spot_imgspot_img
Senin 27 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 339

Sekolah Lansia PWRI Santun Jadi Wadah Pemberdayaan 16 Ribu Lansia di Tasikmalaya

0
Sekolah Lansia Tasikmalaya FOKUSJabar.id
Launching Sekolah Lansia PWRI Santun Kota Tasikmalaya, Wujud Untuk Pemberdayaan dan Kualitas Lansia (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Komitmen meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) terus di perkuat di Kota Tasikmalaya. Hal itu di tandai dengan di luncurkannya Sekolah Lansia PWRI Santun Kota Tasikmalaya yang diresmikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Asep Goparulloh, bersama Ketua PWRI Kota Tasikmalaya Rahmat Kurnia.

Launching Sekolah Lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) tersebut di gelar di Aula Utama Kantor Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Komplek Balekota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun Nomor 1, Kecamatan Bungursari, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Kepler Sianturi: 10 Persen Anggaran Pembangunan Kota Tasikmalaya untuk PJU

Peluncuran Sekolah Lansia PWRI Santun menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas hidup dan kebahagiaan para lansia di Kota Tasikmalaya, yang jumlahnya saat ini mencapai sekitar 16 ribu orang.

Sekda Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, mengapresiasi inisiatif PWRI yang mampu mendorong lansia agar tetap aktif. Terlebih menjadikan para lansia produktif, dan berdaya di masa tua.

“Kami sangat mengapresiasi PWRI Kota Tasikmalaya atas peluncuran Sekolah Lansia PWRI Santun ini. Sekolah ini merupakan bentuk sekolah kehidupan bagi para lansia agar tetap berdaya dan bahagia. Terlebih menjadikan mereka memiliki tempat terhormat di tengah masyarakat,” ujar Asep.

Menurutnya, lansia merupakan aset bangsa yang memiliki pengalaman serta kearifan berharga untuk turut berkontribusi dalam pembangunan daerah, bangsa, dan negara.

“Mereka adalah aset yang harus kita jaga bersama. Melalui Sekolah Lansia ini, para orang tua kita tetap bisa belajar dan berbagi pengalaman. Serta menjaga kualitas hidup agar tetap sehat, bahagia, dan mandiri,” katanya.

Sarana Pemberdayaan Lansia Agar Tetap Produktif

Ia menambahkan, kehadiran Sekolah Lansia PWRI Santun bukan hanya menjadi wadah pembelajaran, tetapi juga sarana pemberdayaan agar lansia tetap sehat, aktif, produktif, dan bermartabat di usia senja.

“Kita wajib memberikan ruang bagi lansia untuk berekspresi dan di dampingi. Serta dihargai sebagai sosok yang tetap berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.

Asep juga menegaskan, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2026 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Peraturan tersebut menjamin hak-hak lansia, termasuk layanan pendidikan, pelatihan, kesehatan, serta penguatan mental dan spiritual.

“Apa yang kita launching hari ini merupakan wujud nyata tanggung jawab bersama. Tujuannya untuk memastikan hak-hak lansia terpenuhi secara bermartabat dan manusiawi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWRI Kota Tasikmalaya, Rahmat Kurnia, menjelaskan Sekolah Lansia PWRI Santun dirancang sebagai ruang pembinaan berkelanjutan bagi para lansia. Materi pembelajaran meliputi edukasi kesehatan, kebugaran jasmani, keagamaan, keterampilan sosial, serta pemahaman hak dan peran lansia di masyarakat.

“Melalui Sekolah Lansia ini, kami ingin para lansia tetap merasa dihargai dan dibutuhkan. Terlebih mampu menjalani masa tuanya dengan penuh makna, santun, dan bermartabat,” ungkap Rahmat.

Ia menyebutkan, hingga awal 2026 jumlah lansia di Kota Tasikmalaya mencapai sekitar 16 ribu orang. Banyak di antaranya masih aktif mengabdi di berbagai bidang dan profesi.

“Harapannya hadirnya Sekolah Lansia PWRI Santun yang bekerja sama dengan Indonesia Ramah Lansia (IRL) dapat menjadikan Kota Tasikmalaya semakin siap menghadapi tantangan peningkatan jumlah lansia, sekaligus menciptakan lingkungan yang ramah, sehat, dan sejahtera bagi para orang tua,” harapnya.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar dan komitmen bersama untuk menjadikan Sekolah Lansia PWRI Santun sebagai pusat pembelajaran. Kemudian juga menjadi wadah pemberdayaan lansia di Kota Tasikmalaya, Mutiara dari Priangan Timur,” pungkasnya.


(Seda)

Super League 2025/2026, Persib Bandung Minim Kebobolan 

0
persib bandung@fokusjabar.id
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak.(Arif/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung menjadi tim yang paling minim kebobolan pada putaran pertama kompetisi Super League 2025/2026.

Tim Maung Bandung dari 17 pertandingan yang dimainkan di putaran pertama kompetisi Super League 2025/2026, hanya kebobolan 11 gol.

Sebagai informasi, Persib Bandung saat bermain di kandang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, dari 8 pertandingan hanya kebobolan satu gol yakni saat menjamu Borneo FC.

Baca Juga: Juara Paruh Musim Super League, Bojan Hodak Tidak Puas

Sebagai tim yang paling sedikit kebobolan, Maung Bandung mengungguli Persija Jakarta dan Persita Tangerang yang sama-sama sudah kebobolan 14 gol. Statistik ini menunjukkan jika Persib memiliki lini pertahanan yang solid.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menuturkan pertahanan yang kokoh merupakan penting bagi setiap tim, karena dengan demikian akan menyulitkan tim lawan.

“Jika melihat hasil dan klasemen, tentu yang paling penting adalah pertahanan berjalan dengan baik. Jadi sejauh ini pertahanan kami yang terbaik di liga, tentu saja ini adalah kunci (keberhasilan),” kata Bojan Hodak.

Baca Juga: Gelandang Serang Persib Berguinho Lupakan Sepakbola

Dari segi penyerangan, Persib hanya mencetak 27 gol kalah produktif dari Malut United (33), Persija (32), Borneo FC (31). Menurut Bojan, ketajaman lini depan tak kalah penting.

Sehingga, hal itu menjadi bahan evaluasi Bojan Hodak sebelum menghadapi putaran kedua kompetisi Super League 2025/2026.

“Karena serangan bisa memenangkan pertandingan. Tapi pertahanan juga bisa memenangkan gelar juara,” tegas Bojan Hodak.

(Arif)

Peresmian Jembatan Sodongkopo Pangandaran Belum Ada Kepastian

0
pangandaran@fokusjabar.id
Jembatan Sodongkopo di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.(foto:Yud's)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Peresmian jembatan Sodongkopo oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi hingga saat ini belum juga ada kepastian. Padahal, pembangunannya sudah rampung.

Jembatan Sodongkopo merupakan akses penghubung antara Nusawiru dan objek wisata Pantai Batu Karas Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Dadan Sugistha saat di konfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PURP) Pangandaran terkait persemian jembatan Sodongkopo.

Baca Juga: Kena Damprat Bupati, Disparbud Pangandaran Gercep Atasi Sampah

“Kemarin kami telah berkoordinasi dengan dinas PU, tapi hingga saat ini belum ada konfirmasi lanjutan terkait kapan peresmiannya,” ungkap Dadan Sugistha, Kamis (15/1/2026).

Padahal, lanjut dia, saat ini masyarakat Pangandaran sudah tidak sabar menunggu jembatan Sodongkopo tersebut di resmikan oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

“Tentunya masyarakat Kabupaten Pangandaran sangat bangga, atas pembangunan jembatan Sodongkop. Yang merupakan ikon baru yang mampu menarik para wisatawan,”jelasnya.

Saat ini, walau belum di resmikan, pesona jembatan Sodongkopo sudah menarik perhatian masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah.

Baca Juga: Bupati Citra Semprot Satpol-PP dan Disparbud Pangandaran, Ada Apa?

“Banyak masyarakat juga wisatawan yang mengambil momen saat berada di jembatan berwarna putih tanpa pilar di bawah itu,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Pembangunan Jembatan Sodongkopo Pangandaran di biayai oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat.

Senilai Rp55,4 miliar pada tahap kedua, dengan lama pekerjaan 255 hari kalender, terhitung sejak tanggal 21 April 2025. Dengan panjang jembatan 140 meter dan lebar 7 meter, dan jalur bagi para pejalan kaki, masing-masing 2,5 meter.

(Sajidin)

Eksponen 96 Pertanyakan Rumus Pembayaran PJU Rp30,6 Miliar di Kota Tasikmalaya

0
IPAL Tasikmalaya@fokusjabar.id
Ketua Tasikmalaya Progressive Society, Dadi Abidarda.(Dok)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Menyikapi terkait tagihan dari PLN untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) sebesar Rp30,6 Miliar per tahun terhadap Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Aktivis Eksponen 96, Dadi Abidarda mempertanyakan tentang rumus pembayaran dari Pemkot Tasikmalaya ke pihak PT. PLN (Persero). Dan apakah hal tersebut sudah di bahas sebelumnya di rapat DPRD?.

“Ini kan harus di buka ke publik, rumus bayarnya seperti apa?. Karena banyak juga PJU yang tidak menyala di Kota Tasikmalaya. Apalagi pembayarannya puluhan miliar,” ungkap Dadi Abidarda, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Kepler Sianturi: 10 Persen Anggaran Pembangunan Kota Tasikmalaya untuk PJU

Karena pembayaran sebesar Rp30,6 Miliar tersebut, kata Dadi Abidarda, bersumber dari APBD Kota Tasikmalaya. Maka, hal tersebut harus di buka secara terang benderang ke publik.

“Rp30,6 miliar ini per tahun kan. Jadi di kalkulasi tiap bulannya itu Rp 2 miliar lebih, ini sangat fantastis. Dan apakah angka sebesar itu sudah atas persetujuan DPRD Kota Tasikmalaya?,” tanya Dadi Abidarda.

Selain itu, yang membuat dia heran, kata Dadi, terkait angka Rp 30,6 miliar justru muncul dari salah seorang anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya.

“Jadi saya berasumsi bahwa anggaran sebesar Rp30,6 miliar tersebut tidak di bahas sebelumnya di DPRD Kota Tasikmalaya. Karena anggota DPRD justru yang membongkar,” tuturnya.

Dua Sisi Mata Uang

Padahal, lanjut Dadi, Eksekutif dan Legislatif ibarat dua sisi mata uang. Dan tentunya saling melengkapi dalam perjalanan roda pemerintahan.

Baca Juga: Rakyat Gigit Jari, Rp30,6 Miliar APBD Kota Tasikmalaya Menguap di PJU

“Dan jumlah PJU di Kota Tasikmalaya jumlahnya ada berapa, itu juga harus di sampaikan ke publik. Supaya masyarakat juga mengetahui layak atau tidaknya Pemkot Tasikmalaya bayar tagihan hingga Rp30,6 miliar,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Dadi juga mengajak kepada masyarakat Kota Tasikmalaya untuk menyoroti terkait masalah tagihan PJU sebesar Rp30,6 miliar yang sudah di bayar pihak Pemkot Tasikmalaya.

“Mari kita pantau, dan meminta Pemkot Tasikmalaya dan pihak PLN untuk menyampaikan secara terbuka terkait tagihan juga pembayaran PJU sebesar Rp30,6 miliar. Dan rumusnya seperti bagaimana?,” pungkasnya.

(Yud’s)

Siap Tes DNA! Ressa Rizky Kantongi Bukti Anak Kandung Denada

0
Ressa Rizky fokusjabar.id
Ressa Rizky dan Denada (foto: web)

BANYUWANGI, FOKUSJabar.id: Seorang pemuda asal Banyuwangi Jawa Timur (Jatim) bernama Ressa Rizky (24) membuat heboh jagat publik.

Betapa tidak, Ressa Rizky berani menggugat penyanyi Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan atas perbuatan melanggar hukum dan dugaan penelantaran anak.

BACA JUGA:

Heboh! Julia Prastini buka Hijab dan ke Bali Bareng Jefri Nichol

Publik mengetahui bahwa Denada hanya mempunyai satu orang anak perempuan bernama Shakira Aurum dari pernikahannya dengan Jerry Aurum seorang fotografer asal Bali.

Ressa Rizky menuntut pengakuan dari Denada bahwa Dia adalah anak kandungnya yang telah di telantarkan dan menuntut ganti rugi Rp7 milyar.

Bersama kuasa hukumnya, Ressa sudah mengantongi bukti-bukti pendukung. Dia juga siap melakukan tes DNA untuk membuktikan bahwa dirinya anak kandung wanita kelahiran 19 Desember 1978 tersebut.

“Tes DNA sebuah keniscayaan jika perlu pembuktian. Kalau di perlukan, kami akan mengajukan izin untuk melakukan tes DNA,” kata Mohammad Firdaus, kuasa hukum Ressa seperti di lansir kompas.com.

Firdaus menyoroti putri almarhumah artis senior Emilia Contessa tersebut yang hingga saat ini belum memberi respon apapun untuk menanggapi atau membantah gugatan mereka.

Dalam kasus ini, Ressa merupakan anak di luar pernikahan. Dan Denada sebagai terduga ibu dengan anak di luar pernikahan harus memenuhi tanggung jawabnya sebagai ibu. Hal itu di atur dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan.

BACA JUGA:

Tetap Stylish di Musim Hujan, 7 Tips Outfit Anti Ribet di Cuaca Ekstrem

“Kalau tidak bisa membuktikan itu, ganti rugi jadi sebuah keharusan. Karena kembali kepada aturan hukum, anak yang lahir di luar nikah tanggung jawab ibu,” tegas Firdaus.

Sebelumnya pihak Denada melalui pernyataan resmi manajemennya, meminta ruang dan ketenangan menyusul gugatan dugaan penelantaran anak yang kini tengah bergulir di ranah hukum.

Dalam pernyataan, manajemen menyebut isu yang beredar saat ini merupakan persoalan keluarga yang seharusnya diselesaikan secara privat.

Meski begitu, Denada dan kuasa hukumnya tengah mempelajari gugatan yang diajukan Ressa Rizky.

(Cita Amalia)

Kena Damprat Bupati, Disparbud Pangandaran Gercep Atasi Sampah

0
disparbud pangandaran fokusjabar.id
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar), Dadan Sugistha mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak dalam menangani sampah dan penertiban para pedagang di kawasan wisata Batu Hiu dan Jembatan Sodongkopo,  Kamis (15/1/2026).

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari keluhan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami yang merasa prihatin ketika melihat kondisi wisata Batu Hiu yang nampak kumuh.

BACA JUGA:

Pemkab Pangandaran Rombak Pejabat Eselon lll, Ini Penjelasan BKPSDM

Bagaimana tidak, di sana banyak sampah dan pedagang semakin menjamur. Sehingga keindahan kawasan tersebut hilang.

“Kami sudah melakukan kordinasi dengan Satpol-PP dan Kepala Desa Ciliang. Kami juga telah berkoordinasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat,” kata Dia kepada FOKUSJabar di ruang kerjanya.

Tak hanya koordinasi, Dadan juga langsung terjun ke lokasi melakukan pemantauan di kawasan tersebut.

Dari hasil pemantauannya, Dia telah mempunyai konsep dalam menangani persoalan tersebut.

“Untuk permasalahan sampah, kami telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) untuk menambah ketersediaan tempat sampah khusus di Batu Hiu,” katanya.

Menurut Dadan, konsep serupa juga akan di terapkan di lokasi Jembatan Sodongkopo. Sebab, cara demikian mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di lokasi jembatan kebanggaan masyarakat Pangandaran itu.

BACA JUGA:

Bupati Citra Semprot Satpol-PP dan Disparbud Pangandaran, Ada Apa?

“Kaitan sampah, sekarang sudah ada tong sampah. Kalau kaitan dengan para pedagang, itu sudah di tertibkan oleh Satpol-PP,” ungkapnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami meluapkan kekecewaannya setelah mendapati kawasan sepadan Pantai Batu Hiu penuh sampah dan pedagang.

Kondisi tersebut dinilai merusak keindahan serta citra destinasi wisata unggulan Pangandaran.

Peristiwa itu terjadi saat Citra melakukan aktivitas lari pagi bersama tim dan anak bungsunya. Dia menyusuri kawasan Batu Hiu hingga menuju Pendopo.

Saat melintas di lokasi wisata tersebut, ia mendapati lingkungan yang tampak kumuh akibat sampah berserakan dan bertambahnya pedagang baru di area sepadan pantai.

(Sajidin)

Juara Paruh Musim Super League, Bojan Hodak Tidak Puas

0
Bojan Hodak fokusjabar.id
Bojan Hodak (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak mengatakan, meski jadi juara paruh musim Super League 2025/2026 namun dia tidak sepenuhnya puasdengn penampilan anak asuhnya.

Oleh karena itu, timnya harus tampil lebih baik di sepanjang putaran kedua jika ingin mempertahankan puncak klasemen hingga akhir musim.

BACA JUGA:

Patricio Matricardi Quality Time Bersama Keluarga

Menurut Bojan Hodak, banyak anak asuhnya yang gagal mencetak gol dari titik penalti dan kerap kebobolan di menit-menit akhir pertandingan. Selain itu, menderita tiga kali kekalahan.

“Saya tidak bisa komplain, karena sejauh ini kami bermain dengan baik dan berada di posisi nomor satu. Baik di liga domestik dan grup ACl 2. Ini pertanda bagus, tapi masih bisa lebih baik,” kata Bojan Hodak.

Tim kebanggaan Bobotoh akan menjalani pertandingan perdana putaran kedua dengan menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Minggu (25/1/2026).

Thom Haye dan kawan-kawan memiliki cukup waktu dalam menyiapkan diri.

Saat ini, para pemain Persib masih diliburkan dari program latihan bersama.

BACA JUGA:

Pemain Persib Bandung Minus Perhatian John Herdman

Marc Klok cs mendapat jatah libur selama 4 hari setelah menjalani pertandingan kontra Persija Jakarta di Stadion GBLA, Minggu (11/1/2026) lalu.

Para pemain Persib Bandung akan kembali menjalani latihan pada Jumat, 16 Januari 2026.

(Bambang Fouristian)