spot_imgspot_img
Minggu 26 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 337

Puncak Coklat Kita Silatusantren 2025 Digelar di Gunung Puntang, Santri Diajak Cintai Lingkungan

0
silatusantren coklat kita
Foto bersama para santri, perwakilan pimpinan pondok pesantren serta penyelenggara pada acara puncak Coklat Kita Silatusantren 2025 yang digelar di Gunung Puntang, Kamis-Jumat (15-16/1/2026). (FOTO: Ageng)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Program Coklat Kita Silatusantren 2025 mencapai puncaknya yang digelar di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Kamis-Jumat (15–16/1/2026). Acara puncak silaturahmi pesantren di Jawa Barat yang mengambil tema Tadabbur Alam diikuti ratusan santri dan perwakilan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah.

Perwakilan Coklat Kita, Yudi Wate Angin menuturkan, kegiatan Coklat Kita Silatusantren 2025 ini digelar secara berangkai di 15 kota/kabupaten di Jawa Barat. Di tahun 2025, penyelenggara tidak hanya memberikan ruang silaturahmi bagi para santri yang berasal dari pondok pesantren di Jabar tapi juga menjadi ruang edukasi hingga mencintai alam sekitar.

“Setelah berkeliling di 15 kota/kabupaten di tahun ini, acara Coklat Kita Silatusantren 2025 mencapai puncaknya di Gunung Puntang dengan mengambil tema Taddabur Alam. Tema yang diambil di kegiatan puncak Silatusantren 2025 ini sejalan dengan tema besar di tahun ini yakni Bukti Bakti Cinta Pondokku, Lingkunganku, Kebanggaanku,” kata Yudi di sela-sela kegiatan, Kamis (15/1/2026) malam WIB.

Coklat Kita Silatusantren 2025 – Taddabur Alam yang digelar di Gunung Puntang, lanjut Yudi, diikuti oleh 131 pondok pesantren yang masing-masing mengirimkan dua orang santri sebagai perwakilannya ditambah 15 perwakilan pimpinan pondok pesantren di Jabar. Rangkaian acara dimulai dengan edukasi terkait cara memilih dan menyembelih hewan kurban yang dilanjutkan dengan cara memilih, memilah, sekaligus memanfaatkan sampah.

“Kita berharap apa yang diberikan pada acara kali ini bisa menjadi bekal hidup tambahan bagi para santri sehingga bisa mereka manfaatkan saat kembali ke pondok pesantren masing-masing dan atau saat berada di masyarakat. Acara ini digelar tidak sekadar seremonial, tapi juga memberikan ilmu atau life skill baru bagi para santri,” Yudi menerangkan.

Acara dilanjutkan dengan salat berjamaah, tawassul, bersholawat, pemberian penghargaan bagi pondok pesantren terbersih di setiap masing-masing daerah (DSO) di Jabar, hingga talkshow bertema lingkungan yang menghadirkan Dr. Zastrouw (Gus Astro), Budi Dalton, serta King Salman. Tak hanya itu, para santri pun dihibur dengan penampilan Ai Khodijah and Friend (AKAF) yang mampu menghangatkan cuaca dingin di kawasan Gunung Puntang.

“Kita memilih lokasi kegiatan puncak Silatusantren 2025 di Gunung Puntang dengan tema Tadabbur Alam ditujukan agar para santri bisa benar-benar menyatu dan mensyukuri nikmat Allah SWT secara langsung di alam terbuka. Insya Allah, kegiatan Silatusantren ini akan kembali digelar di tahun 2026,” Yudi menegaskan.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in, Bojong, Purwakarta, K.H. Agus Aliyudin mengapresiasi kegiatan Silatusantren yang diinisiasi Coklat Kita. Kegiatan yang tidak hanya menjadi wadah silaturahmi antar pondok pesantren dan santri di Jabar ini, memberikan dampak dan manfaat yang nyata bagi para santri.

“Manfaat paling utama yang kami rasakan adalah bertambahnya literasi para santri. Salah satunya tekait pengelolaan sampah karena selama ini belum ada kurikulum di pondok pesantren tekait itu. Ini menjadi tambahan ilmu bagi para santri,” kata K.H. Agus.

Pondok pesantren yang dikelolanya, diakuinya, telah mengikuti kegiatan Silatusantren yang digelar Coklat Kita sejak tahun 2024. Ilmu yang diterima sudah diterapkan di pondok pesantren yang dia kelola serta pondok pesantren lain di wilayah Purwakarta.

“Di Purwakarta sendiri ada komunitas pondok pesantren dan lima diantaranya diundang secara khusus untuk hadir di acara puncak acara Coklat Kita Silatusantren 2025 – Tadabbur Alam ini. Kami, pondok pesantren di Purwakarta, sudah berkolaborasi cukup lama dengan Coklat Kita dan berbagai manfaat pun sudah kami rasakan. Satu diantaranya pola pikir baru para santri tentang kebersihan dan kepedulian lingkungan mulai terbentuk sehingga pondok pesantren tidak hanya tempat pendidikan agama tapi juga pusat pembelajaran nilai-nilai kehidupan serta membangun kecintaan terhadap alam yang merupakan ciptaan Allah SWT sesuai prinsip rahmatan lil’alamin,” K.H. Agus menjelaskan.

Antusiasme positif pun disampaikan perwakilan santri yang menjadi peserta Coklat Kita Silatusantren 2025 – Taddabur Alam. Salah satunya Amrin Hakim yang merupakan perwakilan santri dari Pondok Pesantren Al-Bukhori, Kabupaten Majalengka.

“Sebagai santri, kami selama ini belajar dan mendalami ilmu agama di pondok pesantren. Melalui acara Silatusantren ini, kami mendapatkan wawasan baru diantaranya tentang pengelolaan sampah hingga cinta lingkungan,” kata Amrin.

Amrin yang sudah ‘mondok’ lebih dari 10 tahun di Pondok Pesantren Al-Bukhori, Kabupaten Majalengka, mengakui jika ilmu pengelolaan sampah, baik organik maupun anorganik, yang didapatkan dari acara Silatusantren sangat bermanfaat sebagai bekal setelah lulus dari pesantren. Ilmu tambahan yang diperoleh menjadi sangat penting sebagai bekal tambahan untuk diterapkan di pondok pesantren serta saat terjun ke masyarakat.

“Termasuk tentang kepedulian terhadap lingkungan, bagaimana kita menyatu dengan alam, mencintai alam, hingga menjaga alam sebagai tanda kebesaran Allah SWT sekaligus salah satu bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk meningkatkan keimanan kita. Kami pun berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” Amrin menegaskan.

(ageng)

Nada dan Dakwah Warnai Peringatan Isra Miraj di SDN Gunung Koneng Tasikmalaya

0
SDN Gunung Koneng Tasikmalaya FOKUSJabar.id
Ket foto : Para Siswa-siswi dan guru-guru SDN Gunung Koneng Kota Tasikmalaya, sedang mengikuti peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di halaman sekolah (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana religius menyelimuti lingkungan SDN Gunung Koneng Kota Tasikmalaya saat keluarga besar sekolah tersebut menggelar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada para peserta didik.

Peringatan hari besar Islam tersebut di ikuti oleh seluruh siswa dan siswi, para guru, serta tenaga kependidikan, yang berlangsung khidmat di halaman sekolah.

Kegiatan di kemas dengan rangkaian acara bernuansa keagamaan. Mulai dari tawasul, doa bersama, santunan hingga tausiah bertema Nada dan Dakwah.

BACA JUGA: Pembangunan Inklusif Jadi Fokus Musrenbang 2027 Kelurahan Cipedes Kota Tasikmalaya

Acara semakin bermakna dengan kehadiran penceramah kondang, Aan Farhan, yang menyampaikan pesan-pesan spiritual seputar makna Isra Miraj sebagai perjalanan agung Rasulullah SAW dalam menerima perintah salat.

Kepala SDN Gunung Koneng, Caswita, menyampaikan bahwa peringatan Isra Miraj menjadi momentum penting untuk menumbuhkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari para pelajar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan dan kepedulian sosial. Serta membentuk karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan taat beribadah,” ujar Caswita.

Ia menegaskan, pembiasaan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah diyakini mampu memperkuat karakter religius siswa. Sekaligus membentuk pribadi yang santun dan beretika.

“Isra Miraj mengandung pesan spiritual yang sangat dalam. Dengan memperingatinya, diharapkan keimanan dan keyakinan siswa kepada Allah SWT semakin kuat serta mampu meneladani ajaran Rasulullah SAW,” jelasnya.

Indentitas Kota Religius

Caswita juga menyinggung identitas Kota Tasikmalaya yang dikenal sebagai kota religius. Menurutnya, nilai tersebut harus ditanamkan sejak usia dini agar benar-benar melekat dalam sikap dan perilaku generasi muda.

“Religius bukan sekadar julukan, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan SDN Gunung Koneng terus berupaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif berbasis agama dan budaya. Tentunya tanpa mengesampingkan kearifan lokal yang telah mengakar di masyarakat.

“Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan spiritualitas peserta didik,” tuturnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, pihak sekolah turut menyalurkan santunan kepada puluhan siswa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kebersamaan dalam keluarga besar SDN Gunung Koneng.

Caswita menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan edukatif. Kemudian komitmen kegiatan keagamaan guna memperkuat keimanan serta ketakwaan para siswa di masa mendatang.

(Seda)

Dari Cuaca Ekstrem hingga MBG, Ini Penekanan Bupati Ciamis dalam Rakor Internal

0
CIAMIS,FOKUSJabar.id
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) internal Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis yang digelar di Gedung KH Irfan Hielmi, Kamis (15/01/2026), FOTO : Prokopopim Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengawali tahun 2026 dengan memperkuat barisan pemerintahan daerah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) internal yang digelar di Gedung KH Irfan Hielmi, Kamis (15/01/2026). Forum tersebut menjadi momentum strategis untuk menyatukan persepsi sekaligus memperkokoh kerja sama lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Rakor dihadiri lengkap oleh unsur pimpinan daerah, mulai dari asisten daerah, staf ahli, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, hingga kepala desa dan lurah dari seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: PSGC Ciamis Mantap ke 8 Besar Liga Nusantara, Target Naik Kasta Kian Nyata

Dalam arahannya, Herdiat mengawali dengan menyampaikan apresiasi atas kinerja dan soliditas aparatur pemerintahan. Ia menilai, sinergi yang terbangun selama ini menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

“Di tengah keterbatasan yang ada, bapak dan ibu tetap mampu menunjukkan kinerja yang baik dan bahkan menorehkan berbagai prestasi. Saya mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi yang sudah terjalin,” ungkapnya.

Herdiat juga mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Ciamis. Menurutnya, harus memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat desa.

Ia menegaskan, peran camat dan kepala desa sangat krusial dalam memberikan edukasi serta peringatan dini kepada masyarakat agar selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk.

Dukungan Penuh Terhadap Program Prioritas Nasional

Selain isu kebencanaan, Bupati Herdiat menekankan pentingnya dukungan penuh terhadap program-program prioritas nasional yang menjadi fokus pada tahun 2026. Beberapa di antaranya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), KDMP, dan Cek Kesehatan Gratis.

Untuk program MBG, hingga Januari 2026 tercatat sebanyak 167 SPPG telah aktif, dengan 133 unit di antaranya sudah beroperasi. Program ini sangat strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka stunting sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, program KDMP diarahkan untuk memperkuat rantai pasok kebutuhan pokok bagi SPPG. Saat ini, sebanyak 161 desa tengah menjalani proses pembangunan fasilitas KDMP yang diwajibkan berada di lokasi-lokasi strategis, khususnya di jalur protokol.

Adapun pada program Cek Kesehatan Gratis, Herdiat menyoroti masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat yang baru mencapai 37 persen, di bawah target minimal 40 persen. Ia meminta camat dan kepala desa lebih aktif mengajak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut.

“Manfaatkan layanan kesehatan gratis ini. Kesehatan masyarakat adalah fondasi utama pembangunan,” tegasnya.

Herdiat kembali mengingatkan pelayanan dasar, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan, merupakan tanggung jawab utama pemerintah daerah. Di Kabupaten Ciamis sendiri terdapat lebih dari 700 sekolah, dengan 32 di antaranya masuk kategori rusak berat.

Ia menegaskan, seluruh aparatur pemerintahan wajib memberikan pelayanan yang adil dan merata tanpa diskriminasi.

“Tidak boleh ada perlakuan berbeda. Semua warga harus mendapatkan pelayanan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Pembangunan Inklusif Jadi Fokus Musrenbang 2027 Kelurahan Cipedes Kota Tasikmalaya

0
Musrenbang Cipedes Tasikmalaya FOKUSJabar.id
Ket foto : Kegiatan Musrenbang RKPD 2027 Kelurahan Cipedes Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, sukses menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun Anggaran 2027 sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembangunan wilayah yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut di hadiri sejumlah unsur penting. Di antaranya Camat Cipedes Cecep Ridwan, Lurah Cipedes Deden Setiawan, anggota DPRD Kota Tasikmalaya, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: Sekolah Lansia PWRI Santun Jadi Wadah Pemberdayaan 16 Ribu Lansia di Tasikmalaya

Musrenbang Kelurahan Cipedes tahun ini mengusung tema “Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pelayanan Publik untuk Kemajuan serta Kesejahteraan Masyarakat.”

Lurah Cipedes, Deden Setiawan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Musrenbang dengan lancar. Kemudian ia berharap seluruh aspirasi yang di sampaikan masyarakat dapat terakomodasi dan di realisasikan sesuai kebutuhan.

“Alhamdulillah, Musrenbang RKPD Tahun 2027 ini berjalan dengan baik. Kami berharap seluruh usulan pembangunan dari masyarakat dapat di akomodasi. Karena sebagian besar merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera di wujudkan,” ujar Deden, Kamis (15/1/2026).

Dari hasil Musrenbang, tercatat 108 usulan pembangunan yang berasal dari seluruh RW di wilayah Kelurahan Cipedes. Dari jumlah tersebut, 20 usulan terfokus pada pendanaan sarana dan prasarana kelurahan. Sementara 88 usulan lainnya diprioritaskan untuk diajukan melalui APBD Kota maupun APBD Provinsi.

Deden berharap, melalui perencanaan yang matang dan partisipatif ini, kualitas hidup masyarakat Kelurahan Cipedes dapat meningkat secara signifikan pada tahun-tahun mendatang.

“Dengan Musrenbang 2027 ini, kami menargetkan kesejahteraan warga Cipedes semakin baik dibandingkan tahun sebelumnya. Semoga seluruh usulan pembangunan dapat terakomodasi sesuai kebutuhan demi kemajuan masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, seluruh proses perencanaan pembangunan di Kelurahan Cipedes tetap mengacu pada tujuh prioritas pembangunan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Yakni Tasik Gemas, Tasik Pintar, Tasik Religius, Tasik Pelak, Tasik Melayani, Tasik Nyaman, dan Tasik Resik. Serta selaras dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang meliputi bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, ketertiban, dan infrastruktur.

(Seda)

PSGC Ciamis Mantap ke 8 Besar Liga Nusantara, Target Naik Kasta Kian Nyata

0
CIAMIS,FOKUSJabar.id
Foto : Instagram PSGC Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang juga bertindak sebagai Manajer PSGC Ciamis menyampaikan optimisme tinggi terhadap peluang tim berjuluk Laskar Singacala usai memastikan satu tiket ke babak 8 besar Liga Nusantara musim 2025/2026.

PSGC Ciamis saat ini telah mengoleksi 25 poin, sebuah capaian yang secara matematis memastikan posisi mereka aman di delapan besar. Herdiat menjelaskan, meski pesaing terdekat mampu menyapu bersih tiga pertandingan sisa dan menambah sembilan poin, PSGC tetap memiliki peluang memperlebar jarak karena masih menyisakan tiga laga penting.

Baca Juga: Super League 2025/2026, Persib Bandung Minim Kebobolan 

“Kalaupun tim di bawah menyapu bersih dan poinnya menjadi 26, kita masih punya tiga pertandingan. Artinya peluang tetap terbuka dan posisi kita relatif aman,” ujar Herdiat, Kamis (15/1/2026).

Lebih jauh, Herdiat menegaskan bahwa target utama PSGC musim ini bukan sekadar lolos ke delapan besar, melainkan menembus Liga 2. Target tersebut menjadi harapan besar setelah dalam empat musim terakhir PSGC selalu gagal di fase penentuan meski tampil kompetitif.

“Kita sudah terlalu sering hampir lolos. Tahun ini harus menjadi momentum. Insyaallah target naik ke Liga 2 bisa tercapai,” tegasnya.

Rotasi dan Regenerasi Pemain

Untuk tiga laga tersisa, manajemen dan tim pelatih berencana melakukan rotasi pemain, khususnya dengan memberi jam terbang lebih kepada pemain muda U-21. Langkah ini dinilai penting, baik untuk menjaga kebugaran skuad utama maupun sebagai bagian dari regenerasi tim.

“Pemain muda perlu diberi kesempatan. Selain menjaga stamina pemain inti, ini juga investasi untuk masa depan PSGC,” kata Herdiat.

Dari sisi kondisi tim, Herdiat memastikan skuad berada dalam keadaan relatif ideal. Tidak ada pemain yang terkena akumulasi kartu kuning berlebih, sementara beberapa pemain yang sempat mengalami cedera kini mulai pulih dan siap kembali merumput.

Apresiasi untuk Pelatih

Herdiat juga memberikan apresiasi kepada pelatih kepala Herkis. Meski dikenal berpengalaman menangani klub Liga 1, Coach Herkis dinilai mampu menyesuaikan diri dengan karakter Liga 3 yang lebih menitikberatkan pada pembinaan dan pengembangan pemain muda.

“Coach Herkis bisa beradaptasi dengan baik. Ini penting karena Liga 3 bukan hanya soal hasil, tapi juga proses pembinaan,” ungkapnya.

Isu Domain Resmi PSGC

Di luar urusan teknis tim, Herdiat turut menyinggung kabar mengenai domain situs resmi PSGC yang sempat disebut diretas dan terhubung dengan konten judi online. Namun, ia mengaku belum mendalami persoalan tersebut secara detail dan akan menindaklanjuti sesuai kewenangan pengelola.

(Irfansyahriza)

MinyaKita Menghilang di Pasar Manis Ciamis

0
Pasar Manis Ciamisfokusjabar.id
Pedagang Pasar Manis Ciamis,Yani

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sejumlah pedagang di Pasar Manis Ciamis mengeluhkan sulitnya mendapatkan Minyakita dari distributor.

Alhasil, beberapa pedagang di Pasar Manis Ciamis takmenjual MinyaKita.

BACA JUGA:

Bangunan Penggorengan Makanan Ringan di Ciamis Terbakar

Hal itu dibenarkan salah satu pedagang di Pasar Manis Ciamis, Yani. Menurut Dia, saat ini tak menjual MinyaKita. Baik yang berupa kemasan refil maupun botol.

“Sudah beberapa hari ini Saya tidak menjual MinyaKita,” katanya.

Saat ini, hampir di semua distributor yang biasa mengirim tidak menyediakan lagi. Sehingga para pedagang kelimpungan.

“Kalaupun ada, jatah pembeliannya dibatasi dan itupun harus membeli minyak sayur non subsidi merk lain baru bisa dilayani,” ungkapnya.

Menurut Dia, kondisi tersebut dialami juga oleh pedagang lain karena kesulitan untuk mendapatkan barang tersebut.

“Saya sudah berkeliling ke sejumlah pedagang. Mereka semua mengaku tidak menyediakan karena memang barangnya tidak ada,” jelasnya.

BACA JUGA:

Pemuda Muhammadiyah Ciamis Siap Jadi Mitra Strategis Pemkab

Yani meminta, pemerintah mengembalikan ke pasaran. Pasalnya, masyarakat sangat membutuhkan karena harganya terjangkau.

“Kami minta harganya sesuai HET. Sehingga bisa menjual sesuai aturan,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Tak Dipakai Berobat, Iuran BPJS Kesehatan Dipakai Apa?

0
BPJS Kesehatan fokusjabar.id
BPJS Kesehatan (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Dari sekian banyak peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mungkin di antaranya ada yang tak pernah menggunakan kartu BPJS Kesehatan untuk berobat.

Kondisi tersebut mungkin memicu pertanyaan mengenai fungsi iuran yang di bayarkan setiap bulan. Terutama bagi peserta yang dalam keadaan sehat.

BACA JUGA:

Program “Rehab” BPJS Kesehatan Bantu Peserta Lunasi Tunggakan Secara Bertahap

Mengutip kompas.com, BPJS Kesehatan menjelaskan bahwa iuran peserta pada dasarnya menjadi sumber pendanaan utama JKN yang di jalankan dengan prinsip gotong royong.

Lewat skema tersebut, peserta yang sehat turut membantu pembiayaan pengobatan peserta lain yang sedang membutuhkan layanan kesehatan.

Di balik setiap layanan kesehatan yang di terima peserta JKN, tersimpan peran jutaan peserta lain yang rutin membayar iuran.

Melalui iuran tersebut, seluruh peserta gotong royong memastikan layanan kesehatan tetap berjalan dan dapat di akses siapa pun yang membutuhkan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah mengatakan, sebagian peserta BPJS Kesehatan yang rutin membayar iuran mungkin belum menyadari bahwa mereka adalah pahlawan masa kini.

Artinya, para peserta dapat membantu membiayai pengobatan peserta lain yang sedang sakit.

BACA JUGA:

BPJS Kesehatan: Dengan KTP Dapat Pengobatan

Rizzky menyebut, skema gotong royong inilah yang menjadi fondasi utama Program JKN yang di kelola oleh BPJS Kesehatan.

Menurutnya, program JKN tercatat telah memberikan perlindungan kesehatan kepada lebih dari 282 juta peserta di seluruh Indonesia.

Pada 2024, tercatat 673,9 juta pemanfaatan layanan kesehatan. Atau rata-rata 1,8 juta layanan per hari yang seluruhnya ditanggung melalui dana iuran JKN.

Rizzky menambahkan, tingginya pemanfaatan layanan tersebut membutuhkan pendanaan yang kuat dan berkelanjutan. Sumbernya dari iuran peserta dan pemberi kerja.

“Karena itu, kesadaran kolektif membayar iuran tepat waktu menjadi kunci agar layanan kesehatan tetap bisa dinikmati bersama,” ungkapnya.

Rizzky menjelaskan, meski seorang peserta tidak pernah menggunakan layanan kesehatan. Iurannya tetap memberikan manfaat nyata bagi sistem.

Iuran tersebut membantu peserta lain yang sedang sakit, mencegah masyarakat jatuh miskin akibat biaya pengobatan serta menjaga produktivitas ekonomi keluarga.

“Ketika masyarakat bisa berobat tanpa terbebani biaya, pemulihan lebih cepat dan produktivitas tetap terjaga,” katanya.

Kata Dia, program JKN dinilai mendorong pertumbuhan industri kesehatan, memperluas lapangan kerja serta meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Termasuk pada upaya promotif dan preventif.

Untuk memudahkan peserta, pembayaran iuran JKN kini dapat dilakukan melalui berbagai kanal. Mulai dari perbankan, PPOB, e-commerce, fintech hingga jaringan Kader JKN.

Faktanya, sudah ada lebih dari 1 juta titik layanan pembayaran tersedia di seluruh Indonesia.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga melakukan optimalisasi pengumpulan iuran melalui telekolekting, pesan WhatsApp hingga kerja sama lintas instansi.

BACA JUGA:

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan Selama Libur Lebaran 2025

Rizzky mengajak peserta tidak hanya disiplin membayar iuran. Namun juga dapat aktif mengawasi layanan dan melaporkan kendala melalui kanal pengaduan resmi.

“Gotong royong dalam JKN membuktikan bahwa solidaritas masih hidup. Dengan iuran yang dibayarkan, peserta turut menjaga kesehatan sesama,” pungkas Dia.

(Bambang Fouristian)