spot_imgspot_img
Senin 30 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7645

Wujudkan Jabar Seubeuh, Cawagub Anton Charliyan Tinjau Pengolahan Padi di Cisayong

0
Cawagub Anton Charliyan (foto IST)
Cawagub Anton Charliyan (foto IST)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Tinjau Pengelolaan Padi, di Kampung Cirando, Desa Sukajadi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (19/3/2018) Cawagub Jabar nomor urut 2 Anton Charliyan (Anton) ingin mengetahui proses padi menjadi beras.

Terlebih Anton yang berpasangan dengan Cagub Jabar TB Hasanuddin (Hasanah) memiliki program Jabar Seubeh, yang salah satunya mempertahankan Jawa Barat sebagai lumbung padi serta memberikan kesejahteraan untuk para petani.

“Makanya saya ingin mengetahui prosesnya seperti apa pengolahan padi menjadi beras,” kata Anton melalui rilisnya kepada FOKUSJabar.id.

Dia menjelaskan, program Jabar Seubeh digagas untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Jabar. Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk merealisasikan program Jabar Seubeh, yakni akan memperbaiki irigasi dalam rangka dukungan terhadap pasokan air di daerah pertanian. Kemudian memberikan subsidi pupuk , sarana pertanian dan bibit untuk petani secara gratis.

“Sehingga kita bisa menjaga harga pangan yang berkeadilan antara petani dan konsumen dengan memotong para spekulator,” kata Anton.

Nantinya kata dia, pasangan Hasanah pun akan menyediakan program pinjaman modal untuk petani dan nelayan tanpa agunan melalui BUMD, BUMDes dan kelompok tani.

Modal tersebut kata dia, diberikan demi meningkatkan pendapatan petani yang bisa memproduksi produk turunan dari hasil taninya. Dengan begitu akan bisa memberikan perlindungan yang baik kepada petani dan nelayan berbasis ekspor.

Untuk diketahui, selain Jabar Seubeuh, pasangan Hasanah pun memiliki program lainnya, yakni Boga Gawe , Jabar Cageur , Sakola Gratis , Imah Reumpeug , Turkamling dan Budaya serta Molototcom.

(LIN)

Popda Jabar 2018 Digelar Akhir Juli dan Dipusatkan di SPOrT Jabar

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Multievent olahraga tingkat daerah khusus bagi atlet pelajar, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat 2018 akan kembali digelar. Multieven olahraga pelajar tingkat Jabar ini akan dilaksanakan pada 29 Juli hingga 3 Agustus 2018 mendatang.

Kepala Bidang ‎Peningkatan Olahraga Prestasi pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar, Imam Solihin menuturkan, kegiatan Popda Jabar sendiri merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap dua tahun sekali. Popda Jabar sendiri menjadi bagian dari evaluasi pembinaan atlet pelajar di setiap kota/kabupaten sekaligus menjadi persiapan Jabar menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

“Jadi semua persiapan sudah dilakukan, termasuk penetapan cabang olahraga. Kita tinggal melakukan pertemuan koordinasi terakhir dengan pengurus cabang olahraga dan kota/kabupaten untuk menentukan nomor pertandingan,” ujar Imam saat ditemui di ruang kerjanya, komplek SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Senin (19/3/2018).

Kepala Seksi Pembibitan Olahraga Prestasi, Nandang Roekanda menambahkan, Popda Jabar 2018 sendiri mempertandingkan sebanyak 21 cabang olahraga. Sama seperti cabang olahraga yang dipertandingkan di Popnas.

“Dari 21 cabang olahragatersebut, sebanyak delapan cabang olahraga melalui babak kualifikasi atau melalui Popwilda Jabar. Yakni bola basket, bola voli, sepakbola, sepaktakraw, tennis lapangan, tenismeja, bulutangkis dan pencak silat,” ujar Nandang.

‎Untuk lokasi pertandingan, lanjut Nandang, akan dipusatkan di komplek SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung. Selain itu, beberapa venue pun akan mempergunakan GOR dan venue cabang olahraga di sekitar Bandung Raya.

“Seperti di komplek olahraga Pajajaran, GOR Bandung, lapangan sepakbola Lodaya, dan situ Ciburuy, Padalarang. ‎Rencananya, kita akan gelar pertemuan teknik dengan daerah dan cabang olahraga pada bulan ini untuk menentukan nomor pertandingan sekaligus kepastian venue diluar komplek SPOrT Jabar, Arcamanik,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Sebelum Puasa, Kota Bandung Kukuhkan Tim Inti Porda XIII

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung berencana melakukan penetapan dan pengukuhan tim inti Porda Jabar XIII Kota Bandung sebelum buan suci Ramadhan 1439 Hijriyah. Rencananya, tim inti Porda Jabar XIII Kota Bandung akan dikukuhkan pada medio Mei 2018 mendatang.

Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana menuturkan, pada bulan Maret dan April ini, pihaknya masih terus melakukan verifikasi terhadap cabang olahraga terkait keikutsertaannya pada babak kualifikasi Porda Jabar XIII. Penentuan tim inti sekaligus pengukuhan pun, menunggu ketetapan pasti dari aturan-aturan yang akan diterapkan ‎di ajang multieven olahraga empat tahunan di Jabar ini.

“‎Sampai saat ini kan belum ada keputusan pasti dari KONI Jabar terkait pembatasan usia, kepastian nomor, entry by name dan entry by number semua kota dan kabupaten, dan beberapa hal lain yang menyangkut Porda Jabar XIII. ‎Setelah semua itu ada kepastian, maka kita akan segera buat SK tim inti Porda Jabar XIII sekaligus melakukan pengukuhan tim inti,” ujar Aan saat ditemui di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Senin (19/3/2018).

Aan menambahkan, untuk penentuan tim inti, pihaknya akan melakukan perampingan tim. Dengan demikian, tim inti Porda Jabar XIII Kota Bandung akan lebih ramping, efisien dan efektif.

“Atlet yang lolos babak kualifikasi, tidak otomatis akan kita kirim ke Porda Jabar XIII di Kabupaten Bogor. Kita sudah tetapkan klasifikasinya,” terangnya.

Pihak KONI Kota Bandung, lanjutnya, hanya akan mengirimkan atlet yang berhasil menempati posisi lima besar di nomor di cabang olahraga masing-masing. Baik untuk kategori olahraga terukur maupun cabang olahraga penilaian.

“Kalau atlet menempati ranking diatas lima besar pada babak kualifikasi, tidak akan kita kirimkan. Kecuali, cabang olahraga yang bersangkutan berani memberikan jaminan dan menandatangani kesepakatan untuk menjamin atlet yang bersangkutan bisa meraih medali. ‎Nanti kita siapkan reward bagi yang berpestasi, dan punishment yang bersifat mendidik bagi mereka yang gagal agar prestasi mereka meningkat,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

KONI Kota Bandung Berharap Hasil Verifikasi Mutasi Atlet Porda Jabar XIII Segera Diumumkan

0
ilustrasi (web)

‎BANDUNG, FOKUSJabar.id : Hasil verifikasi tim Pokja Mutasi Atlet KONI Jabar jelang Porda Jabar XIII diharapkan bisa disampaikan secara resmi kepada setiap pengurus KONI Kota/Kabupaten sebagai peserta multieven olahraga empat tahunan di Jabar. Dengan demikian, setiap kota/kabupaten bisa mengetahui secara pasti jumlah atlet yang melakukan mutasi menjelang Porda Jabar XIII/2018.

Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana menuturkan, pihaknya baru mendapatkan pemberitahuan secara ‎informal dari KONI Jabar terkait atlet yang masuk dan keluar Kota Bandung jelang Porda Jabar XIII. Namun terkait atlet dari cabang olahraga apa atau atlet dari mana dan kemana, pihaknya belum mengetahuinya.

“Dari pemberitahuan informal itu, KONI Jabar menyebut jika ada sembilan atlet yang pindah ke Kota Bandung dan 21 atlet Kota Bandung yang pindah ke daerah lain. Tapi kalau pemberitahuan secara formal, kami belum menerimanya. Baik dari pengcab olahraga yang bersangkutan, maupun dari tim Pokja Mutasi KONI Jabar,” ujar Aan saat ditemui di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Senin (19/3/2018).

‎Meski KONI Jabar memastikan ada sembilan atlet yang ‘masuk’ ke Kota Bandung, namun Aan meyakini jika pihak cabang olahraga tidak pernah ada kesengajaan untuk ‘merekrut’ mereka jelang Porda Jabar XIII. Bahkan pihaknya pun belum mengecek kualitas dari kesembilan atlet yang dikabarkan ‘masuk’ ke Kota Bandung.

“Kalau ternyata kualitas mereka dibawah rata-rata atlet binaan kami dan datang ke Bandung hanya untuk nibrung rame di Porda Jabar XIII, tentu tidak akan kami terima. Begitu pun bagi 21 atlet yang keluar. Kami ingin semua atlet yang berlaga di Porda Jabar memberikan sumbangsih berarti bagi Jabar untuk PON XX, bukan hanya untuk kontingen daerahnya saja,” paparnya.

‎Aan menuturkan, pihaknya pun pesimistis jika permasalahan mutasi atlet ini bisa diselesaikan tuntas oleh tim Pokja Mutasi. Pasalnya, hingga Februari lalu, baru sekitar 10 kasus yang diselesaikan dari 300 kasus mutasi atlet yang terjadi menjelang Porda Jabar XIII.

“Kita ‎pesimis juga bisa tuntas dengan jumlah mutasi yang sangat banyak. Tapi kami tetap berharap, hasil verifiKsi mutasi atlet ini untuk segera diumumkan secara formal sesuai dengan janji Ketua Umum KONI Jabar, Pak Ahmad Saefudin yang akan membuka seluruh atlet yang berlaga di Porda Jabar XIII. Dengan demikian, kita bisa menghitung potensi kita dan lawan untuk Porda Jabar XIII nanti,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Sejumlah Kades Datangi Panwaslu Kabupaten Ciamis

0
(FOKUSJabar/Heusen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Sejumlah Kepala Desa (Kades) yang tergabung pada Aliansi Kuwu dan Perangkat Desa Kabupaten Ciamis datangi Sekretariat Panwaslu yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan, Ciamis, Senin (19/3/2018).

Menurut Ketua Aliansi Kuwu dan Perangkat Desa Kabupaten Ciamis, Muhamad Abdul Haris yang juga Kades Karangkamulyan, pihaknya mempertanyakan aturan Panwaslu terhadap para Kades sebagai pejabat publik bila kedatangan calon peserta Pilkada.

Hal itu menyusul adanya aturan bahwa Kades tidak boleh berpolitik praktis. Sementara seorang Kades dipilih oleh rakyat yang harus mengayomi semua masyarakat.

” Kalau ada kegiatan kemasyarakatan para calon Bupati-Wakil Bupati seperti pengajian, jika dihadiri dianggap melanggar aturan. Jika tidak dihadiri dianggap golput,” ucapnya.

Pihaknya meminta Panwaslu untuk bisa menyikapi kegundahan para Kades.

” Panwaslu harus selektif dalam menerima laporan pelanggaran yang dilakukan Kades. Artinya, jangan sampai laporan itu pada akhirnya tidak terbukti. Sehingga kinerja kami terganggu,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Ketua RAPI Kawali Ciamis Sebut Briker Harus Taat Kode Etik

1
(FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Lokal 4 wilayah Kawali, Kabupaten CIamis, Gana E. Jaya menegaskan, para pengguna jalur komunikasi Radio harus patuh terhadap kode etik dan tidak menyalahgunakan jalur frekuensi untuk kepentingan yang tidak baik bahkan merugikan.

Pihaknya pun telah menyelenggarakan bimbingan organisasi yang diikuti 300 orang calon anggota dan anggota RAPI pengguna radio (Briker). Menurutnya, Kode Etik penting untuk dipatuhi.

” Dengan jumlah pengguna radio yang banyak, pemerintah sudah tepat melakukan sosialisasi kode etik dengan mengundang para Briker. Tujuanya untuk membina mereka agar tidak menyalahgunakan frekuensi,” ucapnya, Senin (20/3/2018).

Salah satu anggota RAPI, Dian Ardiansyah mengatakan, kode etik Briker sangat penting. Pasalnya, banyak hal baik yang bisa dimanfaatkan dari jalur komunikasi frekuensi. Diantaranya, bantuan kemanusiaan hingga sosialisasi Pilkada.

” Kode etik bagi para Briker akan menghindari penyalahgunaan, apalagi saat ini Ciamis sedang gencar Pilkada. Bukan hanya itu, komunikasi antar Dinas dalam menjalankan program untuk masyarakat melalui komunikasi radio bisa berdampak positif,” paparnya.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)

Ketua PGRI Ciamis Sebut Perbuatan Oknum Guru Agama Itu Lukai Hati Masyarakat

0

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Adanya dugaan kasus pencabulan oknum guru agama SMP Negeri 1 Sadananya, Kabupaten Ciamis, Abd kepada salah satu siswinya, R (16) dinilai telah mencoreng dunia pendidikan di Tatar Galuh ini.

Karenanya, Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, Endang Rahmat mengutuk keras perbuatan tersebut.

” Tidak sepatutnya seorang pendidik berperilaku seperti itu. Saya mengutuk keras. Sungguh sangat biadab kalau memang itu terbukti terjadi,” kata Endang di SMA Negeri 2 Ciamis, Senin (19/3/2018).

Kepala SMA Negeri 2 Ciamis itu mengatakan, perbuatan amoral seorang pendidik kepada siswa akan melukai hati masyarakat. Jiwa seorang pendidik yang harusnya menjadi suri tauladan pun hilang.

“Ada slogan, guru digugu dan ditiru. Mengartikan bahwa masyarakat berharap guru sebagai tauladan dalam berbagai kegiatan kehidupan. Di sekolah guru menjadi panutan siswanya,” ujar Endang.

Dia berharap, korban R yang masih duduk di kelas 9 bisa terbina dengan baik. Para pendidik harus bersama-sama mendukung korban, menghilangkan trauma anak, karena pengalaman buruk seperti itu akan menghancurkan masa depannya.

“Harus ada pembinaan khusus kepada anak atau pelajar yang menjadi korban. Dia harus punya masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Resort (Polres) Ciamis telah menetapkan oknum guru agama, Abd menjadi tersangka karena diduga telah melakukan pencabulan kepada siswanya R.

Dalam keterangan yang diperoleh Polres Ciamis, oknum Abd mencabuli korban R sebanyak dua kali. Pertama di sebuah penginapan di daerah Pangandaran dan ke dua di rumah N yang juga masih guru dari korban.

“Kami akan terus dalami kasus ini. Kemungkinan akan ada tersangka baru yang masih menjadi saksi karena ikut terlibat dalam kasus Abd. Dan kemungkinan juga ada korban Abd lain selain R. Kami masih mendalaminya,” terang Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto saat menggelar Konfrensi Pers di Polres Ciamis, Sabtu lalu.

(Ibenk/Bam’s)