spot_img
Jumat 6 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7540

Pengorbanan Tak Sia-sia Alisha Nabila di Cabor Bowling

0
Pengorbanan Tak Sia-sia Alisha Nabila di Cabang Olahraga Bowling. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Prestasi emas ditorehkan atlet muda Jawa Barat pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Cabang Olahraga (Cabor) Bowling yang juga menjadi ajang Test Event Asian Games XVIII/2018 yang dihelar di venue Bowling Center Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, 25-28 Februari 2018 lalu. Salah satunya yakni gadis kelahiran Bandung pada 24 April 1996, Alisha Nabila Larasati.

Bersama dengan Nadia Pramanik dan Thalita Raisa, Alisha mempersembahkan medali emas dari nomor trio putri setelah mencetak skor tertinggi, 3.773 pinfall. Alisha pun menjadi penyumbang poin terbanyak bagi timnya dengan torehan 1.383 pinfall, disusul Nadia (1.322 pinfall) dan Thalita (1.068 pinfall).

Pencapaian ketiga atlet muda Jabar ini pun bisa dibilang cukup fenomenal karena harus menghadapi beberapa atlet senior dengan jam terbang tinggi maupun dengan dukungan yang penuh dari daerahnya masing-masing.

“Bagi Alisha, kalau saat bertanding itu yang kepikiran cuma bagaimana bermain semaksimal dan sebaik mungkin. Mau dengan dukungan dana terbatas atau gangguan apa, itu tidak menjadi hal yang terlalu dipersoalkan,” ujar Alisha saat dihubungi FOKUSJabar melalui telepon selularnya, Selasa (6/3/2018).

Prestasi yang diraihnya di ajang kejurnas bowling 2018 sekaligus Test Event Asian Games 2018, bukan merupakan prestasi perdana yang diraih Alisha. Deretan medali dan penghargaan sudah diraih oleh gadis manis berkacamatan ini. Baik di level nasional, hingga internasional.

Alisha sendiri sudah mencetak prestasi saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), saat menempati peringkat tiga pada ajang Kejurnas Boling Gubernur DKI Jaya Cup ke-34 tahun 2006. Di usia 13 tahun, Alisha pun sudah merasakan atmosfer kejuaraan internasional yakni pada gelaran 2nd Ancol International Open Ten Pin Bowling Championship yang digelar pada tahun 2009.

Usai itu, deretan kejuaraan nasional maupun internasional pun hampir tak pernah lepas diikuti Alisha. Membela Indonesia pada ajang SEA Games 2013 di Myanmar, lalu di ajang Pan American Prep Event di Orlando, Florida dengan raihan medali perak di nomor Girl’s Double, hingga medali perunggu dari nomor Team of Five pada Asian Games 2014, Incheon, Korea Selatan, menjadi deretan prestasi yang sudah ditorehkan mojang Bandung ini.

Di level nasional, Alisha sudah menjadi langganan dan andalan tim bowling Jabar sejak pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012 lalu di Riau. Di ajang PON pertamanya, Alisha sudah menyumbangkan dua medali yakni medali emas dari nomor trio putri bersama Tannya Roumimper dan Puteri Astari serta medali perunggu dari nomor single putri.

Hengkangnya Tanyya Roumimper dan Puteri Astari ke Jawa Timur pada tahun 2015, menjadikan Alisha sebagai andalan Jabar di PON XIX/2016 untuk cabang olahraga bola gelinding ini. Hal itu pun dibuktikan Alisha dengan memborong empat medali yakni medali emas dari nomor double putri bersama Nadya Pramanik, medali perak di nomor trio putri, dan dua medali perunggu dari nomor single putri serta all event putri. Saat ini, Alisha bersama Nadya pun menjadi dua atlet asal Jabar yang menjadi penghuni pelatnas bowling Asian Games 2018.

“Pada Asian Games pertama saya di Incheon tahun 2014 lalu, hanya meraih medali perunggu saja. Dan untuk Asian Games 2018 yang digelar di Indonesia, saya bertekad untuk bisa menyumbangkan medali emas bagi Merah Putih. Tapi target terdekat saya saat ini, adalah bagaimana bisa menjadi bagian tim inti bowling Indonesia untuk Asian Games 2018 karena saat ini masih proses seleksi. Untuk itu, saya berharap dukungan dan perhatiannya juga dari daerah asal saya, Jabar. Baik dari pemerintah, KONI, maupun pengurus PBI. Atletnya lebih diperhatikan lagi, jangan dicuekin,” tuturnya.

Dua medali emas pun sudah ditargetkan PB PBI bagi tim bowling Indonesia di ajang Asian Games 2018. Bukan perkara mudah bagi Indonesia untuk bisa meraih dua medali emas dari total enam medali emas yang diperebutkan di Asian Games 2018. Keenam medali emas tersebut diperebutkan dari nomor trio, team of six, dan master baik di kelompok putra maupun putri.

“Kalau melihat peluang, saya pikir Indonesia punya peluang meraih medali emas dari nomor team of six. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa meraih medali emas juga dari nomor yang lain karena kita berlaga di rumah sendiri, di hadapan dukungan warga Indonesia secara langsung. Tak hanya itu, kita yang selalu dianggap underdog oleh negara Asia lain seperti Korea Selatan, Jepang, Malaysia dan Singapura, sebenarnya bisa bersaing dan selalu meraih medali saat menghadapi mereka. Yang membedakan kita dengan mereka hanya dari sisi try out, perlengkapan, dan sarana latihan. Kalau dari sisi teknik maupun fisik, saya yakin Indonesia bisa bersaing,” paparnya.

Torehan prestasi demi prestasi di ajang nasional maupun internasional, diakui Alisha, menjadi bukti dari kerja keras, semangat pantang menyerah, dan pengorbanan dirinya selama menggeluti olahraga bowling. Bagaimana tidak, sejak duduk di bangku SD, tangan mungil Alisha sudah memegang dan menggelindingkan bola untuk menjatuhkan deretan pin.

Masa muda yang sebagai orang sebut sebagai masa bahagia, tidak sepenuhnya dinikmati Alisha. Dirinya harus berjibaku di lintasan bowling sejak kecil untuk meningkatkan kemampuannya. Tak hanya itu, Alisha pun harus menunda keinginannya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi selepas lulus SMA pada tahun 2013.

“Tapi karena bowling ini hoby dan sudah jadi fashion saya, bahkan jadi mata pencaharian juga, ya saya nikmati dan happy-happy saja serta tidak merasa terbebani atau terpaksa menjalani semua ini. Hanya satu hal yang membuat saya iri melihat teman-teman waktu SMA dulu atau teman-teman sebaya saya, yakni pada saat mereka disibukkan dengan kuliah, menyusun skripsi atau bahkan sudah lulus dari perguruan tinggi. Bagaimana pun juga, saya pun ingin kuliah dam memiliki gelar dari perguruan tinggi. Dan kalau nanti saya berkesempatan mencicipi bangku kuliah, saya ingin ngambil jurusan Komunikasi,” tegas Alisha.

(ageng/bam’s)

Pengamat Politik Unpad: Asyik Harua Sering Sapa Warga Pantura

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jabar nomor urut tiga Sudrajat-Akhmad Syaikhu (Asyik) harus sering turun menyapa warga di  Pantura.

Terlebih Asyik telah menargetkan suara 50 persen di Pantura.

Pengamat Politik dari Unpad Firman Manan mengatakan, secara psikologis Asyik diuntungkan karena Syaikhu menjadi sosok yang mewakili masyarakat Pantura.

Meski tidak terlalu signifikan, hubungan identitas akan memberikan keuntungan lain.

“Kandidat ini harus rajin menyapa, berkomunikasi, menarik simpati. Dan tentuny harus ada tawaran solusi kepada masyarakat,” kata Firman, Selasa (6/3/2018).

Kendati Syaikhu berasal dari Cirebon, namun ketertarikan secara emosional tetap harus didongkrak.

Hal itu tidak terlepas dari Pantura yang juga basis massa tradisiobal PDIP dan PKB.

Pasangan ASYIK harus menggedor mesin partai supaya optimal mengenalkan visi misinya, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan dan kesetaraan pembangunan masyarakat Pantura.

“Gerindra memiliki keuntungan karena karakteristik Pantura itu cenderung nasionalis. Paling penting jangan sampai timbul isu provinsi baru dengan tawaran program pembangunan yang setara wilayah lain,” jelasnya.

Dia mengakui bahwa kawasan Pantura sangat strategis untuk memenangkan Pilgub Jabar. Karena itu, seluruh kandidat akan bertempur cukup ramai di kawasan ini.

“Tinggal beradu program saja, optimalisasi mesin partai.
Karena secara figur tidak ada satu pun yang diuntungkan. Hanya Akhmad Syaikhu dan Pak Tb Hasanudin yang memiliki keuntungan identitas,” bebernya.

(LIN)

Pemkot dan Kejari Kota Tasik Bangun Kerjasama Ciptakan Good Goverment

0
Malam Penghargaan TP4D Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya (FOKUSJabar/Seda)
TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Untuk wujudkan Pemerintahan Kota Tasikmalaya yang good goverment dan clean goverment seluruh perangkat daerah harus saling bersinergi dalam pelaksanaan kegiatan.

Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya Herdwi Witanto dalam acara pemberian penghargaan dari Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah Dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya kepada Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya di gedung serba guna (GSG) Komplek Balaikota Tasikmalaya Selasa (06/03) malam ini yang dihadiri Walikota Tasikmalaya Budi Budiman serta pejabat di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.

BACA JUGA:

Perekonomian Jabar Meningkat di Triwulan Pertama 2024

”Pengawalan dan pengamanan yang dilakukan TP4D terhadap pelaksanaan kegiatan di lingkungan Pemkot Tasikmalaya untuk menciptakan dan menghadirkan rasa aman dan nyaman para pejabat dalam setiap pelaksanaan kegiatan fisik dan non fisik lainnya,”ungkapnya.

Herdwi menambahkan, banyaknya ketakutan dan kekwatiran para pemangku kebijakan atau pejabat dalam melaksanakan kegiatan yang menggunakan anggaran pemerintah karena selalu mendapatkan teror dan sorotan  dari berbagai pihak.

”Kita mau program TP4D ini memberikan rasa tenang dan aman bagi pejabat dalam melaksanakan kegiatan, TP4D mendorong percepatan pembangunan sehingga meningkatkan penyerapan anggaran,”tuturnya.

Sementara itu Walikota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan, pengawasan dan pendampingan TP4D oleh Kejaksaan untuk memberikan dukungan agar pejabat dilingkungan Pemkot Tasikmalaya tidak takut dan kwatir lagi dalam melaksanakan kegiatan atau proyek yang menggunakan uang rakyat.

”Ini bentuk sinergitas Kejaksaan dan Pemkot Tasikmalaya dalam pelaksanaan percepatan pembangunan di daerah,” pungkasnya  (Seda)

Guru Besar FISIP Unpad: Program Hasanah Realistis

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unpad Prof. Obsatar Sinaga (Obi) menyebut, tujuh program unggulan yang ditawarkan pasangan Cagub-Cawagub Jabar nomor urut 2 TB Hasanuddin (Hasan)-Anton Charliyan (Hasanah) menjadi cara tepat untuk menata daerah dan masyarakat, mulai dari kalangan atas hingga bawah.

“Program ini merupakan cara menata masyarakat Jabar yang nyunda (tapi tidak harus orang sunda) dan mengakar,” kata Obi, Selasa (6/3/2018).

Menurut dia, program yang digulirkan Hasanah adalah program yang masuk akal dan tidak rumit. Dengan begitu, masyarakat Jabar akan mudah menerima maksud dan tujuan dari digulirkannya program itu.

“Pasangan ini mencoba untuk menampilkan program yang mudah dicerna dan gampang ditalar oleh logika man on the street,” paparnya.

Adapun tujuh program unggulan Hasanah, yakni Bogagawe, Jabar Sebeuh, Jabar Cageur, Sakola Gratis, Imah Reumpeug, Turkamling dan molotot.com.

Program itu, kata Obi, menjadi solusi bagi setiap permasalahan yang dihadapi oleh Jabar, terlebih bersentuhan langsung dengan kondisi yang dihadapi oleh masyarakat.

Hal itu pun dinilai mampu memecahkan berbagai persoalan yang selama ini diinginkan oleh masyarakat Jabar, seperti kesehatan, daya beli hingga pendidikan.

Sementara itu, Cagub Jabar Hasan mengungkapkan bahwa program yang digulirkan Hasanah adalah rumusan yang diaerap dari aspirasi masyarakat dalam setiap kunjungannya ke berbagai daerah, serta hasil observasi di lapangan yang dilakuakan oleh para ahli.

“Melalui program tersebut, Kami yakin mampu membangun Jabar ke arah yang lebih baik dan menyejahterakan masyarakatnya,” kata dia.

(LIN)

Digadang-gadang Jadi Capres, Aher: Mengalir Saja

0

SURABAYA, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dibidik menjadi calon Presiden di 2019. Bahkan partai dia bernaung, yakni PKS mengintruksikan  agar Aher sosialisasikan diri sebagai Capres.

Beberapa waktu lalu, Ketua Bidang Humas DPP PKD Ledia Hanifa Amalia mengatakan bahwa Aher masuk pada kriteria bakal calon presiden dari PKS.

“Hasil dari semacam pemilihan internal, ada sembilan nama, salah satunya adalah Aher,” ungkap Ledia.

Adapun delapan nama lainnya dari internal PKS, yakni Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid,  Mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al’Jufrie.

Selain itu ada Mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf dan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.

Aher pun disebut memiliki modal sosial yang memadai untuk maju sebagai Capres.

Sementara itu, Aher mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat menjadi modal dasar bagi dirinya untuk mengarungi perjalanan di pencalonan.

“Saya juga harus menuntaskan tugas sebagai Gubernur Jabar. Ke sananya mengalir saja,” kata Aher saat dikonfirmasi.

(LIN)

Aher Siap Jadi Jurkam Asyik di Kampanye Terbuka

0

SURABAYA,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) siap menjadi juru kampanye (Jurkam) untuk pasangan yang diusung PKS Gerindra dan PAN Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik).

“Sebagai kader saya berkewajiban menyukseskan pasangan yang diusung partai di mana saya bernaung,” kata Aher seusai bertemu warga Surabaya asal Jabar, Senin (6/3/2018).

Kendati begitu, pihaknya akan menjadei Jurkam sesuai aturan yang sudah ditetapkan.

“Saya akan hadir di kampanye terbuka, namun tentunya kalau tidak hari libur saya akan mengajukan cuti,” kata dia.

BACA JUGA:

Perekonomian Jabar Meningkat di Triwulan Pertama 2024

Kendati begitu pihaknya mengaku belum mendapat informasi dari tim Asyik kapan waktunya.

Kaitannya dengan pendapat bahwa suara Aher bisa mendongkrak suara pasangan yang didukungnya, Aher berharap bisa membantu.

” Insya Alloh suara saya bisa mendongkrak raihan mereka di Pilgub Jabar 2018,” jelas Aher.

(LIN)

Ambisi Garuda Bandung Maju ke Semifinal IBL, Pupus Ditangan Hangtuah

0
Ambisi Garuda Bandung Maju ke Semifinal IBL, Pupus Ditangan Hangtuah‎. (FOKUSJabar/Ageng

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ambisi Garuda Bandung untuk bisa melaju ke babak semifinal Indonesian Basketball League (IBL) 2018 harus berakhir ditangan BSB Hangtuah. Pada game ketiga playoff IBL 2018, Garuda Bandung dipermalukan BSB Hangtuah 59-64 di kandangnya, C-Tra Arena, Jalan Cikutra Kota Bandung, Senin (5/3/2018).

Anak asuhan Andre Yuwadi sebenarnya sudah unggul jauh 18-3 di quarter pertama atas BSB Hangtuah. Namun di quarter dua, Hangtuah yang dimotori dua penggawa asing mereka, Keenan Palmore dan Nahshon George, justru berbalik unggul 5 angka dengan skor 27-22.

Balik tertinggal, Gary Jacobs, Difhta Pratama maupun Surliyadin berusaha mengejar. Namun kehilangan seorang center asing mereka, Roderick Flemmings karena cedera membuat serangan Garuda Bandung kurang mengigit. Meski sempat memperkecil margin skor, akhir quarter tiga, Garuda Bandung pun tetap tertinggal atas BSB Hangtuah dengan skor 40-44.

Tidak mau dipermalukan di hadapan pendukungnya, pemain Garuda Bandung pun berusaha mengejar. Namun serangan yang dibangun anak-anak Garuda Bandung pun kerap gagal saat berhadapan dengan tembok kokoh Hangtuah. Akhirnya, Garuda Bandung harus memupus harapan melaju ke babak semifinal IBL 2018 setelah kalah 59-64 atas BSB Hangtuah.

“Inilah playoff. Selamat buat Hangtuah yang berhasil maju ke semifinal untuk menghadapi Satria Muda dan cetak sejarah‎. Saya apresiasi perjuangan anak-anak yang sudah bermain dengan baik,” ujar Pelatih Garuda Bandung, Andre Yuwadi usai laga, Senin (5/3/2018) malam.

Andre menambahkan, keunggulan dua pemain asing di kubu Hangtuah membuat pola serangan mereka sulit dibendung. Meski sempat unggul di quarte pertama, namun pada pemainnya sulit mengembangkan dan menjaga ritme permainan.

“Inilah bermain basket, bukan 10 menit tapi 40 menit dan kita harus tetap konsisten di setiap quarter. Kehilangan satu pemain asing memang ada pengaruhnya, tapi itu bukan suatu alasan kita kalah hari ini. Hangtuah bermain lebih baik dan konsisten di setiap quarter,” tegasnya.

Sementara Pelatih BSB Hangtuah, Andika Supriadi Saputra mengaku sanga‎t bangga dengan semangat dan motivasi para pemainnya untuk bisa memenangkan game ketiga meski sempat tertinggal jauh di quarter pertama. Dirinya hanya berupaya memompa motivasi dan semangat para pemain karena hasil di lapangan tergantung pada mereka.

“Anak-anak sempat tegang di quarter pertama sehingga tertinggal jauh 18-3. Tapi anak-anak luar biasa bisa membalikkan keadaan, terimakasih kepada Tuhan. Dan untuk hadapi Satria Muda di semifinal, kita akan benahi kekurangan kita di playoff ini karena Satria Muda tim besar,” pungkas Andika.

Kemenangan BSB Hangtuah tidak terlepas dari penampilan gemilang dua penggawa asing mereka yang menjadi pencetak skor terbanyak di game ketiga. Keenan Palmore mampu mencetak 27 poin dan Nahshon George yang mencetak double double dengan raihan 30 poin‎ dan 21 rebound.

(ageng/bam’s)