spot_img
Jumat 6 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7539

KPK Segera Kumpulkan Cagub-Cawagub Jabar April 2018

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengumpulkan empat pasangan Cagub-Cawagub Jabar 2018.

KPK akan memberikan pembekalan terkait upata antisipasi korupsi dalam pemerintahan.

Ketua Satgas Politik KPK Guntur Kusmeiyano mengatakan, rencananya keempat pasangan calon ini dikumpulkan pada 17 April 2018 di Kantor KPU Jabar. Pembekalan dilakukan untuk menciptakan proses politik yang cerdas dan berintegritas.

“Jabar jadi lokus pembekalan calon kepala daerah,” kata Guntur seusai menggelar pertemuan dengan Sekda Jabar Iwa Karniwa di Gedung Sate, Selasa (6/3/2018).

KPK ingin menjadikan Pilgub Jabar sebagai perhelatan demokrasi terbaik.
Selain kepada peserta Pilgub Jabar, pihaknya pun akan melakukan hal serupa kepada calon bupati dan wali kota serta wakilnya di Pilkada 2018 di 16 kabupaten/kota

Selama ini, kata dia, KPK lebih terkenal dalam penangkapan para koruptor melalui operasi tangkap tangan. Padahal, pihaknya bisa mengantisipasi korupsi dengan berbagai sosialisasi.

“Kita sampaikan di hulu, di awal mana yang terlarang dan menyimpang, kemudian yang sebaiknya seperti apa. Ada contoh baik dari Pemprov Jabar terkait pelayanan publik. KPK dari awal menyampaikan pendidikan ini sebagai pembekalan calon kepala daerah, karena tidak semuanya punya basic pemerintahan,” kata dia.

Adapun hal yang akan disampaikan, kata Guntur, yakni tantangan yang akan dihadapi kepala daerah dalam mencegah korupsi.

Selain itu, KPK pun menyampaikan rambu-rambu yang harus dihindari para kepala daerah agar mampu menjalankan jabatannya jauh dari korupsi. Para calon ini pun akan diberikan pemaparan mengenai tata kelola pemerintahan dengan memahami risiko dan juga potensi yang akan menjadi temuan korupsi.

Dari data antikorupsi yang dimiliki, kata dia, kasus korupsi terbanyak yang dilakukan adalah kasus suap, kemudian penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa, serta kasus penyimpangan dalam perizinan.

“Itu tiga prioritas yang akan disampaikan oleh KPK. Pembekalan kepada para calon akan disampaikan Pimpinan KPK langsung. Sebelumnya kami lakukan ini juga saat Pilkada 2013,” jelas Guntur.

Dalam kesempatan tersebut, para pasangan calon dapat bertanya apapun terkait dengan upaya antikorupsi. Jangan sampai KPK malah disalahkan karena tidak memberikan pembekalan kepada para calon kepala daerah.

Pembekalan dilakukan supaya pasangan calon terpilih memiliki pengetahuan mengenai antikorupsi dan menerapkannya dalam memimpin Jawa Barat, sedangkan pasangan yang tidak terpilih pun mendapatkan pengetahuan tersebut.

“Tujuan akhir ke depan, kita bangun politisi atau aktor politik cerdas berintegritas. Kita siapkan ini karena berdasarkan kejadian, 32 persen korupsi dilakukan oleh aktor politik,” katanya.

Sementara itu, Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan, upaya antikorupsi harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Inilah langkah awal Pemprov Jabar dalam menciptakan pemerintahan yang bebas korupsi.

“Kami menyambut baik program KPK dalam menyelesaikan masalah korupsi dari hulu. Termasuk untuk memberikan pembekalan kepada para pelajar SMA dan mahasiswa,” kata Iwa.

Iwa pun akan menyusun rencana program antikorupsi di Jawa Barat dengan menganggarkannya dalam APBD Perubahan 2018. Sehingga, program ini dapat berjalan pada 2018 dan dirasakan manfaatnya pada 2019.

“Nanti Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama yang akan melakukan penyusunan fasilitasi anggaran. Kita bangun fondasi komprehensif dalam menciptakan pemerintahan yang bersih,” kata dia.

(LIN)

Besok, AMPG Laporkan Pj Bupati ke Kejaksaan Negeri Garut

0
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Garut, Koesmayadi Tatang. (foto web)

GARUT, FOKUSJabar.id : Terkait pelantikan 15 pegawai di lingkungan Pemkab Garut, Aliansi Masyarakat Peduli Garut (AMPG) segera melaporkan Pj Bupati, Koesmayadi Tatang Padmadinata ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut.

Pernyataan itu disampaikan Koordinator AMPG, Abu Musa Hanif Muttaqin. Menurut dia, Pj Bupati telah menyalahgunakan wewenang dengan melantik 15 pegawai di lingkungan Pemkab Garut.

” Besok, saya laporkan ke Kejaksaan Negeri Garut,” kata Abu kepada FOKUSJabar.id melalui pesawat telpon, Selasa (6/3/2018).

Menurut Abu, sesuai dengan Surat Badan Kepegawaian Negara no K.26-30/V.20-3/99 disebutkan, Pj Bupati tidak boleh mengangkat, merotasi dan memberhentikan jabatan.

” Jadi, Pj Bupati Garut sudah menyalahi dan menyalahgunakan wewenang,” terang Abu.

Pihaknya, Rabu (7/3/2018) besok akan audensi dengan Kejari sekaligus membuat laporan. Selanjutnya berorasi menyuarakan penyelewengan tersebut.

(Andian/Bam’s)

Mengenalkan Pembangunan Ciamis Melalui Pameran

0
Mengenalkan Pembangunan Ciamis Melalui Pameran di Musrenbang. (FOKUSJabar/Ibenk)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis mengenalkan berbagai informasi pembangunan yang telah dilakukannya melalui Pameran yang digelar saat Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) di Gedung Adipati Angganaya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ciamis, Selasa (6/3/2018).

Hampir setiap Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) dan instansi lain yang mempunyai kerjasama dengan Pemkab Ciamis turut membuka stand. Pameran informasi pembangunan 2018 tersebut pertama kali digelar saat Musrenbang.

” Kita memberikan informasi kepada masyarakat secara langsung terkait pembangunan yang sudah dilakukan,” kata Kepala Bidang Perekonomian dan SDA, Bappeda Kabupaten Ciamis, Retty Nugrahawati.

Musrenbang tersebut untuk menyepakati usulan program dan kegiatan hasil forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD), forum lintas OPD dan kewilayahan dalam rangka menyempurnakan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Ciamis tahun 2019.

” RKPD tahun 2019 bertemakan optimalisasi pembangunan infrastruktur dan peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) menuju kemandirian,” singkat Sekda Ciamis, Asep Sudarman.

(Ibenk/Bam’s)

Kunjungi Purwakarta, Hasan Sosialisasikan Program BogaGawe

0

PURWAKARTA,FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin (Kang Hasan) berkunjung ketempat perajin keramik gerabah di Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Selasa (6/3/2018).

Hasan sengaja berkunjung untuk mensosialisasikan program unggulannya bersama Anton Charliyan di Pilgub Jabar 2018.

Adapun program itu, yakni BogaGawe untuk mengurangi pengangguran di Jabar hingga 50 persen.

BACA JUGA:

Perekonomian Jabar Meningkat di Triwulan Pertama 2024

Seperti diketahui, jumlah pengangguran di Jabar saat ini mencapai 8,8 persen dari jumlah usia kerja atau sekitar 2,5 juta sesuai dengan data Badan Pusat Statistik Jawa Barat.

Adapun langkah langkah yang akan dilakukan dengan program BogaGawe, kata Hasan, yakni membangun SMK dan program setingkat diploma bidang keterampilan serta wirausaha yang disesuaikan dengan karakter daerahnya.

Kemudian memberi ruang untuk tumbuhnya unit usaha mikro dengan memberi fasilitas modal, pelatihan dan marketing.

“Kita bisa mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kedalam proyek Pemerintah Provinsi Jabar untuk dapat menampung pekerja melalui program padat karya,” kata Hasan.

Langkah lainnya mengurangi pengangguran, yakni membangun potensi ekonomi baru melalui investasi di bidang perdagangan, jasa, pariwisata dan bekerjasama dengan negara lain dalam penempatan tenaga kerja terampil, bersertifikat.

“Kita bisa membangun SMK dan program setingkat Diploma dalam mengajarkan bidang ketrampilan dan wirausaha,” jelas dia.

Sementara itu, Dede salah seorang perajin keramik gerabah Purwakarta mendukung penuh program BogaGawe milik Hasanah.

“Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Kang Hasan ke tempat saya. Saya pun mendukung program BogaGawe yang dimiliki Kang Hasan, karena bisa membuka lapangan pekerjaan dengan mengajarkan wirausaha,” kata Dede.

Untuk diketahui, Pasangan Hasanah punya tujuh progra unggulan, yakni
BogaGawe, Jabar Sebeuh, Sakola Gratis, Imah Reumpeug, Jaber Sebeuh Turkamling dan molotot.com.

(LIN)

Ini Tiga Faktor Kemiskinan yang Harus Ditangani Pemkab Ciamis

0
Ini Tiga Faktor Kemiskinan Yang Harus Ditangani Pemkab Ciamis. (FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Praktisi Pendidikan yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Endin Lidinillah menyebut, ada tiga faktor yang harus fokus ditangani Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengentaskan kemiskinan.

Tiga faktor tersebut yakni, kemiskinan natural, kultural dan struktural.

Menurut Endin, berdasarkan hasil analisis faktor kemiskinan penyebabnya adalah kemiskinan turunan. Sementara kultural berkaitan dengan mental masyarakat yang tidak mau bersaing dan cenderung pasrah.

Lalu faktor struktural yang menyangkut semua kebijakan yang dibuat pemerintah membuat masyarakat semakin melarat. Salah satunya, izin mini market yang tidak dibatasi.

” Kita bisa bayangkan dalam faktor struktural, jika izin mini market tidak dibatasi banyak usaha masyarakat yang gulung tikar,” ucapnya, Selasa (6/3/2018).

Endin menekankan, jika pemerintah benar-benar ingin bekerja untuk memberantas kemiskinan, maka ketiga faktor tersebut mesti menjadi pokok pembahasan dan fokus kerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)

Surabaya Resmi Punya Jalan Prabu Siliwangi dan Sunda

0
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) saat memaparkan penamaan jalan Prsbu Siliwangi dan Jalan Sunda di Surabaya (foto LIN)

SURABAYA, FOKUSJabar.id: Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Sunda resmi diresmikan di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Sebelumnya, Jalan Sunda bernama Dinoyo dan Jalan Prabu Siliwangi bernama Jalang Gunung Sari.

Nama dua jalan tersebut digagas dan diresmikan tiga Gubernur, yakni Gubernur Jati Soekarwo, Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) dalam acara rekonsiliasi budaya Sunda dan Jawa bertajuk ‘Harmoni Budaya Sunda Jawa’ di Hotel Bumi Surabaya, Jalan Basuki Rahmat, Selasa (6/3/2018).

Gubernur Jabar Aher menyebut, penyatuan budaya Jawa dan Sunda melalui rekonsiliasi budaya itu ditandai dengan peresmian nama dua jalan di Surabaya dan Yogyakarta sebelumnya.

Hal itu sekaligus sebagai upaya menghilanhkan segala bentuk emosi kolektif terkait ‘perselisihan’ antara Mahapatih Gadjah Mada dari Majapahit dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari kerajaan Sunda di Pasanggrahan, Bubat Trowulan.

“Jadi marilah kita hadirkan kesatupaduan Sunda dan Jawa melalui lingkup kebhinekaan negeri ini. Urusan masa lalu hendaknya tidak diungkit kembali dan kita lupakan, terlebih masalahnya sudah terjadi,” kata Aher.

Dengan adanya naman Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Sunda di Jawa Timur, Aher optimistis segala bentuk emosi kolektif terkait Perang Bubat yang terjadi tahun 1357 silam itu cair.

” Insya Alloh nama jalan akan mencairkan. Saya sendiri tidak tahu kenapa bentuknya jalan, tapi memang bisa jadi lambang kesejahteraan juga. Di Jabar pun akan ada Jalan Majapahit dan Prabu Hayam Wuruk dalam waktu dekat,” jelas dia.

Aher menargetkan penamaan jalan Majapahit dan Prabu Hayam Wuruk di Jabar diresmikan April 2018.

(LIN)

LPPM Unigal Ciamis Fokus Memajukan Perekonomian Warga

0
LPPM Unigal Ciamis, Fokus Majukan Perekonomian Ciamis. (FOKUSJabar/iza M Irfansyah)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Musrembang RKPD Kabupaten Ciamis sekaligus Pameran Informasi Program Pemerintah, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis ikut serta membuka stand untuk mempromosikan produk UMKM hasil karya masyarakat setempat.

Ketua LPPM Unigal Ciamis, Endin Lidinilah mengatakan, setelah melakukan analisis dari empat pilar Posdaya KKN yang meliputi pendidikan keagamaan, lingkungan hidup, ekonomi daya beli dan bidang kesehatan, fokus kerja Posdaya akan tertuju pada pengembangan ekonomi daya beli masyarakat Ciamis.

” Dari hasil kajian analisis, faktor penyebab kemiskinan indikatornya meliputi penghasilan yang tidak tetap, pendapatan rendah dan kurangnya kesempatan kerja,” beber Endin, Selasa (6/3/2018).

Menurut dia, KKN mendatang mahasiswa Unigal akan terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan riset terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi dan dicari solusinya dengan musyawarah.

” Sejauh ini dari hasil analisis, permasalahan perekonomian terjadi akibat kurangnya fasilitas dan sosialisasi dari pemerintah. Khususnya masalah perizinan,” ungkapnya.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)