spot_imgspot_img
Sabtu 25 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 322

Defisit Anggaran Rp436 M, Sekda Garut Instruksikan SKPD ‘Jemput Bola’ ke Pusat

0
Sekda Garut fokusjabar.id
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, memberikan pengarahan jepada seluruh pegawai dalam apel pagi gabungan, Senin (19/1/2026)

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut Jawa Barat (Jabar), Nurdin Yana mengungkapkan, saat ini Pemda tengah menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan anggaran pada tahun 2026.

Dia memprediksi PemKab Garut mengalami kekurangan anggaran atau defisit hingga mencapai Rp436 milyar.

BACA JUGA:

Garut Zero Waste Ajak Masyarakat Perangi Kerusakan Alam dari Rumah

Menyikapi kondisi tersebut, Sekda Garut menegaskan agar seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak hanya berpangku tangan.

Dia menginstruksikan para pejabat untuk proaktif mencari peluang anggaran di tingkat nasional.

“Pak Bupati sering menyampaikan, tolong Anda jangan diam di kantor. Lari ke sana kemari agar kita bisa mengakses program-program nasional,” kata Nurdin Yana saat Apel Pagi Gabungan, Senin (19/1/2026).

Sekda mengaku kecewa terkait terhambatnya beberapa rencana pembangunan strategis. Termasuk pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp250 milyar yang sempat menggantung pada akhir 2025 akibat kendala teknis.

Untuk itu, pihaknya berencana melakukan koordinasi langsung ke pemerintah pusat guna memastikan program strategis nasional tetap berjalan sesuai skenario.

Sekda juga menekankan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dia meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memimpin evaluasi rutin terhadap realisasi pendapatan di setiap SKPD.

BACA JUGA:

Begal Berkedok DC Merajalela, Ormas GAS Segera ‘Serbu’ Kantor Leasing di Garut

“Lakukan evaluasi per minggu atau per dua minggu untuk mengecek sejauh mana realisasi pendapatan di masing-masing SKPD. Termasuk peran Camat,” tegasnya.

Selain persoalan fiskal, Nurdin Yana juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi dan kedisiplinan pegawai.

Dia menyebut, proses regenerasi dan pengisian jabatan yang kosong akan dipercepat sesuai dengan sistem merit.

Kedisiplinan kehadiran pegawai pun menjadi poin utama yang dipantau langsung oleh Bupati. terutama penggunaan aplikasi kehadiran yang kini juga menyasar unit-unit pelaksana seperti UPT dan tenaga pendidik (guru).

Bahkan, Sekda membuka peluang adanya kebijakan merger bagi satuan pendidikan yang dinilai tidak representatif atau tidak produktif.

BACA JUGA:

Ada-ada Saja! Bumil Ingin Jalan-jalan Pakai Mobil Disdamkarmat Garut

Sekda mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat yang viral di media sosial.

Dia meminta dinas teknis untuk langsung terjun ke lapangan setiap kali ada laporan dari warga.

“Apa yang menjadi keinginan atau celotehan masyarakat di medsos jangan dipandang sebelah mata. Sikapi, yakinkan teman-teman di lapangan bergerak. Sehingga masyarakat merasa kita hadir di tengah kebutuhan mereka,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

Garut Zero Waste Ajak Masyarakat Perangi Kerusakan Alam dari Rumah

0
Garut Zero Waste fokusjabar.id
Co-Founder sekaligus Ketua Komunitas Garut Zero Waste (GZW), Krismiyati

GARUT, FOKUSJabar.id: Co-Founder sekaligus Ketua Komunitas Garut Zero Waste (GZW), Krismiyati memberikan peringatan keras mengenai dampak kerusakan alam jika tidak ditangani secara sistematis.

Menurut Krismiyati, kunci utama penyelesaian masalah lingkungan. Khususnya sampah adalah perubahan perilaku di tingkat rumah tangga.

BACA JUGA:

Kebakaran Landa Pasar Samarang Garut, Kerugian Capai Rp70 Juta

“Kampanye utama kami adalah mengajak sebanyak-banyaknya orang memilah sampah dari rumah. Kami sadar menyelesaikan masalah sampah tidak bisa sendirian. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas hingga pihak swasta,” jelas Krismiyati, Senin (19/1/2026)

Sejak di deklarasikan pada tahun 2019, Garut Zero Waste terus bergerak melalui berbagai program unggulan. Di antaranya, GZW Goes to School, sebuah edukasi formal dari jenjang PAUD hingga Perguruan Tinggi.

Kemudian, GZW Goes to Office yang menyasar instansi pemerintahan dan tingkat desa.

Sementara GZW Goes to Kampung lebih ke sosialisasi berbasis masyarakat (PKK, Posyandu dan Karang Taruna).

Dan Ngopi (Ngobrolin Plastik & Isu Lingkungan) merupakan sebuah Forum diskusi rutin bulanan yang di inisiasi sejak 2025.

“Harapan kami kegiatan ‘Ngopi’ bisa konsisten dilakukan. Semoga semakin banyak orang yang tertarik dengan isu hijau dan sadar untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan sendiri,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Begal Berkedok DC Merajalela, Ormas GAS Segera ‘Serbu’ Kantor Leasing di Garut

Krismiyati berharap, melalui diskusi rutin ini masyarakat tidak hanya sekadar terpapar informasi. Namu bertransformasi menjadi agen perubahan di lingkungan terkecil mereka.

Hingga saat ini, Garut Zero Waste terus konsisten menjadi motor penggerak edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan demi menciptakan ekosistem masyarakat Garut yang sadar lingkungan melalui aksi nyata dari sumbernya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Edy Kuntoro mengapresiasi inisiatif anak-anak muda di GZW.

Menurutnya, gerakan akar rumput seperti ini adalah aset vital bagi masa depan lingkungan di Kabupaten Garut.

“Pemerintah Kabupaten Garut sangat mengapresiasi karena ternyata di sini berkumpul para pegiat yang sangat peduli terhadap lingkungan. Termasuk persoalan sampah di dalamnya,” kata Edy.

Sekdis Limgkungan Hidup menekankan pentingnya keberlanjutan aksi ini.

“Mudah-mudahan kegiatan ini tidak berhenti hari ini. Tapi berlanjut lebih luas lagi dengan melibatkan berbagai pihak untuk berkolaborasi bersama,” tambahnya.

Sebagai informasi, diskusi bulanan bertajuk “Ngobrolin Plastik dan Isu Lingkungan berlangsung di Sekretariat GZW, Perum Abdi Negara 1, Kecamatan Karangpawitan, Munggu (18/1/2026).

Tema yang di usung, “Ekosida: Ketika Alam Dibantai Secara Sistematis.”

Acara ini menjadi wadah pertemuan lintas elemen. Mulai dari aktivis lingkungan muda hingga perwakilan birokrasi guna membedah ancaman kerusakan ekosistem global yang berdampak pada lokalitas Garut.

(Y.A. Supianto)

Ini Sosok Florencia Lolita Wibisono Pramugari Pesawat ATR 42-500

0
Florencia Lolita Wibisono fokusjabar.id
Pramugaro ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono (foto: web)

MANADO, FOKUSJabar.id: Yanti salah satu keluarga Pramugari Pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono (Ollen) berdoa dan berharap ada mukjizat.

Di mana Florencia Lolita Wibisono hingga kini nasibnya belum di ketahui.

BACA JUGA:

Pesawat ATR 42-500 Jatuh, Menko AHY Sampaikan Duka Cita

“Kami semua berdoa. Berharap mukjizat. Kami yakin harapan itu masih ada,” ungkap Yanti di kutip tribunnews.com, Senin (19/1/2026).

Florencia Lolita Wibisono merupakan satu dari dua pramugari pesawat ATR 42-500 yang pesawatnya jatuh di Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.

Ada 10 penumpang pesawat yang berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar Sulawesi Selatan.

Menurut Dia, ‎Florencia di ketahui telah memiliki rencana untuk menikah dengan pilot di salah satu maskapai penerbangan.

‎“Kami dengar sudah ada rencana menikah. Tapi belum tahu kapan rencana tersebut,” kisah Yanti.‎

Pihak keluarga hingga kini masih menunggu perkembangan informasi resmi terkait keberadaan Ollen seiring proses pencarian yang masih berlangsung.

“Kami tetap berharap Ollen bisa segera di temukan,” ucap Yanti warga Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

BACA JUGA:

Proses Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500 Dimulai

Florencia Lolita Wibisono saat ini berusia 32 tahun. Dia anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarganya.

Ollen memiliki ‎pengalaman 14 tahun di dunia penerbangan. Dia baru 3 bulan bertugas di ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar. Sebelumnya Pramugari Lion Air.

“Dia baru sekitar tiga bulan bekerja di pesawat ATR 42-500,” kata anggita keluarga lainnya, Ramos.

‎‎Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia tercatat menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air.

“Kurang lebih 14 tahun Ollen bekerja di Lion Air,” ungkap Ramos.

Tak hanya berpengalaman sebagai pramugari, Ollen juga di percaya menangani pelatihan awak kabin yang baru bergabung.

Perannya kerap dikaitkan dengan pembinaan dan pendampingan crew junior.

“Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Bisa dibilang seperti HRD,” Ramos menambahkan.

Hingga Senin pagi, tim SAR baru menemukan satu korban jiwa dari total 10 orang di dalam pesawat.

Evakuasi masih berlangsung di medan ekstrem, Tim SAR menerjunkan ratusan orang dibantu warga lokal

Pesawat membawa 10 orang. Termasuk 3 pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.

(Bambang Fouristian)

Kisah Sedih Siti Aulia Marlina Anak Berprestasi di Pangandaran, Umur 1 Bulan Ditinggal Ibu Kandungnya

0
Siti Aulia Marlina fokusjabar.id
Siti Aulia Marlina

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Siti Aulia Marlina (16) warga Dusun Haurseah, Desa/Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) merupakan siswi berprestasi yang bernasib malang.

Saat Siti Aulia Marlina berusia satu bulan, ibu kandungnya, Mardiana pergi meninggalkannya.

BACA JUGA:

Cuaca Mendung Tak Surutkan Minat Wisatawan Padati Pantai Pangandaran

Konon, Mardiana kabur lantaran terbentur ekonomi dan tidak sanggup mengurusi Siti Aulia Marlina.

Sejak itu, Siti di titipkan kepada saudaranya bernama Pendi dan Titin Suryatin yang tinggal di rumah kontrakan yang sempit.

Kesedihannya tidak sampai di situ, pada tahun 2023 lalu, ayah tercintanya, Lili Sugandi di panggil sang maha kuasa.

Harta satu-satunya yang dia miliki harus pergi untuk selama-lamanya.

Kisah ini terungkap ketika Siti dan Titin bertemu dengan Kanit Reskrim Polsek Cijulang, Bripka Zera Janwara di depan Mapolsek.

Keduanya tengah berjalan kaki menuju Jembatan Sodongkopo.

“Di tengah perjalanannya, saya tegur mereka mau ke mana? Titin menjawab mau menjemput anaknya yang berada di jembatan Sodongkopo sekaligus nganter Siti melihat jembatan,” kata Zera, Senin (19/1/2026).

BACA JUGA:

Cuaca Buruk Lumpuhkan Aktivitas Nelayan Pangandaran

Kemudian, mereka di minta untuk istrhat sejenak di Polsek Cijulang. Pembicaraan pun kian berlanjut. Saat itu, Titin menceritakan latar belakang Siti. Mendengar kesaksian itu, Zera langsung tercengang kaget.

Siti Aulia Marlina fokusjabar.id
Rumah kontrakan Siti Aulia Marlina

Bagaimana tidak, gadis polos yang saat ini duduk di kelas X SMK Pasundan itu tidak mempunyai orangtua. Adapun ibunya telah lama meninggalkan sejak dia masih bayi.

Menurut pengakuan Titin, ibu kandung Siti masih hidup. Kabarnya telah menikah lagi dengan pria pilihannya. Kini tinggal di Kota Depok.

Saat Siti tengah merindukan sosok ibunya, Dia pernah menghubunginya melalui sambungan telpon saat duduk di bangku kelas IV.

“Siti merindukan ibunya. Dia meminta Mardiana kembali. Ibunya hanya menjawab akan menemui setelah punya uang. Tapi hingga saat ini belum menemuinya,” kisah Zera menirukan ucapan Titin.

Siti merupakan anak yang cerdas di sekolahnya. Dia sering mendapat nilai terbaik dengan peringkat satu di kelasnya.

Siti sering tidak mendapat uang jajan dari Titin lantaran dia juga keluarga tidak mampu. Bahkan, ketika berangkat sekolah, Siti rela berjalan kaki sejauh 1 Kilometer dari rumahnya karena tidak memiliki uang.

“Tapi tekadnya sangat luar biasa. Siti sangat semangat sekali bersekolah,” tambahnya.

Sementara ini, Siti mengandalkan bantuan dari pemerintah. Dia mendapatkan bantuan dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) sejak di bangku SD. Namun bantuan tersebut hilang ketika ia duduk di kelas IX.

Padahal Siti tengah di hadapkan kebutuhan mendesak di sekolah dengan jumlah cukup besar. Yakni, Rp3,6 juta.

Uang tersebut untuk membayar kos magang di Quick mart sebesar Rp250 ribu, plus biaya makan Rp1,8 juta selama satu bulan.

“Kemudian biaya kunjungan industri ke Yogyakarta sebesar Rp1,25 juta dan biaya bekal selama kunjungan sebesar Rp300 ribu,” kata Zera.

BACA JUGA:

Ada Suara Dentuman di Goa Kabuyutan Sebelum Tsunami Pangandaran

Setelah mendengar semua keluh kesahnya, Zera langsung mengantar keduanya ke tempat tujuan menggunakan mobil Polisi. Zera mengantar hingga pulang di kediamannya.

“Dan ternyata benar, Kehidupannya sangat memprihatikan. Siti sangat memerlukan bantuan dari orang lain, untuk membayar kontrakan saja harus mengeluarkan Rp400 per bulan,” ucap Zera.

Zera berpesan jika Siti tidak mempunyai uang jajan agar jangan sungkan untuk datang ke Polsek Cijulang.

(Sajidin)

Satria Muda Pertamina Bandung Taklukkan Rans Simba Bogor

0
Satria Muda Pertamina Bandung fokusjabar.id
Satria Muda Pertamina Bandung Taklukkan Rans Simba Bogor. (Dok IBL 2026)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Satria Muda Pertamina Bandung berhasil menaklukkan tuan rumah Rans Simba Bogor pada laga ketiga Indonesian Basketball League (IBL) 2026.

Pada pertandingan yang berlangsung di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB, Bogor, Minggu (18/1/2026), Satria Muda unggul dengan selisih skor yang cukup jauh. Yakni 64 – 79

BACA JUGA:

Start Impresif! Bandung bjb Tandamata Libas Jakarta Livin Mandiri 3-0

Abraham Damar Grahita, Kapten Satria Muda Bandung, membeberkan kunci keberhasilan timnya bisa meraih hasil maksimal pada pertandingan tersebut.

“Sebagai pemain profesional, kami harus bisa adapt dan adjust. Skor memang ketat sampai akhir. Rotasi yang dimainkan lawan juga tidak terlalu banyak. Jadi kecenderungan permainan mereka bisa kami baca,” ucapnya.

“Di quarter akhir kami tinggal menyesuaikan bagaimana harus bertahan. Good things happens for us!,” jelasnya.

Lebih lanjut Bram sapaan akrabnya menuturkan, pada musim ini Satria Muda Bandung dihuni perpaduan pemain muda dan senior, sehingga dalam pertandingan saling melengkapi.

“Tim ini diisi banyak pemain muda dengan beberapa pemain veteran. Energi pemain muda sangat kami butuhkan, sementara pemain veteran punya pengalaman untuk menjaga stabilitas permainan. Tantangannya adalah bagaimana menyeimbangkan keduanya,” ujarnya.

BACA JUGA:

Demi Tekad Menangi Dua Laga di Medan, Bandung bjb Tandamata Janjikan Permainan Berkelas

Sementara itu, kemenangan ini menjaga tren positif Satria Muda Bandung yang selalu meraih kemenangan dalam mengawali musim IBL Gopay 2026.

Setelah pertandingan tersebut, Satria Muda Bandung akan kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi laga berikutnya yang sekaligus menjadi laga tandang terakhir di bulan ini menantang Rajawali Medan.

(Arif)

Rusak Fasilitas Umum, Kendaraan ODOL Jadi Sasaran Penertiban di Pangandaran

0

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pangandaran kembali mengambil langkah tegas terhadap kendaraan bermuatan berlebih.

Sejumlah truk yang diduga over dimension dan over loading (ODOL) diamankan di wilayah Kecamatan Cimerak, Minggu malam (18/1/2026), menyusul keluhan warga terkait kerusakan fasilitas umum.

Kasat Lantas Polres Pangandaran, AKP Yudi Risnandar, menyampaikan bahwa penertiban tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa di rugikan akibat aktivitas kendaraan ODOL yang melintas di wilayah mereka.

Baca Juga: Cuaca Buruk Lumpuhkan Aktivitas Nelayan Pangandaran

“Penertiban ini kami lakukan berdasarkan laporan warga Cimerak. Kendaraan-kendaraan bermuatan berlebih ini sudah beberapa kali menimbulkan kerugian pada fasilitas umum,” ujar AKP Yudi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satlantas Polres Pangandaran langsung turun ke lapangan bersama Dinas Perhubungan dan didukung oleh jajaran Polsek Cimerak. Dalam operasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dimensi dan muatan kendaraan.

“Kami lakukan pengecekan langsung, termasuk tinggi dan lebar kendaraan oleh petugas penguji. Jika terbukti melebihi ketentuan, langsung kami tindak dengan penilangan,” jelasnya.

Selain pelanggaran muatan dan dimensi, kepolisian juga melakukan pemeriksaan administrasi. Kendaraan yang tidak lengkap dengan surat-surat resmi terancam ditahan.

“Untuk malam ini, ada dua unit kendaraan yang kami amankan. Dari pengakuan pengemudi, muatan berlebih atas permintaan pengusaha demi mengejar keuntungan,” ungkap AKP Yudi.

Penertiban Kendaraan ODOL Berkala di Pangandaran

Ia menegaskan, penertiban kendaraan ODOL akan terus terlaksana secara berkelanjutan demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan melindungi fasilitas umum dari kerusakan.

“Selama pelanggaran masih terjadi, kami tidak akan berhenti melakukan penindakan. Target kami, Pangandaran bebas dari kendaraan dan muatan berlebihan,” tegasnya.

Warga setempat mengungkapkan, keberadaan truk ODOL kerap menimbulkan masalah serius. Muatan yang terlalu tinggi sering tersangkut kabel listrik di tiang-tiang jalan, mengakibatkan lampu penerangan jalan umum (PJU) padam.

“Rata-rata tersangkut kabel listrik karena muatannya terlalu tinggi. Kejadian terakhir bahkan sempat jadi polemik karena pihak pengusaha tidak mau mengakui kendaraan itu miliknya,” tutur salah seorang warga.

Penertiban ini harapannya menjadi peringatan bagi para pelaku usaha agar mematuhi aturan, sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

(Sajidin)

Melanggar Pantangan, Teguran Alam Menanti di Kampung Adat Kuta Ciamis

0
Pantangan Kampung Adat Kuta Ciamis fokusjabar.id
Kampung adat Kuta yang berlokasi di Desa Karangpaninggal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kampung Adat Kuta di Dusun Kuta, Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, masih teguh menjaga hukum adat warisan leluhur.

Sejumlah aturan dan pantangan berlaku ketat, bukan hanya bagi warga setempat, tetapi juga bagi setiap pendatang yang memasuki kawasan adat tersebut.

Setiap pelanggaran terhadap ketentuan adat di yakini akan berujung pada sanksi sosial hingga dampak yang dipercaya sebagai “teguran alam”. Karena itu, warga dan pengunjung di tuntut untuk menghormati nilai-nilai yang telah di jaga secara turun-temurun.

Baca Juga: Bangunan Lapuk Tak Tahan Hujan, Rumah Warga Mekarmukti Ciamis Roboh

Salah seorang pengurus Kampung Adat Kuta, Firman Khabibi, menegaskan bahwa hukum adat di wilayah tersebut bersifat mengikat dan wajib di patuhi semua pihak.

“Pantangan di Kampung Adat Kuta bukan hanya untuk warga, tapi juga berlaku bagi siapa pun yang datang berkunjung,” ujar Firman.

Larangan Bangunan Permanen

Salah satu aturan adat yang masih di jaga ketat adalah larangan mendirikan rumah permanen menggunakan bangunan tembok. Warga Kampung Adat Kuta hanya di perbolehkan membangun rumah dengan material tradisional.

Firman mengungkapkan, pernah ada warga yang mencoba melanggar ketentuan tersebut. Namun, setelah rumah di tempati, penghuni justru mengalami musibah.

“Pernah ada yang membangun rumah tembok. Setelah di tempati penghuninya sakit dan usahanya mengalami kebangkrutan,” tuturnya.

Aturan Pasca Kebakaran

Pantangan lain yang tak kalah penting berkaitan dengan musibah kebakaran. Jika sebuah rumah terbakar, pemiliknya di larang membangun kembali di lokasi yang sama.

“Bekas lokasi kebakaran tidak boleh di bangun lagi. Pemilik rumah harus pindah dan mencari lokasi baru,” jelas Firman.

Ia menambahkan, pemilihan lokasi pengganti pun tidak bisa di lakukan sembarangan. Warga wajib menjalani ritual adat terlebih dahulu sebagai penentu tempat pembangunan rumah baru.

“Hasil ritual itu yang menjadi patokan di mana rumah boleh di bangun agar tidak menemui hambatan,” katanya.

Kepercayaan terhadap Teguran Alam

Firman menyebut, kepercayaan terhadap aura gaib dan nilai mistis di Kampung Adat Kuta masih diyakini hingga kini. Hal tersebut, menurutnya, kerap terbukti melalui peristiwa di luar nalar yang menimpa para pelanggar adat.

Ia mencontohkan kejadian seorang tamu yang membawa pulang rotan dari kawasan hutan larangan. Tak lama setelah tiba di rumah, orang tersebut jatuh sakit parah.

“Setelah kembali ke Kampung Adat Kuta, meminta maaf, dan mengembalikan rotan itu, orang tersebut langsung sembuh,” ungkapnya.

Selain itu, Firman mengingatkan agar setiap pengunjung menjaga sikap selama berada di kawasan adat. Sikap sombong dan meremehkan larangan adat diyakini dapat berakibat buruk.

“Pernah ada pengunjung yang mengalami kesurupan karena bersikap sombong dan menyepelekan aturan di Kampung Adat Kuta,” tambahnya.

Kearifan lokal yang dijaga masyarakat Kampung Adat Kuta menjadi bukti kuat bagaimana tradisi leluhur masih berperan dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan nilai spiritual hingga saat ini.

(Husen Maharaja)