spot_imgspot_img
Minggu 26 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 336

Diteror Cuaca Buruk, Penumpang 1 Minggu Tertahan di Pelabuhan Kalianget

0
Pelabuhan Kalianget fokusjabar.id
Pelabuhan Kalianget (foto: web)

SUMENEP, FOKUSJabar.id: Akibat cuaca buruk, puluhan penumpang asal Kepulauan Masalembu Kabupaten Sumenep Jawa Timur (Jatim) tertahan selama sepekan di Pelabuhan Kalianget.

Mengutip kompas.com, cuaca buruk menyebabkan pelayaran menuju kampung halaman mereka belum mendapat izin.

BACA JUGA:

Menko AHY: Anggaran Pembangunan Rumah Terdampak Bencana Sumatera Rp8,2 M

Salah satu penumpang asal Desa Masalima Kecamatan Pulau Masalembu, Madda’i mengatakan, Dia bersama keluarganya telah menunggu kapal selama sepekan.

“Kami sudah satu minggu menunggu kapal. Tiga hari pertama masih bisa istirahat di penginapan (sekitar pelabuhan),” katanya, Jumat (16/1/2026).

Namun, karena bekal dan biaya hidup menipis, Madda’i dan sebagian besar penumpang lainnya terpaksa tidur di Dermaga 3 Pelabuhan Kalianget.

“Uang kami mulai habis. Jadi kami pindah tidur di dermaga,” ungkap Madda’i.

Menurut Dia, kondisi serupa di alami sebagian besar penumpang asal Masalembu yang masih bertahan di dermaga.

“Yang masih di dermaga itu rata-rata bekalnya sudah menipis,” kata Dia.

Penumpang lain, Rohaniyah mengaku, Dia sempat mendapat informasi mengenai rencana pelayaran Kapal Sabuk Nusantara 92 menuju Masalembu.

Kapal tersebut dikabarkan telah sandar di Pelabuhan Kalianget dan proses pemuatan barang mulai dilakukan.

“Kapal Sabuk Nusantara 92 sudah sandar dan barang-barang mulai dinaikkan. Meski begitu, belumada kepastian soal keberangkatan,” ungkap Rohaniyah.

BACA JUGA:

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi Terjadi 16-19 Januari

Dia mengaku khawatir jika larangan berlayar kembali diperpanjang. Alhasil, akan semakin lama tertahan di pelabuhan.

Selama menunggu di pelabuhan, Rohaniyah mengaku terbantu dengan adanya bantuan makanan dari Dinas Sosial P3A Sumenep.

“Kami dapat jatah makan. Itu sangat membantu selama menunggu di sini,” katanya.

Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas menegaskan, pihaknya masih menunggu rilis resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca.

Menurut Dia, rilis tersebut akan menjadi dasar penentuan izin berlayar.

“Kami masih menunggu rilis BMKG untuk dianalisis. Apakah pelayaran aman atau tidak,” kata Anas.

Menurut Anas, selama cuaca buruk masih terjadi pelayaran akan ditunda demi keselamatan penumpang.

“Belum ada kepastian soal. Bagi kami, Keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas,” tutupnya.

(Bambang Fouristian)

Menko AHY: Anggaran Pembangunan Rumah Terdampak Bencana Sumatera Rp8,2 M

0
menko ahy bencana sumatera fokusjabar.id
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (dok: kompas.com)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumbar dan Sumut mengakibatkan 238.783 rumah terdampak.

Hal tersebut AHY sampaikan dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

BACA JUGA:

7 Objek Wisata di Labuan Bojo Ditutup karena Cuaca Ekstrem

“Total rumah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumbar dan Sumur hingga 14 Januari 2026 ebanyak 238.783 unit,” ungkap AHY di kutip komas.com, Jumat (16/1/2026).

Menurut AHY, jumlah kerusakan terbanyak tercatat di Aceh.Yakni, 208.693 unit. Selanjutnya Sumatera Utara 24.294 unit dan Sumatera Barat 5.796 unit.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan rumah warga terdampak mencapai Rp 8,2 milyar.

“Sedangkan untuk alokasi atau estimasi dari anggaran yang dibutuhkan untuk infrastruktur dasar berdasarkan laporan Menteri PU sekitar Rp51,8 milyar,” ungkap Ketum Partai Demokrat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menyampaikan laporan terbaru jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.189 orang

BNPB mencatat, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 1.189 jiwa berdasarkan pemutakhiran data hingga 12 Januari 2026.

“Tercatat total korban meninggal dunia mencapai 1.189 jiwa. 550 jiwa di Aceh, 375 jiwa di Sumatera Utara, 231 jiwa di Sumatera Barat,” kata Abdul Muhari.

BACA JUGA:

Banjir Tangerang Meluas ke 24 Kecamatan, Status Darurat Bencana

Sementara itu, masih ada 33 jiwa lainnya masih dalam proses identifikasi.

“Bencana ini juga mengakibatkan 141 orang hilang dan memaksa 195.542 jiwa mengungsi,” ucapnya.

Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi mencapai 67.876 jiwa.

Dia mengatakan, untuk mempercepat langkah pemulihan, pemerintah telah menetapkan status darurat di berbagai daerah.

“Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan di enam daerah di Provinsi Aceh serta transisi darurat di puluhan kabupaten/kota lainnya di ketiga provinsi terdampak,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Wacana Pegawai SPPG Diangkat P3K, Ini Respons BKD Jabar

0
Pegawai SPPG P3K fokusjabar.id
(foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi mengatakan, mengenai wacana Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berpeluang menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025.

Perpres tersebut tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA:

Antusias! Warga Pangandaran Berbondong-bondong Daftar Relawan SPPG

Dedi Supandi mengatakan, mekanisme pengangkatan seseorang untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) itu merujuk pada Peraturan Menpan-RB.

Sehingga, peluang pengangkatan pegawai SPPG menjadi P3K yang terdapat dalam Perpres 115 Tahun 2025 pada Pasal 17 masih harus menunggu aturan turunannya.

“Jadi, kalau hemat saya kaitan dengan posisi tersebut ya menunggu peraturan selanjutnya. Harus tersedia dulu surat formasi dari Menpan-RB,” kata Dedi di kutip jpnn.com, Jumat (16/1/2026).

Meski pegawai SPPG berpeluang menjadi P3K, mereka akan tercatat sebagai ASN di pemerintah pusat. Bukan pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota.

Sebab, selama ini para pegawai SPPG menerima gaji atau upah dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang sumber pendanaannya dari APBN.

“Kemungkinan bukan menjadi P3K di daerah. Karena selama ini yang menugaskannya bukan oleh daerah, tapi oleh Badan Gizi Nasional,” ungkapnya.

Apabila, Kementerian Menpan-RB sudah menerbitkan aturan turunan dari Perpres 115 Tahun 2025, khususnya untuk Pasal 17 yang mengatur tentang pengangkatan pegawai SPPG menjadi P3K, tentunya akan ada seleksi untuk memenuhi formasi yang ada.

BACA JUGA:

Catat! BGN Larang Pengelola SPPG Pecat Pegawai

“Pengangkatan menjadi P3K itu ada tahapan seleksi dan lainnya. Ketika nanti terealisasikan, BGN mengusulkan formasi ke Menpan-RB,” tuturnya.

Sebagai informasi, bunyi Pasal 17 pada Perpres 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG yaitu, “Pegawai SPPG diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”

(Bambang Fouristian)

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi Terjadi 16-19 Januari

0
Gelombang Tinggi fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi tinggi gelombang laut di berbagai wilayah perairan Indonesia periode 16 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 19 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.

Peningkatan gelombang di pengaruhi oleh pola angin yang cukup kuat di wilayah Indonesia.

Termasuk keberadaan Siklon Tropis Nokaen di utara Maluku Utara serta bibit Siklon Tropis 96S di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA:

BMKG: Ini Wilayah Berpotensi Hujan Tinggi hingga 20 Januari

Mengutip kompastv, pihak BMKG menjelaskan, angin di Indonesia bagian utara umumnya bertiup dari barat hingga timur laut dengan kecepatan 8–25 knot.

Sedangkan di bagian selatan bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 8–30 knot.

Kecepatan angin tertinggi tercatat di perairan selatan NTT dan Laut Arafuru.

Kombinasi kecepatan angin tinggi dan gangguan sistem tekanan rendah ini memicu potensi gelombang signifikan di sejumlah wilayah.

Wilayah dengan Potensi Gelombang Sedang (1.25–2.5 meter):

Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian tengah dan timur, Selat Makassar bagian selatan, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Teluk Bone.

Laut Banda, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Maluku, Laut Sulawesi bagian timur, Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat, Papua Daya dan Papua.

BACA JUGA: BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor di Jawa Tengah

Wilayah dengan Potensi Gelombang Tinggi (2.5–4.0 meter):

Samudra Hindia barat Mentawai, Bengkulu dan Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga NTT, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, Laut Arafuru bagian barat dan tengah.

BACA JUGA:

Lombok Timur Diteror Cuaca Esktrem, 40 KK Terdampak

BMKG mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran atau wisata laut agar selalu memperbarui informasi cuaca dan mematuhi arahan keselamatan.

Kondisi laut dapat berubah cepat. Terutama di wilayah yang terdampak langsung pola angin kencang dan sistem siklon aktif.

(Bambang Fouristian)

Badan Geologi: Status Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Level 3

0
Gunung Semeru fokusjabar.id
Gunung Semeru (foto: web)

LUMAJANG, FOKUSJabar.id: Hingga Jumat (16/1/2026), Badan Geologi masih mempertahankan status aktivitas vulkanik Gunung Semeru di level III (Siaga).

Kondisi tersebut menunjukkan, aktivitas vulkanik gunung api di Lumajang, Jawa Timur masih tinggi yang di tandai dengan kejadian awan panas guguran yang berulang.

BACA JUGA:

Gunung Marapi Meletus, Status Level II Waspada

Mengutip tempo.co, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria menyebut, awan panas guguran kembali terjadi pada Kamis (15/1/2026) kemarin.

Jarak luncurnya mencapai 4 kilometer dari puncak. Sehari sebelumnya, awan panas terjadi dua kali dengan jarak luncur 5 kilometer dari gunung Semeru.

Luncuran awan panas guguran itu mengarah ke sektor tenggara ke arah Besuk Kobokan.

Lana mengatakan, selama periode 7–14 Januari 2026, awan panas guguran teramati beberapa kali dengan jarak luncur terjauh 5 kilometer ke arah Besuk Kobokan, di sertai aktivitas guguran material.

Sementara, aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa letusan, gempa guguran, gempa embusan dan tremor harmonik.

Menurut Dia, gempa-gempa yang terekam mengindikasikan bahwa masih adanya suplai magma dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan embusan.

Parameter variasi kecepatan seismik berfluktuasi dengan nilai simpangan yang besar. Itu menandakan bahwa sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi. Meski begitu, masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan.

BACA JUGA:

Gunung Ile Lewotolok Nusa Tenggara Timur Erupsi

“Adapun pemantauan deformasi menunjukkan pola yang relatif stabil. Diinterpretasikan bahwa tidak terjadi peningkatan tekanan di dalam tubuh Gunung Semeru,” katanya.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III (Siaga).

Dia mengimbau, masyarakat, pengunjung dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko.

Selain itu, tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak ke arah tenggara yang dapat meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Potensi terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

BACA JUGA:

Gubernur Jateng Dorong Asuransi Gagal Panen

Pengamatan kegempaan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru di Lumajang dalam enam jam terakhir hingga pukul 06.00 WIB menunjukkan 37 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 13-22 mm dan lama gempa 72-118 detik.

Terjadi juga 2 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-8 mm dan lama gempa 56-73 detik.

Gempa embusan tercatat 3 kali dengan amplitudo 6-7 mm dan lama gempa 42-55 detik.

Selama itu terekam 1 kali gempa harmonik dengan amplitudo 9 mm dan lama gempa 87 detik.

(Bambang Fouristian)

Puncak Coklat Kita Silatusantren 2025 Digelar di Gunung Puntang, Santri Diajak Cintai Lingkungan

0
silatusantren coklat kita
Foto bersama para santri, perwakilan pimpinan pondok pesantren serta penyelenggara pada acara puncak Coklat Kita Silatusantren 2025 yang digelar di Gunung Puntang, Kamis-Jumat (15-16/1/2026). (FOTO: Ageng)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Program Coklat Kita Silatusantren 2025 mencapai puncaknya yang digelar di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Kamis-Jumat (15–16/1/2026). Acara puncak silaturahmi pesantren di Jawa Barat yang mengambil tema Tadabbur Alam diikuti ratusan santri dan perwakilan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah.

Perwakilan Coklat Kita, Yudi Wate Angin menuturkan, kegiatan Coklat Kita Silatusantren 2025 ini digelar secara berangkai di 15 kota/kabupaten di Jawa Barat. Di tahun 2025, penyelenggara tidak hanya memberikan ruang silaturahmi bagi para santri yang berasal dari pondok pesantren di Jabar tapi juga menjadi ruang edukasi hingga mencintai alam sekitar.

“Setelah berkeliling di 15 kota/kabupaten di tahun ini, acara Coklat Kita Silatusantren 2025 mencapai puncaknya di Gunung Puntang dengan mengambil tema Taddabur Alam. Tema yang diambil di kegiatan puncak Silatusantren 2025 ini sejalan dengan tema besar di tahun ini yakni Bukti Bakti Cinta Pondokku, Lingkunganku, Kebanggaanku,” kata Yudi di sela-sela kegiatan, Kamis (15/1/2026) malam WIB.

Coklat Kita Silatusantren 2025 – Taddabur Alam yang digelar di Gunung Puntang, lanjut Yudi, diikuti oleh 131 pondok pesantren yang masing-masing mengirimkan dua orang santri sebagai perwakilannya ditambah 15 perwakilan pimpinan pondok pesantren di Jabar. Rangkaian acara dimulai dengan edukasi terkait cara memilih dan menyembelih hewan kurban yang dilanjutkan dengan cara memilih, memilah, sekaligus memanfaatkan sampah.

“Kita berharap apa yang diberikan pada acara kali ini bisa menjadi bekal hidup tambahan bagi para santri sehingga bisa mereka manfaatkan saat kembali ke pondok pesantren masing-masing dan atau saat berada di masyarakat. Acara ini digelar tidak sekadar seremonial, tapi juga memberikan ilmu atau life skill baru bagi para santri,” Yudi menerangkan.

Acara dilanjutkan dengan salat berjamaah, tawassul, bersholawat, pemberian penghargaan bagi pondok pesantren terbersih di setiap masing-masing daerah (DSO) di Jabar, hingga talkshow bertema lingkungan yang menghadirkan Dr. Zastrouw (Gus Astro), Budi Dalton, serta King Salman. Tak hanya itu, para santri pun dihibur dengan penampilan Ai Khodijah and Friend (AKAF) yang mampu menghangatkan cuaca dingin di kawasan Gunung Puntang.

“Kita memilih lokasi kegiatan puncak Silatusantren 2025 di Gunung Puntang dengan tema Tadabbur Alam ditujukan agar para santri bisa benar-benar menyatu dan mensyukuri nikmat Allah SWT secara langsung di alam terbuka. Insya Allah, kegiatan Silatusantren ini akan kembali digelar di tahun 2026,” Yudi menegaskan.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in, Bojong, Purwakarta, K.H. Agus Aliyudin mengapresiasi kegiatan Silatusantren yang diinisiasi Coklat Kita. Kegiatan yang tidak hanya menjadi wadah silaturahmi antar pondok pesantren dan santri di Jabar ini, memberikan dampak dan manfaat yang nyata bagi para santri.

“Manfaat paling utama yang kami rasakan adalah bertambahnya literasi para santri. Salah satunya tekait pengelolaan sampah karena selama ini belum ada kurikulum di pondok pesantren tekait itu. Ini menjadi tambahan ilmu bagi para santri,” kata K.H. Agus.

Pondok pesantren yang dikelolanya, diakuinya, telah mengikuti kegiatan Silatusantren yang digelar Coklat Kita sejak tahun 2024. Ilmu yang diterima sudah diterapkan di pondok pesantren yang dia kelola serta pondok pesantren lain di wilayah Purwakarta.

“Di Purwakarta sendiri ada komunitas pondok pesantren dan lima diantaranya diundang secara khusus untuk hadir di acara puncak acara Coklat Kita Silatusantren 2025 – Tadabbur Alam ini. Kami, pondok pesantren di Purwakarta, sudah berkolaborasi cukup lama dengan Coklat Kita dan berbagai manfaat pun sudah kami rasakan. Satu diantaranya pola pikir baru para santri tentang kebersihan dan kepedulian lingkungan mulai terbentuk sehingga pondok pesantren tidak hanya tempat pendidikan agama tapi juga pusat pembelajaran nilai-nilai kehidupan serta membangun kecintaan terhadap alam yang merupakan ciptaan Allah SWT sesuai prinsip rahmatan lil’alamin,” K.H. Agus menjelaskan.

Antusiasme positif pun disampaikan perwakilan santri yang menjadi peserta Coklat Kita Silatusantren 2025 – Taddabur Alam. Salah satunya Amrin Hakim yang merupakan perwakilan santri dari Pondok Pesantren Al-Bukhori, Kabupaten Majalengka.

“Sebagai santri, kami selama ini belajar dan mendalami ilmu agama di pondok pesantren. Melalui acara Silatusantren ini, kami mendapatkan wawasan baru diantaranya tentang pengelolaan sampah hingga cinta lingkungan,” kata Amrin.

Amrin yang sudah ‘mondok’ lebih dari 10 tahun di Pondok Pesantren Al-Bukhori, Kabupaten Majalengka, mengakui jika ilmu pengelolaan sampah, baik organik maupun anorganik, yang didapatkan dari acara Silatusantren sangat bermanfaat sebagai bekal setelah lulus dari pesantren. Ilmu tambahan yang diperoleh menjadi sangat penting sebagai bekal tambahan untuk diterapkan di pondok pesantren serta saat terjun ke masyarakat.

“Termasuk tentang kepedulian terhadap lingkungan, bagaimana kita menyatu dengan alam, mencintai alam, hingga menjaga alam sebagai tanda kebesaran Allah SWT sekaligus salah satu bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk meningkatkan keimanan kita. Kami pun berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” Amrin menegaskan.

(ageng)

Nada dan Dakwah Warnai Peringatan Isra Miraj di SDN Gunung Koneng Tasikmalaya

0
SDN Gunung Koneng Tasikmalaya FOKUSJabar.id
Ket foto : Para Siswa-siswi dan guru-guru SDN Gunung Koneng Kota Tasikmalaya, sedang mengikuti peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di halaman sekolah (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana religius menyelimuti lingkungan SDN Gunung Koneng Kota Tasikmalaya saat keluarga besar sekolah tersebut menggelar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada para peserta didik.

Peringatan hari besar Islam tersebut di ikuti oleh seluruh siswa dan siswi, para guru, serta tenaga kependidikan, yang berlangsung khidmat di halaman sekolah.

Kegiatan di kemas dengan rangkaian acara bernuansa keagamaan. Mulai dari tawasul, doa bersama, santunan hingga tausiah bertema Nada dan Dakwah.

BACA JUGA: Pembangunan Inklusif Jadi Fokus Musrenbang 2027 Kelurahan Cipedes Kota Tasikmalaya

Acara semakin bermakna dengan kehadiran penceramah kondang, Aan Farhan, yang menyampaikan pesan-pesan spiritual seputar makna Isra Miraj sebagai perjalanan agung Rasulullah SAW dalam menerima perintah salat.

Kepala SDN Gunung Koneng, Caswita, menyampaikan bahwa peringatan Isra Miraj menjadi momentum penting untuk menumbuhkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari para pelajar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan dan kepedulian sosial. Serta membentuk karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan taat beribadah,” ujar Caswita.

Ia menegaskan, pembiasaan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah diyakini mampu memperkuat karakter religius siswa. Sekaligus membentuk pribadi yang santun dan beretika.

“Isra Miraj mengandung pesan spiritual yang sangat dalam. Dengan memperingatinya, diharapkan keimanan dan keyakinan siswa kepada Allah SWT semakin kuat serta mampu meneladani ajaran Rasulullah SAW,” jelasnya.

Indentitas Kota Religius

Caswita juga menyinggung identitas Kota Tasikmalaya yang dikenal sebagai kota religius. Menurutnya, nilai tersebut harus ditanamkan sejak usia dini agar benar-benar melekat dalam sikap dan perilaku generasi muda.

“Religius bukan sekadar julukan, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan SDN Gunung Koneng terus berupaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif berbasis agama dan budaya. Tentunya tanpa mengesampingkan kearifan lokal yang telah mengakar di masyarakat.

“Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan spiritualitas peserta didik,” tuturnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, pihak sekolah turut menyalurkan santunan kepada puluhan siswa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kebersamaan dalam keluarga besar SDN Gunung Koneng.

Caswita menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan edukatif. Kemudian komitmen kegiatan keagamaan guna memperkuat keimanan serta ketakwaan para siswa di masa mendatang.

(Seda)