spot_imgspot_img
Kamis 16 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 51

Kebakaran Lahan Dekat Bendungan Leuwikeris Ciamis, Damkar dan BPBD Turun Tangan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Kebakaran Lahan Dekat Bendungan Leuwikeris Ciamis, Damkar dan BPBD Turun Tangan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kobaran api yang membumbung tinggi mendadak memicu suasana mencekam bagi warga di sekitar lingkungan Bendungan Leuwikeris, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026) malam sekitar pukul 19.20 WIB. Salah seorang warga setempat, Pendi, mengungkapkan bahwa si jago merah mulai melahap area di sebelah selatan Kantor Fasilitas Operasional Lapangan PT Hutama Karya di Blok Cibatok.

Pendi menceritakan, kobaran api menyala sangat terang di tengah kegelapan malam. Kondisi tersebut langsung memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat sekitar karena posisi titik api berada cukup dekat dengan pemukiman penduduk.

Baca Juga: Cari Untung di Ciamis tapi Bagi CSR di Luar Daerah, Bupati Herdiat Semprot Bank Negara dan Swasta

“Beruntung tim pemadam kebakaran segera tiba di lokasi untuk melakukan penanganan dan melokalisir kobaran api agar tidak semakin meluas,” kata Pendi.

Hingga saat ini, pihak terkait belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti maupun potensi korban akibat kebakaran lahan tersebut.

“Terlihat di lokasi dua mobil Damkar sedang berjibaku memadamkan api yang sedang membakar ilalang di lokasi itu,” ucap Pendi.

Merespons peristiwa tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan insiden tersebut. Kebakaran melanda areal perkebunan di lingkungan Leuwikeris. Pihaknya bergerak cepat mengirimkan bantuan ke lokasi kejadian.

“Pihak BPBD telah diterjunkan sebanyak Delapan personel untuk membantu memadamkan api yang sedang membakar lahan itu,” ungkap Ani.

(Husen Maharaja)

Polemik Kasus MBA, Aliansi RPB Desak Penonaktifan BK DPRD Pangandaran dan Tegakkan Kode Etik

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Tian Kadarisman

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Aliansi Rakyat Pangandaran Bergerak (RPB) meluruskan polemik terkait dugaan pelanggaran etik oleh oknum anggota DPRD Pangandaran dalam pusaran kasus investasi MBA. RPB menegaskan bahwa desakan mereka bukanlah sebuah gerakan politik untuk menjatuhkan kader partai tertentu, melainkan tuntutan prosedural demi menjaga marwah lembaga legislatif.

“Desakan kami bukan untuk menjatuhkan individu atau kader partai tertentu. Ini tuntutan prosedural murni demi menjaga martabat dan integritas DPRD sebagai wakil rakyat,” ujar juru bicara RPB, Tian, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Bupati Pangandaran Laporkan Kapal Tongkang Batu Bara Karam ke Kemenhub RI

Setelah berkoordinasi dengan Polres Pangandaran, RPB mendapati hasil bahwa penanganan perkara pidana UU ITE dan penegakan kode etik di DPRD merupakan dua jalur independen yang tidak saling mengikat. Oleh karena itu, RPB menyayangkan pernyataan DPC Partai Golkar Pangandaran yang justru langsung menggulirkan wacana Pemberhentian Antar Waktu (PAW).

“Kami nilai itu disorientasi. PAW itu ranah internal partai. Sementara yang kami tuntut adalah penegakan kode etik pejabat publik di DPRD yang harus diproses Badan Kehormatan,” kata Tian.

“Sangat disayangkan, partai justru bicara teknis PAW dan kalkulasi suara pengganti, tapi tidak menyentuh aspek kode etik. Mengapa partai lebih fokus pada nasib kadernya daripada merespons dugaan pengkhianatan amanat rakyat?” lanjutnya.

Dugaan Pelanggaran Berlapis

Dalam analisis hukumnya, RPB mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran berlapis oleh oknum anggota dewan tersebut:

  1. Peraturan DPRD No. 2 Tahun 2020: Pasal 4 ayat 12 secara tegas melarang penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan komersial, sementara Pasal 14 mewajibkan anggota dewan menjaga citra lembaga.
  2. Mandat Otonom BK: Berdasarkan Peraturan DPRD No. 3 Tahun 2020, Badan Kehormatan (BK) tidak perlu menunggu putusan pengadilan karena tugasnya memproses kepatutan perilaku, bukan membuktikan unsur pidana.
  3. Sumpah Jabatan (UU No. 23 Tahun 2014): Tindakan oknum tersebut dinilai mengingkari sumpah untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat, bukan malah terlibat dalam skema investasi yang merugikan masyarakat.
  4. Proses Paralel: Kasus pidana di Polda Jabar dan proses etik di BK tetap bisa berjalan beriringan.

“Jabatan publik tidak memberi perlindungan hukum. Kelalaian menjaga integritas moral jabatan sudah terjadi saat menggunakan status kedewanan untuk mempromosikan investasi,” tegas Tian.

Selain itu, RPB juga mengendus adanya potensi konflik kepentingan yang kuat di internal BK. Pasalnya, Ketua BK sendiri ikut terseret menjadi pihak terlapor dalam kasus ini.

“Kami mendesak penonaktifan sementara Ketua BK dari AKD (Alat Kelengkapan Dewan) selama proses penegakan etik berlangsung. Bagaimana mungkin proses objektif jika yang memeriksa adalah pihak yang juga terlapor?” jelas Tian.

“Penonaktifan ini bukan untuk menjatuhkan siapa-siapa. Tujuannya agar proses etik tidak cacat secara moral dan hukum,” tambahnya.

Sebagai penutup, RPB mengingatkan bahwa DPRD Pangandaran memiliki tanggung jawab moral yang besar kepada konstituennya.

“Kepentingan kami tunggal, kembalinya marwah DPRD Pangandaran melalui penegakan kode etik yang adil, transparan, dan tidak tebang pilih. Jika DPRD tidak bisa membersihkan dirinya sendiri, maka rakyat akan mencatat lembaga ini sedang krisis integritas akut,” pungkas Tian.

(Sajidin)

Pemkot Bandung Kejar Target Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Mandiri

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya penanganan sampah dengan membangun hingga 220 titik pengolahan sampah berbasis kewilayahan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini tengah memacu pembangunan 220 titik pengolahan sampah berbasis kewilayahan. Langkah strategis ini menjadi bagian dari transformasi besar-besaran agar Kota Kembang tidak lagi bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang saat ini memberlakukan pembatasan kuota ketat.

Ketua Tim Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Syahriani, menegaskan bahwa perubahan sistem ini bersifat mendesak. Apalagi, volume produksi sampah di Kota Bandung saat ini menyentuh angka fantastis, yakni 1.511 ton setiap harinya.

Baca Juga: Sempat Hebohkan Gedung Sate, Hartono Soekwanto Bawa Sapi Viral “Matilda” Gebrak Jakarta International Pet Show

“Pembatasan kuota TPA Sarimukti harus menjadi momentum perubahan. Kota Bandung tidak bisa lagi bergantung pada pola lama ‘kumpul, angkut, buang’. Ke depan, sampah harus diselesaikan sedekat mungkin dengan sumbernya melalui pengelolaan di tingkat rumah tangga dan kewilayahan,” kata Syahriani, Jumat (3/7/2026).

Saat ini, DLH Kota Bandung sedang mendata dan memverifikasi sejumlah lokasi potensial untuk memfasilitasi pengolahan sampah tersebut. Program ambisius ini juga menggandeng berbagai pihak luar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, misalnya, tengah menguji coba teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Selain itu, Mabes TNI AD juga berencana menyumbang mesin pengolah sampah guna mempercepat proses eksekusi di lapangan.

“Pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah bukan sekadar menambah infrastruktur, tetapi membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Harapannya, setiap wilayah mampu mengolah sebagian besar sampahnya sendiri sehingga hanya residu yang dikirim ke TPA,” jelas Syahriani.

Strategi Pengurangan Volume Sampah

Lewat program terintegrasi ini, Pemkot Bandung membidik pengurangan volume sampah antara 125 hingga 250 ton per hari. Strateginya meliputi pembuatan kompos dari sampah organik, optimalisasi bank sampah untuk bahan anorganik bernilai ekonomis, serta menyulap sampah bernilai rendah menjadi bahan bakar alternatif lewat teknologi RDF.

“Kami menargetkan pengurangan sampah sebesar 125 hingga 250 ton per hari. Namun, keberhasilan target ini tidak hanya bergantung pada teknologi seperti RDF, melainkan juga perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumber,” tambahnya.

Langkah Pemkot Bandung ini mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari legislatif. Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nunung Nurasiah, menyatakan pihaknya siap mengawal program ini dari sisi regulasi, anggaran, hingga pengawasan di lapangan.

“DPRD Kota Bandung memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program penanganan sampah. Melalui fungsi pengawasan, kami terus memastikan setiap program yang telah direncanakan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Nunung.

Nunung mengingatkan bahwa secanggih apa pun infrastruktur yang pemerintah siapkan, kunci utama kesuksesan program ini tetap berada di tangan warga. Edukasi masif harus terus berjalan agar budaya memilah sampah dari rumah bisa menekan volume buangan ke TPA secara signifikan.

“Sehebat apa pun teknologi yang dimiliki pemerintah, keberhasilan pengelolaan sampah tetap bergantung pada keterlibatan masyarakat. Penanganan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen,” tutupnya.

(Yusuf Mugni)

Perkuat Digitalisasi Layanan Publik, bank bjb Bersama Tim Pembina Samsat Resmikan Agen Samsat Banten

0
Banten. FOKUSJabar.id
Perkuat Digitalisasi Layanan Publik, bank bjb Bersama Tim Pembina Samsat Resmikan Agen Samsat Banten

TANGERANG,FOKUSJabar.id: bank bjb bersama Tim Pembina Samsat Provinsi Banten terus mempererat kolaborasi dalam menghadirkan layanan publik yang ramah masyarakat. Sinergi terbaru mewujud melalui peresmian Pusat Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (Payment Point) Agen Samsat Banten bertajuk “Agen Samsat Lebih Dekat dan Mudah” di Kantor Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Langkah strategis ini bertujuan memperluas akses pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan sekaligus mempercepat transformasi digital pelayanan publik di wilayah Provinsi Banten. Gubernur Banten, Andra Soni, memimpin langsung seremoni peresmian tersebut bersama jajaran Tim Pembina Samsat Provinsi Banten.

Agenda penting ini juga mempertemukan berbagai unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Bank Indonesia, Jasa Raharja, pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran top manajemen bank bjb, termasuk Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna dan Direktur Operasional bank bjb Herfinia.

Sebagai bank pembangunan daerah, bank bjb berkomitmen penuh mengawal program Pemerintah Provinsi Banten dalam mendongkrak kualitas pelayanan warga sekaligus mengoptimalkan pos penerimaan kas daerah. Kerja sama dinamis ini melahirkan kanal pembayaran PKB tahunan yang lebih praktis, nyaman, dan menyentuh lapisan masyarakat hingga tingkat pedesaan.

Di sisi lain, manajemen bank bjb mengapresiasi tinggi atas kepercayaan penuh Pemerintah Provinsi Banten, sehingga bank bjb bisa terus berkontribusi serta menyatukan semangat untuk membangun bangsa.

Alur Pembayaran Praktis Lewat Aplikasi SAMBAT

Melalui kehadiran layanan baru ini, para wajib pajak tidak perlu lagi meluangkan waktu khusus untuk datang ke kantor Samsat utama. Warga kini bisa melunasi kewajiban mereka lewat jaringan Agen Samsat Banten yang terus berkembang luas.

Proses transaksi bermula dari registrasi data kendaraan melalui aplikasi Samsat Banten Hebat (SAMBAT). Lewat platform digital tersebut, wajib pajak akan mengantongi kode pembayaran khusus sebagai dasar transaksi pelunasan PKB tahunan.

Setelah mengantongi kode bayar, masyarakat tinggal melangkah ke loket Agen Samsat Banten terdekat yang sudah menjalin kemitraan resmi dengan bank bjb. Seluruh alur transaksi berjalan di atas ekosistem sistem pembayaran digital bank bjb, sehingga prosesnya berlangsung lebih cepat, praktis, serta menjamin keamanan dana nasabah. Inovasi ini menjadi bagian dari agenda besar elektronifikasi layanan publik demi mendongkrak kepatuhan pembayaran pajak kendaraan.

Targetkan Ribuan Jaringan di Tingkat Desa

Ke depan, pengelola akan terus mengekspansi jaringan Agen Samsat Banten hingga mengakar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Tim Pembina Samsat Provinsi Banten bersama bank bjb membidik potensi pembentukan loket pembayaran di 1.552 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai Agen Samsat Banten. Pihak bank juga akan memperluas cakupan kerja sama dengan merangkul Koperasi Desa (Kopdes) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Perluasan jaringan yang masif ini harapannya mampu menyuguhkan pelayanan yang ramah jarak bagi masyarakat, tanpa memaksa mereka menempuh perjalanan jauh ke pusat kota. bank bjb memiliki komitmen kokoh untuk menyokong gerak pembangunan daerah melalui penguatan layanan keuangan yang modern serta inklusif. Korporasi juga terus memperkuat infrastruktur sistem pembayaran guna mengintegrasikan sistem elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).

Lewat sinergi ini, bank bjb tidak hanya memosisikan diri sebagai penyedia jasa perbankan semata, melainkan bertindak sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kemudahan akses pembayaran PKB ini harapannya mampu meningkatkan kepatuhan warga sekaligus mempertebal kantong penerimaan daerah untuk membiayai pembangunan di Provinsi Banten.

Selain itu, kehadiran Agen Samsat Banten turut membuka peluang pemberdayaan ekonomi warga desa melalui keterlibatan aktif BPD, Kopdes, maupun BUMDes dalam ekosistem digital.

bank bjb optimistis jalinan kolaborasi bersama Tim Pembina Samsat Provinsi Banten akan menyumbang manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui sistem pelayanan yang efisien dan terpercaya. Ke depan, bank bjb akan terus menetaskan inovasi keuangan digital baru guna menjawab kebutuhan pasar sekaligus mempercepat transformasi pelayanan publik yang berkelanjutan.

(Bank BJB/IrfansyahRiza)

Hasil SPMB Kota Bandung 2026 Tahap 2 Diumumkan Malam Ini Pukul 20.00 WIB, Cek di spmb.bandung.go.id

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memastikan hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP tahap 2 jalur domisili dan mutasi akan diumumkan pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB melalui laman spmb.bandung.go.id. -Ist-

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memastikan akan merilis hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP tahap 2 untuk jalur domisili dan mutasi, Jumat (3/7/2026). Orang tua dan calon peserta didik dapat mengakses pengumuman tersebut mulai pukul 20.00 WIB melalui laman resmi spmb.bandung.go.id.

Hingga Jumat siang, pemerintah masih memproses seleksi akhir sehingga belum bisa merilis jumlah pasti peserta yang lolos ke sekolah tujuan.

Baca Juga: Hartono Soekwanto Bakal Luncurkan Es Krim Matilda, Terinspirasi Kisah Sapi Viral

“Kita masih proses. Datanya belum muncul karena masih dalam pengolahan. Sabar dulu ya,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edi Suparjoto,Jumat (3/7/2026).

Edi menjelaskan bahwa pihaknya akan menggelar rapat pleno terlebih dahulu sebelum membuka sistem pengumuman. Langkah ini bertujuan untuk memastikan validitas data agar proses seleksi berjalan adil tanpa merugikan calon siswa.

“Nanti kita pleno dulu agar harus hati-hati dan teliti, jangan ada yang rugi. Pengumuman Insya Allah jam 8 malam kalau tidak ada kendala, tapi bisa maju atau mundur tergantung proses finalisasi,” tambahnya.

Pada tahap kedua ini, Disdik mengalokasikan kuota jalur mutasi sebesar 5 persen untuk jenjang SD dan SMP. Jalur khusus ini memfasilitasi anak dari orang tua atau wali yang pindah tugas, serta anak guru yang ingin mendaftar di sekolah tempat orang tuanya mengajar, tentunya dengan melampirkan syarat administrasi resmi.

Kuota Jalur Domisili

Di sisi lain, kuota jalur domisili mendominasi dengan porsi 80 persen untuk jenjang SD dan 40 persen untuk SMP. Angka tersebut sudah mencakup kuota maksimal 10 persen bagi sekolah yang berada di area perbatasan. Syarat mutlak jalur domisili ini mewajibkan kepemilikan Kartu Keluarga yang terbit paling lambat tanggal 22 Juni 2025.

Edi juga mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak menyediakan tahapan seleksi lanjutan bagi peserta yang gugur dalam jalur domisili maupun mutasi kali ini.

“Kalau tidak diterima di pilihan satu dan dua pada tahap dua, ya nanti melanjutkan ke sekolah swasta,” jelas Edi.

(Yusuf Mugni)

Sempat Hebohkan Gedung Sate, Hartono Soekwanto Bawa Sapi Viral “Matilda” Gebrak Jakarta International Pet Show

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Pengusaha sukses asal Bandung, Hartono Soekwanto atau yang akrab dengan sapaan Bos Koi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kabar gembira bagi para pencinta satwa dsn penggemar sapi viral asal Kota Kembang. Pengusaha sukses asal Bandung, Hartono Soekwanto atau yang akrab dengan sapaan Bos Koi, memboyong sapi kesayangannya, Matilda, untuk menyapa warga ibu kota. Bos Koi mengajak seluruh masyarakat menghadiri pameran hewan peliharaan megah, Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026.

Pertemuan rindu ini berlangsung mulai Jumat, 3 Juli hingga Minggu, 5 Juli 2026. Lokasi acara menempati gedung pameran terbaru dsn mewah, Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta.

Baca Juga: Hartono Soekwanto Bakal Luncurkan Es Krim Matilda, Terinspirasi Kisah Sapi Viral

Hadirkan Ekosistem Aviary Irfan Hakim dan Capybara Jenaka

Melalui pesan video singkatnya, Bos Koi mengundang siapa saja yang merindukan interaksi hangat bersama Matilda untuk langsung merapat ke lokasi pameran akhir pekan ini. Tak sendirian, Matilda juga membawa rombongan satwa populer lain yang siap memanjakan mata pengunjung.

“Siang teman-teman. Jadi hari ini, tanggal 3 Juli sampai hari Minggu tanggal 5 Juli 2026, Matilda ada di Jakarta International Pet Show. Lokasinya di NICE Pantai Indah Kapuk. Yang kangen sama Matilda bisa ketemu Matilda di sana, bersama teman-teman Matilda juga. Satwa-satwa dari ekosistem deHakims Aviary dan Pak Evan Hakim juga akan hadir. Kalian bisa ketemu dsn kangen-kangenan sama Capybara (Masbro) gitu, terus ada Pak Irfan Hakim juga. Jangan lupa hari ini sampai hari Minggu ya di Pantai Indah Kapuk,” ujar Bos Koi.

Mengenang Parade Perpisahan Magis Matilda di Jalanan Bandung

Kehadiran Matilda di arena pameran internasional ini tentu memicu kembali ingatan publik pada aksi emosionalnya beberapa waktu lalu. Pada Minggu (7/6/2026) pagi, area sekitar ikon Kota Bandung, Gedung Sate, mendadak riuh dan penuh sesak oleh ribuan pasang mata. Warga berkumpul demi menyaksikan parade perpisahan Matilda yang berjalan anggun menarik gerobak kayunya untuk terakhir kali menyusuri aspal Kota Kembang.

Bagi Bos Koi, Matilda mengemban arti yang melampaui status hewan ternak biasa. Di dalam diri sapi penarik gerobak ini, Bos Koi memeluk sebuah keyakinan dsn ikatan batin yang mendalam bahwa Matilda membawa reinkarnasi dari sosok mendiang anak tercintanya yang telah tiada. Ikatan spiritual itulah yang membuat Bos Koi memperlakukan Matilda dengan limpahan kasih sayang layaknya seorang putri ratu.

Bos Koi bahkan memanjakan Matilda dengan membelikan “rumah baru” super mewah berupa lahan hijau seluas 7 hektar agar sapi tersebut bisa berlarian dsn hidup makmur. Sebelum menyerahkan perawatan Matilda secara penuh kepada presenter Irfan Hakim, Audrey King of the Jungle, dsn konten kreator Oghel Zulvianto, Bos Koi mengawal parade terakhir tersebut dengan suasana magis yang penuh linangan air mata kerinduan seorang ayah.

(Irfansyah)

Hartono Soekwanto Bakal Luncurkan Es Krim Matilda, Terinspirasi Kisah Sapi Viral

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
oghelzulvianto dan Hartono Soekwantu mencicipi Es Krim Mathilda

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kisah inspiratif sapi penarik gerobak bernama Matilda tampaknya bakal berbuntut panjang hingga ke dunia bisnis kuliner. Hewan yang sempat mencuri perhatian publik Bandung baru-baru ini kabarnya menginspirasi pengusaha Hartono Soekwanto untuk meluncurkan sebuah merek es krim baru bernama serupa, Matilda.

Rencana kreatif tersebut mencuat ke permukaan, Rabu (1/7/2026) lalu, memicu spekulasi lahirnya sebuah produk konsumsi yang mengusung narasi emosional yang kuat (story branding).

Baca Juga: Hartono Soekwanto Ungkap Kiprah Dr. Veronica Janty dalam Pengembangan Akupuntur Telinga

Selamat dari Idul Adha, Kini Matilda Hidup di Tangan Irfan Hakim

Nama Matilda melambung setelah jagat media sosial ramai membicarakan kisah perjuangannya menarik gerobak di jalanan, yang kemudian memicu gelombang kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan (animal welfare).

Hartono Soekwanto yang telanjur jatuh hati dan menyayangi sapi tersebut. Akhirnya mengambil keputusan besar untuk membatalkan penyembelihan Matilda pada momentum Idul Adha 2026 lalu. Pengusaha ini kemudian mempercayakan perawatan penuh Matilda kepada presenter kondang tanah air, Irfan Hakim.

Hartono sendiri selama ini terkenal sebagai pebisnis yang gemar mengangkat tema-tema sosial. Terlebih mengangkat isu yang dekat dengan masyarakat menjadi sebuah produk kreatif yang bernilai ekonomi tinggi.

Gandeng Irfan Hakim dan Oghel Zulvianto untuk Edukasi Pasar

Guna mematangkan proyek teranyar ini, Hartono kabarnya bakal kembali merajut kolaborasi taktis dengan Irfan Hakim dan kreator konten Oghel Zulvianto. Ketiga tokoh ini memang kerap bekerja sama dalam berbagai kegiatan edukasi untuk memperkenalkan potensi lokal kepada khalayak luas.

Peta kolaborasi lama tersebut memicu dugaan kuat bahwa peluncuran es krim Matilda nantinya akan melibatkan aksi panggung Irfan dan Oghel sebagai motor promosi utama. Format edukasi kemungkinan besar tetap mengedepankan kampanye kasih sayang terhadap hewan, selaras dengan latar belakang kisah sang sapi.

Meskipun manajemen belum merilis pengumuman resmi mengenai kepastian tanggal peluncuran dan skema kerja sama, publik dan pencinta kuliner Bandung kini mulai menantikan kejutan rasa serta konsep unik yang akan Hartono usung dalam bisnis es krim barunya ini.

(Irfansyah)