spot_imgspot_img
Minggu 26 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 338

PSGC Ciamis Mantap ke 8 Besar Liga Nusantara, Target Naik Kasta Kian Nyata

0
CIAMIS,FOKUSJabar.id
Foto : Instagram PSGC Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang juga bertindak sebagai Manajer PSGC Ciamis menyampaikan optimisme tinggi terhadap peluang tim berjuluk Laskar Singacala usai memastikan satu tiket ke babak 8 besar Liga Nusantara musim 2025/2026.

PSGC Ciamis saat ini telah mengoleksi 25 poin, sebuah capaian yang secara matematis memastikan posisi mereka aman di delapan besar. Herdiat menjelaskan, meski pesaing terdekat mampu menyapu bersih tiga pertandingan sisa dan menambah sembilan poin, PSGC tetap memiliki peluang memperlebar jarak karena masih menyisakan tiga laga penting.

Baca Juga: Super League 2025/2026, Persib Bandung Minim Kebobolan 

“Kalaupun tim di bawah menyapu bersih dan poinnya menjadi 26, kita masih punya tiga pertandingan. Artinya peluang tetap terbuka dan posisi kita relatif aman,” ujar Herdiat, Kamis (15/1/2026).

Lebih jauh, Herdiat menegaskan bahwa target utama PSGC musim ini bukan sekadar lolos ke delapan besar, melainkan menembus Liga 2. Target tersebut menjadi harapan besar setelah dalam empat musim terakhir PSGC selalu gagal di fase penentuan meski tampil kompetitif.

“Kita sudah terlalu sering hampir lolos. Tahun ini harus menjadi momentum. Insyaallah target naik ke Liga 2 bisa tercapai,” tegasnya.

Rotasi dan Regenerasi Pemain

Untuk tiga laga tersisa, manajemen dan tim pelatih berencana melakukan rotasi pemain, khususnya dengan memberi jam terbang lebih kepada pemain muda U-21. Langkah ini dinilai penting, baik untuk menjaga kebugaran skuad utama maupun sebagai bagian dari regenerasi tim.

“Pemain muda perlu diberi kesempatan. Selain menjaga stamina pemain inti, ini juga investasi untuk masa depan PSGC,” kata Herdiat.

Dari sisi kondisi tim, Herdiat memastikan skuad berada dalam keadaan relatif ideal. Tidak ada pemain yang terkena akumulasi kartu kuning berlebih, sementara beberapa pemain yang sempat mengalami cedera kini mulai pulih dan siap kembali merumput.

Apresiasi untuk Pelatih

Herdiat juga memberikan apresiasi kepada pelatih kepala Herkis. Meski dikenal berpengalaman menangani klub Liga 1, Coach Herkis dinilai mampu menyesuaikan diri dengan karakter Liga 3 yang lebih menitikberatkan pada pembinaan dan pengembangan pemain muda.

“Coach Herkis bisa beradaptasi dengan baik. Ini penting karena Liga 3 bukan hanya soal hasil, tapi juga proses pembinaan,” ungkapnya.

Isu Domain Resmi PSGC

Di luar urusan teknis tim, Herdiat turut menyinggung kabar mengenai domain situs resmi PSGC yang sempat disebut diretas dan terhubung dengan konten judi online. Namun, ia mengaku belum mendalami persoalan tersebut secara detail dan akan menindaklanjuti sesuai kewenangan pengelola.

(Irfansyahriza)

MinyaKita Menghilang di Pasar Manis Ciamis

0
Pasar Manis Ciamisfokusjabar.id
Pedagang Pasar Manis Ciamis,Yani

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sejumlah pedagang di Pasar Manis Ciamis mengeluhkan sulitnya mendapatkan Minyakita dari distributor.

Alhasil, beberapa pedagang di Pasar Manis Ciamis takmenjual MinyaKita.

BACA JUGA:

Bangunan Penggorengan Makanan Ringan di Ciamis Terbakar

Hal itu dibenarkan salah satu pedagang di Pasar Manis Ciamis, Yani. Menurut Dia, saat ini tak menjual MinyaKita. Baik yang berupa kemasan refil maupun botol.

“Sudah beberapa hari ini Saya tidak menjual MinyaKita,” katanya.

Saat ini, hampir di semua distributor yang biasa mengirim tidak menyediakan lagi. Sehingga para pedagang kelimpungan.

“Kalaupun ada, jatah pembeliannya dibatasi dan itupun harus membeli minyak sayur non subsidi merk lain baru bisa dilayani,” ungkapnya.

Menurut Dia, kondisi tersebut dialami juga oleh pedagang lain karena kesulitan untuk mendapatkan barang tersebut.

“Saya sudah berkeliling ke sejumlah pedagang. Mereka semua mengaku tidak menyediakan karena memang barangnya tidak ada,” jelasnya.

BACA JUGA:

Pemuda Muhammadiyah Ciamis Siap Jadi Mitra Strategis Pemkab

Yani meminta, pemerintah mengembalikan ke pasaran. Pasalnya, masyarakat sangat membutuhkan karena harganya terjangkau.

“Kami minta harganya sesuai HET. Sehingga bisa menjual sesuai aturan,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Tak Dipakai Berobat, Iuran BPJS Kesehatan Dipakai Apa?

0
BPJS Kesehatan fokusjabar.id
BPJS Kesehatan (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Dari sekian banyak peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mungkin di antaranya ada yang tak pernah menggunakan kartu BPJS Kesehatan untuk berobat.

Kondisi tersebut mungkin memicu pertanyaan mengenai fungsi iuran yang di bayarkan setiap bulan. Terutama bagi peserta yang dalam keadaan sehat.

BACA JUGA:

Program “Rehab” BPJS Kesehatan Bantu Peserta Lunasi Tunggakan Secara Bertahap

Mengutip kompas.com, BPJS Kesehatan menjelaskan bahwa iuran peserta pada dasarnya menjadi sumber pendanaan utama JKN yang di jalankan dengan prinsip gotong royong.

Lewat skema tersebut, peserta yang sehat turut membantu pembiayaan pengobatan peserta lain yang sedang membutuhkan layanan kesehatan.

Di balik setiap layanan kesehatan yang di terima peserta JKN, tersimpan peran jutaan peserta lain yang rutin membayar iuran.

Melalui iuran tersebut, seluruh peserta gotong royong memastikan layanan kesehatan tetap berjalan dan dapat di akses siapa pun yang membutuhkan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah mengatakan, sebagian peserta BPJS Kesehatan yang rutin membayar iuran mungkin belum menyadari bahwa mereka adalah pahlawan masa kini.

Artinya, para peserta dapat membantu membiayai pengobatan peserta lain yang sedang sakit.

BACA JUGA:

BPJS Kesehatan: Dengan KTP Dapat Pengobatan

Rizzky menyebut, skema gotong royong inilah yang menjadi fondasi utama Program JKN yang di kelola oleh BPJS Kesehatan.

Menurutnya, program JKN tercatat telah memberikan perlindungan kesehatan kepada lebih dari 282 juta peserta di seluruh Indonesia.

Pada 2024, tercatat 673,9 juta pemanfaatan layanan kesehatan. Atau rata-rata 1,8 juta layanan per hari yang seluruhnya ditanggung melalui dana iuran JKN.

Rizzky menambahkan, tingginya pemanfaatan layanan tersebut membutuhkan pendanaan yang kuat dan berkelanjutan. Sumbernya dari iuran peserta dan pemberi kerja.

“Karena itu, kesadaran kolektif membayar iuran tepat waktu menjadi kunci agar layanan kesehatan tetap bisa dinikmati bersama,” ungkapnya.

Rizzky menjelaskan, meski seorang peserta tidak pernah menggunakan layanan kesehatan. Iurannya tetap memberikan manfaat nyata bagi sistem.

Iuran tersebut membantu peserta lain yang sedang sakit, mencegah masyarakat jatuh miskin akibat biaya pengobatan serta menjaga produktivitas ekonomi keluarga.

“Ketika masyarakat bisa berobat tanpa terbebani biaya, pemulihan lebih cepat dan produktivitas tetap terjaga,” katanya.

Kata Dia, program JKN dinilai mendorong pertumbuhan industri kesehatan, memperluas lapangan kerja serta meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Termasuk pada upaya promotif dan preventif.

Untuk memudahkan peserta, pembayaran iuran JKN kini dapat dilakukan melalui berbagai kanal. Mulai dari perbankan, PPOB, e-commerce, fintech hingga jaringan Kader JKN.

Faktanya, sudah ada lebih dari 1 juta titik layanan pembayaran tersedia di seluruh Indonesia.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga melakukan optimalisasi pengumpulan iuran melalui telekolekting, pesan WhatsApp hingga kerja sama lintas instansi.

BACA JUGA:

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan Selama Libur Lebaran 2025

Rizzky mengajak peserta tidak hanya disiplin membayar iuran. Namun juga dapat aktif mengawasi layanan dan melaporkan kendala melalui kanal pengaduan resmi.

“Gotong royong dalam JKN membuktikan bahwa solidaritas masih hidup. Dengan iuran yang dibayarkan, peserta turut menjaga kesehatan sesama,” pungkas Dia.

(Bambang Fouristian)

DKUKMP Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Lokal di Ciamis

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis, Dadan Wiadi

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ciamis kini memasuki tahap percepatan. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis, Dadan Wiadi, mengungkapkan pembangunan fisik di banyak lokasi masih berada di bawah 50 persen. Namun secara jumlah, proyek KDKMP yang telah mulai dibangun mencapai sekitar 158 unit, atau 60 persen dari total target yang direncanakan.

Menurut Dadan, pembangunan KDKMP dilakukan secara bertahap di seluruh desa dan kelurahan sebagai salah satu program strategis penguatan ekonomi berbasis komunitas. Meski secara kuantitas cukup signifikan, namun progres fisik di lapangan masih menghadapi sejumlah hambatan.

Baca Juga: Pasca Kebakaran di Desa Panaragan, BPBD Ciamis Turun Tangan Bantu Korban

Sejumlah Kendala Pembangunan

Dadan menjelaskan ada beberapa kendala utama yang memperlambat realisasi pembangunan, di antaranya:

  • Ketiadaan lahan milik desa maupun pemerintah, baik pemda, pemprov, maupun pemerintah pusat, pada beberapa titik lokasi.
  • Luas lahan yang tersedia tidak memenuhi standar, karena idealnya pembangunan KDKMP membutuhkan area sekitar 1.000 meter persegi.
  • Lokasi lahan yang kurang strategis, sehingga tidak mendukung optimalisasi operasional dan akses masyarakat.

Kendala-kendala ini mengharuskan sejumlah desa mencari solusi alternatif, seperti optimalisasi aset desa, koordinasi lintas instansi, atau penataan ulang lokasi dalam perencanaan.

Target Selesai Februari 2026

Berdasarkan informasi yang diterima DKUKMP, pembangunan fisik KDKMP untuk gerai pelayanan dan fasilitas pergudangan ditargetkan rampung pada Februari 2026. Pemerintah daerah berharap penyelesaian ini dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi desa melalui sistem koperasi yang lebih modern, tertata, dan terintegrasi.

Program KDKMP sendiri merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat melalui penyediaan pusat perdagangan, logistik, pemasaran UMKM, hingga layanan usaha yang dekat dengan masyarakat.

Model Bisnis: Memaksimalkan Potensi Ekonomi Lokal

Dadan menegaskan bahwa secara prinsip, keberadaan KDKMP tidak hanya terfokus pada penyediaan bangunan fisik, tetapi lebih pada membangun model bisnis koperasi yang memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat setempat.

Meski banyak NIB KDKMP yang tercatat di sektor perdagangan, Dadan berharap ke depannya koperasi tidak terpaku pada satu bidang saja. KDKMP didorong untuk dapat mengembangkan unit usaha lain, seperti:

  • pengolahan produk pertanian dan perkebunan lokal,
  • layanan keuangan mikro dan simpan pinjam,
  • pemasaran produk UMKM desa,
  • layanan distribusi dan pergudangan,
  • atau usaha lain yang sesuai potensi unggulan masing-masing wilayah.

“Kami ingin KDKMP bisa benar-benar melibatkan masyarakat dan memaksimalkan potensi ekonomi lokal. Tidak hanya berdagang, tetapi bergerak lebih luas untuk memberi manfaat jangka panjang,” jelasnya, Kamis (15/1/2026).

(Irfansyahriza)

Bidik Puncak Klasemen, Bandung bjb Tantang Popsivo di Laga Penentu Seri Pontianak

0
Bandung bjb Popsivo FOKUSJabar.id
Bidik Puncak Klasemen, Bandung bjb Tantang Popsivo di Laga Penentu Seri Pontianak

PONTIANAK,FOKUSJabar.id: Kemenangan impresif di laga pembuka tak membuat Bandung bjb Tandamata berpuas diri. Tim asuhan Risco Herlambang langsung mengalihkan fokus ke laga krusial menghadapi Jakarta Popsivo Polwan pada lanjutan babak reguler putaran pertama seri Pontianak yang digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani, Minggu (11/01/26).

Pertandingan ini menjadi penentu peta kekuatan di kelompok putri. Bandung bjb mengincar kemenangan demi mengamankan posisi puncak klasemen sekaligus menegaskan dominasinya di seri perdana Proliga.

BACA JUGA: IBL 2026: Satria Muda Pertamina Bandung Menang atas Satya Wacana Salatiga

Saat ini, Bandung bjb mengoleksi tiga poin dari satu pertandingan dan berada di peringkat ketiga klasemen sementara. Posisi tersebut hanya terpaut selisih rasio poin dari Phonska Plus Pupuk Indonesia yang meraih kemenangan telak 3-0 atas Medan Falcons, Sabtu (10/01/26).

Hasil tersebut membuat Popsivo dan bjb harus rela bergeser ke posisi dua dan tiga.

Dengan konfigurasi klasemen yang ketat, duel antara Bandung bjb dan Popsivo dipastikan menjadi laga penentu siapa yang akan keluar sebagai penguasa seri Pontianak di sektor putri.

Manajer Bandung bjb Tandamata, Asep Sukmana menegaskan bahwa pihaknya sepenuhnya mempercayakan persiapan tim kepada jajaran pelatih.

Ia menilai, performa tim sejauh ini menunjukkan progres positif. Terutama saat bjb menundukkan Jakarta Livin Mandiri dengan skor meyakinkan 3-0 (25-21, 25-15, 25-21), Jumat (09/01/26).

“Secara umum tim sudah berjalan sesuai rencana pelatih dan kami cukup puas. Namun tentu masih ada hal yang perlu di perbaiki. Terutama komunikasi di lapangan. Harus ada pemain yang berani bersuara agar permainan tidak bergantung pada satu individu saja,” ujar Asep.

Kolaborasi Antar Pemain Muda

Menurutnya, kolaborasi antara pemain muda, senior, dan legiun asing menjadi kunci kekuatan Bandung bjb musim ini. Ia menyebut, fleksibilitas komposisi pemain memungkinkan pelatih melakukan rotasi sesuai kebutuhan pertandingan.

Asep juga membuka peluang bagi sejumlah pemain muda untuk kembali tampil menonjol. Jika pada laga sebelumnya Calista Maya Ersandita tampil cemerlang sebagai outside hitter, maka bukan tak mungkin nama-nama seperti Wa Ode Ardiana, Tiara A. Ratna Sanger, Maradanti “Rara” Namira, Shintia Alliva Mauludina, hingga Cindy Tiara Berliyan akan mendapat kesempatan unjuk kemampuan saat menghadapi Popsivo.

Sebagai bagian dari persiapan, tim pelatih Bandung bjb telah melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk menganalisis kemenangan Popsivo atas Medan Falcons dengan skor 3-0 (25-20, 25-19, 25-14).

Pelatih kepala Bandung bjb, Risco Herlambang, menegaskan bahwa timnya tetap akan mengandalkan perpaduan pemain muda, senior, dan asing. Strategi ini diterapkan agar permainan tim tidak terlalu bertumpu pada dua legiun asing, Sonaly Cidrao (Brasil) dan Anastasia Guerra (Italia).

“Kami ingin permainan lebih kolektif. Komunikasi, terutama di sektor pertahanan, harus lebih solid dan para pemain harus tampil lebih percaya diri,” kata Risco.

Risco juga menyadari laga melawan Popsivo akan memiliki tekanan tersendiri, terlebih dengan dukungan penuh suporter lawan. Namun ia optimistis mental bertanding para pemainnya cukup kuat untuk meredam situasi tersebut.

Menurutnya, perhatian khusus akan diberikan pada dua pemain asing Popsivo asal Republik Dominika, Yonkaira Peña dan Bethania de la Cruz-Mejía, serta kekuatan middle block mereka.

“Kunci melawan Popsivo adalah menekan sejak servis awal agar mereka tidak bisa mengembangkan permainan. Jika kami bisa tampil seperti saat menghadapi Livin, saya yakin peluang menang sangat terbuka,” tegas Risco.

Chemistry Pemain Telah Terbentuk

Sementara itu, Calista Maya Ersandita mengungkapkan bahwa kekompakan dan chemistry antarpemain kini semakin terbentuk. Meski demikian, ia mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap menjaga konsistensi permainan agar kesalahan musim lalu tidak terulang.

“Chemistry kami sudah cukup baik, tapi tetap harus fokus dan konsisten. Musim lalu kami gagal melangkah jauh karena inkonsistensi. Semoga melawan Popsivo nanti kami bisa tampil lebih solid dan saling mendukung,” ujar Calista.

Ia pun berharap dapat kembali dipercaya tampil dan berkontribusi maksimal demi membawa Bandung bjb Tandamata meraih hasil terbaik di seri Pontianak.

Darurat Fiskal Daerah, Pemkot Banjar Kembali Pangkas TPP ASN dan P3K

0
TPP ASN Banjar, FOKUSJabar.id
Ilustrasi WEB

BANJAR,FOKUSJabar.id: Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemerintah Kota Banjar kembali harus menelan pil pahit.

Awal tahun 2026 ini, Pemkot Banjar resmi memberlakukan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk pembayaran bulan Desember 2025 yang di cairkan pada Januari 2026.

Kebijakan tersebut mencerminkan semakin ketatnya kondisi fiskal daerah.

Wali Kota Banjar, Sudarsono, membenarkan langkah penyesuaian TPP tersebut sebagai konsekuensi dari keterbatasan keuangan daerah.

Baca Juga: Sampah Menggunung di Sejumlah TPS Kota Banjar

“Betul, melihat kondisi keuangan kita saat ini, perlu di lakukan penyesuaian,” ujar Sudarsono dalam pesan tertulis yang diterima, Rabu (14/1/2026).

Berdasarkan surat keputusan wali kota, besaran TPP yang di terima pegawai berbeda-beda di setiap kelompok. PNS umum hanya menerima 60 persen dari TPP penuh. Sementara ASN UPTD Puskesmas BLUD memperoleh 56 persen, dan P3K menjadi kelompok paling terdampak dengan hanya menerima 38 persen dari hak semula.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar, Ian Rakhmawan Suherli, menjelaskan kebijakan ini merupakan penyesuaian kedua dalam waktu relatif singkat. Sebelumnya, pada Mei 2024, Pemkot Banjar telah memangkas TPP ASN sebesar 20 persen. Kemudian tenaga kesehatan 25 persen, dan P3K hingga 50 persen.

“Jika dihitung dari dua kali penyesuaian tersebut, total pemotongan dari TPP awal mencapai 40 persen untuk ASN. Kemudian juga 44 persen untuk tenaga kesehatan, dan 62 persen untuk P3K,” jelas Ian.

Gambaran Rapuhnya Keuangan Daerah

Meski pembayaran TPP bulan Desember tetap akan diproses, Ian mengakui bahwa pemotongan berulang ini menjadi gambaran rapuhnya kondisi keuangan daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjar belum optimal. Ssementara belanja rutin, terutama gaji dan tunjangan pegawai, menyerap porsi anggaran yang cukup besar. Di sisi lain, ketergantungan pada dana transfer pusat membuat daerah rentan ketika terjadi pengetatan fiskal secara nasional.

Sementara itu, pemerhati kebijakan publik Andi Maulana menilai pemotongan TPP berulang kali merupakan sinyal kuat adanya kondisi darurat fiskal di daerah.

“Pemotongan TPP untuk kedua kalinya dalam waktu berdekatan menunjukkan bahwa keuangan daerah benar-benar berada dalam situasi kritis. Ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk serius mencari terobosan peningkatan PAD dan menekan belanja yang tidak prioritas. Jika tidak, dampaknya bisa merembet ke kualitas pelayanan publik,” tegasnya.

(IrfansyahRiza/Antik)

Pasca Kebakaran di Desa Panaragan, BPBD Ciamis Turun Tangan Bantu Korban

0
Kebakaran Desa Panaragan fokusjabar.id
Pasca Kebakaran di Desa Panaragan, BPBD Ciamis Turun Tangan Bantu Korban

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menyalurkan bantuan sembako kepada korban kebakaran yang menimpa bangunan tempat penggorengan makanan ringan milik Yadi (50) di Dusun Tangkil, Desa Panaragan, Kecamatan Cikoneng.

Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan terkait peristiwa kebakaran tersebut.

Baca Juga: Bangunan Penggorengan Makanan Ringan di Ciamis Terbakar

“Begitu menerima informasi kejadian kebakaran, kami langsung melakukan penanganan di lokasi dan menyalurkan bantuan kepada pemilik bangunan yang terdampak,” ujar Ani, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, langkah awal yang di lakukan BPBD pascakebakaran adalah melakukan asesmen di lapangan. Hasil asesmen tersebut kemudian di laporkan kepada pimpinan sebagai dasar penanganan lanjutan.

Baca Juga: Pemuda Muhammadiyah Ciamis Siap Jadi Mitra Strategis Pemkab

“Selain menyalurkan bantuan sembako, petugas BPBD juga ikut bergotong royong membantu warga membersihkan material sisa-sisa kebakaran,” katanya.

Ani menuturkan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga korban kebakaran dan membantu mereka dalam masa pemulihan,” pungkasnya.


(Husen Maharaja)