spot_imgspot_img
Senin 27 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 341

Suhu Udara di Bandung Lebih Dingin, Ini Penjelasan BMKG

0
suhu udara fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web(

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Suhu udara di wilayah Bandung Raya Jawa Barat (Jabar) dalam beberapa hari terakhir ini terasa lebih dingin.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut di pengaruhi oleh kombinasi faktor atmosfer global, regional hingga lokal yang saling menguatkan.

BACA JUGA:

BMKG: Ini Wilayah Berpotensi Hujan Tinggi hingga 20 Januari

BMKG mencatat, suhu minimum di Bandung Raya berada pada kisaran 19–20 derajat Celsius dengan suhu maksimum 30–32 derajat Celsius.

Bahkan, data pengamatan menunjukkan suhu udara minimum terendah pada Januari 2026 terjadi pada 4–8 Januari 2026 sebesar 20,2 derajat Celsius. Sementara suhu maksimum tertinggi tercatat 31,4 derajat Celsius.

“Penyebab suhu dingin di Bandung karena tutupan awan yang banyak, panas yang dilepaskan setelah hujan serta adanya konvergensi dan belokan angin yang berpengaruh terhadap kecepatan angin di wilayah Bandung menjadi lebih kencang sampai dengan 20 km per jam,” kata Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu dikutip kompas.com.

Dia menyebut, periode musim hujan ini menyebabkan suhu dingin di wilayah Jawa Barat. Khususnya Bandung dan sekitarnya.

Menurutnya, hujan berasal dari lapisan atmosfer atas yang lebih dingin membawa suhu tersebut ke permukaan.

“Penguapan (evaporasi) air hujan yang jatuh menguap dan menyerap panas dari permukaan tanah, tumbuhan dan udara menyebabkan suhu menjadi dingin. Konduksi dan konveksi membuat udara dingin yang lebih padat turun dan menggantikan udara hangat di permukaan saat hujan,” jelasnya.

Beberapa faktor lainnya, konvergensi dan belokan angin serta suhu muka laut yang masih hangat di sekitar perairan Jawa Barat juga berpengaruh terhadap cuaca saat ini.

BACA JUGA:

BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor di Jawa Tengah

“Suhu dingin saat musim hujan adalah hal yang normal. Di tambah lagi dengan hujan yang berturut-turut dan tutupan awan yang masif beberapa hari ini membuat sinar matahari tidak bisa mencapai bumi,” ucapnya.

Kondisi kelembapan udara yang relatif tinggi pada lapisan atmosfer 850–700 mb (sekitar 50–90 persen) juga mendukung pembentukan awan dan hujan. Sehingga turut mempertahankan suhu tetap rendah.

Dari sisi global, indeks ENSO di Nino 3.4 tercatat -0,90. Ini  berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia.

MJO yang aktif di kuadran 6 (western Pasifik) memperkuat potensi hujan hingga sepekan ke depan.

BACA JUGA:

Gunung Marapi Meletus, Status Level II Waspada

Di tingkat regional, anomali suhu permukaan laut (SST) di perairan Jawa Barat yang masih cukup hangat turut mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah daratan.

Untuk periode 14–21 Januari 2026, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Jawa Barat umumnya cerah berawan hingga berawan pada pagi hari.

Kondisi tersebut berpotensi hujan ringan hingga lebat di sertai petir dan angin kencang pada siang, sore dan malam hari.

Suhu udara di perkirakan berada pada kisaran 18–32 derajat Celsius, dengan kelembapan 55–95 persen dan angin dominan dari barat berkecepatan 5–30 km per jam.

Secara khusus untuk Bandung Raya, cuaca pada periode tersebut di prakirakan berpotensi hujan ringan hingga sedang.

Suhu udara berada pada rentang 20,0–31,0 derajat Celsius serta angin barat dengan kecepatan sekitar 5–19 km per jam.

BMKG mengimbau, masyarakat untuk lebih waspada. Pasalnya dalam beberapa hari ke depan beberapa wilayah di Jawa Barat di perkirakan mengalami peningkatan intensitas hujan.

Masyarakat di harapkan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap berlangsung aman dan lancar.

“Terkait cuaca saat ini, masyarakat di imbau untuk menjaga kesehatan. Tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor dan angin kencang serta selalu meng-update perkembangan cuaca terkini dari laman resmi BMKG,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Pemerintah Siapkan Formula Baru Pengelolaan Dana Desa

0
Pengelolaan Dana Desa fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Yandri Susanto mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan formula baru pengelolaan Dana Desa (DD) agar lebih efektif mendorong pemerataan ekonomi, memperkuat pelayanan publik serta mempercepat pengentasan kemiskinan.

Formula tersebut di siapkan untuk menangkal kekhawatiran sejumlah Kepala Desa dan perangkat desa terkait imbas pemangkasan Dana Desa.

BACA JUGA:

7 Objek Wisata di Labuan Bojo Ditutup karena Cuaca Ekstrem

Mengutip tempo.co, Yandri menegaskan, Dana Desa pada prinsipnya tidak di potong. Pemerintah, hanya melakukan penyesuaian formula agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa.

“Jadi sebenarnya DD itu tidak dipotong. Namun dibuat formula lain yang tidak sama dengan yang telah baku. Dan itu sangat bagus,” tegas Yandri.

Dia menyebut, perubahan skema tersebut merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pembangunan yang merata hingga ke desa.

Kebijakan tersebut sejalan dengan Asta Cita keenam. Yakni Pembangunan dari Desa untuk Pemerataan Ekonomi.

Menteri menjelaskan, salah satu instrumen utama dalam skema baru pengelolaan DD adalah penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kedua program tersebut dirancang untuk menciptakan perputaran ekonomi secara berkelanjutan di tingkat desa.

“Dengan Kopdes dan MBG, perputaran uang di desa bisa mencapai Rp5-8 milyar setiap bulan. Ini peluang besar bagi desa,” ungkap Menteri Yandri.

BACA JUGA:

Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang Dimulai

Dia menegaskan, program MBG dan KDMP wajib menyerap produk lokal desa sebagai bahan baku.

Pemerintah akan menyiapkan regulasi agar kebutuhan pangan untuk MBG tidak diambil dari luar desa atau daerah lain.

“Siklus ekonomi harus bergerak dari desa, oleh desa dan untuk desa,” imbuhnya.

Sejumlah kepala desa juga menyampaikan kendala pembangunan KDMP. Terutama terkait ketersediaan lahan.

Yandri mengakui, persoalan tanah menjadi hambatan utama di banyak desa. Baik karena keterbatasan lahan non-sawah maupun status kepemilikan tanah milik pemerintah daerah atau Perhutani.

Untuk tahap awal, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan KDMP di desa yang memiliki lahan ideal dengan luas sekitar 1.000 meter persegi.

Pemerintah juga tengah menyiapkan payung hukum bagi desa yang tidak memiliki lahan sesuai kriteria tersebut.

“Soal pengadaan tanah ini sedang kami urai dan akan segera kami carikan solusi terbaik,” tegasnya.

Pihaknya meminta pemerintah desa menyambut kebijakan tersebut secara positif. Menurut dia, pemerintah pusat tidak menahan anggaran. Melainkan justru memperbesar aliran dana langsung ke desa.

Pihaknya optimistis, kebijakan tersebut akan memperkuat ekonomi desa sekaligus menekan kesenjangan dan kemiskinan secara berkelanjutan.

“Kalau selama ini mungkin kepala desa yang mengelola langsung dengan BPD. Ke depan desa bisa tumbuh sendiri. Bisa membangun desa lele, desa jagung, desa nila, ayam petelur dan sebagainya. Ujungnya, sudah ada pemasarannya melalui MBG dan koperasi desa,” kata dia.

BACA JUGA:

Soal Pilkada, Ini Tanggapan Ketua DPR Puan Maharani

Dia memastikan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi akan senantiasa mengawal pelaksanaan program-program pemerintah di desa bersama dengan jajaran kepala dan perangkat desa.

“Intinya, bagaimana program-program Presiden Prabowo itu benar-benar kita kawal, awasi dan pastikan tidak ada penyelewengan apapun. Apakah itu MBG, Kopdes dan BUMDes,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Wali Kota Tasikmalaya Ogah Ganti Sekda, Ini Alasannya

0
Wali Kota Tasikmalaya fokusjabar.id
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), Viman Alfarizi Ramadhan masih keukeuh mempertahankan Asep Goparulloh dari jabatan Sekda.

Menurut Dia, kinerja Asep Goparulloh hingga saat ini masih mendapat nilai positif.

BACA JUGA:

Wali Kota Tasikmalaya Lantik Pejabat Baru, Kadis Termuda Jadi Sorotan

“Kita lakukan evaluasi kinerja. Terlebih saat ini sedang menerapkan management talenta berdasarkan kinerja yang lebih baik. Sehingga siap pun pejabat yang tidak menunjukkan kinerja kurang atau tidak optimal tentu wajib untuk dievaluasi,” ungkap Wali Kota Tasikmalaya.

Viman menjelaskan, semua pejabat yang saat ini menempati posisi telah melalui proses seleksi yang ketat berdasarkan aturan dan ketentuan serta kompetensi. Sehingga mereka bisa dipercaya untuk menduduki sebuah jabatan strategis.

“Semua jabatan kita evaluasi. Termasuk Sekda. Evaluasi sesuai kerangka manajemen talenta,” Dia menegaskan.

Menurutnya, jabatan itu bukan hak dan tidak abadi. Artinya, sewaktu-waktu bisa diganti atau dirotasi sesuai dengan kebutuhan organisasi.

“Menurut Saya, kinerja Sekda hingga saat ini mampu menunjukkan kinerja yang baik dalam memperkuat dan memperlancar roda organisasi pemerintahan Kota Tasikmalaya,” paparnya.

Viman menambahkan, peran Sekda dengan Wali Kota sejauh ini tetap solid dan seirama dalam memperkuat peran dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan.

BACA JUGA:

PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya Tolak Pilkada Dipilih DPRD

“Saya menilai kinerja Sekda hingga hari ini masih optimal. Selama kinerjanya itu masih baik, iya kita berjalan bersama-sama untuk kemajuan pemerintahan Kota Tasikmalaya ke depan,” tuturnya.

Terkait untuk rotasi posisi Sekda, Viman Alfarizi mengaku belum terpikirkan. Terpenting bagaimana membangun roda pemerintahan Kota Tasikmalaya ini lebih baik untuk masyarakat.

“Hari ini kami lebih fokus pelaksanaan management talenta berjalan, mengisi beberapa jabatan yang masih kosong baik eselon II, III dan IV. Kemudian juga kepala sekolah yang masih banyak Plt. Sehingga tidak ada rencana untuk mengganti posisi Sekda,” pungkasnya.

(Seda)

Gubernur Jateng Dorong Asuransi Gagal Panen

0
Gubernur Jateng fokusjabar.id
Ilustrasi Gagal Panen (foto: web)

JAWA TENGAH, FOKUSJabar.id: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meminta pemerintah kabupaten/kota segera mengajukan asuransi gagal panen.

Ha itu sebagai langkah mitigasi untuk melindungi petani dari risiko kerugian akibat bencana hidrometeorologi.

BACA JUGA:

Banjir Tangerang Meluas ke 24 Kecamatan, Status Darurat Bencana

Mengutip tempo.co, ancaman cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Jawa Tengah memicu kekhawatiran terhadap ketahanan pangan daerah.

Arahan tersebut di sampaikan Ahmad Luthfi dalam agenda Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah 2026 di The Sunan Hotel, Kota Solo, Rabu (14/1/2026) kemarin.

Dia menyoroti dampak hujan ekstrem yang menyebabkan banjir di sejumlah daerah.

Menurutnya, wilayah Kabupaten Kudus, Pati dan Jepara termasuk daerah yang terdampak cukup serius.

Genangan banjir di kawasan tersebut mengakibatkan lahan pertanian terendam air dan berpotensi memicu gagal panen. Khususnya pada tanaman padi yang tengah memasuki masa pertumbuhan.

“Untuk Kudus, Pati dan Jepara, saya minta segera di ajukan terkait asuransi gagal panen,” tegas Gubernur Jateng.

Dia meminta, laporan luas lahan terdampak harus segera di sampaikan pemerintah kabupaten kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares. Dengan begitu, proses pengajuan asuransi dapat segera di lakukan.

Ahmad menyebut, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi merupakan risiko yang sulit dihindari. Terutama pada musim penghujan.

“Dampak yang di timbulkan dapat di tekan melalui langkah mitigasi yang terencana dan respons cepat dari pemerintah daerah,” ungkap Dia.

BACA JUGA:

7 Objek Wisata di Labuan Bojo Ditutup karena Cuaca Ekstrem

Selain asuransi gagal panen, Gubernur Jateng juga menekankan pentingnya penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bencana di tingkat kabupaten/kota.

Hal itu mencakup kesiapan dalam penetapan status darurat, pembentukan satuan tugas, penyediaan logistik hingga pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana.

Ahmad menambahkan, upaya menjaga ketahanan pangan tidak dapat di lakukan hanya oleh pemerintah provinsi. Kolaborasi seluruh kepala daerah menjadi kunci agar target yang telah di tetapkan dapat tercapai.

Kegiatan komitmen ketahanan pangan tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mewujudkan swasembada pangan pada 2026.

Salah satu target utama yang di canangkan adalah capaian produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling.

Pemerintah berharap, melalui langkah antisipatif dan kerja sama lintas daerah, dampak cuaca ekstrem terhadap sektor pertanian dapat diminimalisir.

(Bambang Fouristian)

Pemain Persib Bandung Minus Perhatian John Herdman

0
John Herdman fokusjabar.id
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman menonton pertandinga El Clasico antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta melalui layar televisi.

Mengutip bolasport.com, John Herdman menyanjung bek Persija Jakarta, Rizky Ridho.

BACA JUGA:

John Herdman Nonton Laga Persib Bandung versus Persija?

Kapten Persija itu dinilai bermain sangat bagus. Dan Dia menilai itu menunjukkan kualitas pemain lokal.

Pelatih asal Inggris itu juga menyinggung soal beberapa pemain Borneo FC.

Meski tak menyebutkan nama, tetapi Dia menyebut bahwa Borneo FC memiliki beberapa pemain muda berkualitas.

Menurutnya, klub asal Samarinda tersebut telah memberikan menit bermain kepada para pemain muda.

John Herdman menunjukkan kesan luar biasa. Mantan pelatih Timnas Putri Selandia Baru tersebut menilai, pertandingan Persib kontra Persija seperti derbi pada umumnya.

“Saya pikir kita harus mengakui dan menghargai liga profesional di sini. Saya sempat menonton pertandingan sangat panas dan penuh gairah,” ungkap John Herdman.

Menurut Dia, menyaksikan Super League 2025/2026 merupakan hal yang penting. Pasalnya, kompetisi dalam negeri adalah muara awal untuk mengetahui potensi pemain lokal.

“Menurut saya, memiliki komitmen terhadap liga domestik di sini adalah fondasi masa depan kita. Dan yang terpenting, saya menonton langsung,” katanya.

“Karena kalau pelatih timnas tidak menonton liga domestik, maka tidak ada harapan bagi pemain-pemain lokal,” John menambahkan.

Dia optimstis, sepakbola Indonesia bisa berkembang lebih baikdan naik naik kelas.

BACA JUGA:

Tak Tertarik jadi Pelatih, Lionel Messi Ikuti Jejak David Bechkam

“Dan kita punya pemain seperti Rizky Ridho yang tampil baik. Mudah-mudahan dia bisa naik ke level berikutnya,” kata John Herdman.

“Jadi menurut saya, penting bagi para pemain muda kita, para pemain muda di Borneo FC yang mendapatkan menit bermain. Karena mereka masa depan kita,” katanya.

Sebagai informasi, John Herdman tiba di tanah air pada 10 Januari 2026 lalu.

Dia diperkenalan secara resmi kepada publik di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

John Herdman diketahui memiliki rekam jejak mumpuni. Dia pernah mengantar timnas putra dan putri Kanada tembus ajang sepakbola terakbar FIFA.

(Bambang Fouristian)

 

Bencana Alam Aceh: 49.800 KK Tertahan di Tenda Pengungsian

0
bencana alam aceh fokusjabar.id
Tenda Pengungsian (foto:web)

ACEH, FOKUSJabar.id: Hingga pertengahan bulan Januari 2026, kondisi pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh masih menyisakan duka mendalam.

Mengutip jurnalaceh.com, data terbaru dari Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, sedikitnya 155.193 jiwa atau sekitar 49.800 Kepala Keluarga (KK) hingga kini masih tertahan di tenda-tenda pengungsian.

BACA JUGA:

Banjir Tangerang Meluas ke 24 Kecamatan, Status Darurat Bencana

Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin mengatakan, para pengungsi tersebar di 988 titik lokasi yang mencakup berbagai kabupaten dan kota di seluruh Aceh.

Berdasarkan laporan terbaru pada Rabu (14/1/2026), berikut adalah sebaran pengungsi di wilayah terdampak:

Aceh Utara: 67.876 jiwa (Wilayah paling terdampak)

Aceh Tamiang: 26.040 jiwa

Gayo Lues: 19.906 jiwa

Pidie Jaya: 14.794 jiwa

Aceh Timur: 8.507 jiwa

Aceh Tengah: 8.021 jiwa

Bireuen: 5.895 jiwa

Sisanya tersebar di Bener Meriah, Nagan Raya, Lhokseumawe, hingga Kabupaten Pidie dengan jumlah bervariasi.

Kerusakan Rumah Mencapai 148 Ribu Unit

Bencana alam ini tidak hanya memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Namun juga menghancurkan infrastruktur pemukiman.

Murthala memaparkan data kerusakan rumah warga yang mencapai total 148.819 unit.

Rusak Berat: 29.755 unit

Rusak Sedang: 40.114 unit

Rusak Ringan: 64.740 unit

Hilang/Hanyut: 1.942 unit

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Aceh bersama instansi terkait sedang memprioritaskan pembangunan Hunian Sementara (Huntara).

Langkah tersebut di ambil sebagai solusi jangka pendek agar warga tidak terlalu lama berada di tenda pengungsian yang kurang layak.

BACA JUGA:

Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang Dimulai

“Pemerintah terus berupaya memastikan pemulihan berjalan bertahap. Saat ini kita pacu Huntara sembari menyiapkan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang lebih aman,” kata Murthalamuddin.

Target utamanya adalah memastikan masyarakat terdampak dapat kembali hidup normal dengan kondisi hunian yang layak dan memadai.

(Bambang Fouristian)

Banjir Tangerang Meluas ke 24 Kecamatan, Status Darurat Bencana

0
tangerang banjir fokusjabar.id
24 Kecamatan di Kabupaten Tangerang diterjang banjir (foto: web)

TANGERANG, FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem menerjang Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Kondisi tersebut menyebabkan 24 kecamatan terendam banjir.

Mengutip jpnn.com, Pemkab Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana.

BACA JUGA:

Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang Dimulai

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan, penetapan status tanggap darurat di lakukan berdasarkan hasil evaluasi data dan cakupan luasan banjir sejak Minggu (11/1/2026).

“Status tanggap darurat di lakukan atas dasar potensi tingginya curah hujan yang yang mengakibatkan luasan bencana banjir. Jadi, pemerintah harus mengantisipasi bagaimana terkait dengan hasil perkiraan cuaca dari BMKG,” ujarnya.

Dia mengatakan, tujuan kebijakan tersebut untuk mempercepat penanganan bencana, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak serta koordinasi lintas sektor. Sehingga bisa mengurangi dampak yang lebih luas.

Langkah itu bisa dimanfaatkan untuk penyiapan sarana dan prasarana pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak banjir.

Selama masa tanggap darurat, Pemkab Tangerang bakal terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana susulan. Mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah.

Taufik mengatakan, sedikitnya 10 ribu Kepala Keluarga (KK) atau 45-50 ribu jiwa menjadi korban banjir di 24 kecamatan.

BACA JUGA:

BMKG: Ini Wilayah Berpotensi Hujan Tinggi hingga 20 Januari

“Ada sekitar 50 ribu jiwa terdampak banjir,” ungkapnya.

Meski terjadinya perluasan, kondisi genangan banjir di beberapa lokasi saat ini sudah mulai berangsur surut. Hanya saja, terdapat permukiman yang berlokasi di bantaran sungai masih terendam.

Dia mengatakan, ketinggian air bervariasi. Mulai 60-80 centimeter hingga mencapai 2 meter.

Sebagai upaya penanganan bencana alam ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan instansi lain dalam rapat bersama.

Langkah awal yang bakal dilakukan, melakukan pembangunan fasilitas pompa air, normalisasi hingga pembukaan pintu air.

(Bambang Fouristian)