spot_imgspot_img
Senin 27 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 343

Pemkot Bandung Bakal Alihkan Angkot Jadi Feeder

0
terminal pemkot bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Jalan Wastukencana Kota Bandung Senin (12/1/2026)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan penataan ulang terminal tipe C sebagai bagian dari kebijakan perubahan konsep angkutan kota menjadi feeder yang terintegrasi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, saat ini terdapat sekitar 14 terminal tipe C di Kota Bandung dengan kondisi yang sebagian besar kurang optimal. Salah satu terminal yang menjadi sorotan adalah Terminal Ujungberung.

“Terminal tipe C yang di kelola Pemkot itu ada sekitar 14. Rata-rata kondisinya ya seperti sekarang, termasuk Ujungberung,” kata Farhan Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Jelang Ramadan, Jumlah PPKS di Kota Bandung Naik Dua Kali Lipat

Menurutnya, mengubah konsep angkot menjadi feeder telah di terapkan di sejumlah wilayah penyangga dan akan di adopsi di seluruh Kota Bandung. Perubahan tersebut membuat fungsi terminal tipe C perlu di evaluasi secara menyeluruh.

“Kita akan mengubah konsep angkot menjadi feeder. Ini sudah di contohkan di wilayah sub provinsi dan akan kita adopsi di seluruh Kota Bandung,”katanya.

Farhan menilai, fungsi terminal tipe C perlu di kaji ulang. Pasalnya, saat ini banyak terminal yang hanya di lewati angkot tanpa berfungsi sebagai simpul naik turun penumpang secara optimal.

“Sekarang terminal itu kebanyakan cuma di lewati saja. Jadi kita dalami dulu, kalau fungsinya memang tidak ada, akan kita alihkan,”ucapnya.

Pengalihan Fungsi Terminal

Salah satu opsi pengalihan fungsi terminal adalah seperti yang telah di lakukan di kawasan Ciwastra, yakni di manfaatkan sebagai fasilitas pengolahan sampah. Konsep serupa juga tengah di kaji untuk di terapkan di beberapa terminal lainnya.

“Seperti di Ciwastra, rencananya ada terminal yang di jadikan tempat pengolahan sampah,” ungkapnya.

Baca Juga: Jamkrida Jabar Gandeng BPR Karya Utama Jamin Kredit Pekerja Migran

Kondisi Terminal Ujungberung di sebut menjadi contoh perlunya revitalisasi. Kawasan terminal tersebut kini telah berubah menjadi kios pasar dan ojek pangkalan.

“Di Ujungberung sekarang jadi kios pasar dan ojek pangkalan. Artinya memang kita harus melakukan revitalisasi angkot,” ujarnya.

Farhan menambahkan, perubahan konsep angkot menjadi feeder merupakan langkah penting dalam membangun sistem transportasi kota yang lebih tertata, efisien, dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

“Konsep utamanya angkot sebagai feeder. Itu yang paling penting,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Bupati Garut Tinjau Kebakaran Kios di Jalan Pramuka

0
Toko Tiara Snack fokusjabar.id
Petugas berjibaku memadamkan api di sebuah ruko yang menjual makanan ringan, di Jalan Pramuka, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota,

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi kebakaran yang menghanguskan sejumlah kios di Jalan Pramuka, Kecamatan Garut Kota, Rabu (14/1/2026).

Selain memantau dampak kerusakan, Bupati Syakur menekankan bahwa pentingnya kewaspadaan terhadap fasilitas berisiko serta kemudahan akses informasi darurat bagi masyarakat.

Dalam tinjauannya, Bupati Garut memberikan apresiasi atas respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam menjinakkan api.

Baca Juga: Kebocoran Gas Picu Kebakaran di Toko Tiara Snack Garut

Namun, ia memberikan catatan kritis terkait adanya keterlambatan laporan dari warga. Menurutnya, masih banyak warga yang bingung harus menghubungi siapa saat kondisi darurat terjadi.

“Kurang sosialisasi terkait dengan nomor emergency. Jadi mereka bingung mesti ke siapa berhubungannya,” ujarnya.

Kedepannya, kata Syakur, informasi harus di perbanyak di berbagai titik agar jika ada kejadian, warga langsung menghubungi pihak terkait.

Ia juga menegaskan bahwa sosialisasi masif nomor darurat tetap menjadi prioritas demi keamanan publik, meskipun terdapat risiko penyalahgunaan nomor tersebut.

Kronologi dan Penanganan Api

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, menjelaskan bahwa area yang terbakar merupakan kawasan strategis pusat kota.

Tepatnya di persimpangan Jalan Pramuka dan Jalan Bank. Kawasan tersebut di dominasi toko oleh-oleh yang memiliki aktivitas penggorengan tinggi, sehingga potensi perambatan api sangat besar.

Baca Juga: Imbas Sengketa Lahan, Siswa SMA YBHM Garut Belajar di Masjid

“Kami menurunkan tiga unit pancar dan dua water supply dengan total personel sekitar 35 orang untuk melokalisir api agar tidak merembet ke bangunan lain,” jelas Usep.

Berdasarkan laporan awal, sumber api di duga berasal dari kebocoran selang gas pada salah satu alat penggorengan. Meski demikian, pihak Damkar, masih melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Saat ini, petugas telah memastikan area benar-benar aman setelah melalui proses pendinginan untuk memutus sisa bara api yang berpotensi menyulut kebakaran susulan.

(Y.A. Supianto) 

Kenangan Manis ‘Telephone Koin’ di Pasar Ciamis

0
telephone umum ciamis@fokusjabar.id
Tiga telephone umum koin masih terpasang di dinding pasar manis ciamis.(Husen Maharaja/fokusjabar.id)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Telephone umum koin yang kini masih terpasang di salah satu dinding pasar manis Ciamis, merupakan saksi bisu juga kenangan indah pada masanya.

Belasan tahun lalu, telephon koin umum merupakan alat komunikasi yang sempat menjadi primadona bagi para penggunanya. Khususnya, kaula muda juga kaum pelajar di era tahun 1990an.

“Belasan tahun yang lalu sekitar tahun 1990 sampai 2003 telepon koin selalu menjadi tempat untuk menyambung silaturahmi maupun berbagai keperluan bisnis setiap orang,” kata Yoyo warga Pasar Manis Ciamis. Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Harga Bawang Putih di Pasar Manis Ciamis Naik

Namun, kata Yoyo, semua itu tinggal kenangan manis saja. Karena, seiring dengan semakin canggihnya alat komunikasi. Telephone koin merupakan sebuah saksi perjalanan kehidupan manusia.

“Dulu pengguna telephone koin di pasar manis ciamis, sampai ngantri. Karena waktu itu alat komunikasi cuma telephone biasa saja yang di pasang di rumah atau kantor,” tuturnya.

Setiap perjalanan hidup, kata dia, memang selalu melahirkan sebuah kenangan yang menjadi cerita bagi setiap manusia khususnya pengguna telephone koin.

“Kehidupan ini pasti ada masanya, ada masanya jaya juga sebaliknya. Telephone koin di blok B pasar manis Ciamis adalah salah satu saksi bisu akan kejayaannya di masa lalu,” jelasnya.

Kehidupan Berputar

Maka dengan itu, lanjut Yoyo, kehidupan tentunya berputar. Maka setiap kejayaan ada masanya. Begitu juga dengan perjalanan manusia akan terhempas oleh waktu.

Baca Juga: Roti Kedaluwarsa dalam Paket MBG, Orangtua Siswa SMPN 2 Ciamis Soroti Kinerja Dapur

“Dan pada akhirnya, sejak tahun 2007. Telephon umum koin di pasar manis ciamis, adalah saksi sebuah kejayaan alat komunikasi,”ucapnya.

Dengan itu, Yoyo menambahkan, telephon koin umum di pasar manis Ciamis salah satu kenangan yang mendalam bagi setiap orang yang pernah menggunakannya.

“Tiga telepon umum koin itu  masih ada di tempatnya. Dan menjadi bukti bahwa dulu merupakan primadona. Sebelum tergilas oleh pesatnya alat komunikasi berupa Hand Phone. Namun yang indah itu adalah kenangan,” pungkasnya.

(Husen Maharaja) 

Harga Bawang Putih di Pasar Manis Ciamis Naik

0
pasar manis ciamis fokusjabar.id
Harga bawang putih naik

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Dalam beberapa hari terakir ini, harga Bawang Putih di Pasar Manis Ciamis Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) mengalami kenaikan.

Berdasarkan pantauan di lapangan di Pasar Manis Ciamis, harga Bawang Putih mencapai Rp38 ribu per kg. Harga sebelumnya Rp35 ribu er kg.

BACA JUGA:

Roti Kedaluwarsa dalam Paket MBG, Orangtua Siswa SMPN 2 Ciamis Soroti Kinerja Dapur

Pedagang Pasar Manis Ciamis, Yani menjelaskan, dalam beberapa hari ini harga Bawang Putih mengalami  kenaikan harga.

“Hari ini harga bawang putih Rp38 ribu per kg,” katanya, Rabu (14/1/2026).

Menurut Yani, harga bawang putih mengalami kenaikan akibat stok dari bandar besarnya sedikit berkurang. Pemicunya karena banyak permintaan dari konsumen.

“Permintaan dari konsumen meningkat. Sehingga  harganya melonjak,” ucap Dia.

Selain harga Bawang putih yang mengalami kenaikan, Daging Sapi juga kenaikan harga.

“Harga Daging Sapi hari ini saya jual Rp140 ribu per kg. Sebelumnya Rp135 ribu per kg,” kata pedagang daging, Eros.

BACA JUGA:

Pasca Libur Sekolah, Tukang Pangkas Rambut di Ciamis Kebanjiran Pelajar

Eros menjelaskan, kenaikan harga daging sapi karena harga beli dari distributor mengalami kenaikan.

“Stok aman. Cuma harga dari distributor mengalami kenaikan. Sehingga kami menyesuaikan harg,” singkatnya.

(Husen Maharaja)

Jelang Ramadan, Jumlah PPKS di Kota Bandung Naik Dua Kali Lipat

0
dinas sosial kota bandung@fokusjabar.id
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandung, Irvan Alamsyah

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Sosial Kota Bandung mencatat jumlah Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Bandung terus mengalami peningkatan dari 847 PPKS pada 2024 menjadi 2.003 PPKS pada awal 2026 dari berbagai kategori.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Bandung, Irvan Alamsyah, mengatakan, angka tersebut merupakan hasil penjangkauan berkelanjutan yang di lakukan sejak tahun sebelumnya.

“Jumlah tersebut tidak semuanya warga Kota Bandung. Pada 2025, hasil penjangkauan kami menunjukkan peningkatan hingga sekitar 2.003 orang,” ujar Irvan, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Jamkrida Jabar Gandeng BPR Karya Utama Jamin Kredit Pekerja Migran

Irvan menjelaskan, lonjakan PPKS kerap terjadi pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang Ramadan, IdulFitri, dan Idul adha. Pada periode tersebut, Kota Bandung sering menjadi tujuan pendatang dari luar daerah yang berharap mendapatkan penghidupan yang lebih baik.

“Biasanya memang ada peningkatan menjelang hari besar keagamaan. Saat ini pun sudah mulai terlihat karena kita mendekati Ramadan,” katanya.

Irvan menegaskan, bahwa mayoritas PPKS yang terjaring berasal dari wilayah Bandung Raya, seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Namun, sebagian lainnya datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa hingga luar pulau.

Baca Juga: Perluas Inklusi Keuangan Digital, bank bjb Gandeng Platform Fintech Duluin

“Ada juga yang berasal dari Sumatera. Kami pernah memulangkan tunawisma sampai ke Tanah Datar, Sumatera Barat,” ungkapnya.

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa sebagian PPKS memang datang secara sengaja ke Kota Bandung. Untuk itu, Dinas Sosial Kota Bandung terus memperkuat upaya penjangkauan, pendataan, serta rehabilitasi sosial.

“Kami tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memberikan rehabilitasi sosial dasar. Untuk PPKS dari luar daerah, kami fasilitasi pemulangan agar mendapatkan penanganan lanjutan di daerah asal,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Kebocoran Gas Picu Kebakaran di Toko Tiara Snack Garut

0
Toko Tiara Snack fokusjabar.id
Petugas berjibaku memadamkan api di sebuah ruko yang menjual makanan ringan, di Jalan Pramuka, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota,

GARUT, FOKUSJabar.id: Sebuah ruko yang menjual makanan ringan, Toko Tiara Snack di Jalan Pramuka Kelurahan Pakuwon Kecamatan Garut Kota ludes terbakar, Rabu (14/1/2026) pagi.

Kebakaran di duga dari kebocoran tabung gas melon.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko mengatakan, petugas menerima laporan pada pukul 08.20 WIB.

BACA JUGA:

Imbas Sengketa Lahan, Siswa SMA YBHM Garut Belajar di Masjid

Menanggapi laporan warga, tim dari Mako Patriot langsung di kerahkan ke lokasi kejadian.

“Petugas tiba di lokasi dalam waktu lima menit sejak laporan di terima. Mengingat lokasi berada di area pertokoan yang padat, kami segera menerjunkan tiga unit mobil pancar dan dua unit water supply untuk melokalisir api,” kataEko kepada FOKUSJabar.

Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali muncul dari bagian dapur toko akibat kebocoran gas.

Percikan api dengan cepat menyambar material yang mudah terbakar dan merembet ke bagian bangunan lainnya.

Meski toko mengalami kerusakan berat dengan luas area terbakar sekitar 6 x 5 meter persegi, tim pemadam berhasil melakukan tindakan penyelamatan yang krusial.

Sebanyak 5 orang karyawan (Faisal, Solihin, Muksin, Wifa dan Nita) berhasil di selamatkan dari kepungan api. Kerugian material di taksir Rp200 juta.

Eko mengungkapkan, petugas berhasil mencegah api merembet lebih luas ke ruko-ruko di sekitarnya.

“Total aset yang berhasil diselamatkan mencapai Rp1,2 milyar,” sebutnya.

Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung selama satu jam. Dan dinyatakan selesai pada pukul 09.30 WIB.

Operasi tersebut turut dibantu oleh personel TNI, Polsek setempat, Dishub, Satpol PP, Dinkes serta relawan pemadam kebakaran (Redkar) dan warga sekitar.

BACA JUGA:

Rp30 Juta Kerugian Kebakaran Rumah di Samarang Garut

“Kami mengapresiasi kecepatan warga dalam melapor. Kami juga mengimbau kepada para pelaku usaha untuk selalu mengecek secara berkala instalasi gas. Selain itu, menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi awal,” tutup Usep.

Saat ini, situasi di Jalan Pramuka telah kembali kondusif. Dan petugas kepolisian tengah melakukan olah TKP lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

(Y.A. Supianto)

Jamkrida Jabar Gandeng BPR Karya Utama Jamin Kredit Pekerja Migran

0
jamkrida jabar@fokusjabar.id
Direktur Utama PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jawa Barat Bobby Cahyadi (batik), Bersama Direktur Utama PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Karya Utama Jabar Mohamad Noor Rahman Saat Penandatanganan Naskah Perjanjian Kerjasama (PKS) di Kantor Biro BUMD Jalan Sangkuriang Kota Bandung Rabu (14/1/2026)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: PT. Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jawa Barat menjalin kerja sama dengan PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Karya Utama Jabar. Dalam skema penjaminan kredit konsumtif bagi pekerja migran Indonesia di Jawa Barat.

Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi antar BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pembiayaan sektor ketenagakerjaan.

Direktur Utama PT. Jamkrida Jabar, Bobby Cahyadi mengatakan, bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis. Dalam mengembangkan perekonomian Jawa Barat melalui dukungan pembiayaan bagi pekerja migran.

Baca Juga: Perluas Inklusi Keuangan Digital, bank bjb Gandeng Platform Fintech Duluin

“Kerja sama Jamkrida Jabar dengan BPR Karya Utama ini merupakan bentuk sinergi BUMD Pemprov Jabar. Kami mendukung pembiayaan pekerja migran Indonesia,” kata Bobby usai penandatanganan naskah perjanjian kerjasama. Di Kantor Biro BUMD Jalan Sangkuriang Kota Bandung Rabu (14/1/2026).

Menurut Boby, bahwa, pekerja migran Indonesia berkontribusi terhadap perekonomian, karena mereka merupakan pahlawan devisa.

Bobby berharap, melalui skema penjaminan kredit ini dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran sekaligus memperkuat peran BUMD dalam pembangunan daerah.

“Harapannya kerja sama ini bisa menekan pengangguran dan menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan antar BUMD,”ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT BPR Karya Utama Jabar, Mohamad Noor Rahman menyampaikan. Bahwa kerja sama dengan Jamkrida Jabar menjadi bagian penting dari mitigasi risiko dalam penyaluran pembiayaan. Khususnya bagi calon tenaga kerja migran.

“Bagi BPR Karya Utama Jabar, ini adalah bentuk kolaborasi BUMD sekaligus mitigasi risiko. Ketika membiayai tenaga kerja migran, yang saat ini fokusnya ke Jepang,” kata Noor Rahman.

Menurutnya, pembiayaan dilakukan dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang sehat dan kredibel. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas calon debitur serta menjaga prinsip kehati-hatian perbankan.

“Ini baru pertama kami lakukan. Kami ingin membantu calon pekerja migran yang akan berangkat ke Jepang dan nantinya memberikan devisa bagi Jawa Barat,” katanya.

Meski saat ini masih berfokus pada Jepang, Noor Rahman membuka peluang ekspansi ke negara lain. BPR Karya Utama Jabar juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Untuk menjajaki peluang pembiayaan pekerja migran ke berbagai negara tujuan.

“Kami tetap membuka kesempatan kerja sama dengan lembaga lain dan negara tujuan lain. Sesuai dengan informasi dan kebutuhan tenaga kerja migran,” ujarnya.

Sambut Baik Kerja Sama

Sementara itu, Kepala Biro BUMD Investasi dan Administrasi Pembangunan, Deny Hermawan menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut.

“Pemprov Jabar menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk sinergi antar BUMD. Yakni Jamkrida Jabar dan BPR Karya Utama Jabar,”ujar Deny.

Baca Juga: Transparansi Berbuah Apresiasi, bank bjb Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

Deny menilai kedua BUMD tersebut menunjukkan kinerja yang positif sepanjang 2025. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat daya tumbuh masing-masing perusahaan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi perekonomian daerah.

“Sinergi ini sangat bermanfaat, terutama dalam upaya menurunkan tingkat pengangguran, meningkatkan devisa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat,”ungkapnya.

Deny berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh kolaborasi BUMD dalam membangun ekosistem ekonomi yang kuat. Dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat.

“BUMD-BUMD ini mampu menjadi satu ekosistem yang kuat menggerakkan perekonomian memberikan layanan kepada masyarakat. Dan memberikan PAD kepada Pemprov Jabar dan
nantinya akan digunakan untuk pembangunan Jawa Barat,”ungkapnya.

(Yusuf Mugni)