spot_imgspot_img
Minggu 3 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 431

Polisi Garut Amankan ‘Jeger’ Pemabuk yang Rusak Meja Kantor dengan Sajam Ilegal

0
jeger garut fokusjabar.id
Sat Reskrimm Polres Garut berhasil mengamankan seorang pria berinisial RMM (46), atas dugaan kepemilikan senjata tajam tanpa izin dan tindakan pengerusakan. Pelaku diringkus oleh Unit III Pidana Umum pada Minggu dini hari (28/12/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.

GARUT,FOKUSJabar.id: Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Garut mengamankan seorang pria berinisial RMM (46) atau terkenal dengan sebutan Jager, atas dugaan kepemilikan senjata tajam tanpa izin serta aksi pengerusakan. Pelaku ditangkap Unit III Pidana Umum, Minggu dini hari (28/12/2025), sekitar pukul 01.00 WIB.

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan korban berinisial F (37), yang mengaku mengalami kerugian akibat tindakan anarkis pelaku. Peristiwa tersebut terjadi, Kamis malam (25/12/2025) di Kampung Cintarama, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Baca Juga: Muhammadiyah Garut Canangkan Pembangunan Rumah Sakit Bersejarah

Kronologi Kejadian

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, menjelaskan pihaknya menduga pelaku melakukan aksinya dalam kondisi mabuk. Setibanya di kantor milik korban, RMM bertindak agresif dan langsung melakukan perusakan.

“Tersangka merusak satu unit meja rapat milik korban dengan cara menancapkan senjata tajam jenis belati secara berulang ke arah meja tersebut,” ungkap AKP Joko dalam keterangannya.

Barang Bukti dan Kerugian

Dalam proses penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni:

  • satu bilah pisau belati bergagang naga sepanjang sekitar 30 cm lengkap dengan sarungnya,
  • satu unit meja rapat berbahan besi dan blockboard yang mengalami kerusakan akibat tusukan senjata tajam.

Akibat tindakan tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp3.500.000.

Ancaman Hukuman

RMM alias Jager kini mendekam di sel tahanan Polres Garut. Ia dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa izin, serta Pasal 406 KUHP mengenai tindak pengerusakan.

“Polres Garut berkomitmen menindak tegas segala bentuk tindak pidana yang mengganggu ketertiban masyarakat, terutama penggunaan senjata tajam ilegal yang meresahkan,” tegas AKP Joko.

(Y.A. Supianto

Polres Pangandaran Hadirkan Pos Pelayanan Sunset dengan Fasilitas Gratis untuk Wisatawan

0
Foto: Area ramah anak di Pos Pelayanan Sunset di Pangandaran
Foto: Area ramah anak di Pos Pelayanan Sunset di Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran menghadirkan inovasi baru dalam pelayanan publik dengan mendirikan Pos Pelayanan Sunset di kawasan Pantai Pangandaran. Pos ini berfungsi sebagai pusat layanan terpadu bagi ribuan wisatawan yang mulai memadati destinasi wisata favorit di Jawa Barat tersebut.

Berbeda dari pos pengamanan konvensional, Pos Pelayanan Sunset menawarkan konsep pelayanan ramah wisatawan dengan fasilitas lengkap yang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal. Semua fasilitas ini dapat dinikmati secara gratis, sebagai bentuk pelayanan humanis Polri.

Baca Juga: Anggota DPR RI Kawal Aspirasi Warga Terdampak Banjir Pangandaran ke Pusat

Beberapa layanan yang tersedia antara lain Wi-Fi gratis, kursi pijat otomatis, hingga minuman hangat dan dingin untuk membantu wisatawan memulihkan stamina setelah perjalanan jauh. Pos ini juga dilengkapi area bermain anak, toilet portable yang bersih, serta mushola untuk memenuhi kebutuhan ibadah pengunjung.

Kasatlantas Polres Pangandaran, IPTU Yudi Risnandar, mengatakan pos pelayanan ini untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan selama masa liburan akhir tahun.

“Kami ingin memastikan wisatawan dapat memulihkan stamina mereka. Fokus utama kami adalah mencegah kecelakaan lalu lintas yang sering dipicu kelelahan pengemudi saat arus mudik wisata,” jelas IPTU Yudi.

Selain fasilitas yang ada di pos, Polres Pangandaran juga menyiapkan sepeda patroli untuk memudahkan petugas berkeliling memantau kepadatan wisatawan di area pantai.

Dengan hadirnya Pos Pelayanan Sunset, Polres Pangandaran berharap masa libur akhir tahun 2026 dapat berlangsung aman. Kemudain berlangsund dengan lancar, dan memberikan kesan positif bagi seluruh wisatawan yang berlibur ke Pangandaran.

(Sajidin)

Anggota DPR RI Kawal Aspirasi Warga Terdampak Banjir Pangandaran ke Pusat

0
Poto: Suasana Ida Nurlaela menyampaikan solusi banjir di wilayah Desa Maruyungsari, Padaherang Pangandaran
Poto: Suasana Ida Nurlaela menyampaikan solusi banjir di wilayah Desa Maruyungsari, Padaherang Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Anggota DPR RI Komisi VI, H. Ida Nurlaela Wiradinata, turun langsung ke wilayah terdampak banjir di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (28/12/2025).
Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus agenda reses untuk menyerap aspirasi masyarakat yang terdampak bencana.

Ida berinteraksi dan berdialog dengan warga untuk mendengar keluhan serta kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. Ia menilai banjir yang berulang setiap musim hujan menjadi persoalan serius yang tidak boleh lagi dibiarkan.

Baca Juga: Libur Nataru, Pantai Pasir Putih Pangandaran Idamannya Para Snorkeler

“Kami turut prihatin terhadap seluruh warga yang terdampak banjir. Kehadiran kami untuk mendengarkan langsung keluhan masyarakat, agar dapat kami sampaikan dan perjuangkan di pusat,” ujar Ida Nurlaela.

Menurutnya, banjir di Pangandaran bukan hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian material, tetapi juga meninggalkan trauma serta menghambat aktivitas dan roda perekonomian masyarakat.

Ida: Penanganan Banjir Harus Terpadu, Tidak Bisa Parsial

Ida menegaskan perlunya penanganan banjir yang menyeluruh dan berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan kebijakan dan anggaran dari pemerintah pusat.

Ia menilai beberapa langkah penting harus diprioritaskan, antara lain normalisasi saluran air, penguatan infrastruktur pengendalian banjir, serta koordinasi erat lintas lembaga.

“Penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Perlu perencanaan komprehensif agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegasnya usai meninjau wilayah Desa Maruyungsari, Padaherang.

Ida memastikan dirinya berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat Pangandaran agar mendapatkan perhatian yang serius di tingkat pusat.

Warga Sambut Positif dan Harapkan Langkah Nyata

Dari pantauan di lokasi, kedatangan anggota DPR RI tersebut disambut hangat oleh warga. Mereka berharap kunjungan itu bukan sekadar simbolis, tetapi menghasilkan tindakan konkret untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dari ancaman banjir.

Sebagai bentuk kepedulian langsung, Ida turut membagikan ratusan paket sembako kepada warga yang terdampak, membantu meringankan beban mereka pascabencana.

(Sajidin)

Festival Nadoman Kembalikan Harmoni Tradisi Masjid di Kota Tasikmalaya

0
Festival Nadoman antar DKM se-Kota Tasikmalaya
Festival Nadoman antar DKM se-Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana syahdu menyelimuti Taman Kota Tasikmalaya, Minggu (28/12/2025) siang. Gema puji-pujian tauhid yang menggema dengan alunan khas terdengar merdu, menembus hiruk-pikuk pusat kota.


Alunan tersebut bukan sekadar lantunan biasa, tetapi berasal dari para peserta Festival Nadoman antar DKM se-Kota Tasikmalaya, sebuah ikhtiar untuk menjaga sekaligus menghidupkan kembali tradisi kearifan lokal yang mulai memudar.

Baca Juga: Layani 192 Ribu Penumpang, Dirut KAI Cek Kesiapan Stasiun Bandung–Tasikmalaya

Bagi warga Tasikmalaya generasi 90-an ke bawah, suara nadoman adalah “musik latar” yang akrab terdengar setiap jeda antara azan dan iqamah di masjid maupun musala. Namun, modernisasi yang berjalan cepat membuat tradisi ini kian jarang terdengar, bahkan terasa asing bagi telinga generasi Z dan Alpha.

Estafet Kebaikan dari Ulama Terdahulu

Ketua MUI Kota Tasikmalaya sekaligus Ketua DKM Masjid Agung, KH Aminudin Bustomi, menegaskan bahwa festival ini bukan hanya perlombaan seni, melainkan gerakan budaya dan akidah.

“Kami ingin kebiasaan baik para ulama terdahulu hidup kembali. Orang tua yang baik adalah mereka yang mampu mengestafetkan kebiasaan baik itu kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia menilai kehidupan modern yang sangat dinamis turut menggerus tradisi Ahlusunnah wal Jamaah tersebut. Padahal, melalui nadoman, para ulama masa lalu menanamkan dasar-dasar agama melalui syair yang mudah diingat dan indah didengar.

20 Tim dari 10 Kecamatan Bersaing Ketat

Meski antusiasme masyarakat tinggi, panitia membatasi jumlah peserta demi menjaga kualitas penampilan. Setiap dari 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya mengirimkan dua peserta terbaiknya, sehingga total 20 tim tampil memukau di hadapan dewan juri.

Mereka memperebutkan predikat penampilan terbaik, lengkap dengan hadiah penghargaan sebagai apresiasi atas dedikasi dalam melestarikan budaya nadoman.

Festival Seni, Tradisi, dan Kemanusiaan

Festival Nadoman tahun ini tidak hanya menonjolkan nilai seni dan budaya, tetapi juga memuat pesan kemanusiaan. Panitia menyisipkan doa bersama untuk keselamatan warga yang terkena musibah bencana alam di Sumatra dan Aceh.

Puncak acara juga meriah dengan penggalangan dana kemanusiaan, mencerminkan bahwa esensi nadoman berisi ajaran tauhid dan kepasrahan kepada Allah sejalan dengan aksi nyata membantu sesama.

Harapan: Menjadi Tradisi Tahunan dan Wisata Religi

KH Aminudin berharap Festival Nadoman dapat menjadi agenda tahunan di Kota Resik. Selain mempererat silaturahmi antar DKM, kegiatan ini harapannya menjadi wahana penguatan akidah sejak dini dengan nilai-nilai Ahlusunnah wal Jamaah.

Tak hanya itu, festival ini memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata religi, menambah kekayaan khazanah budaya yang dimiliki Kota Tasikmalaya.

Dengan usainya festival, muncul harapan agar suara nadoman kembali menggema di masjid-masjid kampung dan kota—menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, ada akar tradisi yang tak boleh ditinggalkan.

(Abdul)

Muhammadiyah Garut Canangkan Pembangunan Rumah Sakit Bersejarah

0
Rumah Sakit Muhammadiyah Garut fokusjabar.id
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Prof. Dr. Ahmad Dahlan,

GARUT,FOKUSJabar.id: Di momentum Milad Muhammadiyah ke-113, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Garut mengumumkan rencana besar pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Garut. Langkah ini disebut sebagai “kado sejarah” bagi masyarakat Garut, mengingat daerah ini merupakan salah satu wilayah tertua yang menjadi basis gerakan Muhammadiyah sejak tahun 1922.

Ketua PDM Garut, Agus Rahmat Nugraha, menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit menjadi amanah Musyawarah Daerah (Musyda) dan bagian krusial dari program kerja periode saat ini. Sejalan dengan hadirnya Institut Muhammadiyah Darul Arqam (IMDA) Garut, proyek rumah sakit ditempatkan sebagai prioritas utama.

Baca Juga: Muhammadiyah Garut Rayakan Milad ke-113, Tegaskan Kiprah Harmoni dan Pendidikan

“RS Muhammadiyah Garut adalah amanah Musyda yang harus kita mulai realisasinya. Proses perencanaan intensif segera kita jalankan setelah seluruh rangkaian Milad ke-113 selesai,” ujar Agus di sela Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 di Gedung Pendopo Garut, Minggu (28/12/2025).

Dorongan PWM Jabar: Solusi Aset Wakaf dengan Wakaf Tunai

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Prof. Dr. Ahmad Dahlan, menyambut rencana besar ini dengan memberikan “oleh-oleh” untuk Muhammadiyah Garut. Ia menyoroti masih banyaknya aset wakaf termasuk tanah dan masjid yang selama puluhan tahun belum berkembang karena pola pengelolaan yang masih konvensional.

Sebagai terobosan, Prof. Ahmad Dahlan memperkenalkan skema Wakaf Tunai Muhammadiyah, hasil kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Program ini bertujuan menjadi sumber pendanaan strategis bagi pembangunan dan revitalisasi aset wakaf.

“Wakaf tunai yang sudah terkumpul ratusan juta dari nasabah BSI se-Indonesia akan kita distribusikan. Termasuk untuk mempercepat pembangunan amal usaha di Garut,” jelasnya.

Di Jawa Barat, termasuk di Garut, tercatat terdapat aset wakaf yang stagnan hingga 30 tahun. Karena itu, PWM Jabar mendorong transformasi budaya berwakaf.

Transformasi Wakaf: Setiap Anggota Baru Wajib Wakaf Tunai

Prof. Ahmad Dahlan juga merencanakan kebijakan baru, yakni setiap anggota Muhammadiyah yang baru akan diwajibkan melakukan wakaf tunai senilai Rp1.000.000, yang dapat dicicil selama lima tahun.

“Kita ingin membangun sistem pendanaan yang mandiri dan berkelanjutan. Wakaf tunai ini solusi nyata untuk mengoptimalkan aset-aset wakaf kita di Jawa Barat,” tegasnya.

Rumah Besar Dakwah Berkemajuan

PDM Garut menegaskan RS Muhammadiyah Garut tidak hanya menjadi fasilitas kesehatan umum. Tetapi juga akan mengusung konsep “Rumah Besar Dakwah Islam Berkemajuan.”

Rumah sakit ini akan mengintegrasikan nilai dan budaya pelayanan Islami dalam operasionalnya. Perencanaan teknis saat ini ditangani secara intensif oleh Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PDM Garut.

“Pendekatannya bukan sekadar membangun layanan medis, tapi menghadirkan nilai-nilai dakwah berkemajuan dalam setiap pelayanannya,” ungkap Agus.

Progres dan Kolaborasi Pembangunan

PDM Garut memastikan komunikasi struktural antara MPKU Kabupaten dengan MPKU PWM Jawa Barat hingga Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus berjalan. Ini dilakukan untuk memastikan standar pembangunan mengikuti pedoman pusat.

Lokasi pembangunan rumah sakit masih dalam tahap finalisasi, dengan beberapa titik alternatif tengah dikaji untuk memastikan akses yang optimal.

Akses Kesehatan Terjangkau untuk Warga Garut

Menjawab minimnya ketersediaan tempat tidur rumah sakit di Kabupaten Garut. PDM menegaskan komitmen bahwa RS Muhammadiyah Garut akan mengakomodasi pasien BPJS Kesehatan. Serta menyediakan skema subsidi khusus bagi warga dari kalangan kurang mampu.

Selain itu, rumah sakit ini disiapkan menjadi teaching hospital bagi mahasiswa IMDA dan jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).

“Kita ingin RS Muhammadiyah Garut menjadi pusat lahirnya SDM kesehatan yang profesional dan berkarakter Islami,” kata Agus.

Meski detail teknis operasional masih dalam tahap, pembangunan RS Muhammadiyah Garut harpannya menjadi penguatan pilar kesehatan di Kabupaten Garut sekaligus bukti nyata pengabdian Muhammadiyah selama lebih dari satu abad di Kota Intan.

(Y.A Supianto)

Muhammadiyah Garut Rayakan Milad ke-113, Tegaskan Kiprah Harmoni dan Pendidikan

0
garut muhammadiyah fokusjabar.id
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Agus Rahmat, asisten pemerintahan dan kesra, serta para tokoh dan pejabat hadir pada puncak Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah di Gedung Pendopo Garut, Minggu (28/12/2025).

GARUT,FOKUSJabar.id: Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut menggelar puncak Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah di Gedung Pendopo Garut, Minggu (28/12/2025). Acara ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penegasan kiprah panjang Muhammadiyah dalam menjaga harmoni dan memajukan masyarakat Garut.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Garut, Bambang Hafid, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Muhammadiyah selama lebih dari satu abad. Ia menyebut, rekam jejak gerakan ini terlihat jelas dalam berbagai sektor, baik yang terdokumentasi maupun yang langsung dirasakan oleh warga.

Baca Juga: Soal KDMP, Ini Kata Dewan Penasehat DPC Abpednas Garut

Bambang menyoroti peran signifikan warga Muhammadiyah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Harmoni kehidupan beragama di Garut tetap terjaga, khususnya di wilayah perkotaan. Ini tidak lepas dari sikap toleran anggota Muhammadiyah yang mampu berinteraksi dengan umat lain dalam kehidupan sosial-ekonomi sehari-hari,” ujarnya.

Peran Besar di Dunia Pendidikan

Selain menjaga toleransi, Bambang juga menegaskan bahwa Muhammadiyah menjadi pionir pendidikan berkualitas di Garut. Ia mengenang, pada masa ketika sekolah negeri masih terbatas, lembaga pendidikan Muhammadiyah sudah menjadi pilihan utama masyarakat.

“Dari TK sampai perguruan tinggi, Muhammadiyah punya andil besar dalam memajukan pendidikan di Garut,” tambahnya.

Aksi Nyata dan Gerakan Filantropi

Ketua Panitia Milad, Abdullah Efendi, melaporkan berbagai aksi sosial yang dilakukan Muhammadiyah sepanjang rangkaian Milad. Hingga Sabtu (27/12), terkumpul donasi sebesar Rp210.526.972 untuk membantu korban bencana di Sumatera.

Bambang Hafid juga mengapresiasi keterlibatan aktif warga Muhammadiyah dalam penanganan kebencanaan.

“Banyak anggota Muhammadiyah yang terjun langsung ke lapangan. Ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan,” ujarnya.

Capaian Kegiatan Milad ke-113 Muhammadiyah Garut

Rangkaian Milad tahun ini mencatat sejumlah capaian penting, di antaranya:

  • Ekonomi: Bazar UMKM dengan perputaran uang mencapai Rp100 juta dalam sehari.
  • Kesehatan: Donor darah (45 labu) dan layanan cek kesehatan gratis untuk 410 warga.
  • Kaderisasi: Lomba Ismuba diikuti 400 peserta, serta Hizbul Wathan Camp di Buper Silamping.
  • Sinergi: Penandatanganan MoU antara Muhammadiyah dan Bank Danamon Syariah untuk penguatan inklusi keuangan syariah di Garut.

Acara puncak ditutup dengan ceramah dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Dadang Kahmad, serta pemberian Muhammadiyah Garut Life Achievement kepada lima tokoh inspiratif yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian panjang bagi kemajuan umat di Kabupaten Garut.

Penerima Penghargaan Life Achievement:

  1. K.H. Yuzad Endang Syarif – Ahli ilmu falak, ulama tarjih, pejuang dakwah, dan mantan Ketua PDM Garut.
  2. H. M. Djamhari – Asabiqunal awwalun Muhammadiyah Garut, pengusaha, dermawan, dan muwakif.
  3. Hj. Siti Rogayah – Mantan Ketua PDA Garut, pejuang dakwah, dan donatur.
  4. KH. Jarkasih – Tokoh visioner PCM Panawuan, salah satu kampung Muhammadiyah.
  5. KH. Mohammad Mahbub Sofwan – Pejuang dakwah Islam dan sosok penting dalam perkembangan Muhammadiyah Garut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Prof. Dr. Ahmad Dahlan, para tokoh, pejabat, anggota legislatif, serta jajaran pengurus PDM, PCM, ranting hingga ortom Muhammadiyah.

(Y.A. Supianto

Prihatin Kondisi Satwa, Pengunjung Datang dan Berdonasi Pakan ke Bandung Zoo

0
bandung zoo@fokusjabar.id
Kepedulian terhadap kondisi satwa mendorong warga tetap datang ke Bandung Zoo ntuk memberikan donasi pakan satwa meski pengelola telah mengumumkan penutupan pada Minggu (28/12/2025

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kepedulian terhadap kondisi satwa mendorong warga tetap datang ke Kebun Binatang Bandung Zoo meski pengelola telah mengumumkan penutupan.

Salah satu pengunjung asal Buah Batu Kota Bandung, Gina Nurazizah mengaku mengetahui kondisi Kebun Binatang Bandung melalui media sosial.

Ia datang bersama keluarga memanfaatkan momentum libur akhir tahun sekaligus ingin menunjukkan kepedulian terhadap kondisi satwa.

Baca Juga: Bandung Zoo Dibuka Gratis, Pengelola Buka Donasi Pakan Sukarela

Gina mengatakan kunjungannya bersama keluarga di lakukan tanpa membayar tiket masuk. Ia memilih berdonasi dalam bentuk pakan satwa.

“Tadi kami hanya menyumbang sayur. Tidak menerima donasi uang, jadi kami bawa makanan saja untuk satwa,” kata Gina saat di temui di Kebun Binatang Bandung Minggu (28/12/2025).

Menurutnya, keberadaan Kebun Binatang Bandung sangat penting sebagai sarana edukasi dan ruang rekreasi keluarga. Ia berharap pemerintah dapat turun tangan membantu pengembangan dan pengelolaan kebun binatang agar tetap berfungsi optimal.

“Sayang kalau terus di tutup. Ini penting untuk ilmu pengetahuan dan edukasi anak-anak supaya mengenal satwa,” ujarnya.

Baca Juga: Hadapi Ancaman Krisis Sampah, Pemkot Bandung Butuh Rp90 M

Saat di tanya mengenai kondisi satwa, Gina mengaku merasa prihatin. Ia menilai sejumlah satwa terlihat lebih kurus di banding kondisi ideal.

“Sedih melihatnya. Ada yang badannya kecil, mungkin karena kekurangan pakan,” ungkapnya.

Ia juga berharap perhatian terhadap kesejahteraan satwa dan para pekerja di kebun binatang dapat lebih d itingkatkan ke depan.

“Saya dapat berita juga bahwa karyawan-karyawan menyisihkan gajinya untuk pakan hewan,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)