spot_imgspot_img
Senin 27 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 344

Imbas Sengketa Lahan, Siswa SMA YBHM Garut Belajar di Masjid

0
SMA YBHM Garut fokusjabar.id
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina

GARUT, FOKUSJabar.id: Memasuki hari kedua sekolah, ratusan siswa SMA YBHM Garut masih belum bisa mengakses ruang kelas akibat gerbang sekolah di gembok pihak yang bersengketa.

Sebagai langkah darurat, pihak sekolah memutuskan untuk mengalihkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ke masjid dan menerapkan sistem daring.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ingin Bola Voli jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Kepala SMA YBHM Garut, Enggah Yusuf menjelaskan, keputusan tersebut diambil agar hak pendidikan siswa tidak terhenti. Meskipun konflik lahan antara pihak yayasan dan seorang pengusaha belum menemui titik terang.

“Untuk sementara kami terapkan belajar daring. Namun, mulai besok siswa akan mencoba belajar di masjid belakang sekolah,” ujar Enggah usai audiensi di Rumah Dinas Wakil Bupati Garut, Selasa (13/1/2026).

Enggah menegaskan, pihak sekolah memilih bersikap kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pemerintah dan aparat penegak hukum (APH).

Prioritas utama sekolah saat ini adalah memastikan 200 lebih siswa tetap mendapatkan materi pelajaran.

“Kami serahkan semuanya kepada pemerintah. Baik secara hukum maupun penanganan di lapangan. Yang paling penting, anak-anak tetap bisa belajar,” ungkapnya.

Persoalan ini bermula dari klaim kepemilikan lahan bangunan sekolah oleh seorang pengusaha. Akibatnya, pada hari pertama masuk sekolah, Senin (12/1/2026), seluruh siswa gagal melaksanakan KBM karena akses masuk sekolah tertutup rapat.

BACA JUGA:

Forkopimcam Banjarwangi Dirikan Tenda Darurat untuk KBM

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina menyatakan, pihaknya telah mengupayakan mediasi dan menemukan titik temu sementara. Meski demikian, prosedur hukum tetap harus dihormati tanpa tindakan gegabah.

“Hukum harus tetap ditegakkan. Kita tidak boleh asal terobos. Namun, Pemkab Garut berkomitmen mengawal penuh proses ini. Baik di tingkat Polres maupun Polda Jabar. Tidak akan ada pihak yang dianaktirikan,” tegas Putri.

Putri menambahkan, kasus ini telah menjadi perhatian serius Bupati Garut serta Gubernur Jawa Barat. Karena tingkat SMA berada di bawah naungan Provinsi.

Dia memastikan, Dinas Pendidikan Jawa Barat akan ikut bertanggung jawab langsung atas keberlangsungan pendidikan siswa SMA YBHM.

BACA JUGA:

Putri Karlina Beri Pesan Khusus kepada Perumda Tirta Intan Garut

Terkait pembukaan gembok secara paksa, pemerintah belum bisa memastikan waktu pastinya. Karena masih menyangkut hubungan antarindividu secara hukum.

Putri mengimbau para siswa dan guru untuk tetap tenang dan fokus pada pendidikan.

“Ini tugas kami sebagai pemerintah untuk menyelesaikan. Saya pesan kepada anak-anak, jangan sampai ikut terprovokasi. Tetaplah belajar,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya Tolak Pilkada Dipilih DPRD

0
pdi perjuangan kota tasikmalaya@fokusjabar.id
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, H. Dodo Rosada.(dok)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya menolak keras terkait wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Jelas kami PDI Perjuangan menolak. Wacana Pilkada di pilih oleh DPRD,” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Dodo Rosada, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, bahwa perspektif PDI Perjuangan yaitu melalui pendekatan aspek yuridis normatif. Dan hal tersebut sesuai dengan hasil rapat kerja nasional (Rakernas), yang di gelar tanggal 10 hingga 12 Januari 2026. Di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta.

Baca Juga: Rakyat Gigit Jari, Rp30,6 Miliar APBD Kota Tasikmalaya Menguap di PJU

“Dalam konstitusi kita, juga Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Bahwa Pemilihan Kepala Daerah yaitu Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati. Wali Kota dan Wakil Wali Kota jelas di laksanakan secara demokratis,” ucapnya.

Kalimat demokratis itu, Dodo menjelaskan, bahwa kepala daerah dan wakil kepala daerah, di pilih secara langsung oleh rakyat. Hal itu kemudian di jabarkan melalui Undang-undang Pemilu.

“Pertama, wacana Pilkada di pilih oleh DPRD, itu jelas sudah mengingkari terhadap konstitusi. Kedua dalam negara yang berprinsip demokrasi maka masyarakat terlibat langsung sebagai tonggak utama dalam mengambil sebuah keputusan,” tegasnya.

Selain itu, Dodo mengatakan, bahwa, karena sebagai tonggak utama, masyarakat tentu terlibat juga dalam menentukan serta melahirkan para pemimpin.

Harus Jadi Dasar

Dengan demikian, kata Dodo, dua aspek tersebut, tentu harus menjadi dasar pijakan bagi semuanya.

“Jadi, PDI Perjuangan tentu mentaati aspek konstitusi, perspektif pendekatan yuridis normatif maupun perspektif pendekatan ideolis sosiologis,” tuturnya.

Baca Juga: Demi Hamzah: Selamat Ulang Tahun PDI Perjuangan ke 53, Satyam Eva Jayate

Maka, dengan kalimat kedaulatan ada di tangan rakyat, Dodo menegaskan, berarti rakyat yang harus ikut menentukan serta melahirkan para pemimpin.

“Hasil rakernas PDI Perjuangan, jelas pertimbangan lebih rasional dan lebih objektif. Dengan berdasarkan norma hukum juga norma sosial, jadi jelas PDI Perjuangan menolak Pilkada di pilih DPRD,” ujarnya.

Dodo menegaskan kembali, bahwa pemilihan kepala daerah yaitu di pilih secara demokratis. “Dan makna demokratis itu di pilih langsung oleh rakyat,” pungkasnya.

(Yud’s)

7 Objek Wisata di Labuan Bojo Ditutup karena Cuaca Ekstrem

0
labuan bojo fokusjabar.id
Objekwisata di Labuan Bojo (foto: web)

MANGGARAI BARAT, FOKUSJabar.id: Pemkab Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup sejumlah spot wisata di sekitar Labuan Bajo.

Penutupan sejumlah spot wisata di lakukan karena imbas cuaca buruk.

BACA JUGA:

Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang Dimulai

Mengutip kompas.com, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Budaya (Parekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori mengatakan, obyek wisata yang di tutup sementara, Goa Rangko, Cunca Wulang dan obyek wisata Pantai Mberenang.

“Penutupan di lakukan dari tanggal 14 hingga 15 Januari 2026,” kata Stefanu.

Dia menegaskan, penutupan itu di lakukan demi keselamatan dan keamanan wisatawan serta masyarakat.

Semua obyek wisata yang di tutup itu akan di buka kembali setelah kondisi cuaca di nyatakan aman berdasarkan informasi resmi BMKG.

Stefanu menambahkan, acuan utama dari penutupan sejumlah obyek wisata karena ada Maklumat Pelayaran Nomor 05/MP-I/2026 yang dikeluarkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo.

Maklumat tersebut tentang Peringatan Potensi Cuaca Ekstrem atas Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dari BMKG.

Terkait cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir ini, KSOP Labuan Bajo melarang semua kapal wisata berlayar. Termasuk speedboat.

BACA JUGA:

BMKG: Ini Wilayah Berpotensi Hujan Tinggi hingga 20 Januari

Sebanyak tujuh lokasi wisata bahari unggulan menjadi perhatian khusus berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG Direktorat Meteorologi Maritim periode 12-14 Januari 2026.

Yakni, Manta Point, Gililawa Laut Pulau Kanawa, Pulau Padar, Pulau Papagarang, Pulau Rinca dan Pulau Sabolo.

Tujuan langkah preventif itu untuk meminimalisasi risiko kecelakaan di kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo.

“Para pelaku usaha wisata dan calon wisatawan di imbau untuk jadwal ulang perjalanan demi keamanan dan keselamatan bersama,” imbuhnya.

(Bambang Fouristian)

Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang Dimulai

0
Aceh Tamiang fokusjabar.id
(foto: web)

ACEH TAMIANG, FOKUSJabar.id: Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dari Polri untuk warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang resmi di mulai, Selasa (13/1/2026) kemarin.

Menghutip kompastv, peresmian pembangunan di lakukan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Marzuki Alibasyah.

BACA JUGA:

Jembatan Kali Gede Jepara Putus, Anak Sekolah Putar Arah 2,5 Km

Marzuki menyebut, pembangunan Huntap merupakan tindak lanjut atas arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Kapolda, Huntap ini akan di bangun di lahan seluas 6,5 hektare yang telah di siapkan dan di kuasakan kepada Polri.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk mendukung kelancaran proses pembangunan agar dapat berjalan sesuai rencana.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membantu dan mendukung pelaksanaan pembangunan ini,” kata Kapolda.

“Pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat. Sehingga kami mohon kesabaran dan kerja sama semua pihak,” Dia menambahkan.

Pihaknya menargetkan proses pematangan lahan dapat di rampungkan dalam waktu dua pekan.

BACA JUGA:

Lombok Timur Diteror Cuaca Esktrem, 40 KK Terdampak

Sedangkan pembangunan unit hunian tetap di proyeksikan selesai dalam waktu sekitar dua bulan.

“Insya Allah, setelah pematangan lahan selama dua minggu, pembangunan rumah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Rp30 Juta Kerugian Kebakaran Rumah di Samarang Garut

0
kebakaran garut fokusjabar.id
Kondisi bangunan rumah pascakebakaran

GARUT, FOKUSJabar.id: Musibah kebakaran melanda rumah semi permanen milik warga di Kampung Mojang, RT02/09, Desa Sukakarya Kecamatan Samarang Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Selasa (13/1/2026) kemarin.

Kebakaran diduga dari aktivitas tungku masak di dapur rumah korban.

BACA JUGA:

Forkopimcam Banjarwangi Dirikan Tenda Darurat untuk KBM

Camat Samarang, Bambang Isnaeni Fathan menyebut, rumah tersebut milik Dede Husni.

Bangunan dua lantai yang berbahan dasar kayu dan dinding bilik bambu tersebut mengalami kerusakan signifikan. Terutama pada bagian dapur yang habis dilalap api.

“Menurut keterangan pemilik rumah, api berasal dari tungku yang letaknya berdekatan dengan tiang kayu rumah. Karena material bangunan berbahan kayu dan bilik bambu, api dengan cepat merambat dan membesar,” kata Bambang, Rabu (14/1/2026).

Meskipun api sempat membesar, kesigapan warga sekitar dalam membantu memadamkan api berhasil mencegah kebakaran merembet lebih luas.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian materil sekitar Rp30 juta.

Pihak Kecamatan Samarang bersama Anggota Satpol PP dan Forkopimcam telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi masyarakat tetap kondusif.

BACA JUGA:

Ormas GAS ‘Ngamuk’ Dinas Koperasi dan UKM Garut Menyerah?

Bambang juga memastikan bahwa saat ini api sudah benar-benar padam dan warga dalam kondisi aman terkendali.

“Kami telah berkoordinasi dan mengajukan rekomendasi bantuan kepada instansi terkait. Fokus utama kami adalah membantu korban mendapatkan bantuan material bangunan dan kebutuhan pokok (Sembako) untuk meringankan beban mereka,” pungkas Bambang.

(Y.A. Supianto)

Ular Sanca Pemangsa Ayam Ditangkap Petugas Damkar Ciamis

0
ular sanca damkar ciamis fokusjabar.id
Petugas Damkar Ciamis setelah menangkap Ular Sanca

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Seekor ular Sanca (Pyithondae) sepanjang 2,2 meter berhasil di tangkap personel Damkar UPTD Ciamis.

Ular tersebut berhasil di tangkap setelah memangsa ayam petelur milik Lia Kurnia  di Dusun Desa Kecamatan Sukajadi Kabupaten Ciamis Jawa Barat.

BACA JUGA:

Damkar Ciamis Evakuasi Ular Sanca dari Kloset Kamar Mandi Warga

Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyantoe mngatakan, keberadaan ular tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga kandang.

Saat itu, Dia akan memberi pakan dan melihat ada ayam mati mengambang di kolam.

“Saat penjaga kandang akan memberi pakan, Dia melihat Ayam  mati,” kata Trisyanto, Rabu (14/1/2026).

Selanjutnya, penjaga kandang berusaha turun ke dalam kolam untuk mengambil bangkai ayam.

“Saat akan mengambilnya, Dia melihat seekor ular di sela sela kandang,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Damkar Banjarsari Ciamis Tangkap Ular Kobra Jawa

Penjaga kandang langsung melaporkan penemuan ular ke pihak Damkar UPTD Ciamis.

“Ular Sanca itu berhasil kami tangkap tanpa melukai petugas maupun ular itu sendiri,” ungkapnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, personel Pemadam Kebakaran (Damkar) UPTD Ciamis berhasil mengevakuasi seekor ular sanca yang bersembunyi di dalam kloset kamar mandi Rudi Hartono (55), warga Lingkungan Desa Kolot, Kelurahan Ciamis.

Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Petugas Damkar harus melakukan pembongkaran kloset kamar mandi untuk memastikan ular berukuran cukup besar tersebut dapat dikeluarkan dengan aman tanpa membahayakan penghuni rumah.

(Husen Maharaja)

Gunung Marapi Meletus, Status Level II Waspada

0
Gunung Marapi fokusjabar.i
Gunung Marapi (foto: web)

SUMATERA BARAT, FOKUSJabar.id: Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) kembali meletus, Selasa (13/1/2026) pada pukul 19.59 WIB.

Mengutip kompas.com, Gunung yang berada di Kabupaten Tanah Datar dan Agam itu melontarkan abu vulkaniknya. Namun tinggi kolomnya tak teramati.

BACA JUGA:

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Jangkau 5 Km

“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 mm dengan durasi 35 detik,” kata petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA), Teguh Purnomo.

Sebelumnya, Gunung ini juga meletus pada Kamis (8/1/2026) pagi dan tinggi kolom tidak teramati.

Menurut Teguh, Gunung Marapi berstatus Level II Waspada. Sehingga masyarakat diminta untuk tidak mendekati dan beraktivitas 3 kilometer dari kawah.

“Kami imbau masyarakat yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi selalu waspada potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi. Terutama di saat hujan,” kata Teguh.

Pihaknya juga mengimbau warga agar menggunakan masker jika terjadi hujan abu. Sebab bisa membahayakan kesehatan.

Sebelumnya, Gunung Marapi meletus pada 3 Desember 2023 lalu dan menewaskan 23 pendaki yang berada di atasnya.

Setelah itu, Marapi terus erupsi dan melontarkan abu vulkanik.

BACA JUGA:

BMKG: Gelombang Tinggi Terjadi di Sejumlah Perairan Indonesia

Bencana Marapi terus berlanjut dengan terjadinya banjir lahar pada Sabtu (11/5/2024) lalu dengan menewaskan 60 warga di Tanah Datar, Agam dan Padang Pariaman.

Sebagai informasi, Gunung Marapi di Sumatera Barat adalah gunung berapi sangat aktif di Kabupaten Agam dan Tanah Datar.

Ketinggiannya mencapai 2.891 mdpl, sering meletus dan baru-baru ini mengalami aktivitas signifikan. Termasuk erupsi pada awal Desember 2023 yang menewaskan pendaki.

(Bambang Fouristian)