Hadir di Garut, Pembukaan Persib Store Dimeriahkan Tiga Pemain. (foto: Arif)
GARUT, FOKUSJabar.id: Persib Bandung resmi membuka cabang store Garut. Sehingga Bobotoh tak perlu jauh-jauh ke Bandung untuk mendapatkan merchandise original Persib.
Persib Store Garut berlokasi di Jalan Terusan Pembangunan, Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul. Grand opening digelar pada hari Minggu (28/12/2025).
Acara peresmian Persib Store Garut dimeriahkan dengan kehadiran tiga pemain Persib Bandung. Yakni, Julio Cesar, Patricio Matricardi dan Nazril.
Pada kesempatan tersebut, Bobotoh berkesempatan untuk bertemu langsung, berinteraksi, berfoto bersama serta mendapatkan tanda tangan dari ketiga pemain tersebut.
Syaratnya, belanja minimal Rp500 ribu di Persib Official Store Garut. Program tersebut tersedia dengan kuota terbatas.
Kehadiran Persib Official Store Garut menjadi toko fisik Persib Official Store ke-10. Sekaligus menjadi penutup manis perjalanan Persib Store sepanjang tahun 2025.
Sebelumnya, Persib Official Store telah hadir di sejumlah lokasi strategis. Di antaranya Graha Persib, Lembang dan Trans Studio Mall Bandung.
Selain itu, Persib Store juga telah memiliki outlet fisik di Yogya Kepatihan, Griya Sumedang dan Kartikasari Dago Bandung serta mengembangkan jaringan toko kemitraan Persib Official Store di Sukabumi, Cianjur dan yang terbaru Tasikmalaya.
Kini, Garut menjadi kota selanjutnya yang dapat disapa secara langsung oleh Persib Store.
Head of Retail & Merchandising PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Fadma Wijaya menyampaikan harapannya agar Persib Official Store dapat terus berkembang dan hadir di lebih banyak kota.
“Kami berharap, Persib Official Store dapat menyapa lebih banyak Bobotoh melalui kehadiran di berbagai kota. Melalui aktivitas retail dan merchandising, kami ingin terus memberikan dukungan nyata bagi kemajuan dan prestasi Persib ke depannya,” ujar Fadma Wijaya.
Pembukaan Persib Official Store Garut merupakan bagian dari komitmen Persib untuk terus hadir lebih dekat dan menyapa Bobotoh secara lebih hangat. Khususnya di wilayah Jawa Barat.
Dalam rangka pembukaan, Persib Official Store Garut menghadirkan promo spesial berupa diskon 10 persen untuk seluruh item yang berlaku sehari penuh pada 28 Desember 2025.
Ke depan, Persib Store juga menargetkan ekspansi ke berbagai daerah lain. Baik di dalam maupun di luar Indonesia agar Persib Official Store dapat menjangkau lebih banyak Bobotoh.
Patricio Matricardi mengapresiasi kehadiran Persib Store Garut. Selain itu, dia juga merasa senang bisa bertemu dengan Bobotoh yang ada di Garut.
“Saya senang dengan antusias Bobotoh yang ada di Garut dalam acara ini. Saya berharap, Bobotoh yang ada di sini bisa berbelanja merchandise Persib di Persib Store Garut,” ungkapnya.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Forkopimda, berdoa bersama DKM se-Kota Tasikmalaya serta ribuan santri.
TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan komitmen menjadikan Tasikmalaya sebagai Kota Santri dan Mutiara Priangan Timur.
Hal itu mengemuka, dalam kegiatan doa bersama dan silaturahmi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Tasikmalaya, yang digelar di Taman Kota Tasikmalaya, Minggu (29/12/2025) malam.
Ribuan pengurus DKM dan santri dari berbagai wilayah tampak memadati lokasi kegiatan hingga sekitar pukul 23.30 WIB.
Acara yang juga dihadiri Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) Kota Tasikmalaya itu, menjadi refleksi akhir tahun 2025 sekaligus ikhtiar spiritual untuk keselamatan bangsa, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah.
Wali Kota Viman menyebut, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan simbol kuat identitas religius Kota Tasikmalaya.
“Berkumpul malam ini bukan hanya silaturahmi. Ini adalah corong Kota Tasikmalaya sebagai Kota Santri, sang Mutiara dari Priangan Timur. Terima kasih kepada seluruh DKM, santri, dan semua elemen umat yang hingga kini mampu menjaga persatuan warga Kota Tasikmalaya,” ujar Viman.
Peran Majid Pusat Perjuangan
Ia juga menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat perjuangan dan pembinaan generasi penerus yang berkarakter religius.
“Kita berdiri di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, ikon perjuangan religius kota ini. Di sinilah jasa para kiai, ulama, dan sesepuh yang mungkin tak selalu terlihat, tetapi pengabdiannya nyata hingga Tasikmalaya tumbuh selama 24 tahun sebagai kota religius,” ungkapnya.
Viman mengaku tersentuh melihat kebersamaan para ulama, kiai, dan tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan jasa sembilan kiai besar tokoh Kota Tasikmalaya yang telah mempersatukan umat.
“Kita titip agar ukhuwah dan akidah Ahlussunnah wal Jamaah terus dijaga. Menjelang akhir tahun ini, mari kita merenung dan merefleksikan diri melalui doa bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi, menilai sinergitas antara DKM dan seluruh elemen umat perlu terus diperkuat, dengan menjadikan masjid sebagai benteng moral dan akidah generasi bangsa.
“Sinergitas ini harus terus ditingkatkan. Masjid harus menjadi benteng anak bangsa. Kami berharap semangat DKM se-Kota Tasikmalaya ini dapat bergelora hingga ke seluruh Jawa Barat, bahkan Nusantara dari Sabang sampai Merauke,” tutur KH. Aminudin.
Senyum dan jabatan tangan erat Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al Ayubi dengan mantan Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, menarik perhatian ribuan tamu undangan.
TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Meski tak lagi menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, nama H. Ade Sugianto masih tetap menjadi magnet kuat bagi berbagai kalangan.
Hal itu tercermin dalam resepsi pernikahan putri bungsunya, dr. Hj. Violetta Meitrie Sugianto, yang menjelma menjadi ajang silaturahmi besar penuh penghormatan terhadap sosok mantan pemimpin daerah tersebut.
Resepsi pernikahan yang digelar di Graha Asia Plaza Tasikmalaya, Sabtu (27/12/2025), dihadiri ribuan tamu dari lintas generasi dan latar belakang.
Mulai dari pejabat aktif dan purnabakti, tokoh politik lintas partai, ulama, akademisi, pengusaha, hingga para kepala desa dari berbagai wilayah Tasikmalaya dan Priangan Timur, tampak menyatu dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Pernikahan dr. Hj. Violetta Meitrie Sugianto dengan dr. H. Nofal Agnia Dendy, tak hanya menjadi momen bahagia bagi keluarga besar, tetapi juga cermin kuatnya ikatan emosional antara Ade Sugianto dengan masyarakat yang pernah ia pimpin.
Doel Sumbang Spontan Datang Menghibur
Kemeriahan acara semakin terasa ketika musisi legendaris Sunda asal Bandung, Doel Sumbang, spontan hadir dan tampil langsung menghibur para tamu.
Tembang-tembang Sunda yang dibawakannya menghadirkan suasana emosional dan merakyat, memadukan kemewahan resepsi dengan kehangatan khas budaya Sunda.
Musisi legendaris Sunda, Doel Sumbang tampil langsung menghibur para tamu undangan resepsi pernikahan dr.Hj.Violetta Meitrie Sugianto dengan dr.H.Nofal Agnia Dendy.
Secara khusus, Doel Sumbang mempersembahkan lagu “Duriat” sebagai hadiah pribadi untuk keluarga Ade Sugianto, sebelum melantunkan empat lagu lainnya yang disambut antusias para undangan.
Di sela penampilannya, Doel juga menyampaikan doa bagi kedua mempelai.
“Sepuh panganten, utamina neng Vio sareng Kang Nofal, mugia janten kulawarga sakinah, mawaddah, warahmah, dipaparin turunan nu soleh sareng solehah,” ucap Doel, disambut tepuk tangan hadirin.
Area Parkir Tak Lagi Sanggup Menampung
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari membludaknya tamu hingga area parkir Graha Asia Plaza tak lagi mampu menampung kendaraan.
Sejumlah tamu terpaksa memarkir kendaraan cukup jauh dan berjalan kaki ratusan meter menuju lokasi acara.
Mantan Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, H. Deden Nurulhidayat, ST, MM, mengaku harus berjalan hampir 200 meter akibat keterbatasan lahan parkir.
“Parkir penuh. Saya terpaksa berjalan kaki cukup jauh. Bahkan ada tamu dari luar daerah yang heran melihat kepadatan lalu lintas hari ini,” ujarnya.
Deretan karangan bunga tampak menghiasi area depan gedung hingga lokasi parkir Graha Asia Plaza. Ucapan selamat dan doa mengalir dari berbagai tokoh nasional, provinsi, hingga daerah.
Terlihat karangan bunga dari Ketua DPR RI Puan Maharani, Prananda Prabowo, Puti Guntur Soekarno, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Pimpinan PDI Perjuangan Jawa Barat, hingga pengusaha nasional H. Amir Mahpud yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat.
Tak hanya dari kalangan politik dan pemerintahan, karangan bunga juga datang dari dunia seni dan hiburan. Salah satunya terlihat kiriman dari Charly Van Houten, vokalis Setia Band, yang turut menyampaikan ucapan selamat dan doa bagi kedua mempelai serta keluarga besar Ade Sugianto.
Ucapan serupa juga datang dari Gubernur Jawa Barat KDM, pimpinan DPRD, pimpinan partai politik lintas partai, tokoh agama, serta tokoh masyarakat se-Priangan Timur, menambah kesan kuatnya penghormatan terhadap sosok Ade Sugianto dan keluarganya.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi Hadir Paling Awal
Menariknya, sejumlah tokoh yang pernah berkompetisi secara politik dengan Ade Sugianto tampak hadir dan membaur tanpa sekat.
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, Dr. Iwan Saputra, Dede Muksit Ali, hingga KH. Iip Miftahul Paoz terlihat berbincang akrab bersama para undangan lainnya.
“Saya datang paling awal, sekitar pukul 13.00 WIB,” ujar Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, Minggu (28/12/2025).
Akademisi sekaligus Lektor Kepala Program Pascasarjana STIA YPPT Priatim Tasikmalaya, Dr. Basuki Rahmat, M.Si, menilai membludaknya tamu undangan sebagai bukti bahwa kepemimpinan Ade Sugianto tidak berhenti ketika masa jabatan berakhir.
“Kepemimpinan Pak Ade tidak lekang oleh jabatan. Ia melekat di hati masyarakat, dan itu yang membuat sosoknya tetap dihormati,” ujar Basuki Rahmat.
Menurutnya, resepsi pernikahan yang berlangsung hingga sore hari itu telah menjelma menjadi ruang silaturahmi, persaudaraan, sekaligus rekonsiliasi sosial lintas kelompok.
“Ini potret harmoni sosial yang jarang terjadi, namun sangat membekas di hati masyarakat Tasikmalaya,” katanya.
Dr. H. Iwan Saputra, Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Turut Bahagia
Hal senada disampaikan Dr. Iwan Saputra melalui pesan singkat. Ia mengaku bersyukur dapat bersilaturahmi dengan banyak tokoh dalam satu momen.
“Alhamdulillah bisa bertemu banyak sahabat. Untuk kedua mempelai, semoga sakinah, mawaddah, warahmah. Dan semoga ang H. Ade Sugianto senantiasa diberi kesehatan,” tulisnya.
Ketua Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Tasikmalaya, KH. Ade Daruttahkik, juga menyampaikan kesannya atas antusiasme para tamu.
“Kehadiran ulama, pemerintah, pengusaha, dan masyarakat menunjukkan penghormatan yang tinggi kepada mantan Bupati Tasikmalaya. Semoga membawa keberkahan bagi kedua mempelai,” ujarnya.
Sementara itu, Ade Sugianto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran serta doa ribuan tamu undangan.
GARUT, FOKUSJabar.id: Kuliner tradisional khas Garut Jawa Barat (Jabar), Burayot kini bukan lagi sekadar camilan lokal. Bagaimana tidak, di tangan Irma Ridyawati, pemilik PD Fortuna Snack, penganan manis berbahan dasar tepung beras dan gula merah ini telah bertransformasi menjadi bisnis yang menjanjikan.
Berawal dari ketekunan mengolah resep warisan, Irma berhasil membawa produknya merambah pasar luar Pulau Jawa.
Saat ini, Burayot produksi PD Fortuna Snack rutin dikirim ke Bali, Riau hingga Sulawesi. Keberhasilan tersebut membawa usahanya meraih omzet stabil diangka Rp30 juta per bulan.
“Kuncinya ada pada kualitas bahan dan teknik pengolahan yang tepat agar teksturnya pas. Yakni, garing di luar namun lembut di dalam,” kata Irma kepada FOKUSJabar, Minggu (28/12/2025).
Irma Ridyawati, pemilik PD. Fortuna Snack
Nama “Burayot” sendiri diambil dari bahasa Sunda. Artinya “mengantung,” sesuai dengan cara mengangkatnya yang unik menggunakan stik kayu.
Rahasia Dapur Mengolah Burayot Khas PD Fortuna Snack
Bagi Anda yang ingin mencoba membuat camilan legendaris ini, Irma Ridyawati membagikan tahapan proses pembuatannya.
Beras cuci hingga bersih. Selanjutnya rendam menggunakan air dingin selama satu malam. Jika ingin lebih cepat, gunakan air hangat dengan waktu rendam sekitar 3 jam.
Penepungan: Tiriskan beras yang sudah direndam. Lalu giling hingga halus menjadi tepung beras segar.
Membuat Kinca: Masukkan gula merah ke dalam penggorengan atau panci. Tambahkan air secukupnya untuk mencairkan gula. Masak hingga gula mendidih dan berubah menjadi kinca yang kental.
Pencampuran: Masukkan tepung beras, sedikit garam dan vanili ke dalam kinca panas. Aduk terus hingga adonan menjadi kalis dan tercampur rata.
Pendinginan: Diamkan adonan hingga dingin. Adonan yang sudah dingin siap untuk dibentuk dan digoreng.
2. Proses Menggoreng (Teknik “Ngait”)
Panaskan minyak goreng dalam jumlah yang cukup di atas api sedang.
Ambil sedikit adonan, bulatkan sebesar biji salak lalu pipihkan menggunakan alat khusus atau plastik yang diolesi sedikit minyak.
Masukkan adonan ke dalam minyak yang sudah benar-benar panas. Tunggu hingga teksturnya mengembang (menggelembung).
Saat adonan mengembang, segera kait (tusuk dan angkat bagian tengahnya) menggunakan stik kayu tipis.
Biarkan Burayot menggantung pada stik kayu selama beberapa saat di atas penggorengan agar minyaknya turun dan permukaan kulitnya mengering sempurna.
Ketpot: Reunian SMPN 2 Ciamis angkatan 87 saat gelar reunian
CIAMIS,FOKUSJabar.id: Alumni SMPN 2 Ciamis angkatan 1987 menggelar acara silaturahmi dan temu kangen satu angkatan di Sekretariat Alumni SMPN 2 Ciamis, yang berlokasi di belakang Hotel Nukita, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, Minggu (28/12/2025).
Ketua Alumni SMPN 2 Ciamis, Dadang Gunari, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi tindak lanjut setelah para alumni mengikuti Reuni Akbar seluruh angkatan yang digelar di Gedung KH. Irfan Hielmi (Islamic Center). Setelah acara besar tersebut, angkatan 87 sengaja mengadakan temu kangen khusus.
“Setelah selesai mengikuti reuni akbar, kami menggelar lagi temu kangen khusus angkatan 87,” ujar Dadang.
Ia menyebutkan bahwa reuni internal ini digelar untuk mempererat kembali hubungan emosional yang pernah terjalin saat para alumni menimba ilmu di SMPN 2 Ciamis. Karena sudah beberapa tahun tidak bertemu, momentum Reuni Akbar menjadi pemicu terselenggaranya pertemuan hangat ini.
“Kami memang cukup lama tidak mengadakan reuni. Maka ketika ada momen besar, kami manfaatkan untuk mengumpulkan kembali teman-teman satu angkatan,” tambahnya.
Salah satu alumni angkatan 87, Asep Yoyo, mengaku sangat senang bisa hadir. Baginya, momen ini begitu berharga karena sudah lama tidak bertemu dengan rekan-rekan masa sekolahnya.
“Saya sengaja datang jauh-jauh dari Semarang untuk bertemu teman-teman SMP dulu,” ungkapnya.
Asep menuturkan bahwa pertemuan ini penuh kesan karena bisa berkumpul kembali dalam keadaan sehat meski masing-masing telah sibuk dengan kehidupan dan pekerjaan.
“Semoga kalau ada kegiatan reuni lagi saya bisa ikut kembali. Karena tinggal di Semarang, saya tidak bisa setiap waktu bertemu teman-teman lama,” ujarnya.
Keterangan Foto: Personel Polres Garut mengatur kendaraan menuju kawasan objek wisata Cipanas, Kabupaten Garut, Minggu (28/12/2025). Lonjakan kunjungan wisatawan ke kawasan ini, mengharuskan Polres Garut memberlakuka lalu lintas sistem satu arah (one way).
GARUT,FOKUSJabar.id: Lonjakan wisatawan ke kawasan objek wisata Cipanas, Kabupaten Garut, mulai menunjukkan tren tajam selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Untuk mencegah kemacetan parah, Polres Garut resmi menerapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) pada Minggu (28/12/2025).
Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P., mengungkapkan bahwa peningkatan volume kendaraan sudah terasa sejak Operasi Lilin Lodaya 2025 dimulai pada 20 Desember lalu. Berdasarkan pendataan, jumlah pengunjung ke Cipanas hingga hari ini mencapai 21.691 orang.
“Kendaraan yang masuk ke kawasan Cipanas tercatat sebanyak 2.003 sepeda motor, 3.482 mobil, dan 46 unit bus,” jelas AKBP Yugi dalam keterangannya.
Pemberakuan One Way untuk Kendalikan Kepadatan
Arus kendaraan dari Bandung menuju pusat Kota Garut meningkat signifikan, terutama di titik-titik rawan kepadatan seperti kawasan Leles hingga Tarogong. Untuk mengantisipasi kemacetan total, Polres Garut mengalihkan arus kendaraan dari arah Leles menuju Tarogong/Cipanas dengan pola satu arah.
“Penerapan one way ini untuk mengurai kepadatan serta memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman bagi masyarakat maupun wisatawan,” tegas Kapolres.
Imbauan Keselamatan bagi Wisatawan
Polres Garut menegaskan kebijakan one way bersifat situasional dan akan terus melakukan evaluasi secara berkala sesuai perkembangan di lapangan selama Operasi Lilin Lodaya 2025.
Pihak kepolisian mengimbau pengguna jalan untuk:
Mematuhi instruksi petugas di setiap titik pengaturan lalu lintas.
Menjaga jarak aman antar kendaraan karena kondisi jalan cukup padat.
Mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Dengan rekayasa lalu lintas ini, harapannya pergerakan wisatawan menuju kawasan Cipanas tetap kondusif, meski terjadi lonjakan kendaraan yang cukup tajam.
Sat Reskrimm Polres Garut berhasil mengamankan seorang pria berinisial RMM (46), atas dugaan kepemilikan senjata tajam tanpa izin dan tindakan pengerusakan. Pelaku diringkus oleh Unit III Pidana Umum pada Minggu dini hari (28/12/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.
GARUT,FOKUSJabar.id: Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Garut mengamankan seorang pria berinisial RMM (46) atau terkenal dengan sebutan Jager, atas dugaan kepemilikan senjata tajam tanpa izin serta aksi pengerusakan. Pelaku ditangkap Unit III Pidana Umum, Minggu dini hari (28/12/2025), sekitar pukul 01.00 WIB.
Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan korban berinisial F (37), yang mengaku mengalami kerugian akibat tindakan anarkis pelaku. Peristiwa tersebut terjadi, Kamis malam (25/12/2025) di Kampung Cintarama, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.
Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, menjelaskan pihaknya menduga pelaku melakukan aksinya dalam kondisi mabuk. Setibanya di kantor milik korban, RMM bertindak agresif dan langsung melakukan perusakan.
“Tersangka merusak satu unit meja rapat milik korban dengan cara menancapkan senjata tajam jenis belati secara berulang ke arah meja tersebut,” ungkap AKP Joko dalam keterangannya.
Barang Bukti dan Kerugian
Dalam proses penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni:
satu bilah pisau belati bergagang naga sepanjang sekitar 30 cm lengkap dengan sarungnya,
satu unit meja rapat berbahan besi dan blockboard yang mengalami kerusakan akibat tusukan senjata tajam.
Akibat tindakan tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp3.500.000.
Ancaman Hukuman
RMM alias Jager kini mendekam di sel tahanan Polres Garut. Ia dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa izin, serta Pasal 406 KUHP mengenai tindak pengerusakan.
“Polres Garut berkomitmen menindak tegas segala bentuk tindak pidana yang mengganggu ketertiban masyarakat, terutama penggunaan senjata tajam ilegal yang meresahkan,” tegas AKP Joko.