spot_imgspot_img
Rabu 14 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 344

Musik Karaoke Liar di Situ Cibeureum Tasikmalaya Tuai Protes Warga, Kelurahan Siapkan Aturan Tegas

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Keterangan foto: Suasana musyawarah warga di Aula Kantor Kelurahan Tamanjaya membahas warung karaoke di Situ Cibeureum yang membuat warga geram.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Situ Cibeureum di Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, yang selama ini menjadi ikon wisata air nan asri, mendadak memanas.

Bukannya menyajikan ketenangan, kawasan wisata ini justru memicu konflik akibat dentuman musik bising dari warung-warung karaoke liar.

Baca Juga: Gotong Royong Warga Parungponteng dan Satgas TMMD ke-129

Puncak kekesalan masyarakat akhirnya memicu musyawarah sengit di aula Kelurahan Tamanjaya, Senin (27/7/2026).

Plt Lurah Tamanjaya, Abay Bayani, memimpin langsung rapat yang menghadirkan warga, pemilik warung, tokoh agama, hingga aparat keamanan tersebut. Namun, suasana musyawarah berjalan sangat alot dan diwarnai aksi saling bantah.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kelurahan Tamanjaya, Ustaz Ayub, melontarkan kritik pedas saat merespons klaim para pemilik warung. Para pengusaha berdalih telah meredam suara bising musik mereka.

Ustaz Ayub mematahkan argumen tersebut karena ia masih kerap mendengar dentuman musik malam meski letak rumahnya jauh dari danau.

“Saya yang rumahnya jauh saja masih bisa mendengarnya. Di forum ini, semua seperti tidak jujur menyampaikan fakta,” tegas Ustaz Ayub di hadapan peserta rapat.

Lemahnya Penegakan Hukum

Sikap saling melempar alasan ini melukai perasaan warga sekitar. Selain mengalami kelelahan fisik akibat gangguan tidur saban malam, warga merasa pihak berwenang mengabaikan jeritan hati mereka.

Di tengah suasana yang kian tegang, Ketua LPM Kelurahan Tamanjaya, Rudianto, S.Pd.I., membongkar akar masalah yang sebenarnya. Ia melihat persoalan Situ Cibeureum melampaui masalah volume suara yang terlalu keras semata.

Rudianto menilai lemahnya penegakan hukum dan pengawasan operasional menjadi pemicu utama. Longgar izin bangunan hingga bebasnya aktivitas malam membuat para pemilik warung seolah kebal hukum.

“Kalau aturan ditegakkan disertai sanksi yang jelas, persoalan seperti ini tidak akan terus berulang,” ujar Rudianto.

Ia menambahkan bahwa pembiaran terhadap pelanggaran kecil pada akhirnya meledakkan kemarahan sosial warga Tamanjaya.

Guna meredam situasi yang kian meruncing, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamanjaya, Ali, turun tangan menenangkan peserta musyawarah. Ia meminta semua pihak menahan emosi dan memprioritaskan kerukunan antarwarga.

Melalui mediasi tersebut, Plt Lurah Abay Bayani akhirnya menutup rapat dengan merumuskan komitmen bersama. Pihak kelurahan bakal menerbitkan aturan ketat yang mencakup pembatasan jam operasional, penetapan batas volume suara, serta sanksi tegas bagi para pelanggar.

Langkah tegas dari Kelurahan Tamanjaya ini kini menjadi ujian nyata bagi penegakan aturan di lapangan. Warga Tasikmalaya menantikan janji pemulihan ketenangan di Situ Cibeureum agar fungsi kawasan wisata ramah publik ini kembali seperti semula.

(Abdul Latif)

Farhan Ungkap Modus Transaksi Narkoba Sistem Tempel di Kota Bandung

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap temuan memalukan saat memimpin patroli malam Minggu di sejumlah titik Kota Bandung.

Petugas mendapati sekelompok pemuda malah menggunakan pos keamanan lingkungan (Pos Kamling) di kawasan Braga sebagai tempat mabuk-mabukan. Mirisnya, para pemuda tersebut sama sekali bukan warga lokal.

Baca Juga: Bandung Kini Punya Bluebird Prime, Naik Taksi Premium dengan Mobil Listrik BYD E6

“Pemuda masuk ke pos kamling bukannya menjaga, malah mabuk. Itu ada di Braga, Kelurahan Braga. Dan ketika saya cek, ternyata mereka bukan warga Braga,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026).

Farhan menganggap kejadian ini sebagai tamparan keras sekaligus bahan evaluasi mendalam bagi sistem pengamanan wilayah. Ia menegaskan pentingnya menumpas peredaran minuman beralkohol ilegal yang merusak fungsi fasilitas umum.

“Temuan menarik, ngerakeun, ya. Makanya konsumsi alkohol ilegal ini betul-betul mesti kita berantas. Ngerakeun pisan. Jadi saya juga malu ceritanya,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama aparat penegak hukum berjanji menindak tegas jaringan peredaran dan konsumsi miras ilegal yang memicu potensi gangguan ketertiban.

“Peredaran dan konsumsi minol ilegal akan kita bongkar habis,” ucapnya.

Sinergi Bersama BNN

Tak cuma fokus memberantas miras ilegal, Pemkot Bandung juga mempererat sinergi dengan BNN Kota Bandung dan BNN Provinsi Jawa Barat untuk membongkar peredaran narkotika serta obat keras di kawasan rawan.

Farhan menjelaskan bahwa jajaran petugas di lapangan mulai mengendus berbagai modus baru transaksi obat-obatan terlarang tanpa tatap muka langsung.

Farhan menggambarkan, pelaku umumnya meminta pembeli mengirimkan uang via transfer perbankan. Setelah itu, penjual menempelkan barang di lokasi tersembunyi seperti area taman atau batang pohon.

“Kalau misalkan ada seseorang pesan narkotika atau obat keras, tidak langsung ketemu. Janjian di taman A, ditempel di pohon nomor sekian. Dia transfer, terus mengambil barangnya di taman tersebut tanpa bertemu dengan orang,” jelasnya.

Menurut Farhan, transaksi dengan sistem tempel ini menambah tantangan bagi petugas di lapangan. Kendati begitu, Pemkot Bandung dan aparat kepolisian optimistis dapat membongkar jaringan tersebut.

“Nah, itu bukan hal yang mudah untuk diungkap. Tapi insyaallah, bersama penegak hukum, mudah-mudahan bisa segera terungkap,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Bandung Kini Punya Bluebird Prime, Naik Taksi Premium dengan Mobil Listrik BYD E6

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Layanan taksi premium Bluebird Prime kini resmi hadir di Kota Bandung -Ist- (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Layanan taksi premium Bluebird Prime kini resmi mengaspal di Kota Bandung. Kehadiran armada baru ini menawarkan pengalaman perjalanan ekstra nyaman sekaligus menambah opsi mobilitas warga Kota Kembang.

Bluebird Prime melengkapi keberadaan taksi reguler Bluebird yang selama ini melayani kebutuhan transportasi harian masyarakat. Jika armada reguler menyasar perjalanan rutin, Bluebird Prime secara khusus membidik pelanggan yang mengutamakan ruang kabin lebih lega dan kenyamanan tinggi.

Baca Juga: Air Mulai Seret di Sejumlah Wilayah Bandung, Mobil Tangki Terus Bergerak Bantu Warga

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, menilai karakteristik mobilitas masyarakat di setiap kota memang berbeda-beda. Kendati demikian, masyarakat tetap menempatkan aspek keamanan, kenyamanan, serta keandalan sebagai prioritas utama.

“Di Bandung, kami melihat mobilitas masyarakat yang semakin dinamis, baik untuk aktivitas profesional, pendidikan, maupun waktu bersama keluarga,” kata Andre, Senin (27/7/2026).

Berlandaskan dinamika tersebut, perusahaan menghadirkan Bluebird Prime untuk memberikan standar pelayanan yang lebih tinggi. Layanan ini tetap mengusung reputasi kualitas Bluebird yang telah memenangkan kepercayaan publik selama lebih dari lima dekade.

Di wilayah Bandung, operasional Bluebird Prime mengandalkan armada kendaraan listrik BYD E6. Mobil listrik ini menyajikan ruang kaki lebih lapang, kapasitas bagasi yang besar, serta kabin yang jauh lebih luas ketimbang armada reguler.

Penggunaan mobil berbasis baterai ini juga menciptakan suasana dalam kabin yang sangat senyap, sehingga penumpang bisa menikmati perjalanan dengan lebih tenang.

Peluncuran Bluebird Prime sekaligus memberikan kepastian bagi pelanggan yang ingin mengendarai mobil listrik BYD E6. Warga dapat melakukan pemesanan langsung melalui aplikasi MyBluebird dengan memilih opsi Bluebird Prime.

Skema Fixed Price

Pengguna dapat memilih skema Fixed Price (harga pasti sejak awal) maupun memakai tarif argometer sesuai kebutuhan perjalanan.

Selain menggunakan aplikasi digital, masyarakat juga bisa memesan Bluebird Prime lewat saluran call center, pangkalan resmi, atau menyetop armada langsung saat melintas di jalan.

Manajemen Bluebird menegaskan bahwa layanan ini sangat cocok menunjang berbagai ritme aktivitas masyarakat. Pilihan ini menjawab kebutuhan perjalanan di sela jadwal kerja yang padat, acara keluarga, momen kumpul bersama kawan, hingga perjalanan pulang usai beraktivitas seharian.

Langkah ekspansi Bluebird Prime ke Bandung menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk terus memperluas ragam layanan transportasi. Tentunya layanan yang selaras dengan kebutuhan warga di pelbagai kota operasional.

Guna menyemarakkan peluncuran ini, Bluebird menghadirkan beragam penawaran promo menarik bagi pelanggan yang bertransaksi menggunakan kartu kredit BCA, BNI, DBS, UOB, serta saldo GoPay.

Masyarakat dapat mempelajari syarat dan ketentuan promo tersebut secara lengkap melalui tautan bbg.id/bbprime.

(Yusuf Mugni)

Air Mulai Seret di Sejumlah Wilayah Bandung, Mobil Tangki Terus Bergerak Bantu Warga

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Farhan. (Foto: Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Bandung. Kawasan Bandung Timur dan Utara, khususnya Ujungberung serta Cibiru, memegang potensi tertinggi menghadapi ancaman kekeringan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membenarkan munculnya potensi kekeringan tersebut, terutama di kawasan Bandung bagian timur. Meski begitu, armada mobil tangki sejauh ini sukses menyalurkan air bersih secara merata kepada warga.

Baca Juga: Begal Jadi Sorotan, Pemkot Bandung Hidupkan Lagi Semangat Siskamling

“Sampai sejauh ini kekeringan ada, tapi bisa teratasi dengan baik melalui distribusi tangki air di daerah-daerah. Tidak ada keluhan. Semuanya terpenuhi,” kata Farhan, Senin (27/7/2026).

Farhan mengungkapkan bahwa penyusutan air bersih mulai terasa saat memasuki musim kemarau. Sejumlah kendaraan tangki bahkan memanfaatkan sumber mata air di wilayah Bandung Timur demi memenuhi kebutuhan warga setempat.

“Sudah mulai. Apalagi di sana ada sumber mata air yang dieksploitasi oleh tangki-tangki. Jadi untuk masyarakat memang ada yang seret, tapi aman sejauh ini,” katanya.

Menurut Farhan, wilayah Bandung Timur rutin menghadapi problem kekeringan saban kemarau tiba. Pemkot Bandung pun mengambil langkah siaga dengan mengirim pasokan air secara berkala ke lokasi pemukiman.

“Hampir setiap hari minimal satu mobil tangki dikirim ke salah satu RW. Sejauh ini terpenuhi,” ucapnya.

Belum ada Laporan Darurat Kekeringan di Kota Bandung

Kendati pasokan air mulai berkurang, Farhan menegaskan pihaknya belum menerima laporan status darurat kekeringan di wilayah Kota Bandung.

“Belum ada laporan darurat. Memang biasanya di wilayah timur yang paling ramai,” ujarnya.

Farhan menjelaskan bahwa fenomena kemarau ini mengulang pola tahun sebelumnya. Pemkot Bandung kembali mengandalkan keandalan distribusi tangki agar kebutuhan harian warga tetap aman.

“Tahun lalu ada, tapi kita bisa tangani dengan tangki,” ungkapnya.

Guna memperkuat ketersediaan air, Pemkot Bandung juga menerima bantuan Sarana Air Bersih (SAB) dari berbagai pemangku kepentingan. TNI Angkatan Darat serta jajaran anggota DPRD menyalurkan dukungan infrastruktur air tersebut melalui jalur aspirasi.

“Untuk SAB juga kita dibantu TNI AD. Banyak pisan, alhamdulillah,” katanya.

Farhan menambahkan bahwa PDAM Kota Bandung memimpin operasional distribusi mobil tangki ke perumahan warga. Sementara itu, pembangunan sarana air bersih mengandalkan berbagai kolaborasi lembaga.

“Kalau tangki dari PDAM. Kalau SAB dari berbagai macam sumber,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Aksioma Desak Kejari Banjar Segera Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DPRD Jilid 2

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Masa Aksioma geruduk Kejari Banjar. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Puluhan massa dari Aksi Reformasi Pemuda dan Mahasiswa (Aksioma) kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar, Senin (27/7/2026).

Kedatangan mereka bertujuan menuntut kejelasan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota DPRD Kota Banjar jilid 2.

Baca Juga: Konflik di Banjar Berakhir Damai, Wali Kota Tanggung Biaya Pengobatan Seluruh Korban

Presiden Aksioma, Dimyati, menegaskan bahwa kelompoknya akan memberikan batas waktu kepada pihak kejaksaan. Jika Kejari Banjar tak kunjung mengumumkan tersangka baru hingga batas waktu tersebut, Aksioma mengancam siap menguasai kantor jaksa.

Dimyati menilai penanganan kasus ini memiliki dasar hukum yang sangat kuat. Putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap atas dua terpidana sebelumnya menjadi bukti sah pelanggaran hukum tersebut.

“Kalau nanti tidak ada progres, terutama tidak ada pengumuman tersangka baru, kami siap menduduki Kejaksaan. Nanti kami rapat dulu menentukan tenggat waktunya, mungkin sekitar satu bulan. Kalau tetap tidak ada perkembangan, kami akan melakukan aksi lagi,” katanya.

Belum Ada Tanda-tanda Penetapan Tersangka Baru

Iai meluapkan kekecewaannya lantaran kejaksaan sempat mengklaim proses penyidikan sudah menembus angka 90 persen. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda penetapan nama tersangka baru.

“Waktu kita kesini kan mereka bilang sudah 90 persen. Kok sampai hari ini belum ada tersangka baru yang diumumkan,” tegasnya.

Mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar Lukman Hakim Tuasikal, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Budi Prakoso memberikan tanggapannya. Ia menegaskan bahwa penyidik terus menjalankan tahapan penyidikan serta memenuhi petunjuk dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Budi menjelaskan bahwa timnya telah melakukan ekspos perkara pada Juni 2026 sesuai arahan Kejaksaan Agung. Hasil ekspos tersebut mewajibkan penyidik melakukan pendalaman materi sebelum melangkah ke penetapan hukum berikutnya.

“Kami masih berproses melakukan pendalaman sesuai petunjuk pimpinan. Untuk materi pendalaman tidak dapat kami sampaikan karena merupakan bagian dari materi penyidikan,” ujar Budi.

Ia menyampaikan penghargaan atas kepedulian masyarakat dan elemen Aksioma yang terus mengawal penegakan hukum di Kota Banjar.

“Kami berharap doa dan dukungan dari masyarakat Kota Banjar agar proses penyidikan ini dapat berjalan lancar dan secepatnya sesuai harapan,” katanya.

(Agus Purwadi)

Begal Jadi Sorotan, Pemkot Bandung Hidupkan Lagi Semangat Siskamling

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.( Dokumen FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggalakkan penguatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di seluruh wilayah permukiman warga.

Kebijakan ini bertujuan untuk mempertajam deteksi dini sekaligus mempersempit ruang gerak aksi kriminalitas jalanan, termasuk ancaman begal yang meresahkan warga.

Baca Juga: Perjuangan Kenji Belum Usai, Korban Begal Bandung Masuki Tahap Operasi Lanjutan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa Siskamling menjadi benteng pengawasan keamanan di tingkat tapak. Meski begitu, pengaktifan Ronda Malam ini bukan bentuk lepas tangan pemerintah terhadap keselamatan masyarakat.

Siskamling justru mengusung semangat kolaborasi nyata antara warga lokal dan aparat keamanan demi mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak awal.

“Yang namanya Siskamling itu jangan pernah lengah. Siskamling itu bukan berarti pemerintah melepaskan tanggung jawab kepada warga, tetapi mengajak warga berpartisipasi bersama dengan Linmas, bersama dengan Polsek, bersama dengan Koramil,” kata Farhan, Senin (27/7/2026).

Farhan menerangkan bahwa lurah memegang kendali koordinasi Siskamling, sedangkan pengurus RW memimpin pergerakan operasional di lapangan. Partisipasi aktif warga sangat krusial untuk mengidentifikasi pergerakan yang mencurigakan secara lebih cepat.

“Koordinasinya oleh lurah, kemudian penggerakannya di tingkat lingkungan oleh RW. Ini penting untuk pengawasan sekaligus deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan,” ujarnya.

Tingkatkan Kewaspadaan dan Keamanan Keluarga

Di samping memantau lingkungan sekitar, Farhan meminta seluruh warga agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah. Ia menitip pesan khusus kepada setiap orang tua untuk mengontrol keberadaan dan komunikasi anak-anak mereka.

“Saya sangat menghimbau kepada seluruh keluarga agar bisa memastikan anak-anaknya pada saat keluar dari rumah betul-betul mematuhi komunikasi keamanan,” katanya.

Farhan menilai jalannya komunikasi yang intensif antara anggota keluarga di rumah dan anak yang sedang berada di luar menjadi kunci penting dalam menjaga keselamatan bersama.

“Kita sudah tahu sendiri bahwa komunikasi antara anggota keluarga yang keluar rumah dengan yang di rumah juga harus sangat baik,” ucapnya.

Guna mendukung sistem pengamanan wilayah ini, Pemkot Bandung terus memaksimalkan respons layanan nomor darurat. Farhan menyebutkan empat kanal bantuan yang bisa warga akses sewaktu-waktu: 110 untuk kepolisian, 112 untuk pengaduan darurat umum, 113 untuk pemadam kebakaran, serta 119 untuk ambulans.

“Saya akan memastikan bahwa nomor darurat 110, 112, 113, dan 119 selalu memenuhi standar respons yang cepat,” ujarnya.

Farhan menambahkan bahwa integrasi nomor darurat tersebut mengikuti acuan pelayanan publik berskala nasional yang wajib terlaksana secara konsisten di Kota Bandung.

“Itu sudah standar nasional yang harus kita kejar terus,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Perjuangan Kenji Belum Usai, Korban Begal Bandung Masuki Tahap Operasi Lanjutan

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung Senin (27/7/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terus memberikan penanganan medis intensif kepada Kenji, korban aksi pembegalan di kawasan Arcamanik.

Kenji menjadi korban kejahatan begal (4/7/2026) lalu. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan Kenji menderita luka serius hingga membutuhkan rangkaian tindakan operasi.

Baca Juga: Kenalkan Dokter Spesialis Telinga Unik, Bos Koi Hartono Soekwanto Ajak Irfan Hakim Intip Terapi Dr. Veronica Janty

Farhan menjelaskan bahwa tim medis RSHS sedang mempersiapkan operasi lanjutan demi memulihkan kondisi kesehatan Kenji secara menyeluruh.

“Kenji sekarang harus dioperasi lagi. Sebelumnya sudah pernah operasi, kan ada beberapa operasi lanjutan,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menggalang koordinasi intensif dengan jajaran direksi RSHS. Langkah ini bertujuan untuk menjamin seluruh tahapan pengobatan korban berjalan secara optimal.

“Untuk penanganan Kenji, bekerja sama dengan RSHS, saya sudah bicara langsung juga dengan para direksi RSHS,” katanya.

Simpati dan Bantuan dari Dermawan untuk Kesembuhan Kenji

Di samping upaya penanganan medis, gelombang simpati dan dukungan masyarakat terus berdatangan. Sejumlah dermawan menyalurkan bantuan finansial maupun moril guna meringankan beban pemulihan Kenji.

“Mulai banyak bantuan-bantuan dari para dermawan, alhamdulillah,” ucapnya.

Farhan menegaskan komitmen Pemkot Bandung untuk terus mengawal setiap proses pengobatan korban, terutama saat memasuki tahapan kuratif berikutnya.

“Kami akan memastikan bahwa penanganan Kenji yang memasuki fase kedua pengoperasian itu berjalan dengan baik dan memberikan manfaat serta kesehatan yang paripurna untuk Kenji,” katanya.

Mengenai aspek hukum, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung melalui tim Resmob tengah menangani dan mengusut tuntas peristiwa pembegalan tersebut.

“Penanganan kasus dan pendalamannya sudah dilakukan oleh Satuan Reskrim Polrestabes Kota Bandung, khususnya Resmob,” ujarnya.

Pemkot Bandung senantiasa membangun komunikasi aktif dengan pihak kepolisian untuk memantau setiap progres penyelidikan di lapangan.

“Kami berkoordinasi untuk mengetahui perkembangannya karena masih dalam pendalaman. Sementara yang kami fokuskan adalah penanganan Kenji sebagai korban,” ungkapnya.

Saat ini Kenji masih berada dalam perawatan medis RSHS. Kedua orang tua korban yang semula bermukim di luar kota kini telah tiba dan menetap sementara di Bandung untuk mendampingi sang anak secara penuh.

“Sebelum itu, orang tuanya kan tidak tinggal di Bandung, tapi sekarang sedang jaga di Bandung,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)