spot_imgspot_img
Rabu 14 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 342

Cegah Kekeringan, Pemkab Bekasi Siapkan Langkah Perbaikan Saluran Irigasi Wilayah Utara

0
BEKASI, FOKUSjabar.id
Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menerima audiensi ratusan petani Bekasi dari wilayah Utara di Gedung Swatantra Wibawamukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (27/07/2026).

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen melangkah cepat untuk merespons keluhan para petani di wilayah utara terkait buruknya kondisi saluran irigasi. Langkah ini menjadi kunci penting demi menjamin pasokan air ke ribuan hektare sawah tetap lancar.

Pembersihan dan perbaikan saluran irigasi memegang peran vital untuk mencegah ancaman kekeringan yang berpotensi merusak produktivitas sektor pangan di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Sambut Hari Jadi ke-76, Kabupaten Bekasi Perkenalkan Logo dan Tema Resmi 2026

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menegaskan komitmen tersebut usai menemui ratusan petani wilayah utara di Gedung Swatantra Wibawamukti, Cikarang Pusat, pada Senin (27/7/2026).

Dalam perjumpaan itu, para petani mendesak pemerintah daerah segera menormalisasi saluran sekunder Bendung Kedung Gede (BKG) mulai dari BKG 15 hingga BKG 25. Mereka menyebut pendangkalan di saluran tersebut menghentikan laju air menuju sawah-sawah warga.

Merespons jeritan petani, Asep memastikan tim Pemkab Bekasi akan turun langsung ke lapangan guna memetakan akar masalah yang menyumbat aliran air.

“Makanya besok kami mau lihat di wilayah Pebayuran dan kita langsung survey apa saja si kendalanya. Seperti yang tadi disampaikan bahwasannya ada sedimentasi (pendangkalan) serta banyaknya sampah. Kalau memang perlu dilakukan normalisasi, tadi disampaikan bahwa dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta (PJT) siap menurunkan alat berat untuk membantu proses normalisasi,” tambahnya.

Meneliti Kerusakan Fisik Saluran Irigasi

Tim gabungan tidak hanya memeriksa tumpukan sampah dan lumpur, tetapi juga meneliti kerusakan fisik pada dinding saluran irigasi.

Asep menjamin Pemkab Bekasi bakal mengalokasikan dana khusus pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan jika menemukan kerusakan fisik yang menjadi wewenang pemerintah daerah.

“Andai kata misalkan ada saluran irigasi yang memang rusak, kita akan prioritaskan di APBD Perubahan. Jadi besok kita akan mengakumulasi mana saja yang mungkin nanti akan kita kerjakan,” jelasnya.

Ia menilai penanganan jaringan irigasi utara Bekasi tidak boleh tertunda karena menyangkut hajat hidup ribuan keluarga petani di beberapa kecamatan.

Kelancaran aliran air dari jalur Bendung Kedung Gede ini menentukan nasib sedikitnya 3.000 hektare lahan persawahan. Oleh sebab itu, Pemkab Bekasi bergerak cepat menyingkirkan setiap kendala teknis di lapangan.

“Sehingga nanti akan kita lihat di BKG 15-25 sepanjang 10 km kurang lebih. Jika memang perlu normalisasi, maka akan kami tindaklanjuti untuk normalisasi,” tutupnya.

(Jingga Sonjaya)

Sambut Hari Jadi ke-76, Kabupaten Bekasi Perkenalkan Logo dan Tema Resmi 2026

0
BEKASI, FOKUSjabar.id
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama unsur Forkopimda meluncurkan logo Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 Tahun, dengan tema bangkit bersama, maju melayani, sejahtera untuk semua. Bertempat di Ruang Command Center, Gedung Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat. Senin, (27/07/2026).

BEKASI,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi secara resmi memulai rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 dengan meluncurkan tema dan logo resmi tahun 2026. Peluncuran ini mengawali berbagai agenda meriah menuju puncak peringatan pada 15 Agustus mendatang.

Pemkab Bekasi memanfaatkan momentum ini untuk merangkul seluruh elemen masyarakat agar aktif menyemarakkan ulang tahun daerah. Pemerintah berharap semangat kolaborasi dan optimisme warga terus tumbuh untuk mendukung percepatan pembangunan.

Baca Juga: Job Fair Depok 2026 Dibuka 4-5 Agustus, Tersedia Lebih dari 1.000 Lowongan Kerja

Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memimpin langsung acara peresmian di Command Center Diskominfosantik, Cikarang Pusat, pada Senin (27/7/2026). Pihaknya menggelar acara ini secara hybrid bersama jajaran Forkopimda, kepala dinas, camat, kepala desa, pengelola kawasan industri, hingga perwakilan media.

Dalam kesempatan tersebut, Asep memperkenalkan tema resmi Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76, yakni “Bangkit Bersama, Maju Melayani, Sejahtera untuk Semua.” Ia menilai tema ini memuat arah pembangunan daerah sekaligus memacu partisipasi aktif masyarakat.

“Hari ini merupakan momentum penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76. Peluncuran tema dan logo ini menjadi penanda dimulainya semangat kebersamaan untuk menyambut hari bersejarah Kabupaten Bekasi,” ujar Asep.

Asep menjabarkan bahwa frasa Bangkit Bersama menggambarkan daya tahan seluruh warga dalam menghadapi tantangan zaman. Sementara frasa Maju Melayani menginstruksikan agar seluruh kebijakan Pemkab berorientasi pada pelayanan publik, dan Sejahtera untuk Semua menegaskan cita-cita utama pembangunan.

Identitas Visual Utama

Selain tema, Pemkab juga memamerkan logo resmi ke-76 yang menjadi identitas visual utama di setiap kegiatan perayaan tahun ini.

Asep menekankan bahwa logo baru ini menyimpan filosofi mendalam yang mewakili harapan wargai untuk membangun daerah yang inklusif, maju, dan berdaya saing tinggi.

“Saya berharap logo ini menjadi simbol yang mampu mempersatukan semangat seluruh masyarakat dalam menyukseskan peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76,” katanya.

Usai meluncurkan identitas visual tersebut, Asep mendorong jajarannya untuk membumikan semangat pembangunan melalui peningkatan mutu pendidikan, optimalisasi layanan kesehatan, dan pelatihan kerja bagi para pemuda.

Pada saat yang sama, Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menjelaskan bahwa peluncuran logo bertujuan mempermudah publikasi dan memicu keterlibatan warga secara luas.

Ia membeberkan bahwa tim teknis lintas perangkat daerah merancang logo ini bersama praktisi komunikasi, kehumasan, dan desainer profesional. Tujuannya agar menghasilkan karya visual yang kuat serta berkarakter.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, kawasan industri, medi dan komunitas. Hingga perangkat daerah untuk bersama-sama menggunakan logo Hari Jadi ke-76 dalam berbagai media komunikasi dan publikasi sebagai bentuk partisipasi menyemarakkan hari jadi daerah,” ujarnya.

Guna memudahkan sosialisasi, Pemkab Bekasi menyediakan aset digital berupa file logo resmi, template desain, dan materi visual pendukung yang bisa masyarakat unduh secara bebas melalui tautan resmi pemerintah.

Lewat peluncuran ini, Pemkab berharap perayaan HUT ke-76 tidak berhenti sebagai acara seremonial semata. Tetapi menjadi momentum mempererat persatuan dan memupuk rasa memiliki terhadap Kabupaten Bekasi.

(Jingga Sonjaya)

Job Fair Depok 2026 Dibuka 4-5 Agustus, Tersedia Lebih dari 1.000 Lowongan Kerja

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Wali Kota Depok, Supian Suri.

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Depok kembali memfasilitasi para pencari kerja melalui gelaran Job Fair Kota Depok 2026. Langkah ini menjadi strategi Pemkot Depok dalam menjembatani para pencari kerja dengan belasan perusahaan yang membuka kesempatan karier.

Penyelenggara bursa kerja ini menyiagakan lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan dari berbagai entitas bisnis. Para lulusan baru (fresh graduate) maupun pencari kerja berpengalaman dapat memanfaatkan peluang emas ini secara langsung.

Baca Juga: BGN Tutup 833 Dapur SPPG Bermasalah, Ratusan Pegawai Langsung Disanksi

Wali Kota Depok, Supian Suri, membeberkan agenda Job Fair tersebut saat meresmikan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Melati Putih RW 12 di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Senin (27/7/2026).

Supian Suri mengonfirmasi bahwa ajang Job Fair bakal berlangsung selama dua hari berturut-turut pada 4-5 Agustus 2026 di Depok Town Square (Detos). Ia mengimbau seluruh masyarakat, terutama warga Limo dan Meruyung, untuk menjemput kesempatan tersebut.

“Dinas Tenaga Kerja Kota Depok ada program Job Fair. Sebelum yang lain saya umumkan, khususnya buat warga Kelurahan Meruyung, khususnya lagi RW 12, insyaallah tanggal 4 dan 5 Agustus kita akan mengadakan kegiatan Job Fair,” ujarnya.

Menurut Supian Suri, Pemkot Depok merancang agenda ini sebagai wadah efektif yang mempertemukan pencari kerja dan pimpinan perusahaan secara transparan.

“Jadi mempertemukan para pelamar kerja dengan perusahaan-perusahaan yang menyiapkan lapangan pekerjaan. Tempatnya di Depok Town Square, seberangnya Margocity,” jelasnya.

Lebih dari 1.000 Lapangan Pekerjaan

Ia menegaskan, banyaknya kuota yang mencapai lebih dari 1.000 posisi harus menjadi pelecut semangat bagi warga Depok yang belum memiliki pekerjaan tetap.

“Lebih dari 1.000 lapangan pekerjaan yang disiapkan. Jadi buat warga Depok, khususnya warga Limo, ada kesempatan lapangan pekerjaan yang kita fasilitasi melalui kegiatan Job Fair tanggal 4 sampai 5 Agustus di Depok Town Square. Silakan datang dan berikhtiar, mudah-mudahan yang selama ini masih mencari pekerjaan, besok menjadi jodohnya di acara Job Fair,” tuturnya.

Ia juga memberi motivasi khusus kepada para lulusan baru agar berani bersaing dan mencoba peruntungan di bursa kerja ini.

“Atau yang mungkin baru lulus, siapa tahu langsung mendapatkan pekerjaan. Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar kita untuk warga Depok,” katanya.

Selain menggelar acara tatap muka, Dinas Tenaga Kerja Kota Depok turut meluncurkan platform digital bernama Ayo Gawe. Platform berbasis website ini beroperasi sepanjang tahun untuk mempermudah akses informasi ketenagakerjaan.

Lewat layanan Ayo Gawe, warga Depok bisa memantau lowongan kerja terbaru, mendaftar pelatihan keterampilan, hingga mengakses berbagai program peningkatan kompetensi dari pemerintah setempat.

“Pemerintah Kota Depok sudah punya website namanya Ayo Gawe. Di sana terhimpun perusahaan-perusahaan yang menyiapkan lapangan pekerjaan, juga ada kegiatan pelatihan. Jadi buat warga Depok yang ingin mencari pekerjaan bisa masuk ke website itu, sehingga bisa mengikuti kalau ada lapangan pekerjaan yang bisa diupayakan atau diikhtiarkan,” ungkapnya.

Supian Suri berharap masyarakat Depok mengoptimalkan seluruh kemudahan ini, baik melalui saluran digital maupun ajang tatap muka seperti Job Fair.

“Masuk saja ke website Ayo Gawe. Ini menjadi ikhtiar yang kita lakukan. Di luar itu, kita juga mengadakan kegiatan Job Fair dan pelatihan-pelatihan bagi anak-anak kita yang membutuhkan keterampilan,” tutupnya.

(Jingga Sonjaya)

BGN Tutup 833 Dapur SPPG Bermasalah, Ratusan Pegawai Langsung Disanksi

0
Jakarta, FOKUSjabar.id
Kepala BGN, Sudaryono (Istimewa)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Badan Gizi Nasional (BGN) menindak tegas ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membangkang aturan. Langkah berani ini menjadi bagian dari strategi BGN untuk memperketat pengawasan program pemenuhan gizi di berbagai daerah.

Selain menyegel operasional dapur bermasalah, BGN juga langsung melayangkan sanksi keras kepada para pegawai yang terbukti melanggar ketentuan.

Baca Juga: Fadlil Yani: KUII VIII Sinergi Ormas Islam Perkuat Ketahanan Bangsa

Kepala BGN, Sudaryono, menyampaikan secara langsung kebijakan besar tersebut saat memimpin konferensi pers di Jakarta. Senin (27/7/2026). Ia memastikan tindakan ini menjadi momentum pembenahan total di tubuh BGN.

“Ada 833 dapur yang kami suspend hari ini,” kata Kepala BGN, Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Penutupan operasional dapur ini mencakup berbagai wilayah di Indonesia. Tim BGN membekukan 98 dapur SPPG di wilayah Sumatera, serta 424 dapur di area Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, NTB, NTT, hingga Papua. Sementara itu, 311 dapur lainnya berada di kawasan Jawa dan Madura.

Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya memutus total alokasi dana dan tidak menyalurkan pembayaran kepada seluruh dapur tersebut karena terbukti mengabaikan standar operasional prosedur (SOP).

Memberhentikan 261 Pegawai Non ASN

Berbagai temuan pelanggaran meliputi penyajian makanan yang tidak higienis, munculnya kasus keracunan, penurunan kualitas makanan di bawah standar, hingga buruknya pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Dapur yang di-suspend ini bukan seperti yang lalu. Dulu di-suspend, tapi tetap dibayar. Kalau sekarang ditutup, tidak dibayar, karena pelanggaran,” kata Sudaryono.

Langkah penertiban BGN tidak berhenti pada penutupan fasilitas. BGN juga resmi memberhentikan 261 pegawai non-ASN, yang terdiri dari 224 pegawai kontrak dan 37 tenaga ahli.

Pihaknya turut menyeret para aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti nakal. BGN menjatuhkan hukuman disiplin berat kepada sembilan ASN dan melayangkan sanksi disiplin ringan kepada 39 ASN lainnya.

“Kami menemukan sembilan ASN melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat. Besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemberhentiannya. Kemudian, ditemukan 39 pelanggaran disiplin ringan yang akan kami tindak dengan mutasi, demosi, serta sanksi administrasi maupun peringatan,” kata Sudaryono.

Ia menilai pembersihan ini sebagai bentuk komitmen kuat BGN dalam menutup celah korupsi dan mewujudkan tata kelola lembaga yang bersih.

“Penting bagi kami memastikan abdi negara di setiap dapur itu bekerja dengan sebaik-baiknya, sebersih-bersihnya, dan memastikan menu yang tersaji itu baik. Karena Kepala SPPG adalah pegawai kami, abdi negara di bawah BGN. Kami coba selesaikan bagaimana dari sisi keterbukaan, transparansi, komunikasi, pelibatan banyak pihak, pelibatan instansi lain, kementerian lain, lembaga lain, pemda, dinas-dinas, serta keterlibatan publik dalam mengawasi apakah itu menu, penyaluran, dapur, kebersihan,” kata dia.

Melalui gebrakan ini, BGN berjanji akan mengawasi ketat operasional seluruh dapur SPPG ke depan. Penegakan disiplin dan transparansi publik menjadi kunci utama demi menjamin program gizi berjalan tepat sasaran.

(Jingga Sonjaya)

Disbudpora dan KORMI Dukung Kehadiran ULD Ciamis, Siap Kembangkan Olahraga Line Dance

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Disbudpora dan KORMI Dukung Kehadiran ULD Ciamis Perkuat Olahraga Rekreasi Masyarakat

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kehadiran kepengurusan Universal Line Dance (ULD) Kabupaten Ciamis meraih dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) serta Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Ciamis.

Ketua Umum ULD Jawa Barat, Ida Gunida, melantik langsung pengurus ULD Ciamis di Cilame, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: ULD Ciamis Resmi Dilantik, Line Dance Siap Menjangkau Seluruh Kecamatan

Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, menilai pembentukan kepengurusan Universal Line Dance ini membawa kemajuan berarti bagi perkembangan olahraga rekreasi di daerah.

Menurutnya, Ciamis kini resmi menjadi satu dari 16 kabupaten/kota di Jawa Barat yang memiliki kepengurusan ULD. Sehingga dapat mengalirkan program kerja organisasi secara beriringan dengan pembinaan di tingkat provinsi.

“Ini merupakan sebuah kemajuan bagi Kabupaten Ciamis. Pengurus yang baru harapannya mampu menjadi motivator bagi masyarakat untuk berlatih line dance. Sehingga semakin banyak warga yang menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga,” ujarnya.

Memperluas Jangkawan Partisipasi Masyarakat

Dian menjelaskan bahwa berbagai kalangan mulai dari anak muda, ibu rumah tangga, hingga pensiunan dapat menikmati olahraga line dance. Perpaduan gerakan dinamis dan iringan musik menjadikan cabang olahraga ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menghibur.

Ia menaruh harapan besar agar keberadaan ULD mampu memperluas jangkauan partisipasi masyarakat dalam berolahraga. Sekaligus mencetuskan kreasi baru untuk ajang kegiatan daerah.

Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Ciamis, Nur Muttaqin, menegaskan bahwa kehadiran ULD memperkuat barisan induk organisasi olahraga rekreasi yang berada di bawah naungan KORMI.

Ia mengingatkan pengurus anyar agar membuktikan kiprah nyata lewat pembinaan yang berkesinambungan serta merangkul masyarakat luas.

“Dengan hadirnya ULD di Kabupaten Ciamis, semakin bertambah induk olahraga di bawah KORMI, khususnya olahraga kesehatan,” tuturnya.

“Kami berharap pengurus yang baru tidak hanya terbentuk secara administratif. Tetapi mampu memberikan semangat kepada masyarakat untuk aktif berolahraga dan membudayakan hidup sehat,” pungkas Nur Muttaqin.

Ia optimistis ULD Ciamis bakal menjadi salah satu motor penggerak yang mendongkrak budaya olahraga warga. Sekaligus memperkokoh gerakan olahraga rekreasi di Kabupaten Ciamis.

(Mia)

ULD Ciamis Resmi Dilantik, Line Dance Siap Menjangkau Seluruh Kecamatan

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Pelantikan pengurus Universal Line Dance Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Universal Line Dance (ULD) Kabupaten Ciamis resmi memiliki kepengurusan baru. Ketua Umum ULD Jawa Barat, Ida Gunida, melantik langsung para pengurus di Cilame, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (27/7/2026).

Pelantikan tersebut menjadi tonggak penguatan organisasi sekaligus langkah nyata memperluas pembinaan olahraga line dance di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: 94 Kebakaran Terjadi di Ciamis Sepanjang 2026, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama

Ketua ULD Kabupaten Ciamis, Ane Retno Yulistiyo, menegaskan kepengurusan baru siap menjalankan amanah serta membangun komunitas line dance yang lebih aktif hingga pelosok daerah.

Ane menilai ULD tidak sekadar berdiri sebagai wadah organisasi, melainkan sarana mempererat kebersamaan, menjaga kebugaran, dan mendongkrak kualitas hidup warga lewat olahraga rekreasi.

“Line dance merupakan olahraga yang sangat diminati di Kabupaten Ciamis. Hal itu terlihat dari banyaknya klub dan anggota yang hadir dalam pelantikan ini,” ungkap Ane.

“Ke depan kami ingin olahraga ini semakin terkenal hingga ke tingkat kecamatan. Sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk berolahraga,” tegasnya.

Kejuaraan Line Dance Tingkat Provinsi

Ane menambahkan bahwa ULD Ciamis tengah menyiapkan atlet dan komunitas untuk berlaga pada Kejuaraan Line Dance tingkat Provinsi Jawa Barat yang bakal berlangsung Agustus mendatang.

Ia menganggap line dance sebagai cabang olahraga yang ramah bagi semua umur. Karena memadukan alunan musik dengan gerakan dinamis yang menyehatkan sekaligus menghibur.

Sementara itu, Ketua Umum ULD Jawa Barat, Ida Gunida, menjelaskan pelantikan ULD Ciamis menjadi bagian dari konsolidasi organisasi di tingkat daerah. Hingga saat ini, jaringan ULD sudah berdiri di 16 kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

“Terbentuknya ULD Ciamis menunjukkan kemajuan organisasi di daerah. Harapannya pengurus yang baru dapat menjalankan program kerja dengan baik. Terlebih mengembangkan organisasi, dan mengajak lebih banyak masyarakat berlatih line dance agar hidup lebih sehat,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa berbagai kelompok usia mulai dari kalangan muda dan ibu rumah tangga. Hingga para pensiunan dapat menikmati olahraga line dance ini.

“Keberadaan ULD diharapkan mampu menjadi motor penggerak olahraga rekreasi yang semakin diminati masyarakat,” pungkasnya.

(Mia)

94 Kebakaran Terjadi di Ciamis Sepanjang 2026, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot: Personel Damkar Kabupaten Ciamis saat melakukan pemadaman di lokasi kebakaran

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis mencatat 94 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026 di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Korsleting listrik memegang posisi sebagai penyebab utama kebakaran, sedangkan bangunan rumah tinggal menjadi objek yang paling banyak menanggung dampak kerusakan.

Kasat Pol PP Kabupaten Ciamis, Raden Ega Anggara Al Kautsar, membeberkan bahwa faktor kelalaian serta gangguan instalasi listrik masih mendominasi pemicu insiden. Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada kabel tua dan penggunaan peralatan elektronik berlebih.

Baca Juga: Belanja Sayur Makin Mahal, Harga Buncis hingga Kentang Naik di Ciamis

“Mayoritas pemicu kejadian korsleting listrik. Kondisi ini menjadi pengingat agar masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik di rumah tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan. Serta selalu memastikan sumber api dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah,” katanya, Senin (27/7/2026).

Ega merinci, dari total 94 kejadian, korsleting listrik memicu 28 kasus kebakaran. Penggunaan tungku api menyumbang penyebab terbesar kedua dengan 20 kasus, berlanjut pembakaran sampah, ilalang, dan lahan sebanyak 14 kasus.

“Sementara itu Dua Belas kejadian lainnya masih dalam kategori penyebab yang belum diketahui atau faktor lain,” ucapnya.

Kebakaran di Wilayah Rumah Tinggal Mendominasi

Ega menjelaskan bahwa kebocoran tabung gas LPG menyumbang 7 kasus. Selanjunya pemicu bensin 3 kasus, serta kompor gas dan puntung rokok masing-masing 2 kasus.

“Adapun penyebab lain seperti sambaran petir, lilin, korek api, blower dan pengovenan kandang. Hingga dugaan sengaja dibakar oleh ODGJ masing-masing tercatat 1 kasus,” jelasnya.

Mengenai objek yang terbakar, rumah tinggal mendominasi daftar dengan 42 peristiwa. Angka ini menandakan hampir separuh insiden kebakaran selama tujuh bulan pertama tahun ini melahap kawasan pemukiman.

“Setelah bangunan rumah kebakaran juga banyak terjadi di lahan sebanyak 10 kejadian kemudian titik sambung konektor, kabel, jalur dan gardu listrik sebanyak 8 kejadian,” jelasnya.

Ega menerangkan bahwa musibah kebakaran juga melahap 5 kandang ayam. Serta tabung gas LPG dan kendaraan roda dua masing-masing 4 kejadian. Api turut membakar pabrik, tempat pembuangan sampah, mobil, gubuk, warung makan, tempat penetasan unggas, sekolah/pesantren, musala, hingga rumah kontrakan.

“Jika dilihat berdasarkan wilayah Kecamatan Ciamis menjadi daerah dengan angka kejadian tertinggi yakni 18 kasus. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Banjarsari dengan 11 kasus. Kemudian Kawali dan Rancah masing-masing 8 kasus, serta Panjalu sebanyak 7 kasus,” terangnya.

Ega menambahkan, kecamatan lain mencatat insiden berkisar antara satu hingga enam kasus. Rekapan data menunjukkan tren lonjakan kebakaran yang cukup tajam pada pertengahan tahun.

“Selama Januari tercatat 12 kejadian, Februari 8 kejadian, Maret 10 kejadian, April 13 kejadian, Mei 15 kejadian dan Juni 13 kejadian. Hingga 22 Juli sudah mencapai 23 kejadian, menjadikannya bulan dengan jumlah insiden terbanyak sejauh ini,” ungkapnya.

Rangkaian 94 insiden kebakaran di wilayah Kabupaten Ciamis ini menelan total kerugian materi hingga Rp5.713.100.000.

(Husen Maharaja)