spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7886

Andi Ramdani Impikan Parentas jadi Desa Wisata di Tasikmalaya

0
parentas fokusjabar.id
Budidaya Kopi Parentas

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sejak dua tahun terakhir ini, Pemerintahan Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya tengah fokus mengembangkan usaha budidaya perkebunan kopi.

Demikian disampaikan Kepala Desa (Kades) Parentas, Andi Ramdani. Dia berharap, budidaya tanaman Kopi menjadi usaha alternatif warga untuk meningkatkan perekonomian. Dimana sebelumnya, mereka hanya mengandalkan komoditi sayuran.

parentas fokusjabar.id
Kades Parentas

Untuk menumbuhkan minat dan mengembangkan tanaman kopi, tahun 2016-2017 mengalokasikan anggaran dari Dana Desa (DD) sebesar Rp150 juta dan tahun 2018 sebesar Rp100 juta.

Baca Juga: Pemasaran Kopi Baleka Garut Tembus Riau

“Anggaran tersebut dialokasikan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diperuntukan bagi pengembangan usaha budidaya tanaman kopi,” ucap Andi, Sabtu (22/9/2018).

Andi mengaku, saat ini baru menanam kopi di atas lahan seluas 20 hektar dari 100 hektar lahan yang tersedia. Lahan tersebut lanjutnya, merupakan lahan milik warga.

“Ke-depannya, kami berencana mengembangkan budidaya tanaman kopi. Saat ini baru 20 hektar dari 100 hektar lahan yang tersedia,” beber dia.

Selain itu, dirinya juga bertekad merubah kebiasaan masyarakat dari bertanam sayuran beralih ke tanaman keras. Salah satunya, menanam kopi. Dengan begitu, lingkungan sekitar jadi terawat.

Andi menambahkan, dia memiliki mimpi menjadikan wilayahnya sebagai desa wisata melalui pengembangan budidaya kopi.

“Menjadikan desa wisata melalui budidaya kopi, itu mimpi saya dengan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak masyarakat dari luar kota yang berkunjung untuk melihat sekaligus membeli kopi.

“Butuh sentuhan Pemkab, Pemprov atau pusat, Parentas bisa menjadi Desa Wisata. Pasalnya, sudah banyak orang yang mengetahui keberadaan kopi berlabel “ Coffe Tasik Parentas Asyik,” ujar dia.

Andi menyebut, jika Parentas menjadi Desa Wisata tentunya secara ekonomi akan meningkat. Masyarakatnya bisa membuka bisnis kuliner dan menjadi pemandu.

(Bam’s)

bank bjb Borong Penghargaan Majalah Economic Review

0
fhoto : Arsip DCS bjb

JAKARTA, FOKUSJabar.id : bank bjb kembali membuktikan taringnya, menjadi pemain utama pada bisnis perbankan di Indonesia. Ditengah persaingan perbankan yang cukup ketat, bjb mampu menorehkan prestasi, memborong tiga penghargaan sekaligus pada ajang penganugerahan yang digelar Majalah Economic Review.

Pada Anugerah Perusahaan Tbk Indonesia (APTI) V-2018, bjb meraih dua penghargaan, sebagai Bank Pembangunan Daerah Terbaik di Indonesia untuk Kategori Buku III, bank dengan aset antara Rp50- 100 triliun.

Pertama, bank bjb meraih penghargaan Platinum pada kategori Human Capital dengan penilaian Very Excellent. Kedua, bank bjb meraih penghargaan Gold pada kategori Marketing. Terakhir, bank bjb meraih penghargaan Platinum dengan penilaian Very Excellent pada ajang Indonesia Finance Award (IFA) 2018. IFA 2018 merupakan penghargaan yang juga digelar Majalah Economic Review. Penghargaan ini dikhususkan bagi perusahaan finance. Pada penghargaan IFA 2018, dewan juri melakukan penilaian berdasarkan beberapa kriteria.

Pertama, pertumbuhan pendapatan diukur dengan pertumbuhan penjualan dan pertumbuhan Iaba bersih, dari tahun 2016-2017. Profitabilitas diukur dengan Return on Equity (ROE) atau Return on Asset (ROA) dan Net Profit Margin (NPM) rata-rata dari tahun 2016-2017. Turnover diukur dengan total aset turnover rata-rata dari tahun 2016-2017.

Selanjutnya aktivitas perdagangan saham perusahaan di BEI diukur dengan total jumIah saham yang diperdagangkan sepanjang tahun, rata-rata dari tahun 2016-2017. Nilai tambah bagi pemegang saham diukur dengan selisih market cap dengan nilai buku saham dibagi dengan nilai buku saham. Dihitung rata-rata dari tahun 2016-2017.

Penganugerahan penghargaan berdasarkan kinerja keuangan perusahaan Tbk diberikan di Puridani Auditorium IPMI International Business School di Jakarta pada 19 September 2018 lalu.

Penghargaan tertinggi perusahaan Tbk yang digelar Majalah Economic Review, Indonesia Asia Institute, dan IPMI International Business School ini didasarkan atas penilaian dewan juri independen. Penilaian didasarkan kinerja perusahaan Tbk selama 2016 hingga 2017.

Pendiri Majalah Economic Review Irlisa Rachmadiana mengatakan, penghargaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran perusahaan Tbk di Indonesia. Perusahaan Tbk ke depan bisa lebih memacu peran pentingnya dalam industri perbankan dan finance di Indonesia.

Bagi bank bjb, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi publik atas kinerja bank bjbselama ini. Penghargaan tersebut akan menjadi motivasi bagi seluruh insan bank bjb agar lebih baik lagi ke depannya.

(HW)

Peparda V Jabar ‎Lebih Gebyar Dibanding Porda XIII Jabar

0
Kunjungan PB Peparda V Jabar Bidang PPM-TI ke sekretariat NPCI Kota Bandung (Foto Ageng)
Kunjungan PB Peparda V Jabar Bidang PPM-TI ke sekretariat NPCI Kota Bandung (Foto Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua Bidang Publikasi dan Penyiaran Media -Teknologi Informasi (PPM-TI) Pengurus Besar (PB) Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) V Jabar tahun 2018 Kabupaten Bogor, Kardenal mengatakan, gelaran multieven olahraga khusus penyandang disabilitas akan lebih gebyar dibanding gelaran yang sama sebelumnya. Berbagai persiapan untuk perhelatan Peparda V Jabar November 2018 itu sudah mencapai 98 persen.

‎”Kita akan gebyarkan gelaran Peparda V Jabar yang tidak kalah bergengsi dibanding Porda Jabar XIII. Bahkan bisa dibilang, Peparda V ini sudah jauh lebih siap dibanding Porda XIII. Bahkan persiapan sudah mencapai 98 persen. Ini karena kita lebih ‎aktif sosialisasi, komunikasi, dan koordinasi dengan semua bidang‎,” kata Kardenal  di sela kunjungannya ke sekretariat NPCI Kota Bandung, komplek olahraga Pajajaran Kota Bandung, Sabtu (22/9/2018).

Kardenal menambahkan, sebagai gelaran multieven olahraga khusus penyandang disabilitas, berbagai sarana prasarana pun disiapkan dengan seksama, sehingga ramah terhadap kaum difabel. Mulai dari sarana transportasi seperti bus, akomodasi seperti hotel, akses menuju tempat pertandingan (venue) hingga berbagai hal lainnya.

Kunjungan PB Peparda V Jabar Bidang PPM-TI ke sekretariat NPCI Kota Bandung (Foto Ageng)
Kunjungan PB Peparda V Jabar Bidang PPM-TI ke sekretariat NPCI Kota Bandung (Foto Ageng)

“Venue Peparda V memang menggunakan venue eks Porda XIII dan aksesibilitas bagi pada kaum difabel ‎benar-benar kami perhatikan. Semuanya disiapkan sehingga ramah bagi mereka. Kami ingin Peparda V ini lebih gebyar dibanding gelaran Peparda sebelumnya,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya pun terus melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan Peparda V Jabar tahun 2018 di Kabupaten Bogor. Selain kesiapan tuan rumah, sosialisasi kesiapan berbagai daerah yang akan menjadi peserta Peparda V pun terus dilakukan.

“Kota Bandung ini menjadi daerah pertama yang kami kunjungi, karena disinilah kiblatnya olahraga disabilitas Jabar dan Kota Bandung sebagai juara bertahan Peparda. Setelah dari sini, kita akan sosialisasikan persiapan Peparda V termasuk persiapan beberapa daerah sehingga multieven ini semakin gebyar,” terangnya.

‎Sementara itu,Ketua NPCI Kota Bandung Adik Fachroji menyambut positif kedatangan delegasi PB Peparda V Jabar, khususnya bidang PPM-TI. Dari pemaparan bidang PPM-TI, pihaknya sangat mengapresiasi terkait persiapan pelaksanaan Peparda V Jabar pada November 2018 mendatang di Kabupaten Bogor.

‎”Mudah-mudahan, Kabupaten Bogor lebih siap menjadi panitia yang sukses dalam menggelar Peparda V sehingga lebih gebyar. Dari apa yang dipaparkan, kita sangat mengapresiasi dan apa yang ‎kita bayangkan pun tidak terjadi. Persiapan sudah sangat baik mulai dari sarana prasarana ramah disabilitas, penginapan disiapkan, hingga sosialisasi yang gebyar. Ini menjadi kepuasan kita jika pelaksanaan Peparda V Jabar ini bisa lebih gebyar dan Kabupaten Bogor mengawalinya,” pungkas Adik.

(Ageng/LIN)

Syarat Pendaftaran CPNS dan Caleg Tetap Diperlukan SKCK

0
Ilustrasi pengajuan SKCK (istimewa/tirto.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ahli Hukum Tata Negara dari Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB), Marojahan JS Panjaitan menjelaskan, keberadaan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sudah menjadi polemik sejak lama. Namun SKCK masih tetap diperlukan karena berfungsi untuk menunjukan apakah seseorang pernah terlibat kasus pidana atau tidak.

“Sebetulnya soal SKCK ini sudah jadi polemik sejak lama. Sejak saya masih kecil. Namun fungsi SKCK ini tidak bisa dianggap remeh, apalagi sebagai syarat untuk masuk ke satu instansi,” ujar Marojahan.

Menurutnya, SKCK sebagai syarat untuk mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Calon Legislatif (Caleg) tetap diperlukan. Tujuannya agar orang yang terpilih nanti adalah benar-benar yang terbaik.

“SKCK di CPNS jelas fungsinya. Caleg juga membutuhkan SKCK. Apabila pernah terlibat kasus pidana, maka akan ada rekam jejaknya,” terang Marojahan, Sabtu (22/9/2018).

Sebelumnya, lolosnya caleg bekas koruptor yang maju di Pileg 2019 dengan tetap memegang SKCK mengundang reaksi keras dari masyarakat. Pasalnya, jika dilihat dari ketentuan SKCK, disebutkan bahwa nama tersebut (pemohon-red) di atas tidak memiliki catatan atau keterlibatan dalam kegiatan kriminal apapun.

Masyarakat beranggapan, bahwa sudah selayaknya bekas koruptor tidak diberikan SKCK karena pernah tersandung kasus hukum.

(Vetra)

Emil Meyakini Masa Keemasan Bandung Hadir di Jaman Mang Oded

0
Ridwan Kamil Terharu Lantik Oded M Danial jadi Wali Kota Bandung (Istimewa/inews)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meyakini meyakini bahwa masa keemasan Kota Bandung akan hadir di masa kepemimpinan Wali Kota Bandung Oded yang berpasangan dengan Yana Mulyana sebagai wakil wali kotanya.

Mengingat kantor gubernur Jawa Barat berada di Kota Bandung, Emil yakin koordinasi akan lebih mudah. Tak hanya itu, Oded yang merupakan mantan wakil wali kota, tentu tahu persis permasalahan yang harus diselesaikan di Kota Bandung.

“Saya duga jaman keemasan kota Bandung itu hadir di masa Mang Oded. Karena sudah paham, dan mantan wali kotanya jadi gubernur, jadi double kelebihan,” kata Emil, Jumat (21/9/2018) kemarin.

Emil sendiri sebagai Gubernur Jawa Barat memiliki rencana untuk mengadopsi beberapa programnya saat menjadi wali kota Bandung ke daerah-daerah di Jawa Barat. Beberapa program yang akan diadopsi diantaranya seperi layad rawat, revitalisasi alun-alun, dan commmand center, dan lainnya.

Menurut Emil, semua program baik di Kota Bandung pasti akan diupayakan diterapkan di daerah lain di Jawa Barat.

Dengan diadopsinya program-program milik kota Bandung ke Jawa Barat guna diterapkan di daerah lain, menandakan program tersebut sukses. Untuk itu, Emil meminta Wali kota Bandung Oded M Danial, untuk menjaga dan meningkatkan program yang sudah ada.

“Pesan terpenting tadi pemimpin itu ke Mang Oded saya minta prestasi selama ini tolong dijaga, ASNnya tolong membantu dengan integritas, melayani dengan profesional,” ucapnya. (Vetra)

Resmi, Ma’ruf Amin Mundur Sebagai Rais Aam PBNU

0
Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Maruf Amin (Istimewa/kompas.com)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin telah resmi mundur sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Setelah resmi dinyatakan sebagai cawapres, terhitung mulai hari ini saya mengundurkan diri sebagai Rais Aam,” ujar Ma’ruf kutip CNNIndonesia.com, Sabtu (22/9/2018).

Surat mundur itu dibenarkan oleh Ketua PBNU bidang Hukum PBNU Robikin Emhas. Menurutnya melalui rapat pleno PBNU yang digelar sore ini, pengunduran Ma’ruf sebagai Rais Aam sudah diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj.

“KH Ma’ruf pamit menanggalkan jabatan sebagai Rais Aam PBNU. Selanjutnya meminta doa, restu dan dukungan menapaki jalur perjuangan sebagai wakil presiden berpasangan dengan calon presiden Joko Widodo,” kata Robikin.

Sementara itu, Ma’ruf menjelaskan semenjak menerima amanah dari Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 di Jombang Jawa Timur, tahun 2015, dia sudah bertekad (ber’azam) mewakafkan dirinya untuk menjalankan amanah tersebut sebaik-baiknya.

Namun, kata dia, ternyata Allah berkehendak lain. Tekadnya untuk menuntaskan amanah itu sulit terlaksana karena bangsa dan negara memanggilnya untuk memberikan pengabdian terbaik dengan dicalonkan sebagai wakil presiden.

Menurut Ma’ruf banyak masyaikh dan para kiai yang meminta ia untuk menerima panggilan tersebut. Karena hal tersebut merupakan kesempatan terbaik untuk membawa manhajul fikri dan manhajul harakah NU ke ranah yang lebih luar. Ia pun menerima panggilan sebagai cawapres tersebut. (Vetra)

Anthony Ginting Mantap Melangkah ke Final China Terbuka 2018

0
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting di ajang China Terbuka 2018 (Istimewa/tempo.co)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pebulutangkis tunggal pria Indonesia Anthony Ginting berhasil melaju ke final China Terbuka 2018 setelah menang sengit atas Chou Tien Chen, 12-21, 21-17, 21-15 di babak semifinal, Sabtu (22/9/2018).

Pada gim pertama, Anthony kalah start dari Chou Tien Chen sehingga tak bisa memberikan perlawanan sengit. Anthony tertinggal 4-11 di saat interval dan kemudian kalah 12-21 di akhir gim pertama.

Situasi mulai berubah di gim kedua. Anthony memulai laga lebih baik dengan memimpin 11-7 di saat interval. Anthony tetap tampil konsisten di paruh kedua dan memaksakan terjadinya rubber game dengan skor 21-17.

Momentum kebangkitan Anthony terus berlanjut di gim penentuan. Anthony unggul tiga poin saat interval, 11-8 dan kemudian melanjutkan keunggulan menjadi 16-10. Anthony Ginting lalu mendapatkan match point pada angka 20-12.

Anthony sempat gagal pada tiga kesempatan, sebelum akhirnya menang 21-15. (Vetra)