spot_imgspot_img
Senin 27 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 340

Gelandang Serang Persib Berguinho Lupakan Sepakbola

0
Berguinho fokusjabar.id
Berguinho (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gelandang serang Persib Bandung, Berguinho melepaskan sejenak sepakbola dari kehidupannya. Dia ingin memanfaatkan masa libur jeda kompetisi Super League 2025/2026 dengan menyegarkan pikiran.

Berguinho menilai, liburan jeda kompetisi memberikan banyak manfaat bagi dirinya untuk kembali fokus menatap putaran kedua Super League dan babak 16 Besar AFC Champions League Two.

BACA JUGA:

Pemain Persib Bandung Minus Perhatian John Herdman

“Saat ini yang saya lakukan hanya menikmati waktu dan melupakan sepakbola sejenak. Kami memiliki banyak target setelah ini. Jadi saya harus manfaatkan liburan sebaik-baiknya,” kata Berguinho.

Pemain berdarah Brasil ini merasa sangat senang karena memiliki banyak waktu bersama keluarga.

“Sekarang saya hanya fokuskan waktu untuk keluarga. Saya manfaatkan waktu ini, karena sebelumnya aktivitas sangat padat,” pungkasnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Bek andalan Persib Bandung, Patricio Matricardi (Pato) memanfaatkan jeda putaran pertama Super League 2025/2026.

Dia menjadikan waktu libur sepekan untuk quality time bersama keluarganya.

Patricio Matricardi mengaku sangat bahagia bisa berkumpul bersama keluarga. Terlebih Persib Bandung menjadi juara paruh musim.

BACA JUGA:

Ulliam Barros Pereira dan Julio Cesar Pilihan Utama di Putaran 1

“Di hari libur ini saya menghabiskan banyak waktu bersama keluarga. Saya mencoba melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan ketika harus berlatih. Di antaranya mengantar anak ke sekolah, sarapan bersama istri hingga jalan-jalan,” ungkap bek asal Argentina ini.

Padatnya jadwal pertandingan Super League dan AFC Champions League Two (ACL Two) membuat Pato sedikit merasa penat.

Dia berharap, waktu jeda bisa membantunya mengembalikan energi untuk menatap putaran kedua Super League dan babak 16 Besar ACL Two.

(Bambang Fouristian)

Tak Lagi Relevan, 27 Taman Tematik di Bandung Akan Dikaji Ulang

0
taman kota bandung@fokusjabar.id
Taman Dewi Sartika di Jalan Merdeka Kota Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji rebranding sejumlah taman tematik yang di nilai tidak lagi relevan secara fungsi dan konteks sosial.

Sedikitnya 27 taman di usulkan untuk dikaji ulang, terutama taman-taman tematik serta beberapa taman yang menjadi perhatian Wali Kota Bandung.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus mengatakan, penamaan ulang taman atau toponimi akan di sesuaikan dengan akar budaya, lokasi, dan kebiasaan masyarakat setempat. Kajian tersebut di lakukan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Baca Juga: Kota Bandung Hadirkan Puskesmas 24 Jam Terintegrasi Adminduk

“Dulu taman-taman itu di sebut taman tematik, tapi sekarang banyak yang konteksnya sudah tidak relevan. Penamaannya akan kita dudukkan kembali berdasarkan silsilah budaya dan kondisi wilayahnya,”kata Luthfi Kamis (15/1/2026).

Luthfi menyebut, beberapa taman yang masuk dalam usulan antara lain Taman Fitness, Taman Fotografi, Taman Lansia, Taman Kandaga Puspa, Taman Dago Cikapayang, dan Taman Super Hero.

Menurutnya, sejumlah taman tematik tidak lagi mencerminkan fungsi awalnya contohnya Taman Fitness yang tidak di gunakan untuk aktivitas fitness, dan Taman Lansia yang kini di gunakan oleh semua kalangan.

“Kalau namanya taman fitness, kita jadi terpaku harus menyediakan alat fitness. Padahal faktanya tidak di gunakan seperti itu. Taman Lansia juga tidak hanya di gunakan lansia. Secara fungsi sudah kurang tepat,” jelasnya.

Menunggu Hasil Kajian

Meski begitu, Luthfi menegaskan bahwa tidak semua taman yang di usulkan akan langsung di ganti namanya. Penggantian papan nama akan menunggu hasil kajian Disbudpar serta asesmen dari Wali Kota Bandung.

“Belum tentu semuanya di ganti. Kita prioritaskan taman-taman yang secara tematik memang sudah tidak relevan,” katanya.

Baca Juga: Perbaikan Taman Alun-alun dan Baksil Kota Bandung Segera Rampung

Luthfi juga menepis anggapan bahwa rebranding taman ini bertujuan menghilangkan jejak kebijakan wali kota sebelumnya. Menurutnya, penamaan ulang justru di maksudkan untuk mengembalikan identitas taman sesuai nilai budaya dan fungsi ruang publik.

Luthfi berharap, dengan penamaan yang lebih kontekstual pengelolaan dan aktivasi taman ke depan dapat lebih fleksibel serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pak wali ingin taman-taman ini kembali pada akar budayanya. Seperti kawasan Cibeunying yang sejak dulu punya nilai historis dan budaya. Itu yang ingin di angkat,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Patricio Matricardi Quality Time Bersama Keluarga

0
Patricio Matricardi fokusjabar.id
Patricio Matricardi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bek andalan Persib Bandung, Patricio Matricardi (Pato) memanfaatkan jeda putaran pertama Super League 2025/2026.

Dia menjadikan waktu libur sepekan untuk quality time bersama keluarganya.

BACA JUGA:

Ulliam Barros Pereira dan Julio Cesar Pilihan Utama di Putaran 1

Patricio Matricardi mengaku sangat bahagia bisa berkumpul bersama keluarga. Terlebih Persib Bandung menjadi juara paruh musim.

“Di hari libur ini saya menghabiskan banyak waktu bersama keluarga. Saya mencoba melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan ketika harus berlatih. Di antaranya mengantar anak ke sekolah, sarapan bersama istri hingga jalan-jalan,” ungkap bek asal Argentina ini.

Padatnya jadwal pertandingan Super League dan AFC Champions League Two (ACL Two) membuat Pato sedikit merasa penat.

Dia berharap, waktu jeda bisa membantunya mengembalikan energi untuk menatap putaran kedua Super League dan babak 16 Besar ACL Two.

BACA JUGA:

Ini Harapan Kakang Rudianto di Putaran 2

“Yang paling penting saat ini saya mencoba untuk menjernihkan pikiran dari sepakbola. Menurut saya itu sangat penting untuk target-target yang akan kami kejar ke depannya,” pungkasnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, pemain belakang Persib Bandung, Kakang Rudianto bersyukur timnya menjadi juara paruh musim Super League 2025/2026 setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 1-0.

Kakang Rudianto berharap,  hasil positif di putran pertama bisa terus bertahan hingga akhir musim.

“Tentunya Saya bersyukur bisa menang di pertandingan akhir paruh musim. Ini hasil kerja keras semua. Hasil positif semoga terus berlanjut hingga akhir musim,” ungkap pemain Timnas ini.

Pemain yang sudah tampil sebanyak 14 laga selama 974 menit pada Super League 2025/2026 ini berharap, pada putaran kedua performa Pangeran Biru bisa lebih baik.

“Sama seperti tahun kemarin juara di paruh musim dan juara di akhir musim. Harapannya bisa mengukir prestasi terbaik seperti musim lalu. Juara beruntun ketiga kalinya,” ucap Kakang.

(Bambang Fouristian)

Kepler Sianturi: 10 Persen Anggaran Pembangunan Kota Tasikmalaya untuk PJU

0
anggaran pju kota tasikmalaya@fokusjabar.id
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi.(dok)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi terus menyoroti terkait setoran dana sebesar Rp30,6 Miliar dari Pemkot Tasikmalaya kepada PLN untuk tagihan Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Anggarannya cukup tinggi, 10 persen anggaran pembangunan Kota Tasikmalaya,” ungkap Kepler Sianturi, Kamis (15/1/2026).

Dengan anggaran yang begitu besar, Kepler berharap, Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama dengan PLN untuk segera mendata ulang jumlah PJU.

Baca Juga: Rakyat Gigit Jari, Rp30,6 Miliar APBD Kota Tasikmalaya Menguap di PJU

“PLN katanya sudah siap, tinggal pihak Pemkot Tasikmalaya untuk menindaklanjuti,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tasikmalaya di laporkan telah menyetor dana fantastis sebesar Rp30,6 Miliar setahun kepada PLN untuk tagihan Penerangan Jalan Umum (PJU).

​Yang mengejutkan, anggaran jumbo sebesar Rp2,55 Miliar per bulan ini di bayarkan secara buta lewat sistem abodemen. Artinya, mau lampu menyala terang atau mati total, Pemkot tetap wajib membayar lunas.

Dan itu merupakan sebuah pola yang di nilai sebagai kebocoran anggaran legal yang sangat merugikan rakyat.

​Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, membongkar borok di balik tagihan selangit ini. Menurutnya, hampir seluruh PJU di Tasikmalaya belum memiliki alat ukur yang jelas.

​”Dengan sistem abodemen, PJU tetap di bayar meskipun lampunya mati. Tidak ada pengukuran riil. Ini sangat rawan pemborosan anggaran,” tegas Kepler (13/1/2026).

Masih Gunakan Abodemen

​Data mencengangkan mengungkap bahwa dari sekitar 12.000 ID pelanggan PJU, sebanyak 87 persen masih menggunakan sistem abodemen. Hanya segelintir saja atau sekitar 209 titik yang sudah menggunakan kWh meter atau alat ukur pemakaian nyata.

Baca Juga: PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya Tolak Pilkada Dipilih DPRD

Sementara, Pemerhati Kebijakan Publik, Rico Ibrahim, mendesak pemerintah untuk membuka data riil soal anggaran PJU tersebut.

“Apakah angka Rp2,55 miliar ini murni tagihan PLN atau ada biaya tambahan? Publik berhak tahu jumlah titik lampu dan daya yang terpasang,” tegasnya.

​Faktanya di beberapa wilayah pinggiran hingga pusat kota, laporan mengenai lampu jalan yang mati atau redup masih sering terdengar. Hal ini menciptakan kesan ironis, anggaran besar, pelayanan minimal.

​Pengamat menyarankan agar Pemkot Tasikmalaya tidak hanya rajin membayar tagihan, tetapi juga mulai berinovasi pada efisiensi energi.

(Yud’s/Abdul)

IBL 2026: Satria Muda Pertamina Bandung Menang atas Satya Wacana Salatiga

0
satria muda pertamina bandung@fokusjabar.id
Satria Muda Pertamina Bandung Menang atas Satya Wacana Salatiga. (Dok)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Satria Muda Pertamina Bandung kembali melakoni laga tandang pada pertandingan keduanya di Week 1 Indonesian Basketball League (IBL) 2026 menghadapi Satya Wacana Salatiga.

Pada pertandingan yang berlangsung di GOR Basket Prof. Susilo Wibowo UNDIP, Semarang, Rabu (14/1/2026) malam, Satria Muda Pertamina Bandung berhasil meraih kemenangan dengan skor 80 – 61.

Pertandingan tersebut berjalan dengan tempo tinggi sejak tip-off, quarter pertama berlangsung panas dengan saling kejar poin, namun hingga quarter keempat, Satria Muda tetap mendominasi hingga akhirnya mengunci kemenangan dengan skor akhir 80 – 61.

Baca Juga: Pemain Persib Bandung Minus Perhatian John Herdman

Pelatih Satria Muda Pertamina Bandung, Djordje Jovicic, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya pada pertandingan tersebut. Selain itu, menurutnya pemain bisa menjalankan instruksi yang diberikan olehnya dengan maksimal.

“Selamat kepada skuat saya Satria Muda Pertamina Bandung dan terima kasih kepada Satya Wacana atas pertandingan ini. Secara permainan, para pemain kami menjalankan defense dengan sangat baik dalam menghadapi K. Kangu dan S. Pavlov,” ucapnya.

“Kami tidak memberikan banyak celah bagi mereka untuk mencetak poin. Itu menjadi salah satu hal yang paling saya perhatikan dari game ini. Awal musim memiliki jadwal yang sangat padat dan kami tidak memiliki banyak waktu untuk latihan,” ujarnya.

Pertandingan Menarik

Abraham Damar Grahita mewakili pemain Satria Muda Pertamina Bandung menuturkan, pertandingan tersebut berjalan dengan menarik. Karena, tuan rumah mampu memberikan perlawanan.

Baca Juga: Bandung bjb Tandamata Siap Tancap Gas di Seri Perdana Proliga 2026

“Ini merupakan pertandingan yang menarik. Kami sangat menghormati Satya Wacana. But win is a win, dan kami senang dengan kemenangan hari ini,” katanya.

Abraham menuturkan, meski meraih kemenangan namun masih ada kekurangan yang harus dibenahi agar di laga selanjutnya bisa tampil lebih baik lagi.

“Kami masih memiliki beberapa kekurangan dalam game plan dan akurasi. Pada pertandingan berikutnya kami akan bertemu Rans Simba Bogor, jadi kami harus segera memperbaiki hal tersebut agar bisa kembali meraih kemenangan,” ujarnya.

(Arif)

Kota Bandung Hadirkan Puskesmas 24 Jam Terintegrasi Adminduk

0
puskesmas kota bandung@fokusjabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi meluncurkan layanan Puskesmas 24 Jam Bandung Utama Kamis (15/1/2026)-Ist

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi meluncurkan layanan Puskesmas 24 Jam Bandung Utama sebagai upaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat.

Salah satu keunggulan layanan ini adalah integrasi pelayanan kesehatan dengan administrasi kependudukan. Warga yang melahirkan di puskesmas kini dapat langsung memperoleh dokumen kependudukan secara otomatis, mulai dari akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga pembaruan Kartu Keluarga.

Peresmian di lakukan langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam kegiatan peluncuran yang di pusatkan secara luring di Puskesmas Ibrahim Adjie serta di ikuti secara daring dari Puskesmas Garuda, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Suhu Udara di Bandung Lebih Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Pada tahap awal, dua puskesmas tersebut langsung beroperasi penuh selama 24 jam. Selanjutnya, layanan ini akan di perluas ke lima puskesmas lainnya.

Farhan mengatakan, bahwa keberadaan puskesmas 24 jam merupakan kebutuhan mendesak bagi kota besar seperti Bandung, bukan sekadar pemenuhan janji kampanye.

“Layanan kesehatan adalah bagian dari Standar Pelayanan Minimal yang wajib di penuhi pemerintah daerah. Dan standar itu dari waktu ke waktu harus semakin tinggi,”kata Farhan.

Farhan berharap, puskesmas 24 jam dapat menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat tidak harus langsung menuju rumah sakit saat mengalami kondisi darurat.

Dengan skema Jaminan Kesehatan Nasional dan Universal Health Coverage (UHC), warga di dorong memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama sebelum di rujuk ke rumah sakit.

Terdapat Kesenjangan Sosial

Farhan juga mengaitkan penguatan layanan kesehatan dengan kualitas pembangunan ekonomi Kota Bandung. Meski pertumbuhan ekonomi di proyeksikan mencapai 5,3 persen, ia mengakui masih terdapat kesenjangan sosial dan kesehatan yang perlu di tangani secara serius.

“Jumlah penduduk miskin memang menurun dan tingkat pengangguran terbuka berkurang. Namun kualitas kemiskinan justru memburuk. Fenomena yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya masih terjadi,”ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pelayanan publik yang lebih presisi dan berbasis karakteristik wilayah. Keberagaman kondisi tiap wilayah harus menjadi dasar dalam perencanaan layanan, termasuk sektor kesehatan.

Dengan dukungan Program Prakarsa dan pendataan sensus hingga tingkat RW yang telah mencapai 100 persen, Pemkot Bandung kini memiliki basis data untuk mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat, mulai dari sanitasi, rumah tidak layak huni, hingga prevalensi penyakit seperti diare, TBC, dan stunting.

“Puskesmas 24 jam ini adalah bagian dari penyelesaian masalah mendasar. Kita selesaikan dulu ‘skin care’-nya sebelum make up dan lipstik,”ucapnya.

Baca Juga: Bandung bjb Tandamata Siap Tancap Gas di Seri Perdana Proliga 2026

Komitmen Dinas Kesehatan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Sony Adam mengatakan, Puskesmas 24 Jam merupakan bentuk komitmen Dinas Kesehatan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih responsif.

“Hari ini kita launching di Puskesmas Ibrahim Adjie dan Puskesmas Garuda. Selanjutnya, insyaallah akan menyusul lima puskesmas lainnya,” kata Sony.

Sony menyebut, Lima puskesmas yang di rencanakan menyusul adalah Puskesmas Pagarsih, Kopo, Padasuka, Cipadung, dan Cipamokolan. Model layanan pada tahap awal akan menjadi prototipe sebelum di replikasi di lokasi tersebut.

Sony juga memastikan, Puskesmas Ibrahim Adjie telah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sehingga seluruh proses administrasi bagi ibu melahirkan dapat langsung di layani di puskesmas.

(Yusuf Mugni)

Bangunan Penggorengan Makanan Ringan di Ciamis Terbakar

0
Bangunan penggorengan makanan ringan fokusjabar.id
Personel Damkar UPTD Ciamis saat memadamkan api di bangunan pengorengan makanan ringan

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Bangunan penggorengan makanan ringan milik Yadi di Dusun Tangkil Desa Panaragan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) hangus terbakar, Kamis (15/1/2026) dini hari.

Kebakaran bangunan 2 x 6 meter persegi tersebut tidak menelan korban jiwa mapun luka. Pemilik hanya merugi sekitar Rp50 juta.

BACA JUGA:

Kenangan Manis ‘Telephone Koin’ di Pasar Ciamis

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto menyebut, penyebab kebakaran di duga dari tungku api yang tidak di padamkan dengan sempurna setelah aktivitas pada malam hari.

“Kejadian kebakaran pada pukul 03.30 WIB,” katanya, Kamis (15/1/2026).

Trisyanto mengatakan, api yang membakar bangunan penggorengan makanan ringan pertama kali diketahui oleh pemiliknya.

“Saat kejadian, pemilik bangunan merasakan pengap karena asap,” ungkap Trisyanto.

Menurut Dia, si pemilik langsung mengecek sumbar asap tebal yang masuk ke dalam rumahnya.

“Saat pemilik rumah mengecek bangunan tempat penggorengan di belakang rumah, Dia melihat kobaran membakar tempat penggorengan,” jelasnya.

Selanjutnya pemilik bangunan tempat penggorengan makanan ringan berteriak minta pertolongan warga.

Warga yang mendengar teriakan, langsung berdatangan dan berusaha membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Dan ada warga yang melaporkan kejadian itu kepada Damkar UPTD Ciamis,” terangnya.

BACA JUGA:

Harga Bawang Putih di Pasar Manis Ciamis Naik

Trisyanto menerangkan, petugas UPTD Damkar Ciamis langsung melakukan penanganan.

“Api berhasil dipadamkan dan sudah dilakukan pendinginan,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)