spot_imgspot_img
Minggu 26 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 323

Pesawat ATR 42-500 Jatuh, Menko AHY Sampaikan Duka Cita

0
Menko AHY fokusjabar.id
Agus Harimurti Yudhoyono (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan duka cita atas jatuhnya pesawat ATR 42-500.

“Kita berduka dan terus melakukan upaya untuk melakukan evakuasi. Saya sudah di lapori Menteri Perhubungan, jadi penerbangan dari Jogja ke Sulawesi Selatan menggunakan pesawat ATR dan sebetulnya sudah persiapan landing juga. Tapi kemudian putus kontak,” ujar AHY.

Menurut AHY, penyebab utama jatuhnya pesawat ATR 42-500 masih dalam proses investigasi.

BACA JUGA:

Badan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Gunung Bulusaraung

“Kalau di lihat dokumentasinya. Videonya itu memang gunung-gunung. Sehingga kita masih perlu investigasi penyebab utamanya. Apakah karena cuaca atau ada kendala teknis yang lainnya. Ini masih perlu waktu untuk di investigasi,” kata AHY di kutip liputan 6.

AHY menjelaskan, koordinat serpihan pesawat sudah di temukan. Tim gabungan sedang bekerja melakukan proses evakuasi.

“Saya dapat laporan sudah ada koordinat serpihan-serpihan pesawat yang tentunya perlu operasi khusus untuk bisa melakukan evakuasi. Basarnas dan tim di lapangan juga terus bekerja,” ujarnya.

Basarnas berhasil mengevakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang ditemukan jatuh ke dalam jurang di kawasan Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso mengatakan, korban ditemukan pada pukul 14.20 Wita pada koordinat 04°54’44” LS dan 119°44’48” BT.

BACA JUGA:

Pencarian Pesawat ATR 42-500 Terkendala ELT

Kepala Kantor SAR Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan, korban dengan jenis kelamin laki-laki tersebut berada di sekitar serpihan pesawat.

Selain penemuan korban, Basarnas juga menyampaikan bahwa tim petugas menemukan sejumlah serpihan pesawat lainnya yang berupa bagian rangka dan kursi.

Operasi SAR dinyatakan masih berlangsung dengan mempertimbangkan medan yang curam pada ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut serta kondisi cuaca yang cepat berubah.

Basarnas masih bekerja untuk mencari dan mengevakuasi para penumpang beserta awak pesawat yang menjadi korban dengan melakukan penyisiran lanjutan di sekitar lokasi temuan.

Operasi SAR tersebut melibatkan sekitar 376 personel tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri serta unsur potensi SAR lainnya. Termasuk organisasi Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala).

(Bambang Fouristian)

Proses Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500 Dimulai

0
pesawat ATR 42-500 fokusjabar.id
Identifikasi korban pesawat ATR 42-500 (dok: kompas.com)

MAKASSAR, FOKUSJabar.id: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel sudah mulai melakukan identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT).

Mengutip kompas.com, keluarga kopilot Farhan Gunawan mendatangi Posko Ante Mortem Biddokkes untuk menjalani pengambilan sampel DNA.

BACA JUGA:

79 Pasgat TNI AU Bantu Pencarian Pesawat ATR 42-500

Sampel DNA di ambil dari adik kandung Farhan, Haerul Gunawan sebagai bagian dari proses pencocokan data korban.

Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel mengambil sampel berupa darah dan air liur sesuai prosedur standar identifikasi.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro mengatakan, selain melakukan upaya evakuasi, pihaknya juga memprioritaskan proses uji ante mortem terhadap para korban.

“Sudah di sampaikan, dalam rangka pembuktian terhadap korban sudah di sepakati bahwa Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar sebagai rujukan untuk melaksanakan uji Ante Mortem,” katanya.

Pihaknya menggandeng Mabes Polri dalam pemeriksaan DVI untuk memperkuat proses identifikasi korban.

“Saat ini korban ataupun keluarga korban yang hadir untuk di periksa atau di cek data Ante Mortem-nya ada satu orang. Yaitu, adik kandung dari Kopilot,” ungkap Kapolda.

Polda Sulsel juga menyiapkan skema khusus bagi keluarga korban yang berada di luar daerah yang tidak dapat datang langsung ke Makassar.

“Kita mengambil langkah-langkah strategis mana kala keluarga korban tidak bisa hadir. Kami akan memperdayakan seluruh Biddokkes dengan berkoordinasi dengan Kapus Dokkes untuk jemput bola,” jelas Djuhandhani.

BACA JUGA:

Pencarian Pesawat ATR 42-500 Terkendala ELT

Salah satu langkah tersebut dilakukan Biddokkes Polda Jawa Barat yang mengambil sampel ante mortem dari keluarga korban di wilayah Bogor.

Data ante mortem selanjutnya akan dikirim ke Biddokkes Polda Sulsel untuk dicocokkan apabila proses identifikasi korban memasuki tahap lanjutan.

(Bambang Fouristian)

Bahaya! Radius Erupsi Gunung Ile Lewotolok Diperluas

0
Gunung Ile Lewotolok fokusjabar.id
Gunung Ile Lewotolok erupsi (foto: web)

LEMBATA, FOKUSJabar.id: Bahaya erupsi Gunung Ile Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) di perluas Badan Geologi.

Mengutip kompas.com, radius bahaya yang di tetapkan sebelumnya 2,5 kilometer. Kini menjadi 3 kilometer dari pusat kawah.

BACA JUGA:

Badan Geologi: Status Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Level 3

Keputusan tersebut di ambil setelah status level II waspada gunung Ile Lewotolok naik menjadi level III siaga, Minggu (18/1/2026) kemarin.

Untuk itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria meminta warga sekitar maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas di area tersebut.

“Masyarakat dan wisatawan di imbau untuk tidak memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok,” tegas Lana.

Menurut Dia, Badan Geologi juga telah memetakan zona rekomendasi kawasan rawan bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok.

Zona rekomendasi tersebut. Yakni, radius 1-2 kilometer sangat berpotensi terdampak awan panas, aliran lava, guguran lava, gas beracun, lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.

Radius 4 kilometer berpotensi terkena dampak awan panas, aliran dan guguran lava.

Sedangkan radius 7 kilometer berpotensi terkena dampak banjir lahar hujan, hujan abu serta lontaran batu pijar.

BACA JUGA:

Bahaya! Jalur Kereta Api di Pekalongan Terendam Banjir

Badan Geologi sebelumnya mencatat, pada periode pengamatan 1 Junari-15 Januari 2026, terdeteksi sebanyak 2.713 kali gempa erupsi, 4.391 kali embusan, 5 kali guguran, 834 kali tremor non-harmonik, 7 kali gempa hybrid.

Kemudian, 13 kali gempa vulkanik dangkal, 25 kali gempa vulkanik dalam, 8 kali gempa tektonik pokal, dan 8 kali gempa tektonik jauh.

Data kegempaan yang terekam selama periode 16 Januari hingga 18 Januari 2026 hingga pukul 06.00 Wita, tercatat 831 kali gempa erupsi, 925 kali gempa embusan, 1 kali gempa vulkanik dalam.

(Bambang Fouristian)

Persib Day Festival di Malangbong, Bobotoh Rayakan Masa Depan dan Sejarah

0
Foto: Persib Day Festival di Malangbong Disambut Antusias Bobotoh. (Media officer Persib)
Foto: Persib Day Festival di Malangbong Disambut Antusias Bobotoh. (Media officer Persib)

GARUT,FOKUSJabar.id: Antusiasme Bobotoh mewarnai gelaran Persib Day Festival yang di gelar di Lapangan Cakrawati, Malangbong, Kabupaten Garut, Minggu (18/1/2026).

Ribuan pendukung Persib tumpah ruah merayakan kecintaan mereka terhadap klub kebanggaan Jawa Barat dalam suasana penuh keakraban.

Mengusung tema “Expert of Taste”, festival ini menjadi ruang temu inklusif yang menyatukan Bobotoh lintas generasi. Tak sekadar hiburan, Persib Day Festival menghadirkan wajah Persib secara utuh—mempertemukan masa depan klub melalui talenta muda, sekaligus menghidupkan kembali kenangan bersama para legenda.

Baca Juga: Bojan Hodak Ungkap Kondisi Kebugaran Pemain Persib Bandung

Dalam kesempatan tersebut, Bobotoh diajak berinteraksi langsung dengan pemain muda binaan Persib serta para mantan pemain yang pernah mengukir sejarah. Perpaduan ini menegaskan komitmen Persib untuk terus melangkah maju tanpa melupakan akar dan perjalanan panjangnya.

Dua pemain muda Persib Bandung, Robi Darwis dan Fitrah Maulana, turut hadir dan berinteraksi dengan Bobotoh melalui sesi mini talkshow. Keduanya mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat Malangbong dan sekitarnya.

“Terima kasih Bobotoh Malangbong, Garut, dan sekitarnya. Ini pengalaman pertama saya mengikuti Persib Day Festival. Antusiasmenya luar biasa. Di mana pun kami bermain, Bobotoh selalu hadir memberikan dukungan,” ujar Robi Darwis.

Legenda Persib: Bobotoh Tetap Loyal

Kehadiran legenda Persib, Djadjang Nurdjaman, menambah nuansa nostalgia dalam festival tersebut. Pelatih yang akrab disapa Djanur itu mengapresiasi loyalitas Bobotoh yang dinilainya tak pernah luntur dari masa ke masa.

“Dari dulu sampai sekarang, Bobotoh selalu menunjukkan loyalitas yang luar biasa. Termasuk di Malangbong ini. Terima kasih atas kemeriahannya, dan terima kasih kepada Gudang Garam Pria Punya Selera yang telah menghadirkan acara ini,” ucap Djanur.

Ia juga berharap Persib Day Festival dapat terus terselenggara di berbagai daerah, sebagai upaya mendekatkan klub dengan Bobotoh di luar Bandung.

Nostalgia di Lapangan dan Dampak Ekonomi

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan laga persahabatan antara Eks Persib All Stars melawan Malangbong All Stars. Selain Djadjang Nurdjaman, sejumlah nama legendaris seperti Sutiono Lamso, Atep, dan Tantan turut meramaikan pertandingan, mengundang nostalgia bagi Bobotoh.

Tak hanya berdampak pada sisi emosional, kolaborasi bersama Gudang Garam International Filter juga memberikan efek positif bagi perekonomian lokal. Sejak pagi, deretan tenda UMKM kuliner khas Garut tampak ramai pengunjung serbu.

Bobotoh juga berkesempatan berbelanja produk resmi di Persib Official Store serta menikmati produk sponsor seperti Indofood, menciptakan ekosistem acara yang hidup dan saling menguatkan antara klub, sponsor, dan masyarakat.

(Arif)

PUI Kota Tasikmalaya Gelar Musda 2026, Perkuat Sinergi dan Program Keumatan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Musda Ke-V PUI Kota Tasikmalaya, Berkomitmen menghasilkan program-program strategis untuk kemajuan Umat (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Upaya memperkuat peran organisasi keumatan terus di lakukan Persatuan Umat Islam (PUI) di Kota Tasikmalaya.

Melalui Musyawarah Daerah (Musda) Ke-V Tahun 2026, PUI bersama PD Wanita PUI dan PD Shofia Cahaya Bangsa menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus memperluas kontribusi bagi umat.

Musda yang di gelar secara khidmat di Ballroom Hotel Aston Inn Tasikmalaya, Minggu (18/1/2026), di buka langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara.

Kegiatan tersebut turut di hadiri Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) PUI Provinsi Jawa Barat Saefullah Ma’aruf, jajaran pengurus PUI, PD Wanita PUI Jawa Barat, PD Shofia Cahaya Bangsa, serta tamu undangan lainnya.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Setop Klakson Telolet di Situ Gede, Ini Respons Pengunjung dan Pemilik Perahu

Musda Jadi Fondasi Masa Depan Organisasi

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menilai Musda memiliki posisi penting sebagai ruang strategis untuk menentukan arah dan keberlangsungan organisasi ke depan.

“Musda bukan sekadar agenda rutin. Tetapi menjadi wadah melahirkan ide, gagasan dan program strategis untuk memperkuat peran PUI dalam mempererat ukhuwah serta menebarkan kebaikan bagi umat,” ujar Dicky.

Menurutnya, sebagai organisasi keagamaan, PUI di harapkan mampu menjadi motor penggerak yang turut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Khususnya pada sektor keagamaan.

“Kami berharap sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan PUI terus terjaga. Bersama-sama kita dorong program strategis seperti Tasik religius, One Hafidz, dan berbagai program keagamaan lainnya,” tambahnya.

Ia juga berharap Musda kali ini dapat melahirkan figur kepemimpinan yang visioner. Serta program inovatif yang mampu mengokohkan PUI sebagai organisasi yang konsisten dalam meningkatkan keimanan dan kesalehan umat.

Dakwah PUI Berbasis Ishlah

Sementara itu, Sekretaris PW PUI Provinsi Jawa Barat, Saefullah Ma’aruf, menegaskan gerakan dakwah PUI sejak awal terbangun di atas filosofi ishlah atau perbaikan secara menyeluruh.

“Gerakan PUI berfokus pada penguatan spiritual umat, baik akidah maupun ibadah. Dengan tujuan menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin melalui program dakwah yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dalam menjalankan roda organisasi, PUI berpegang pada delapan pilar operasional. Yakni akidah, ibadah, tarbiyah, pendidikan, keluarga, ekonomi, masyarakat, dan umat secara luas.

“PUI tidak berhenti pada penyampaian ilmu dan pencerahan, tetapi mendorong agar dakwah yang di sampaikan benar-benar di amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Saefullah berharap Musda PUI Kota Tasikmalaya dapat melahirkan ide-ide segar. Serta program baru yang mampu melanjutkan perjuangan organisasi dalam membimbing umat.

Menguatkan Sinergi Antar-Ormas

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai organisasi keagamaan lain dalam membangun umat yang berkualitas.

“PUI tidak berjalan sendiri. Prinsip kami adalah maju bersama, bersinergi dengan seluruh ormas keagamaan untuk membimbing umat, meningkatkan ketaqwaan, dan mewujudkan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

(Seda)

Pemkot Tasikmalaya Setop Klakson Telolet di Situ Gede, Ini Respons Pengunjung dan Pemilik Perahu

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Resmi, Larangan Bunyi Telolet di Situ Gede Tasikmlaya Mulai Diberlakukan Senin 19 Januari 2026

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana tenang Situ Gede, ikon wisata Kota Tasikmalaya, kini resmi di jaga lebih ketat. Mulai Senin (19/1/2026), bunyi klakson bernada khas atau yang populer disebut “telolet” tidak lagi di perbolehkan menggema di kawasan wisata tersebut.

Kebijakan ini langsung memantik perdebatan. Di satu sisi, pemerintah berupaya mengembalikan fungsi Situ Gede sebagai ruang wisata alam yang menenangkan. Di sisi lain, para pelaku usaha perahu wisata mengaku terdampak secara ekonomi akibat larangan tersebut.

Baca Juga: Bumi Perkemahan Cikabuyutan, Surga Sunyi di Selatan Tasikmalaya yang Gratis dan Sarat Pesona

Pemerintah: Ada Aturan, Ada Ketertiban

Larangan penggunaan klakson telolet di berlakukan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya sebagai respons atas keluhan pengunjung terkait kebisingan di area wisata air.

Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Dewi Noviyanti, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan keputusan sepihak, melainkan berlandaskan regulasi yang jelas.

“Dasarnya Perda Nomor 7 Tahun 2025 tentang Ketertiban Umum. Kami juga sudah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan kecamatan serta pengelola. Papan imbauan sudah di pasang di sejumlah titik strategis di Situ Gede,” ujar Dewi, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut di tujukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus mengembalikan karakter Situ Gede sebagai destinasi wisata alam, bukan ruang hiburan bising.

Pelaku Usaha Resah: Daya Tarik Justru Hilang

Namun kebijakan ini tak sepenuhnya di sambut positif. Para pemilik perahu wisata justru mengaku khawatir kehilangan magnet yang selama ini menarik minat pengunjung.

Ega, salah seorang pelaku jasa perahu, menilai suara telolet sudah menjadi ciri khas yang di nanti wisatawan, khususnya saat akhir pekan.

“Kami takut pengunjung berkurang dan omzet turun. Banyak yang justru datang karena sensasi itu. Lagi pula, bunyinya tidak setiap hari, hanya Sabtu dan Minggu,” keluhnya.

Ega juga menyoroti bahwa persoalan Situ Gede tidak berhenti pada klakson semata. Ia menilai upaya revitalisasi belum menyentuh persoalan mendasar seperti kondisi akses jalan dan minimnya wahana pendukung.

“Kalau mau Situ Gede maju, jangan cuma larangan. Infrastruktur di perbaiki, wahana di tambah, itu yang bikin wisata hidup,” tambahnya.

Wisatawan: Situ Gede Tempat Menenangkan Diri

Berbeda dengan para pelaku usaha, sebagian pengunjung justru menyambut baik pelarangan telolet. Mereka menilai kebisingan tidak sejalan dengan konsep wisata alam.

Tantan, salah satu wisatawan, mengaku datang ke Situ Gede untuk mencari ketenangan, bukan hiruk-pikuk suara klakson.

“Situ Gede itu tempat healing. Kalau suaranya seperti di jalan raya, rasa wisatanya hilang. Klakson mungkin seru, tapi kurang pas di wisata alam,” ungkapnya.

Ujian Pengelolaan Wisata Situ Gede

Pelarangan telolet kini menjadi ujian baru bagi pengelolaan Situ Gede. Pemerintah Kota Tasikmalaya dituntut membuktikan bahwa destinasi ini tetap menarik tanpa mengandalkan sensasi viral semata.

Ke depan, peningkatan kebersihan kawasan, perbaikan infrastruktur, serta inovasi wahana edukatif dan ramah lingkungan dinilai menjadi kunci agar Situ Gede tetap eksis sebagai kebanggaan wisata Kota Tasikmalaya.

(Abdul)

Bumi Perkemahan Cikabuyutan Surga Sunyi di Selatan Tasikmalaya yang Gratis dan Sarat Pesona

0
Bumi Perkemahan Cikabuyutan FOKUSJabar.id
Mengintip Bumi Perkemahan Cikabuyutan, Hidden Gem Gratis di Pesisir Selatan Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di saat destinasi wisata populer kian padat dan bising, pesisir selatan Tasikmalaya justru menyimpan ruang sunyi yang menawarkan pengalaman berbeda. Bumi Perkemahan Cikabuyutan, yang berada di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cikalong, perlahan muncul sebagai pilihan wisata alam yang sederhana, alami dan ramah di kantong.

Tanpa tiket masuk dan tanpa hiruk-pikuk keramaian, kawasan ini menghadirkan kemewahan yang tak bisa dibeli. Perpaduan muara Sungai Cimedang yang teduh dan bentang tebing batu bersejarah menjadikan Cikabuyutan sebagai destinasi ideal bagi pencari kedamaian.

Baca Juga: Idrisiyyah Hadirkan Umrah Berbasis Tasawuf, Perjalanan Ibadah yang Menyentuh Kalbu

Muara Sungai yang Menjadi Kolam Alami

Salah satu pesona utama Cikabuyutan terletak pada muara Sungai Cimedang. Berbeda dengan karakter ombak pantai selatan yang di kenal ganas, perairan di muara ini justru tenang dan bersahabat. Airnya jernih dengan pantulan warna langit yang menenangkan mata.

Kondisi arus yang landai serta kedalaman yang relatif dangkal membuat area ini aman untuk aktivitas berenang, terutama bagi anak-anak. Tak jarang, pengunjung menikmati momen santai sambil menyaksikan nelayan lokal menebar jaring di sekitar muara.

Menariknya, hasil tangkapan nelayan bisa langsung di beli dan di olah di lokasi. Sensasi menikmati ikan bakar di tepi sungai menghadirkan pengalaman ngeliwet khas pesisir yang sulit di lupakan.

Magnet Baru bagi Penggemar Mancing

Tak hanya ramah untuk wisata keluarga, Cikabuyutan juga menjadi primadona baru bagi para pemancing. Letaknya yang berada di jalur perlintasan ikan dari laut menuju sungai membuat muara ini menyimpan potensi tangkapan berukuran besar.

“Daya tariknya ada di ukuran ikan. Di sini cocok buat yang suka uji adrenalin karena lawannya ikan besar,” ujar Liman, warga setempat yang kerap mendampingi pemancing dari berbagai daerah.

Bagi komunitas mancing, Cikabuyutan bukan sekadar spot biasa, melainkan arena yang menjanjikan sensasi tarikan kuat dan cerita seru untuk di bawa pulang.

Tebing Batu Sarat Cerita Sejarah

Tak jauh dari muara sungai, berdiri jajaran tebing batu unik yang di kenal dengan nama Sedong Kompeni. Tebing ini menyimpan nilai sejarah sekaligus pesona visual yang khas.

Menurut cerita turun-temurun warga setempat, area tersebut dahulu kerap di gunakan tentara Belanda sebagai tempat berlindung. Struktur batu yang menjorok ke depan mampu melindungi dari hujan tanpa perlu atap tambahan.

“Orang tua dulu bilang, ini tempat kompeni berteduh. Karena itu di sebut Sedong Kompeni,” tutur Liman.

Kini, tebing batu tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pencinta fotografi. Tekstur alami dan bentuknya yang eksotis menjadikannya latar foto yang unik dan jarang ditemui di destinasi lain.

Akses Mudah, Fasilitas Cukup

Meski disebut sebagai hidden gem, Bumi Perkemahan Cikabuyutan sebenarnya mudah dijangkau. Lokasinya tak jauh dari jalur nasional Sukabumi–Pangandaran, sehingga cocok dijadikan titik singgah perjalanan lintas selatan Pulau Jawa.

Kondisi jalan desa menuju lokasi cukup baik dan bisa dilalui kendaraan pribadi hingga mendekati bibir muara. Di sekitar area juga tersedia warung warga serta fasilitas kamar mandi yang bersih untuk kebutuhan pengunjung.

Menariknya, hingga kini pengelola masih membuka kawasan ini secara gratis tanpa pungutan biaya masuk.

Bumi Perkemahan Cikabuyutan menjadi bukti bahwa wisata berkualitas tak selalu identik dengan harga mahal. Dengan suguhan wisata air yang menenangkan, tantangan memancing, dan sentuhan sejarah alam, tempat ini layak menjadi pelarian dari penatnya rutinitas kota.

Bagi yang rindu suasana damai, siapkan tenda dan alat pancing—dan biarkan Cikabuyutan menyambut Anda dengan ketenangan khas selatan Tasikmalaya.

(Abdul)