi jika ada indikasi kampanye maka yang dipersalahkan adalah pasangan calonnya, itu cukup jelas,” ungkapnya.

Fajar menekankan, jelas dalam undang-undang aturanya, kehadiran Paslon tidak memakai atribut, hanya didampingi walpri, tidak boleh mengerahkan masa pendukung dengan atributnya, panitia tidak boleh memakai atribut kampanye, kalau semisalnya pasangan calon hanya mengenalkan diri, itu bukan kampanye.

“Jika dalam kegiatan pengajian tersebut Kades hanya mengenalkan sosok dan tidak memberi waktu khusus, sesuai porsinya, dan jika harus memberikan informasi terkait pemilu maka perkenalkan kedua sosok pasangan calon secara adil, semua sudah cukup jelas diatur,” tegasnya.

Fajar menekankan, alur kerja Panwaslu, ada istilah temuan yang artinya petugas menemukan langsung, kedua ada laporan dari masyarakat, dan bentuk laporanya pun harus ada bukti verbalnya untuk selanjutnya diproses.

“Terkait dominasi pelanggaran pilkada oleh kepala esa, dominasi itu berdasarkan jumlah pelanggaran dari temuan pelanggaran lainya. Itu akumulasi sebelum masa kampanye dan setelah masa kampanye, berdasarkan laporan yang kami terima,” paparnya.

(Riza M Irfansyah /DH)

Ribuan Obor Siap Peringati Bandung Lautan Api

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Peristiwa Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946 merupakan momen penting bagi rakyat Bandung. Sebagai bentuk penghormatan kepada sejarah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung setiap tahun memperingati peristiwa Bandung Lautan Api dengan menggelar pawai obor.

“Jadi nanti malam kita akan menggrlar pawai obor dan teatrikal sebagai rangkaian acara memperingati Bandung Lautan Api,” kata Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Aswin Sulaeman, seperti dilansir PRFM, Jumat (23/3/2018).

Aswin menyatakan, pawai obor ini diikuti oleh lima ribu peserta, terdiri dari siswa SMP dan SMA se-Kota Bandung. Rute-rute yang akan dilalui mulai dari Taman Tegalega, Jalan Moh Toha, Jalan Dewi Sartika, Jalan Dalem Kaum, Alun-alun Timur, Jalan Asia Afrika, Jalan ABC (banceuy), Jalan Cikapundung, Jalan Braga, Jalan Viaduct, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Wastukancana, dan berakhir di Plaza Balai Kota Bandung.

“Start-nya dari Taman Tegalega mulai pukul 19.00 WIB, finish di Plaza Balai Kota. Warga Bandung juga bisa ikut pawai obor dan menonton teatrikalnya. Biar semakin meriah, perayaannya sambil pakai pakaian perjuangan,” tambahnya.

Sementara untuk puncak peringatan Bandung Lautan Api sendiri, lanjutnya, digelar Sabtu (24/3/2018) besok. Rencananya Pemkot Bandung akan menggelar Upacara Peringatan Bandung Lautan Api di Plaza Balai Kota Bandung yang dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Bandung.

(Agung/DH)

Hore…! Tahun ini Tarif Tol Bakal Turun

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah telah memiliki beberapa opsi untuk menurunkan tarif tol.

Dua opsi yang dominan dibahas adalah memperpanjang masa konsesi pengelola tol dan menyederhanakan golongan kendaraan. Menurutnya, opsi itu sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

Basuki menuturkan, presiden telah sejak lama mendengar adanya keluhan dari sopir truk logistik mengenai tarif tol yang terlalu tinggi. Kemudian, presiden memerintahkan kabinetnya untuk melakukan rapat membahas opsi-opsi penurunan tarif tol.

“Kami sudah menghitung dan mendengarkan keluhan supir truk logistik. Ia, misalnya, ke Sumatera atau Palimanan lebih banyak menggunakan jalan biasa dibanding tol,” kata Basuki, seperti dilansir PRFM, Jumat (23/3/2018).

Senada dengan Desi, Presiden Direktur Marga Mandalasakti (Astra Group) Wiwiek Santoso menekankan IRR tidak terganggu dengan penurunan tarif tol. Hal yang terpenting bagi investor adalah adanya kepastian dari pemerintah serta implementasi perjanjian yang konsisten.

“Sepanjang sharing risk terjaga dan ada kepastian untuk IRR-nya, saya kira masih baik,” katanya.

(Agung/DH)

Dishub Kota Bandung Bersihkan Terminal

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dishub Kota Bandung mulai menjalankan program Terminal Bersih dan Nyaman, Jumat (23/3/2018). Kegiatan bersih-bersih ini juga dibantu oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung dengan menggunakan selang pemadam.

“Jadi sebenarnya, selain karena banjir, besih-bersih dilakukan karena kami memiliki program Terminal Bersih dan Nyaman. Hanya saja pelaksanaannya bersamaan setelah dengan kejadian banjir kemarin,” tutur Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Dishub Kota Bandung, Yosep Heryansyah, seperti dilansir PRFM.

Ia mengatakan, program Terminal Bersih dan Nyaman ini diawali dengan membersihkan Terminal Cicaheum. Kegiatan yang diikuti oleh 150 orang ini dimulai sekitar pukul 08.00-10.00 WIB.

“Pembersihan di Terminal Cicaheum difokuskan pada pembersihan lumpur. Awalnya agendanya mau membersihkan Terminal Leuwipanjang, tapi ada kebutuhan yang lebih mendesak di Cicaheum,” paparnya.

Yosep menyatakan, pihaknya sudah mengagendakan kegiatan bersih-bersih terminal sepanjang 2018. Setelah dibersihkan, setiap fasilitasi terminal harus dipelihara, baik oleh Dishub, para sopir maupun penumpang.

“Petunjuk dan papan informasi juga akan kita tambah,” pungkasnya.

(Agung/DH)

Satgas Kawasan Tanpa Rokok Mulai Beroperasi di Bandung

0
Ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Satuan Tugas Kawasan Tanpa Rokok (Satgas KTR) mulai beroprasi untuk menegakkan Peraturan Wali (Perwal) Kota Nomor 315 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Bandung.

Sekretaris Dinkes Kota Bandung, Nina Manarosana menuturkan, satgas KTR ini akan memonitor hotel, sekolah, restoran, dan gedung kantor milik pemerintahan.

“Sementara ini kami monitoring di tempat-tempat itu dulu, tapi sebetulnya semuanya ada delapan tempat,” kata Nina, seperti dilansir PRFM, Jumat (23/2/2018).

Kedelapan titik tersebut antara lain fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, fasilitas olahraga, tempat kerja, serta tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.

“Tempat umum lain itu misalnya restoran, kan ada tempat yang dilarang merokoknya, itu seharusnya terpisah antara smoking dan non smoking area,” tambahnya.

Kendati begitu, ia menegaskan bahwa Perwal ini bukan berarti melarang orang untuk merokok. Regulasi ini hanya menentukan titik-titik yang boleh dan tidak boleh terpapar asap rokok.

“Soal sanksi, pada tahap awal ini tugas Satgas KTR hanya sebatas sosialisasi. Pemberian sanksi sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2005 tentang Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan (Perda K3) baru akan dilaksanakan tahun depan. Jadi mulai hari ini sampai akhir tahun tidak akan diberikan sanksi. Paling hanya teguran dan kita catat,” ujarnya.

Pemberlakuan sanksi akan diterapkan tahun depan. Berdasarkan Perda K3, seseorang yang merokok di Kawasan Tanpa Rokok akan didenda sebesar Rp5 juta. “Uang dendaan itu akan dimasukan ke kas daerah,” ujar Nina.

(Agung/DH)

Angin Kecang Menerjang Ciamis, Sejumlah Rumah Rusak

0
Angin Kencang Terjang Bojongmengger Sejumlah Rumah Terkena Dampak. (FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejumlah rumah di Desa Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis terpantau rusak parah pasca diterjang angin kencang dan tertimpa pohoh tumbang.

Kepala Desa Bojongmengger Ajat Sudarajat mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan lapangan pasca kejadian dan mendata berbagai kerusakan yang tejadi pada.

“Kejadiannya Kamis (22/3/2018) sore kemarin, hari ini kita mendata kerusakan apa saja yang terjadi. Selain rumah dan pohon tumbang ada juga tihang listrik yang roboh, ” kata Ajat, Jumat (23/3/2018).

Ajat mengatakan, terjangan angin kencang yang melanda wilayahnya membuat panik warga. “Kejadianya cukup lama sekitar satu jam,” jelasnya.

Ajat menambahkan, selain menimpa rumah pohon tumbang juga menimpa sebuah kendaraan yang tengah melaju dijalan raya.

“Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa, hanya kerugian material karena banyak rumah dan pepohonan tumbang,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/DH)

Hari Air Dunia ke-26, Ini Komitmen Jabar

0
(HUMAS JABAR)

BEKASI, FOKUSJabar.id: – Memperingati Hari Air Dunia yang jatuh setiap tanggal 22 Maret, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus memelihara dan menjaga air baik kuantitas maupun kualitasnya.

“Kita memperingati Hari Air Dunia tentu tidak hanya seremoni tapi ini adalah komitmen kita untuk lebih memelihara air baik kuantitas maupun kualitasnya,” tegas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) usai peringatan Hari Air Dunia ke 26 tingkat Provinsi Jabar yang dipusatkan di area Situ Abidin, Desa Karangmulyan, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Kamis (22/03/2018).

Aher menuturkan, air yang normal secara kuantitas, dari hulu sungai, tengah hingga hilir debit air relatif merata. Agar kuantitasnya teratur maka harus dilakukan penghijauan di berbagai tempat khususnya di kawasan hulu dan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) di seluruh sungai di Jabar.

“Supaya kuantitasnya teratur maka kita harus melakukan penghijauan di berbagai tempat khususnya di kawasan hulu dan sepanjang DAS di sungai yang ada, hanya itu kata kuncinya agar air kembali normal,” tuturnya.

Aher mengatakan, seharusnya debit air yang mengalir dari bulan Januari sampai Desember mengalir normal. Bila di satu saat ada debit air yang terlihat tinggi tidak akan berbahaya bila dikendalikan oleh hutan yang lebat dan prilaku manusia yang tidak membuang sampah ke sungai. Disaat musim kemarau pun dimana debit air berkurang tidak akan menyebabkan kekeringan karena pasokan air dari hulu tetap terus mengalir.

“Saya katakan tadi bahwa air itu harusnya mengalir normal dari Januari sampai Desember kalau kemudian di beberapa bulan ada debit air yang terlihat tinggi tapi itu tidak akan berbahaya karena terkendali oleh hutan yang lebat dimana-mana. Kalau di musim kemarau ada debit yang berkurang tetapi tidak menyebabkan kekeringan karena pasokan air dari hulu tetap terus mengalir,” jelasnya.

Yang kedua, lanjut Aher, Pemprov Jabar dan masyarakat harus terus berkomitmen memelihara nilai atau kualitas air. Seperti tidak mengotori air, embung, situ dan tidak membuang sampah, limbah pabrik, limbah rumah tangga dan ternak ke sepanjang aliran sungai.

“Kita harus berkomitmen untuk memelihara nilai air. Di sempadan sungai juga dilarang membangun apapun, kalaupun ada jangan membuang apapun dan rumah harus menghadap ke sungai jangan membelakangi,” ujarnya.

Sebab menurutnya, bila rumah dibangun dengan menghadap sungai maka sungai akan menjadi tamannya. Sebaliknya bila membelakangi maka sungai akan menjadi tempat pembuangan.

“Dengan cara ini dan berkomitmen memelihara debit air secara kuantitas dan kualitas maka Insya Allah kita akan tetap memiliki air bersih bagi kehidupan kita,” ucapnya.

Langkah Pemprov Jabar selama ini terus melakukan penghijauan di hulu sungai, memperbaiki cekdam bersama Kementerian PUPera, memelihara embung-embung, memlihara DAS dan menormalisasi sungai.

“Tentu ini perlu usaha bersama secara serentak. Sekarang kita bersyukur ada Perpres tentang pengendalian Citarum, dengan Perpres ini sekarang sudah bersama-sama bekerja dan bekerja sama. Insya Allah akan terintegrasi dari pusat sampai daerah,” ungkapnya.

Dalam peringatan Hari Air Dunia yang bertemakan “Nature for Water” ini, Gubernur Aher berkesempatan melakukan penebaran 500 ribu benih ikan nilem, emas, sepat dan ikan tawes di Situ Abidin serta penanaman 500 pohon. Dalam peringatan tersebut juga telah dipilih 8 orang duta air Jabar.

Menurut Wakil Bupati Bekasi Eka Supriatmadja, peringatan hari air dunia ke 26 tingkat Jabar ini sangat tepat diadakan di Situ Abidin karena kawasan ini selain sebagai tempat penampung air dan konservasi air tanah juga berfungsi untuk pengendalian banjir dan juga dicanangkan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bekasi.

(DH)